Tanggul Waduk Gajahmungkur Wonogiri Jebol 28 November 2017

Tanggul Waduk Gajahmungkur Wonogiri Jebol 28 November 2017

Enjangcom - Waduk Gajahmungkur yang merupakan tempat wisata kebanggaan kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah dikabarkan ada yang jebol. Berita ini kami dapat dari video yang diunggah salah satu rekan di facebook.

Dalam video tersebut (28/11/2017) terdengar komentator yang menyebutkan bahwa banjir kali ini merupakan bencana besar. Kenaikan air sungguh fantastis mencapai 4 meter, sehingga menyebabkan tanggul yang baru saja dibangun jebol.

Tidak hanya itu, kerugian yang ditanggung kiranya sudah terlalu besar, hingga si komentator tidak berani mengatakannya.

2/3 alat berat ikut hanyut terbawa air bah. Ribuan semen yang akan digunakan untuk pembangunan waduk ikut tenggelam.

Untuk kabar selanjutnya, mari kita sama-sama menunggu perkembangan, semoga bencana banjir ini segera berlalu dan tidak menelan banyak korban.

Silahkan saksikan video Tanggul Waduk Gajahmungkur Wonogiri yang sedang dibangun jebol.


Baca Selengkapnya >>>

Jenis dan Ciri-Ciri Badan Usaha Lengkap

Pengertian Badan usaha adalah suatu kesatuan yuridis ekonomis tempat pengusaha melaksanakan tugas untuk mengelola perusahaan secara teratur untuk mencapai tujuan menghasilkan laba atau keuntungan. Dengan demikian, badan usaha identik dengan sebuah badan hukum atau sebuah lembaga yang mempunyai akta notaris.

Ciri-Ciri Badan Usaha

Jenis-jenis Badan Usaha yang dilakukan oleh Rumah Tangga Produsen ada 6, berikut ini penjelasan lengkap berikut ciri-ciri badan usaha.
  • Perusahaan Perseorangan
Perusahaan Perseorangan merupakan perusahaan/kegiatan usaha yang modalnya serta manajemennya ditangani oleh satu orang. Pemilik perusahaan, pemilik modal, pemimpin perusahaan, dan manajer berada di tangan satu orang. Jika perusahaan mendapatkan laba atau untung maka seluruhnya untuk pemilik. Namun, jika perusahaan mengalami kerugian makan ia harus menanggungnya sendiri. Contohnya PO Sedya Mulya, perusahaan bis transportasi yang dimiliki oleh perseorangan.

Ciri-Ciri Perusahaan Perseorangan
a. Dimiliki perseorangan
b. Pengelolaan sederhana
c. Modal tidak terlalu besar
d. Kelangsungan usaha bergantung pada pemilik

  • Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas atau sering disebut PT adalah badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menanamkan modal dalam bentuk saham-saham. Contohnya PT Indofood dan PT Unilever.

Ciri-Ciri Perseroan Terbatas
a. Modalnya terdiri dari saham-saham atau andil
b. Kekuasaan tertinggi terletak pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
c. Pemilik PT adalah pemegang saham
d. Tanggung jawab pemegang saham terbatas pada modal yang ditanamkan. (Pengelola PT adalah dewan direksi yang diawasi oleh dewan komisaris)
e. Pemegang saham akan memperoleh keuntungan berupa deviden
f. Dewan komisaris terdiri atas golongan atau beberapa orang pemilik saham

Jenis Perseroan Terbatas (PT)
Badan Usaha Perseroan Terbatas terdiri dari tiga jenis, yaitu:
1. PT terbuka, artinya sebuah PT yang modal berasal dari penjualan saham
2. PT tertutup, artinya sebuah PT yang modalnya berasal dari keluarga sendiri
3. PT Kosong, artinya sebuah PT yang sudah tidak melakukan kegiatan usaha.

  • Commanditer Venootschaft (CV)
Commanditer Venootschaft merupakan badan usaha yang terdiri dari anggota aktif dan anggota pasif. Contoh badan usaha berbentuk CV adalah CV Grafika dan CV Aneka Ilmu

Ciri-Ciri Commanditer Venootschaft (CV) 
a. Keanggotaaannya terdiri dari anggota pasif (sekutu pasif) dan anggota aktif (sekutu aktif)
b. Sekutu aktif adalah anggota aktif yang mengelola CV
c. Sekutu Pasif adalah anggota yang hanya menanamkan modal tanpa ikut aktif mengelola CV
d. Tanggung jawab sekutu aktif tidak terbatas
e. Tanggung jawab sekutu pasif hanya terbatas pada modal yang ditanamkan
f. Sekutu pasif sering disebut sekutu diam (slipping partner atau persero diam)

  • Firma
Firma merupakan sebuah badan usaha yang terdiri dari dua orang atau lebih atas nama bersama. Contoh badan usaha berbentuk Firma adalah Firma Sentosa.

Ciri-ciri Firma
a. Badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih atas nama bersama
b. Semua pemilik modal adalah pemilik firma dan bisa saling bergantian sebagai pimpinan
c. Tanggung jawab dipegang secara bersama dan tidak terbatas
d. Pembagian keuntungan berdasarkan perbandingan modal setiap anggota
e. Semua anggota firma adalah aktif, artinya selain menanamkan modal juga sebagai pengelola firma.

  • Koperasi
Koperasi merupakan bentuk badan usaha yang berwatak sosial dan diatur di dalam Undang-Undang tahun 1992 tentang perkoperasian. Contoh koperasi adalah koperasi pegawa negeri, koperasi angkutan kota, dan koperasi usaha tani.
Pengertian Badan Usaha
Lambang Koperasi Indonesia
Jenis Koperasi 

Jika dilihat dari segi keanggotaan, koperasi dibagi menjadi dua kelompok yaitu koperasi primer dan koperasi sekunder.
  1. Koperasi Primer merupakan koperasi yang beranggotakan perseorangan (minimal 20 orang) dan berkendudukan di desa atau kecamatan.
  2. Koperasi Sekunder merupakan koperasi yang beranggotakan badan badan hukum koperasi (minimal 3 badan hukum). 
Koperasi Sekunder terdiri atas tiga jenis, yaitu:
a. Pusat koperasi, berkedudukan di kabupaten/kota dan beranggotakan minimal 3 koperasi primer.
b. Gabungan Koperasi, berkedudukan di provinsi dan beranggotakan minimal 3 pusat koperasi.
c. Induk Koperasi, berkedudukan di tingkat pusat/nasional dan beranggotakan minimal 3 gabungan koperasi.

Dalam menjalankan usaha, koperasi menggunakan lima prinsip yang dinamakan lima prinsip kerja koperasi. Hal ini menjadi ciri khas koperasi sehingga menjadi perbedaan koperasi dengan badan usaha lain.


Lima Prinsip Kerja Koperasi :

1. Keanggotaan koperasi sukarela dan terbuka
2. Pengelolaan (manajemen) koperasi bersifat terbuka
3. Ada pembatasan jasa atas modal
4. Pembagian sisa hasil usaha (SHU) berdasarkan perbandingan jasa setiap anggota
5. Kemandirian

  • Yayasan
Yayasan adalah organisasi atau perkumpulan yang didirikan berdasarkan akta notaris. Pendirian yayasan bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan tidak bertujuan untuk mencari laba/keuntungan. Kegiatan yayasan yaitu mencari dana untuk melaksanakan kegiatan tertentu, misalnya yayasan pendidikan, yayasan sosial, yayasan kesehatan, dan yayasan pelayanan umum.

Jenis-Jenis Yayasan
Yayasan dibagi menjadi dua yaitu
1. Yayasan pemerintah, contohnya Badan Urusan Logistik (Bulog)
2. Yayasan Swasta, contohnya Yayasan Dewi Sartika, Yayasan Al Huda, dan Yayasan Kasih Bunda.

Demikian artikel tentang Jenis dan Ciri-ciri Badan Usaha, Semoga bermanfaat dan membantu kalian yang sedang mencari materi tentang Badan Usaha. Enjang.com
Baca Selengkapnya >>>

Proses Kegiatan Ekonomi dan Contoh Kegiatan Ekonomi

Proses kegiatan ekonomi - Kegiatan ekonomi berlangsung karena adanya kebutuhan manusia. Kegiatan ekonomi masyarakat terdiri atas kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi. Ketiga kegiatan ekonomi tersebut saling berhubungan satu sama lain.

Pengertian Proses Kegiatan Ekonomi

Kegiatan Konsumsi berupa pembelian suatu barang dan jasa yang dilakukan golongan masyarakat konsumen. Keberadaan barang dan jasa tersebut dihasilkan atau diproduksi oleh golongan masyarakat produsen (kegiatan produksi).

Setelah kegiatan produksi, barang atau jasa hasil produksi disalurkan atau didistribusikan (kegiatan distribusi) oleh pelaku-pelaku ekonomi seperti pedagang, grosir, dan perusahaan transportasi. Jadi, kegiatan distribusi merupakan bentuk kegiatan ekonomi untuk menyampaikan barang dan jasa produksi dari golongan masyarakat produsen ke golongan masyarakat konsumen.

Proses Kegiatan Ekonomi
Proses Kegiatan Ekonomi

Dari pengertian ketiga kegiatan ekonomi diatas maka akan dapat diambil pengertian proses kegiatan ekonomi. Proses kegiatan ekonomi adalah sebuah proses ekonomi baik kegiatan konsumsi, produksi, distribusi yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup atau meningkatkan ekonomi individu/perusahaan.

Contoh proses kegiatan ekonomi misalnya pada sektor pertanian. Para petani memproduksi padi dengan menanamnya di sawah. Setelah dipanen, padi disalurkan (didistribusikan) ke konsumen melalui para pedagang beras. Beras yang telah dibeli konsumen kemudian dikonsumsi sebagai makanan pokok.

Pengertian Kegiatan Ekonomi (Produksi, Distribusi, Konsumsi)

1. Kegiatan Produksi

Kegiatan Produksi merupakan kegiatan ekonomi pertama (awal). Dalam kegiatan produksi terjadi proses produksi barang dan jasa dengan cara mengkombinasikan factor-faktor produksi yang ada sampai barang dan jasa terbentuk atau siap dikonsumsi. Faktor-faktor produksi berupa alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan.

2. Kegiatan Distribusi

Kegiatan Distribusi merupakan kegiatan ekonomi kedua setelah kegiatan produksi. Setelah barang dan jasa diproduksi oleh para produsen, barang dan jasa tersebut disalurkan/didistribusikan ke tangan konsumen agar dimanfaatkan dengan baik.

3. Kegiatan Konsumsi

Kegiatan Konsumsi merupakan kegiatan ekonomi ketiga. Dengan kegiatan distribusi, barang dan jasa sampai ke tangan konsumen sehingga barang dan jasa tersebut bisa dimanfaatkan, dipakai, dan digunakan (dikonsumsi) masyarakat konsumen.

Pelaku Kegiatan Ekonomi

Kegiatan ekonomi selalu diikuti proses pemindahan kepemilikan (alur) barang dan jasa serta diikuti alur uang sebagai kebalikan prose barang dan jasa. Kegiatan ekonomi biasanya diperankan oleh pelaku ekonomi berdasarkan jenis rumah tangga.

Dengan demikian, kegiatan ekonomi dalam perekonomian Negara dilakukan oleh pelaku ekonomi Negara. Berikut ini kegiatan ekonomi yang dilakukan pelaku ekonomi:
a. Rumah Tangga Produsen (RTP)
b. Rumah Tangga Konsumen (RTK)
c. Rumah Tangga Pemerintah/Government (RTG)
d. Rumah Tangga Luar Negeri (RTLN)

Keempat pelaku ekonomi ini saling berhubungan dengan cara melakukan transaksi sehingga terjadi arus barang dan arus uang. Pada artikel selanjutnya kita akan membahas lebih jelas tentang pelaku kegiatan ekonomi dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Demikian penjelasan secara lengkap mengenai Proses Kegiatan Ekonomi dan contohnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan bisa menjelaskan dengan jelas apa itu proses kegiatan ekonomi yang terjadi dalam masyarakat Indonesia. Enjang.com
Baca Selengkapnya >>>

Pengertian Kebutuhan Manusia

Enjang.com - Kebutuhan manusia sangat banyak dan beranekaragam jenisnya dan berlangsung seumur hidup. Sejak dilahirkan, manusia membutuhkan makanan, minuman, istirahat, olahraga, dan sebagainya. Kebutuhan manusia tersebut akan terus bertambah dari waktu ke waktu, misalnya kebutuhan kesehatan, pendidikan, rekreasi, dan penghargaan dari orang lain.

Pengertian Kebutuhan Manusia
Demikian juga dengan kita, setiap saat kebutuhan kita dapat berubah-ubah. Pada saat kita belum dapat menulis, kita belum memerlukan alat-alat tulis. Pada saat kita sakit, kita perlu berobat dan istirahat, dan pada saat kita sekolah kita membutuhkan seragam sekolah dan sebagainya.

Pengertian Kebutuhan Manusia

Untuk dapat makan, kita membutuhkan beras, beras dihasilkan oleh petani. Beras dihasilkan melalui proses yang cukup lama dan tidak muncul dengan seketika. Pada saat kemarau, kita masih membutuhkan beras padahal petani sudah kesulitan untuk menanam padi sehingga beras menjadi sulit atau tidak akan mencukupi kebutuhan manusia.

Contoh di atas merupakan uraian tentang adanya ketimpangan antara kebutuhan dengan alat pemenuhan kebutuhan. Dengan demikian, tentunya kalian akan dapat merumuskan apa yang disebut dengan kebutuhan. Agar mengetahui lebih jelas apa yang dimaksud dengan kebutuhan, maka akan dibahas pada materi berikut:

Kadang-kadang kalian akan mendengar orang mengatakan bahwa kebutuhan sama dengan keinginan. Sebuah keinginan tertentu disebut dengan kebutuhan. Padahal kedua istilah tersebut dalam ilmu ekonomi adalah berlainan.

Dalam ilmu ekonomi, kebutuhan adalah keinginan untuk mendapatkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dengan disertai kemampuan membayarnya, sebab jika kebutuhan tidak terpenuhi maka akan membawa efek negatif.

Oleh karena itu, kebutuhan manusia harus terpenuhi. Berbeda dengan kebutuhan, keinginan tidak harus terpenuhi karena keinginan jika tidak terpenuhi tidak akan membawa efek negatif. Contoh kebutuhan bagi kalian adalah sarapan pagi, minum, istirahat, kesehatan, dan sekolah. Sedangkan contoh keinginan kalian adalah jalan-jalan, rekreasi, membeli buku komik, membeli pena yang bagus, dan sebagainya.

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia
Kebutuhan manusia akan selalu berubah-ubah seiring dengan perubahan zaman. Perubahan kebutuhan manusia dapat disebabkan oleh faktor lingkungan alam, kebudayaan, waktu, pendapatan, dan agama. .

1. Lingkungan alam
Lingkungan alam dapat mempengaruhi perubahan kebutuhan manusia. Sebagai contoh, umumnya orang-orang yang tinggal di pegunungan menggunakan pakaian yang tebal dan hangat. Berbeda dengan orang di daerah padang pasir atau pantai yang udaranya cukup panas, mereka menyukai pakaian yang tipis.

Contoh lainnya adalah, pada musim hujan banyak orang yang membutuhkan payung untuk melindungi diri mereka dari hujan. Setelah musim hujan selesai, umumnya orang - orang tidak menggunakan payung lagi. Manusia menyesuaikan di mana ia berada. Dengan demikian, jelaslah bahwa lingkungan alam berpengaruh pada kebutuhan manusia.

2. Kebudayaan
Kebudayaan dapat diartikan sebagai hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Kebudayaan dapat mempengaruhi kebutuhan manusia. Semakin tinggi tingkat kebudayaan (peradaban) manusia, maka akan semakin banyak kebutuhannya.

Sebagai contoh, pada zaman dahulu televisi belum dikenal sehingga bukan merupakan suatu kebutuhan. Namun sekarang ini, televisi merupakan salah satu kebutuhan yaitu sebagai media untuk memperoleh informasi dan hiburan di antara bermacam-macam kebutuhan yang lain.

3. Waktu
Kebutuhan manusia akan berubah seiring dengan perubahan waktu. Tentu kalian masih ingat, sewaktu masih kecil baju/pakaian yang kalian pakai tidak mungkin dapat dipakai lagi sekarang ini. Kalian memerlukan pakaian yang baru yang sesuai dengan pertumbuhan tubuh kalian. Perubahan waktu akan membuat kebutuhan menjadi berubah. Dengan kata lain, kebutuhan masa lalu berbeda dengan kebutuhan sekarang.

4. Pendapatan
Pendapatan juga merupakan faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia. Apabila pendapatan meningkat, secara umum kebutuhan akan meningkat pula. Misalnya pendapatan seorang kepala keluarga. Apabila pendapatannya semakin besar, kebutuhannya akan semakin banyak. Hal ini karena kebutuhan harus disertai dengan daya beli untuk membayarnya.


5. Agama

Agama yang dianut oleh manusia akan dapat mempengaruhi kebutuhannya pada barang-barang tertentu. Misalnya, orang yang beragama Islam akan membutuhkan Al-Quran, sajadah, dan tasbih. Sedangkan orang yang beragama Kristen/Katolik, akan memerlukan Kitab Injil, buku doa, rosario atau salib .


Demikian pembahasan lengkap mengenai tentang Pengertian Kebutuhan Manusia. Semoga bermanfaat dan berguna bagi kalian.
Baca Selengkapnya >>>

45 Istilah JNE / Kode Status Pengiriman JNE dalam Tracking Resi Lengkap 2017

Enjang.com - Kali ini saya akan menjelaskan berbagai macam Istilah JNE atau Kode pengiriman JNE. Istilah-istilah dalam Tracking resi tentunya sudah tidak asing kita temui ketika kita berbelanja secara online. Saat berbelanja online kita akan menggunakan jasa kurir, salah satunya adalah JNE atau Jalur Nugraha Ekakurir.

JNE memang menjadi pilihan favorit setiap aktivitas transaksi jual beli secara online. Hal ini dikarenakan JNE memiliki banyak cabang di seluruh kota-kota besar di Indonesia bahkan sampai pedesaan. Kondisi ini tentunya meningkatkan kepercayaan pemakai jasa baik penjual maupun pembeli dalam menjamin keamanan pengiriman barang.

Pada saat kita memakai jasa atau memilih jasa ekspedisi JNE dalam pengiriman barang, biasanya kita akan mengenal berbagai kode atau istilah yang dinamakan Tracking Resi JNE. Tracking Resi ini berguna untuk mengecek sejauh mana barang atau paket kita kirim atau pesan telah berjalan. (silahkan cek pada situs resmi jne.co.id)
Istilah JNE
JNE

Bagi yang jarang atau baru saja menggunakan jasa ekspedisi Jalur Nugraha Ekakurir tentu akan bertanya berbagai istilah JNE saat mengecek langsung di website resmi JNE. Istilah JNE ini tertulis dalam kode-kode yang menjelaskan status keberadaan barang/paket yang dikirimkan.

Baca juga artikel kami tentang :

Pada artikel ini, saya akan menjelaskan arti istilah JNE atau kode Tracking yang digunakan oleh JNE secara lengkap. Berikut ini 46 istilah-istilah JNE atau kode status pengiriman saat kita Tracking Resi Terbaru 2017:
  1. Manifested artinya barang/paket yang akan dikirim sudah diterima di tempat JNE dan sudah siap tinggal menunggu proses pengiriman.
  2. On-Process artinya status paket/barang sedang dalam proses pengiriman dan pada tahap ini biasanya sedikit lama menunggu update informasinya.
  3. On-Transit artinya paket atau barang yang dikirim sedang transit di kota lain dan diikutkan dengan jadwal pengiriman menuju kota tujuan.
  4. Received on Destination artinya status barang/paket sudah diterima di cabang JNE kota tujuan pengiriman, namun masih belum dikirim ke alamat tujuan pengiriman.
  5. Delivered artinya status paket/barang yang dikirim sudah diterima di alamat tujuan. Untuk penerima bila anda tidak di rumah segera hubungi orang dirumah kalian untuk konfirmasi, sedangkan buat pengirim tidak ada salahnya mengontak penerima menanyakan apakah paket/barang sudah sampai rumah.
  6. AU (Antar Ulang) artinya status barang atau paket anda sudah dibawa kurir untuk dikirim tapi karena belum sempat diantar pada hari sebelumnya maka akan dikirim kembali hari ini atau hari berikutnya.
  7. BA (Bad Address) artinya alamat tujuan pengiriman barang/paket tidak jelas atau salah. Hal ini bisa terjadi karena kesalahan pada penulisan alamat tujuan pengiriman.
  8. CC (Criss Cross) artinya paket/barang yang dikirim tertukar dengan paket milik orang lain.
  9. MR (Misroute) artinya pengiriman paket/barang kalian salah menggunakan jalur atau tujuan pengiriman yang salah. Pihak JNE akan segera membenarkan kesalahan baik jalur pengiriman paket yang digunakan atau tujuan pengiriman paket.
  10. Redelivery artinya paket/barang akan dikirimkan kembali oleh pihak JNE. Hal ini terjadi karena penerima tidak ada di rumah saat kurir mengantar paket.
  11. Cnee Unknown (consignee unknown) artinya Nama penerima atau orang yang menerima paket tidak dikenali. Hal ini bisa terjadi karena kesalahan dalam menuliskan nama penerima paket/barang yang kita kirim.
  12. CODA (Close Once Delivery Attempt) maksudnya adalah status paket telah dikirim oleh kurir JNE, namun alamat penerima salah atau alamat tidak ada. Jika muncul kode CODA, sebaiknya anda menghubungi kantor cabang JNE terdekat.
  13. NTH (Not at Home) arti atau maksudnya ketika paket/barang diantar kurir ke alamat tujuan, penerima tidak berada dirumah, bisa juga karena tidak ada orang yang menerima paket tersebut.
  14. Box Undel/BU (Box Undelivey) artinya adalah status paket pengiriman tidak terkirim atau sudah dikirim namun penerima tidak ada. Hal ini bisa terjadi jika kurir sudah sampai tujuan dan menghubungi penerima berkali-kali namun tidak direspon.
  15. Box Delay maksudnya barang/paket sudah berada di kantor JNE namun tidak dikirimkan karena alamat kurang lengkap atau membingungkan. Jika ini terjadi, segeralah mengambil di kantor pusat JNE kota setempat bukan di kantor cabangnya.
  16. Invalid Bag maksudnya status paket/barang kalian salah masuk tas pengiriman sehingga masuk pada jalur pengiriman yang salah. Jika ini terjadi, kalian hanya perlu menunggu update informasi dari pihak JNE.
  17. Status kosong artinya Tidak ada informasi berupa nama tujuan pengiriman maupun asal pengirim. Ini terjadi karena kesalahan menulis atau input data informasi paket di JNE asal pengiriman atau database sedang eror.
  18. Hold (HO) artinya paket atau barang kiriman ditahan oleh pihak JNE. Jika hal ini terjadi segera hubungi kantor cabang JNE terdekat.
  19. LBA (Luar Batas Antar) artinya paket/barang yang anda kirimkan memiliki tujuan pengiriman diluar batas. Hal ini bisa terjadi karena alamat pengiriman terletak di daerah terpencil atau jauh dari jangkauan. 
  20. Hand Over artinya paket atau barang anda sudah diterima oleh agen JNE terdekat dengan tujuan penerima paket.
  21. AU to OPS artinya barang/paket yang sebelumnya tidak sampai ke penerima. Barang tersebut diserahkan ke bagian Operasional JNE untuk dikirimkan kembali ke tujuan pengiriman.
  22. HVS (High value shipment) artinya barang atau paket yang dikirimkan termasuk kategori bernilai tinggi atau benda berharga.
  23. CL  (CLOSE) artinya saat kiriman paket atau barang diantar ke alamat tujuan, keadaannya tutup atau kosong.
  24. Pending Undel Artinya paket kalian tidak terkirim (Undelivered) dan biasanya masih ditunda (Pending) menunggu proses pengiriman berikutnya. Jika hal ini terjadi, silahkan ambil sendiri paket kalian di agen JNE terdekat.
  25. FW (forward) artinya paket atau barang kiriman kalian diteruskan ke agen JNE di kota tujuan lokasi pengiriman.
  26. HO to HVS artinya barang atau paket kiriman kalian ditahan (Hold) pada bagian pengiriman benda atau barang berharga (High Value Shipment).
  27. AU EX UNDEL artinya paket atau barang kalian akan dikirim ulang. Hal ini bisa terjadi karena sebelumnya tidak bisa diantar ke alamat tujuan pengiriman akibat beberapa faktor.
  28. Handover Closing artinya paket atau kiriman kalian sedang dalam proses pengiriman ke kota tujuan penerima paket.
  29. BT atau Batal artinya status paket kiriman anda dibatalkan atau tidak dikirim. Hal tersebut disebabkan ada masalah pihak JNE bersangkutan, biasanya akan dikirimkan kembali jika masalah telah selesai. Jadi anda hanya perlu menunggu barang sampai ke tujuan pengiriman.
  30. Hold Rusak artinya Kode ini muncul ketika paket atau barang ditahan karena telah terjadi kerusakan pada paket kiriman. Pihak JNE akan menginformasikan tempat barang/paket mengalami kerusakan.
  31. Ada Jadwal Antar maksudnya paket/barang kiriman kalian sudah diikutkan pada jadwal antar dan sedang menunggu giliran untuk dikirim oleh kurir.
  32. Lain-lain artinya status atau kode ini digunakan jika paket kiriman belum diketahui keadaannya atau tidak ada alasan khusus.
  33. HO to SHODIQ memiliki arti paket/barang kiriman kalian ditahan oleh JNE. Biasanya akan ada informasi pada bagian JNE yang mana barang ini ditahan.
  34. TLP Cnee NR artinya nomor telepon penerima paket sudah dihubungi kurir tapi tidak diangkat, selanjutnya barang tersebut dibawa kembali oleh kurir ke kantor cabang JNE terdekat.
  35. HVS Mobil To artinya menurut saya kode ini berarti paket atau barang bernilai tinggi (HVS) akan dikirim menggunakan mobil menuju alamat penerima paket.
  36. Box Hvs Seg artinya barang berharga atau bernilai tinggi sudah berada di agen JNE pada kode lokasi yang dituliskan di akhir status tracking resi.
  37. AS INFO SHIPP DI (AS KURIR) maksudnya barang atau paket kiriman kalian sudah berada di tangan kurir dan sedang dalam proses pengiriman menuju lokasi tujuan pengiriman paket.
  38. Box Safety HVS artinya paket kalian termasuk barang bernilai tinggi atau barang berharga dan dimasukkan dalam bagian yang aman untuk mencegah kerusakan dan menjaga keamanan paket.
  39. With Delivery Courier berarti barang kiriman kalian sedang dalam perjalanan diantar oleh kurir ke alamat penerima paket.
  40. Shipment Forwarded to Destination berarti barang atau paket kalian dikirim ke kantor JNE terdekat dengan kota tujuan atau sudah sampai di kota tujuan tempat lokasi penerima paket.
  41. Received at Ware House artinya Paket atau barang kiriman kalian sudah sampai gudang JNE terdekat dengan kota tujuan pengiriman.
  42. Departed From Transit artinya barang atau paket anda sudah berada di tempat transit milik JNE.
  43. Received at Sorting Center artinya barang atau paket kiriman kalian sedang disortir di tempat penyortiran sebelum dikirim ke lokasi tujuan.
  44. Shipment received by JNE counter officer at artinya barang atau paket kiriman kalian sudah diterima oleh JNE pusat. Setelah ini akan dijalurkan ke cabang terdekat dengan lokasi tujuan pengiriman paket.
  45. Nama Kota artinya lokasi barang atau paket kiriman saat cek resi (Tracking Resi).
Demikian 45 Istilah JNE atau Kode Status Pengiriman JNE dalam Tracking Resi Lengkap 2017. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kalian yang sedang merintis bisnis online atau berbelanja secara online.
Baca Selengkapnya >>>
Istilah Bahasa dan Sastra Indonesia beserta penjelasannya

Istilah Bahasa dan Sastra Indonesia beserta penjelasannya

Dalam Bahasa Indonesia banyak sekali terdapat kata atau istilah yang jarang digunakan dalam bahasa percakapan sehari-hari namun sering ditemukan pada suatu artikel, pidato atau kalimat. Meskipun terkadang istilah tersebut sering kita dengar sepele namun sebenarnya kita tidak bisa menjelaskan secara jelas apa yang di maksud dengan kata tersebut.

Nah, untuk itu kali ini Enjangcom akan memberikan info istilah-istilah dalam bahasa dan sastra Indonesia yang mungkin belum anda ketahui. Dengan mengetahuinya, diharapkan akan menambah kosakata Bahasa Indonesia.

49 istilah Bahasa dan Sastra Indonesia beserta penjelasannya

Berikut kami cantumkan istilah yang dimaksud.
Tips pencarian istilah : Khusus bagi anda yang menggunakan komputer, untuk mempercepat pencarian istilah silahkan tekan Ctrl + F pada keyboard anda dan ketikkan istilah yang di maksud, dengan cepat kata/istilah akan ditandai dengan blok warna kuning.

1. Abjad
Abjad adalah susunan huruf yang bersistem dan dilazimkan menurut kaidah atau norma bahasa tertentu.

Misalnya :
  • abjad bahasa Arab : alif ba', ta', tsa', jim, dst
  • abjad bahasa Indonesia : a, b, c, d, dst
2. Abreviasi
Abreviasi proses pemendekan bentuk dari bentuk lengkap sehingga muncul bentuk baru dan berstatus sebagai kata. Misalnya :
  • polindes, merupakan pemendekan bentuk dari : poliklinik induk desa
  • poleit, merupakan pemendekan bentuk dari : politik elite
  • rudal, merupakan pemendekan bentuk dari : peluru kendali
3. Adjektif
Adjektif (kata sifat), yaitu kata-kata yang digunakan untuk menyatakan sifat atau keadaan suatu benda.

Misalnya :
  • Anak itu berlaku buruk.
  • Siswa itu pandai amat.
4. Afiks
Afiks adalah bentuk imbuhan yang dibutuhkan pada kata dasar atau morfem terikat yang bisa dihubungkan pada morfem bebas sehingga membentuk kata kompleks.

Bentuk-bentuk imbuhan (afiks)
a. awalan (prefiks), yaitu imbuhan yang dihubungkan di depan kata dasar atau bentuk dasar yang mengikutinya. Misalnya :
  • me -, membumi, melahap, menggaet
  • di -, dibanding, diduga, dipasok
  • in -, indisiplin, inefisiensi, informal
b. sisipan (infiks), yaitu imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar. Misalnya :
  • er -, gerigi, geretak, gergaji
  • em -, gemetar, gelembung, kemuning
  • el -, gelembung, telunjuk, pelatuk
Dalam dinamika bentuk kata infiks (sisipan) tampak inproduktif. Artinya kemampuan untuk bergabung dengan morfem bebas sangat terbatas. Atau hanya melekat pada kata ; gerigi, gemetar, kemuning, telunjuk, gelembung.

c. akhiran (sufiks), yaitu bentuk imbuhan yang dibubuhkan pada akhir kata dasar. Misalnya :
  • an, ukuran, daratan, makanan
  • kan, ambilkan, suarakan, serahkan
  • i, ditebari, mewarnai, ambilid. konfiks atau afiks kombinasi, yaitu bentuk imbuhan berwujud dua terpisah yang mendukung satu fungsi.
Misalnya :
  • ke - an, kebinasaan, ketidakhadiran, kesahajaan
  • per - an, perjuangan, perdamaian, perbaikan
  • ber - an, berkejaran, berpapasan, bertebaran5. Afiks produktif
Afiks produktif adalah imbuhan yang berpotensi besar untuk bergabung dengan morfem bebas maupun bentuk kompleks. Misalnya :
  • afiks ber-, berkata, berdendang, bersiul, dll
  • afiks ke-an, kebelanda-belandaan, kepergian, kebersamaan
  • afiks meng-, menggambar, menangkar, menyimak6. Alinea atau paragraf
Alinea atau paragraf adalah untaian kalimat yang bertaut di dalamnya memuat satu pikiran pokok dan biasanya ditulis agak menjorok ke dalam bagian kalimat pertama atau awal.

7. Alinea dedukatif
Alinea dedukatif adalah alinea yang menempatkan pikiran utama pada awal paragraf, kemudian diikuti untaian kalimat penjelas.

Ciri-ciri paragraf dedukatif :
  • memiliki cara kerja analitis
  • pikiran pokok atau ide pokok pada awal paragraf
  • bersifat mengurai atau bergerak dari pikiran umum menuju ke hal-hal yang lebih khusus
Misalnya : Kuhadirkan buku ini buat YUYUN SURIA PRIYANGGA anakku tersayang. Belahan jiwaku yang baru berulang tahun ke-8 bulan, meski berlalu tiga hari. Buat Angga memang belum terbaca. Dari rupa tampak tak berharga. Buat materi tentu belum berarti. Tetapi, buat masa depan adalah segalanya. Pikiran utama paragraf di atas berada pada awal paragraf dan kalimat selanjutnya adalah kalimat penjelas.

8. Alinea induktif
Alinea induktif adalah alinea yang meletakkan pikiran utama pada akhir paragraf, kemudian juga boleh dikatakan bahwa paragraf induktif ialah paragraf yang diawali dari pikiran-pikiran khusus menuju ke pikiran umum.

Ciri-ciri paragraf induktif :
  • memiliki cara kerja sintetis
  • pikiran utama terletak pada akhir paragraf
  • pikiran utama berupa kesimpulan
Misalnya : Setiap aku jumpa Mbak Heni mesti membaca buku. Bila di sekolah Mbak Heni hadir lebih awal ketimbang teman-temannya. Dalam acara diskusi kelas Mbak Heni aktif bersumbang saran. Apalagi nilai rapornya, wah, rata-rata delapan. Sehingga tidaklah salah bila semua teman mengatakan bahwa Mbak Heni sangat rajin lagi pula berprestasi di sekolahnya.

9. Aliterasi
Aliterasi adalah pengulangan konsonan pada tiap awal kata dalam rangka mendapatkan efek keindahan suara. Misalnya :
  • Sepi, menekan, mendesak
  • Kaulah kandil kemerlap
  • Ke mana pun kupergi kusendiri
10. Alomorf
Alomorf adalah variasi morfem terikat karena peristiwa morfologis morf = bentuk. Misalnya :
  • morf ber-, be-, bel-, merupakan alomorf
  • morfem ber -
  • morf me-, men-, mem-, meny-, meng-, menge-, merupakan alomorf morfem meng-
11. Alur atau plot
Alur atau plot adalah jalinan peristiwa yang membentuk sebagai cerita , bisa ditampilkan oleh jalinan waktu, hubungan sebab akibat.

Tahapan alur atau plot
a. tahap perkenalan (komposisi)
b. tahap pertikaian (konflikasi)
c. tahap penyelesaian (solusi)

12. Alofon
Alofon adalah variasi dari fonem karena lingkungan yang dimasukinya.
Misalnya : bunyi "i" pada kata "titik" dan mBak Titik.

13. Alusio
Alusio adalah majas dengan menampilkan ucapan atau sebutan yang sudah umum tetapi pengucapannya tidak diselesaikan tuntas.

Misalnya: Kura-kura dalam perahu (bila diucapkan tuntas mestinya ditambahi pura-pura tidak tahu)
Sudah gaharu cendana pula, (sudah tahu bertanya pula, demikian lanjutannya)

14. Alvelum
Alvelum adalah lengkung gigi atas

15. Amelioratif
Amelioratif adalah pergeseran nilai rasa kata, pada kata yang baru lebih santun bila dibandingkan dengan kata yang dulu.
Misalnya:
  • kurang makan, (terasa kasar) kata yang baru, kurang gizi
  • gelandangan, (terasa kasar) muncul bentuk, tunawisma
  • bunting, (terasa kasar) kata yang baru, hamil
16. Anak kalimat
Anak kalimat adalah bagian dari kalimat majemuk bertingkat yang lebih rendah kedudukannya sebagai perluasan unsur-unsur kalimat induk.

Misalnya:
  • Besok, Angga pergi ke Surabaya.
  • Bila matahari sudah merebak, Angga pergi ke Surabaya
  • Bagian yang dicetak tebal tersebut merupakan anak kalimat pengganti keterangan waktu.
17. Analogi
Analogi adalah proses memunculkan bentuk-bentuk baru berdasarkan contoh kata yang sudah ada sebelumnya.
Misalnya, ada bentuk "kritikus" lantas kita munculkan bentuk baru: tendensius, ambisius, politikus.

18. Apokope
Apokope adalah proses penghilangan fonem pada akhir sebuah kata.

Misalnya: eksport - ekspor, standart - standar, uniks - unik

19. Aferisis
Aferisis adalah proses penghilangan fonem pada bagian awal sebuah kata.
Misalnya: akan - kan, aku - ku

20. Anonim
Anonim adalah tanpa nama; awanama. Karya sastra lama biasanya bersifat anonim. Artinya penulis karya sastra itu tidak diketahui namanya.

21. Argumentasi
Argumentasi adalah jenis karangan yang isinya merupakan jalinan alasan-alasan yang rasional guna meyakinkan akan kebenaran gagasan yang dipaparkan.

22. Antologi
Antologi adalah kumpulan karya sastra pilihan berdasarkan pertimbangan tertentu. Umumnya, karya sastra terbaik sebagai hasil seleksi dan ada kemiripannya dengan kapita selekta. Sedangkan karya sastra yang dipilih bisa berupa kumpulan puisi, ataupun kumpulan prosa.

23. Antonim
Antonim adalah kata yang berlawanan atau bertentangn maknanya dengan kata yang lain.

Misalnya:
  • atas berlawanan dengan bawah
  • kanan berlawanan dengan kiri
  • jantan berlawanan dengan betina
24. Antonomasia
Antonomasia adalah majas yang hanya mengungkapkan keterangannya saja, sedang bagian yang diterangkan tidak disebutkan lagi.
Misalnya: Al Qur'an kitab pedoman hidup manusia.
Lantas yang disebut cukup demikian:
Buat kita yang baku membaca pedoman hidup kita sendiri.

25. Antitesis
Antitesis adalah majas yang berisikan perbandingan antara dua perkataan yang maknanya bertentangan.

Misalnya:
  • Boleh kita berhati panas tetapi jangan lupa bahwa kepala harus tetap dingin.
  • Di tengah hiruk pikuknya suasana ini, hatinya masih juga sepi.
26. Antanaklasis
Antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang berhomonim.
Misalnya:
  • Sengaja saya bawakan buah tangan untuk buah hatiku.
  • Meski buah penanya menjadi buah bibir massa, tapi belum pernah dimunculkan dalam layar gelas.
27. a.n.
A.n. adalah istilah untuk penyebutan atas nama.

28. Anaptiksis
Anaptiksis adalah proses penambahan bunyi pada suatu kata berfungsi sebagai pelancar ucapan.
Anaptiksis = suara bakti.
Misal: putra - putera, sastra - sastera, Indonesia - Indonesi(y)a

29. Angkudes
Angkudes adalah kepanjangan dari angkutan pedesaan.

30. Angkuta
Angkuta adalah kepanjangan dari angkutan perkotaan.

31. Amdal
Amdal adalah kepanjangan dari analisis mengenai dampak lingkungan.

32. Artikel

33. Artikulasi
Artikulasi adalah proses pembentukan bunyi dengan alat-alat ucap

34. Artikulator
Artikulator adalah alat ucap yang dapat bergerak guna memproduksi bunyi.
misal: lidah, bibir, tenggorokan, gigi, dll.

35. Apelatif
Apelatif adalah pemberian nama atas benda berdasarkan nama orang.

misal:
  • Akuarium itu berisikan ikan mujair.
  • Mujair nama orang Pak Mujair
  • Ketika aku masih sekolah di SD, aku pernah membuat ketela Mukibat.
  • Mukibat nama penemu teknik okulasi ketela
36. Apendiks
Apendiks adalah daftar keterangan yang terlampir pada akhir sebuah buku atau karangan (biasanya penjelasan tentang istilah-istilah yang perlu mendapatkan perhatian)

37. Asimilasi
Asimilasi adalah peristiwa mengadaptasikan dua bunyi yang berbeda menjadi sama.

Misal:
  • in + port - import (asimilasi parsial atau sebagian saja)
  • me + godok - menggodok (asimilasi tempat)
38. Arti kontekstual
Arti kontekstual adalah makna/arti kata yang muncul berdasarkan hubungan kata dalam kalimat.
Misal: hatinya berbunga-bunga karena cita-citanya tercapai.
berbunga-bunga = senang

39. Arti gramatikal
Arti gramatikal adalah arti kata yang muncul setelah terjadi peristiwa gramatis.
Misal: kepergiannya ke seberang sana lantaran ia sudah tak berayah lagi.
berayah = memiliki ayah

40. Arti Leksikal
Arti leksikal adalah arti sebuah kata yang muncul berdasarkan kamus (arti yang demikian itu bersifat tetap). Misalnya:
  • Agitator = penghasut
  • bursa = tempat memperjualbelikan saham
  • obligasi, dll
41. Ansindention
Ansindention adalah majas untuk menyampaikan maksud dengan cara menyebutkan sesuatu secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung (konjungsi).
Misalnya :
  • Besar, kecil, tua muda hadir dalam rapat itu.
  • Gula, beras, minyak goreng, semua mudah diperoleh.
42. Art longa vita brevis
Seninya panjang hidupnya pendek. Semboyan itu buat seniman yang hidupnya pendek tetapi seninya akan tetap terus.

43. Art brevis vita longa
Seninya pendek hidupnya panjang.

44. Artistik
Artistik adalah mempunyai nilai seni.

45. Artifisiil
Artifisiil adalah tiruan.

46. Arbitrer
Arbitrer adalah sewenang-wenang, manasuka.

47. Autobiografi
Autobiografi adalah riwayat hidup diri-sendiri yang ditulis sendiri

48. Autodidak
Autodidak adalah mendidik diri-sendiri dengan belajar sendiri.
Misalnya : mendiang Adam Malik mantan Menlu RI dan mantan Wakil Presiden RI.

49. Avonturir (cerpen)
Avonturir adalah cerpen yang isinya menggambarkan petualangan para pelaku-pelakunya.

Itulah 49 Istilah Bahasa dan Sastra Indonesia beserta penjelasannya, semoga yang kami sampaikan ini menjadikan informasi dan menambah pengetahuan anda mengenai bahasa dan sastra Indonesia.

Untuk menambah pengetahuan anda silahkan baca juga :
Baca Selengkapnya >>>

Landasan dan Asas Koperasi menurut Mohammad Hatta

Pada artikel kali kita akan membahas landasan dan asas koperasi. Melanjutkan artikel tentang koperasi pada tulisan sebelumnya, Enjang com akan menjelaskan lebih detail tentang hal yang berhubungan dengan koperasi. Berikut ini adalah landasan dan asas koperasi di Indonesia menurut Mohammad Hatta:

landasan dan asas koperasi
Koperasi

Hatta menegaskan beberapa asas koperasi sebagai berikut :
  1. Tujuan utama koperasi adalah untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya. Keuntungan memang diperlukan untuk perkembangan koperasi lebih lanjut, namun untuk mencapai keuntungan tidak perlu mengorbankan tujuan yang utama (Hatta, 1932, dalam Hata 1953: 129). Oleh karena itu koperasi sifatnya adalah persekutuan cita-cita, karena hanya dengan cita-cita yang sama orang akan mampu mendirikan koperasi. Karena dengan adanya cita- cita yang sama itulah sikap saling membantu dan tolong-menolong dalam kesukaran hidup dapat ditumbuhkan (Hatta, 1943, dalam Hatta.1954: 190)
  2. Koperasi mengemban fungsi sosial, dalam arti pendirian koperasi harus mampu menumbuhkan dan membantu koperasi yang lain dan seharusnya antar koperasi tidak perlu melakukan persaingan. Koperasi juga harus membantu golongan masyarakat yang miskin misalnya dengan membangun perguruan rakyat (Hatta, 1932, dalam Hatta, 1953: 129).
  3. Koperasi adalah persekutuan merdeka, bukan persekutuan paksaan. Orang tidak dipaksa menjadi anggota, jika ia tidak setuju lagi dengan cita-cita koperasi maka orang dapat saja meninggal- kan koperasi (Hatta, 1932, dalam Hatta, 1953: 129).
  4. Koperasi merupakan bentuk usaha yang berdasarkan atas asas kekeluargaan, karena koperasi yang menyatakan kerjasama antara para anggotanya sebagai suatu keluarga dan menimbulkan tanggung jawab bersama sehingga pada koperasi tidak ada majikan dan tidak ada buruh. (Hatta, 1951, dalam Hatta, 1954: 203). Menurut keterangan Hatta, asas kekeluargaan diambil dari Taman Siswa yang menggambarkan hubungan antara guru dengan murid dan guru sebagai satu keluarga, yang berlawanan dengan hubungan kelas antara buruh dan majikan (Raharjo, 2003).
Untuk menegaskan prinsip-prinsip koperasi yang benar, Hatta mengkritik beberapa praktik koperasi yang dianggap salah. Kritik- kritik tersebut antara lain :

1. Adanya koperasi yang hanya target mengejar keuntungan atau sisa hasil usaha semata. Usaha-usaha untuk mencapai tujuan tersebut kadang-kadang ditempuh dengan cara yang tidak tepat misalnya dengan menaikkan harga barang dagangan, bahkan kadang-kadang disertai dengan intimidasi, misalnya dengan mengatakan tidak setia kawan bagi yang tidak membeli di koperasi. Hal ini dalam jangka panjang akan berpengaruh buruk terhadap citra koperasi, maka cara seperti ini melanggar prinsip koperasi yang bersifat sukarela (Hatta, 1954: 122).

2. Adanya koperasi yang menampakkan persekutuan egois yang picik, misalnya koperasi hanya menjual barang pada anggota-anggotanya saja. Koperasi yang demikian tidak menunjukkan sebagai persekutuan ekonomi dan sosial bagi kaum yang lemah dan juga tidak mendidik perasaan sosial (Hatta, 1954: 122-123).

3. Banyak usaha yang cukup besar misalnya usaha pertenunan yang menamakan diri berbentuk koperasi, tetapi asas koperasi hanya ada di atas yaitu pemilik atau anggota koperasi tersebut, tetapi pegawai koperasi tetap menjadi buruh upahan biasa. Persekutuan ini sebenarnya lebih cocok disebut sebagai konsentrasi atau persekutuan majikan. Kalau persekutuan ini mau menjadi koperasi yang sebenarnya, maka haruslah diusahakan oleh masing-masing majikan supaya pegawai koperasi jangan tinggal menjadi buruh saja melainkan berangsur-angsur menjadi anggota koperasi. Dengan cara ini konsentrasi tadi menjadi gabungan koperasi yang sebenarnya. (Hatta, 1954: 122-123)

Baca Juga : Perbedaan Koperasi dengan badan usaha lain

Demikian prinsip, landasan, dan asas koperasi menurut Mohammad Hatta. Semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Terimakasih
Baca Selengkapnya >>>