Senin, 31 Maret 2014

4 sistem organ reproduksi pria

4 sistem organ reproduksi pria

4 sistem organ reproduksi pria. Manusia berreproduksi secara seksual melalui peleburan sel sperma dengan sel telur. Selanjutnya sel telur yang telah dibuahi akan berkembang menjadi embrio dan kemudian menjadi fetus di dalam salah satu bagian dari sistem organ reproduksi wanita. Organ reproduksi pada manusia mulai berfungsi pada masa pubertas.

Bagian-bagian dari sistem organ reproduksi pada pria

1. Testis
a. Berjumlah sepasang dan berbentuk bulat telur.
b. Terdapat di dalam suatu kantung pelindung yang disebut skrotum dan terletak di luar rongga perut.
c. Mengandung banyak pembuluh halus (tubulus seminiferus) yang merupakan tempat pembentukan sperma.
d. Berfungsi juga untuk menghasilkan hormon kelamin jantan yang utama, yaitu testosteron.

2. Saluran-saluran reproduksi
a. Epididymis
1) Berjumlah sepasang.
2) Berupa saluran panjang yang berkelok-kelok dan terdapat di dalam kantung skrotum.
3) Merupakan tempat pematangan lebih lanjut dan penyimpanan sperma.

b. Saluran sperma (vas deferens)
1) Berjumlah sepasang.
2) Merupakan saluran kelanjutan dari epididymis.
3) Lurus dan mengarah ke atas.
4) Sebelum bermuara di uretra bergabung dengan vesikula seminalis.
5) Bagian ujungnya terdapat di dalam kelenjar prostat.

3. Kelenjar-kelanjar pelengkap
a. Kandung mani (vesikula seminalis)
1) Berjumlah sepasang.
2) Berupa kantung yang dindingnya menghasilkan cairan berwarna kekuningan dan mengandung bahan-bahan makanan untuk sperma. Cairan ini merupakan komponen pokok dari air mani.

b. Kelenjar prostat
1) Terletak di bawah kandung kemih mengelilingi uretra.
2) Menghasilkan cairan yang dialirkan ke saluran sperma.

c. Kelenjar cowper
1) Terdapat pada pangkal uretra.
2) Menghasilkan lendir yang dialirkan ke saluran sperma.

Cairan yang dikeluarkan oleh kelenjar-kelenjar pelengkap ini bersama-sama dengan sperma membentuk semen dan akan dikeluarkan melalui saluran uretra yang terdapat di dalam p*nis.

4. Uretra dan p*nis
a. Uretra
Uretra pada pria mempunyai dua fungsi.
1) Sebagai saluran urine dari kendung kemih.
2) Sebagai saluran genital untuk menyalurkan semen.

b. P*nis
1) Merupakan organ kopulasi (persetubuhan). Pada kopulasi terjadi pemindahan semen ke dalam tubuh wanita.
2) Di dalam p*nis terdapat banyak rongga-rongga darah. Adanya rangsangan menyebabkan rongga-rongga ini penuh dengan darah dan p*nis menjadi mengembang disebut ereksi. Hanya dalam keadaan ereksilah p*nis dapat melakukan fungsinya sebagai organ kopulasi.


Sistem organ reproduksi pada pria mulai berfungsi sejak masa puber sampai tak terbatas selama tubuh masih sehat.

Minggu, 30 Maret 2014

Mencuci screen dengan bayclin

Mencuci screen dengan bayclin

Mencuci screen dengan bayclin. Kebersihan screen sangat penting untuk hasil film/afdruk sablon. Screen kotor karena pencuciannya kurang bersih tentu akan mengganggu proses afdruk. Pada satu kasus mungkin ini tidak begitu berpengaruh pada afdruk teks atau gambar besar, namun akan sangat tampak pengaruhnya pada teks/gambar kecil. Untuk itu, kebersihan screen harus benar-benar sempurna untuk hasil yang lebih baik.

Screen yang telah selesai digunakan untuk menyablon kaos agar bisa digunakan kembali untuk membuat film/afdruk haruslah dicuci bersih. Dahulu sebelum saya menemukan cara baru, pencucian menggunakan soda api, yang efeknya sangat tidak baik ke kulit. Setelah saya tahu bahwa bayclin bisa digunakan untuk menghapus afdruk, cara ini saya gunakan sampai sekarang.

Mencuci screen dengan bayclin

Agar screen dapat dengan mudah dicuci dengan bayclin, jangan gunakan penguat screen. Langkah menggunakannya sebagai berikut :

1. Carilah tempat yang teduh.

2. Basahi screen dengan air, kemudian oleskan bayclin secukupnya di luar dan dalam screen.

3. Diamkan sekitar sepuluh menit.

4. Gunakan kain halus untuk membersihkan. Jika ada bagian yang agak sulit gunakan penyemprot burung, stel semprotannya kecil agar tekanan lebih keras.

5. Jika masih ada bekas obat afdruk yang tidak mau hilang, biarkan saja dulu, kemudian cuci dengan sabun colek hingga bersih, termasuk pada frame screennya.

6. Jemur hingga kering.

7. Setelah kering, siapkan M4 dan gunakan untuk membersihkan semua sisa-sisa kotoran atau bayangan film yang masih tampak.

8. Jika sudah, cuci kembali dengan sabun colek hingga benar-benar bersih. Ingat, jangan sampai ada sisa M4, karena nantinya akan menyulitkan ketika mengoleskan obat afdruk lagi.

9. Jemur hingga kering. Selesai, screen siap digunakan untuk afdruk kembali.

Semoga tips sederhana ini bermanfaat bagi anda yang masih pemula dalam menekuni dunia sablon manual.
Tips sablon kain warna gelap dan terang

Tips sablon kain warna gelap dan terang

Tips sablon kain warna gelap dan terang. Warna pesanan sablon kaos yang kita terima tidak selalu warna dasar gelap atau sebaliknya. Kaos dengan warna gelap dan terang menggunakan cat yang berbeda pula. Pada posting ini saya akan berbagi pengalaman tentang cat apa saja yang digunakan untuk hal tersebut. Semoga tips sederhana ini berguna bagi anda yang baru belajar sablon, khususnya sablon kaos manual

Warna dasar gelap

Saat kita mendapatkan orderan sablon dengan warna dasar kaos gelap, sedangkan warna yang dipesan muda teknik yang saya gunakan berbeda dengan warna dasar kaos terang. Misalnya saja orderan kaos warna hitam dengan sablon warna kuning, hijau, biru atau warna terang yang lain. Pada artikel sablon kaos ini saya menggunakan cat yang di daerah saya biasa disebut ruber, TRS dan biang warna saja.

Cat jenis ruber bersifat menutup serat kain, sedangkan TRS bersifat menyatu dengan kain. Karena sifatnya yang menutup, maka ruber bisa digunakan untuk memberi dasar pada kain warna gelap. Mengapa harus didasari, apakah jika langsung menggunakan trs tidak bisa? Tidak. Seperti yang telah dikatakan di atas bahwa cat tersebut transparan yang jika dituangkan di atas kain akan langsung bersatu bukan menutup serat.

Bisa dibayangkan jika trs warna kuning langsung anda tuangkan di atas kain warna hitam apa jadinya. Dengan bantuan ruber, kain terlebih dahulu diberikan warna dasar putih, baru setelah itu ditumpangi trs yang telah diberikan pewarna sesuai dengan pesanan atau keinginan.

Kelebihan menggunakan teknik ini, warna cat akan lebih cerah. Selain itu, hasil akhir sablonan akan menjadi seperti karet yang lentur dan halus. Berarti ditumpuk dong? Betul. Pertama menggunakan warna dasar putih dengan ruber dan kedua menggunakan trs.

Di tempat saya harga cat ruber bervariasi, mulai dari Rp 30 ribu sampai 60 ribu per kg. Saya sendiri menggunakan yang harga menengah Rp 40.000 sekilonya. Mungkin banyak rekan yang menggunakan harga yang murah, dengan maksud menekan beaya dan menginginkan untung yang lebih. Tetapi menurut saya kualitasnya tidak memuaskan, warnanya tidak begitu putih jika hanya sekali tuang, sehingga ketika trs di tumpuk warnanya tidak cerah.

Warna dasar terang

Untuk warna dasar kain berwarna terang, jika ingin cepat dan tidak menginginkan hasil yang lebih tebal dan awet, misalnya warna kaos putih dengan sablon warna hitam langsung bisa menggunakan trs dan pewarna sekali tuang. Tetapi jika menginginkan hasil yang lebih tebal, awet dan lentur gunakan cat dasar ruber lalu ditumpuk dengan trs. Tentunya ini berhubungan dengan waktu yang lebih lama dan persetujuan harga pemesan.

Bagaimana jika ruber dan trs dicampur?

Menurut pengalaman saya bagus. Tetapi, karena ruber jika dicampur pewarna warnanya tidak bisa tua, campuran rubernya 25% saja sedangkan trs-nya  yang 75%. Dari praktek yang saya lakukan warna yang dihasilkan lebih unik dan pencucian screen lebih mudah bersih.

Nah, bagi rekan-rekan yang baru belajar sablon kaos manual saya sarankan gunakan ruber dengan harga lebih mahal lebih baik. Tentu saja ini bisa diterapkan untuk pesanan standar yang benar-benar membutuhkan kualitas. Berbeda dengan pesanan yang tidak membutuhkan kualitas, misalnya seperti kaos partai dengan jumlah ribuan dengan harga yang ditekan seminim mungkin.

Sabtu, 29 Maret 2014

Reproduksi pada 5 hewan vertebrata

Reproduksi pada 5 hewan vertebrata

Reproduksi pada 5 hewan vertebrata
1. Pisces (ikan)
Anggota pisces pada umumnya mengadakan reproduksi dengan bertelur (ovipar). Pembuahan atau fertilisasi terjadi di luar tubuh (fertilisasi eksternal). Gonad (kelenjar kelamin) epasang terdapat di antara usus dan pneumatosif. Gonad dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
a. Pada ikan jantan disebut testis, berwarna putih.
b. Pada ikan betina disebut ovarium, tampak berupa seperti agar-agar jernih dan terlihat bintik-bintik karena berisi sel telur.

2. Amfibi
Merupakan hewan ovipar, yang fertilisasinya terjadi di luar tubuh individu (eksternal). Organ genetal terdiri atas :
a. Organ genitale feminina
1) Ovarium terdapat sepasang, merupakan gonad yang menghasilkan sel-sel kelamin betina (ovarium). Ovarium terdapat di dalam alat penggantungnya, yang disebut mesovarium.
2) Oviduk, merupakan sepasang saluran yang berkelok-kelok. Di dalamnya terdapat kelenjar-kelanjar yang mengeluarkan secreta yang menjadi selubung telur.

b. Organ genitale masculina
1) Testis merupakan gonad yang menghasilkan sel-sel kelamin jantan (spermatozoa).
2) Vasa eferentia merupakan saluran-saluran halus yang meninggalkan testis menuju bagian cranial dari ren (ginjal).
3) Vesicula seminalis menghasilkan kelenjar untuk kehidupan sperma.

3. Reptil
Anggota reptil kebanyakan mengadakan reproduksi dengan bertelur (ovipar0, kecuali pada beberapa jenis organisme, seperti ular laut. Fertilisasi terjadi secara internal karena reptil jantan memiliki hemipenis. Organ genitalis terdiri atas dua organ.

a. Organ genitale feminina terdiri atas ovarium dan oviduk
1) Ovarium terletak tepat pada bagian ventral columna vertebralis.
2) Oviduk terletak pada bagian lateral dari ovarium. Dinding tipis dan banyak terdapat glandula memberi kulit pada ovum yang telah dibuahi.

b. Organ genitale masculina terdiri atas testis, epididymis, vas deferens, hemipenis
1) Testis berbentuk oval, kecil, agak keputihan dan jumlahnya sepasang.
2) Epididymis sebagai saluran yang berkelok-kelok terdapat di sebelah lateral testis.
3) Vas deferens merupakan saluran lanjutan epididymiske caudal bersatu dengan ureter kemudian bermuara dalam kloaka.
4) Hemipenis sebagai alat kopulasi sepasang kanan dan kiri. Jika istirahat melipat masuk ke dalam caudal dengan cinding ototnya di bagian luar. Apabila akan kopulasi ditonjolkan ke luar sedemikian rupa sehingga otot sebelah dalam menyerupai kaos kaki yang dibalik.

4. Aves
Termasuk hewan ovipar, yaitu hewan yang bereproduksi dengan cara bertelur. Fertilisasi terjadi secara internal melalui atau antarkloaka. Sistem genetalia terdiri atas :
a. sistem genetalis masculina
  1. Testis sepasang dan berbentuk oval. Pada masa kawin ukurannya lebih besar, dan pada testis ini dibuat dan disimpan spermatozoa.
  2. Epididymis sepasang, bentuknya kecil terletak pada isis dorsal merupakan suatu saluran yang dilalui oleh sperma.
  3. Ductus deferens ada sepasang. Pada burung yang masih muda kelihatan lurus. Pada burung yang sudah tua tampak berkelok-kelok dan bermuara pada kloaka.
  4. Mesorchium sebagai alat penggantung testis, terdiri sepasang dan merupakan lipatan dari peritonium.
  5. Alat kopulasi pada Columba livia varietas domestika tidak ada. Pada saat kopulasi proctodea kedua jenis burung saling ditempelkan kuat-kyat, sehingga sperma yang keluar dan langsung masuk ke dalam proctodeum yang betina, untuk kemudian menuju ke bagian oviduk.

b. Sistem genetalia feminina
1) Ovarium hanya sebelah kiri saja karena yang sebelah kanan rudimentir.
2) Oviduk (saluran telur) pada burung yang masih muda berupa saluran yang lurus bermuara pada kloaka, terdiri atas :
  • Infundibulum tubae yang berbentuk corong dengan lubang ostium abdominale.
  • Tuba yang di dalamnya terdapat banyak kelenjar pada bagian dindingnya.
  • Uterus yang merupakan bagian tuba yang membesar, mengandung kelenjar yang berfungsi untuk membentuk kulit telur.
  • Mesovarium sebagai alat penggantung ovarium dan merupakan lipatan peritonium.
  • Mesosalphinx adalah alat penggantung ovidu. Oviduk sebelah kanan biasanya tidak ada, kadang-kadang dapat ditemukan sebagai benang yang sangat halus.

5. Mamalia
Merupakan hewan vivipar yang fertilisasinya terjadi secara internal melalui penis. Setelah terjadi fertilisasi maka akan membentuk zigot. Zigot yang terbentuk akan membelah menjadi morula, blastula, gastrula kemudian terbentuk embrio. Embrio tumbuh dalam uterus dan makanan yang diperlukan disalurkan oleh induknya melalui plasenta. Embrio dilindungi oleh selaput-selaput amnion, korion, sakus vitelinus dan alantois.

Rabu, 26 Maret 2014

Tentang pembentukan sperma, ovum dan Fertilisasi

Tentang pembentukan sperma, ovum dan Fertilisasi

Tentang pembentukan sperma, ovum dan Fertilisasi. Semua anggota vertebrata berkembang biak secara generatif, yaitu melalui peleburan ovum dan sperma.
1. Cara pembentukan sperma
Sperma dibentuk oleh sepasang testis (kelenjar kelamin). Prosesnya disebut spermatogenesis. Dari satu sel yang bermeiosis akan terbentuk empat sel sperma hidup. Sperma ini selanjutnya akan disalurkan  dari testis melalui vasdeferens.

Pembentukan sperma dipengaruhi oleh hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis. FSH ini merangsang testis untuk membentuk testosteron dan androsteron yang berfungsi untuk merangsang testis membentuk sperma.

2. Cara pembentukan ovum
Ovum dibentuk di dalam sapasang ovarium. Pada burung hanya terdapat satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Sedangkan sebelah kanan rudiment. Dari satu sel yang bermeiosis terbentuk empat sel yang baru dan tiga sel, kemudian mati disebut polosit, dan satu lagi hidup disebut ovum.

Proses pembentukan ovum disebut oogenesis. Selanjutnya ovum akan disalurkan dari ovarium melalui tuba falopii (saluran telur). Keluarnya ovum dari ovarium disebut ovulasi.

Masaknya ovum dipengaruhi oleh hormon FSH. FSH merangsang terbentuknya folikel yang berisi telur yang sudah masak. Folikel terbentuk karena ovarium menghasilkan hromon estradiol estrogen yang dirangsang oleh FSH.

Di dalam folikel juga terdapat hormon progesteron yang berfungsi mempersiapkan uterus untuk pertumbuhan embrio. Setiap ovum memiliki cadangan makanan untuk pertumbuhan embrio.

3. Fertilisasi
Fertilisasi adalah peleburan antara ovum dan sperma. Fertilisasi biasanya didahului dengan kopulasi, yaitu penyampaian sperma pada ovum. Fertilisasi dibedakan menjadi dua, yaitu :
a. Fertilisasi eksternal, yaitu fertilisasi yang terjadi di luar tubuh makhluk hidup. Ini terjadi pada ikan dan katak.
b. Fertilisasi internal, yaitu fertilisasi yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Ini terjadi pada reptil, aves dan mamalia.

Berdasarkan  pertumbuhan embrionya vertebrata dapat dibedakan menjadi ovipar, vivipar dan ovovipar.

1) Ovipar, yaitu hewan bertelur dan ovumnya memiliki deutoplasma yang banyak sekali. Embrio tumbuh dengan seluruh makanannya yang berasal dari deutoplasma sampai tubuh menjadi sempurna. Ada juga ovum yang berdeutoplasma banyak, tetapi hanya cukup untuk pertumbuhan embrio sampai bentuk larva. Pertumbuhan selanjutnya terjadi di luar, misalnya pada katak.

2) Vivipar, yaitu hewan beranak dan ovumnya berdeutoplasma sedikit. Deutoplasma hanya cukup untuk pergerakan zigot sampai ke uterus. Untuk pertumbuhan zigot dalam uterus, makanan di ambil dari induknya melalui plasenta kemudian disalurkan melalui tali pusat, misalnya pada mamalia.

3) Ovovipar (beranak dan bertelur) embrio berkembang dalam tubuh induknya, tetapi tidak aa hubungan nyata dengan jaringan induk untuk keperluan pemberian makanan. Embrio tumbuh dengan makanan yang berasal dari deutoplasma. Induknya hanya menyalurkan O2 saja, misalnya pada kadal, ular dan ikan.

Perkembangbiakan 6 macam vertebrata

Perkembangbiakan 6 macam vertebrata

Perkembangbiakan 6 macam vertebrata. Invertebrata merupakan kelompok hewan yang tidak bertulang belakang. Termasuk di dalamnya Protozoa, Porifera, Coelenterata, Echinodermata, Vermes, Molusca dan Arthropoda.
1. Protozoa
Protozoa berkembang biak secara vegetatif dengan pembelahan amitosis, kecuali Paramaecium dan Sporozoa.

a. Paramaecium
Paramaecium selain berkembang biak secara vegetatif juga secara generatif, yaitu dengan konjugasi. Paramecium berkonjugasi bila sudah tidak dapat berkembang biak secara vegetatif. Dari dua Paramaecium yang berkonjugasi akan menghasilkan dua Paramaecium baru, kemudian masing-masing akan berkembang biak secara vegetatif.
Konjugasi pada Paramaecium
  1. Dua Paramaecium bersatu pada bagian mulut.
  2. Mikronukleus membelah secara meiosis menjadi empat mikronukleus, kemudian yang tiga lenyap sedang yang satu membelah lagi menjadi dua yang tidak sama besarnya, sedangkan makronukleus berdegenerasi.
  3. Mikronukleus yang terbentuk saling dipertukarkan sehingga terbentuk nukleus zigot.
  4. Paramaecium memeisahkan diri.
  5. Setelah memisah masing-masing membelah membentuk individu baru.

b. Sporozoa
Anggota sporozoa yang terkenal adalah plasmodium, penyebab penyakit malaria pada manusia. Plasmodium berkembang biak dengan metagenesis, yakni fase vegetatif dan generatif yang terjadi secara bergantian. Perkembangbiakan yang vegetatif (membelah diri) disebut sporulasi. Perkembangbiakan ini terjadi dalam tubuh manusia. Pembiakan generatif dengan peleburan gamet jantan dan betina terjadi dalam tubuh nyamuk.

Siklus hidup Plasmodium

  1. Sporozoid yang terdapat dalam kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah manusia pada saat nyamuk anopheles atau culex betina menghisap darah manusia.
  2. Sporozoid masuk ke dalam eritrosit dan berkembang biak. Fase ini disebut tropozoid.
  3. Tropozoid membelah menjadi merozoit. Pembentukan merozoit disebut sporulasi.
  4. Merozoit di dalam sel darah merah akan tumbuh menjadi sporozoid-sporozoid baru. Di antara sporozoid yang terdapat dalam eritrosit (juga disebut tropozoid) ada yang berkembang menjadi gamet jantan (mikrogamet) dan gamet betina (makrogamet).
  5. Mikrogamet dan makrogamet yang terdapat di dalam eritrosit ikut terhisap oleh nyamuk pada saat nyamuk menghisap darah manusia.
  6. Perkawinan antara mikrogamet dan makrogamet menghasilkan zigot.
  7. Dalam dinding usus nyamuk zigot membentuk suatu gelembung yang disebut ookinet. Ookinet akan menghasilkan banyak sporozoid/ Selanjutnya sporozoid menyebar di dalam tubuh nyamuk, sebagian ada yang samapi di kelenjar ludah siap ditularkan pada tubuh manusia oleh nyamuk sebagai vektor.

2. Porifera
Porifera dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Perkembangbiakan vegetatif dengan pembentukan kuncup/tunas. Perkembangan generatif dengan ovum dan sperma.

3. Coelenterata
Coelenterata yang hanya memiliki satu macam bentuk tubuh, misalnya hanya polip saja dapat berkembang biak secara vegetatif maupun generatif karena bersifat hermaprodit. Pada Coelenterata yang mempunyai dua macam bentuk tubuh (polip dan medusa) berkembang biak dengan metagenesis. Hewan yang memiliki bermacam-macam bentuk tubuh ini disebut polymorphi. Pada metagenesis polip adalah anak medusa yang terbentuk secara generatif. Medusa adalah anak polip yang terbentuk secara vegetatif.

4. Echinodermata
Echinodermata berkembang biak secara generatif, yaitu melalui pertemuan antara ovum dan sperma, sedangkan perkembangbiakan vegetatif dengan daya regenerasi.

5. Vermes (cacing)
Cacing dapat berkembang biak secara generatif dan vegetatif. Generatif yaitu melalui pertemuan ovum dan sperma. Hal ini ada yang bersifat hermaprodit (satu individu memiliki dua macam kelamin), misalnya pada annelida, sadang pada nemathelminthes bersifat gonochoris (satu tubuh memiliki satu macam alat kelamin).

Perkembangbiakan vegetatif terjadi melalui beberapa cara, yaitu :
a. Daya regenerasi, misalnya cacing tanah.
b. Ototomi, misalnya planaria.
c. Berpaedogenesis (bentuk larva dapat menurunkan keturunan), misalnya fasciola hepatica.

6. Molusca dan arthropoda
Anggota molusca dan arthropoda dapat berkembang biak secara generatif. Pada beberapa insekta (rayap, belalang, lebah) dapat berparthenogenesis, yaitu terbentuknya individu baru tanpa melalui pembuahan.

Selasa, 25 Maret 2014

Reproduksi Bryophyta dan Pteridophyta

Reproduksi Bryophyta dan Pteridophyta - Bryophyta dan Pteridophyta mengadakan reproduksi dengan metagenesis, yaitu terjadinya pergiliran keturunan antara fase vegetatif dan fase generatif. Keturunan kawin disebut gametofit, selnya bersifat haploid. Sedangkan keturunan tak kawin disebut sporofil selnya bersifat diploid.

Bryophyta
Reproduksi generatif pada tumbuhan lumut dengan menghasilkan sel kelamin jantan disebut anteridium dan sel kelamin betina disebut arkegonium. Pertemuan antara anteridium dan arkegonium menghasilkan zigot (2n) yang akan berkembang menjadi sporogonium. Reproduksi vegetatif dengan spora.

Diagram reproduksi

diagram reproduksi
Pteridophyta
Tumbuhan paku yang kita lihat sehari-hari merupakan generasi sporofil (2n) yang terbentuk melalui fase vegetatif. Berdasarkan sporanya, Pteridophyta dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
1. Paku Homospora
2. Paku Heterospora
3. Equesetinae, peralihan antara homospora ke heterospora.

Siklus hidup paku homospora


Siklus hidup paku homospora

Siklus hidup paku heterospora

Siklus hidup paku heterospora


Siklus hidup equisetinae (paku peralihan)


Keterangan
  • Sporogonium adalah kotak spora pada lumut.
  • Sporangium adalah kotak spora pada paku.
  • Sorus adalah kumpulan kotak spora pada paku.
  • Indusium adalah selaput penutup sorus.
  • Anulus adalah deretan sel yang bentuknya seperti gelang/cincin, melingkari kotak spora pada paku.
  • Sporocarpium adalah sporofit yang berubah bentuk menjadi bulir.

Demikian ulasan Reproduksi Bryophyta dan Pteridophyta, semoga menambah pengetahuan.

Senin, 24 Maret 2014

Reproduksi generatif pada tumbuhan

Reproduksi generatif pada tumbuhan

Reproduksi generatif pada tumbuhan. Reproduksi generatif pada tumbuhan terjadi melalui dengan dua cara, yaitu secara generatif dan secara vegetatif. Reproduksi generatif adalah terjadinya individu baru didahului dengan peleburan antara gamet jantan dan betina atau melalui suatu perkawinan.

Oleh karena itu, individu baru sebagai hasil perkawinan memiliki sifat yang berasal dari perpaduan kedua induknya. Reproduksi generatif pada tumbuhan dapat berlangsung melalui beberapa cara, antara lain : konjugasi, isogami, anisogami dan pembuahan.

a. Konjugasi
Konjugasi adalah pertemuan atau persatuan antara dua individu yang belum dapat dibedakan jenis kelaminnya, namun keduanya memiliki dua sifat atau muatan yang berbeda. Yakni sifat jantan dan sifat betina. Dalam proses konjugasi terjadi peleburan inti atau koriogami yang yang selanjutnya diikuti dengan peleburan plasma atau plasmogami.

Reproduksi semacam ini dapat dijumpai pada tumbuhan tingkat rendah, yakni alga. Sebagai contoh berlangsungnya konjugasi yang terjadi pada spirogyra (alga hijau) sebagai berikut :
  1. Dua spirogyra yang berbeda sifat atau muatan saling berdekatan, kemudian berlekatan.
  2. Pada bagian yang berlekatan terjadi tonjolan sitoplasma.
  3. Tonjolan sitoplasma saling bersentuhan dan terbentuk saluran konjugasi. Sitoplasma dari spirogyra yang bersifat jantan memasuki dan bercampur dengan spirogyra yang bersifat betina. Peristiwa bersatunya plasma tersebut dinamakan sebagai plasmogami.
  4. Setelah terjadi peleburan plasma segera diikuti dengan peleburan inti (kariogami).
  5. Terbentuk zigozpora yang bersifat diploid.
  6. Zigospora membelah secara meiosis menghasilkan empat sel baru yang bersifat haploid.
  7. Satu di antara empat sel yang terbentuk akan tumbuh menjadi spirogyra.

b. Isogami dan anisogami
Isogami adalah peleburan dua gamet/sel kelamin jantan dan betina yang memiliki ukuran sama. Sedangkan anisogami merupakan peleburan dua gamet jantan dan betina yang berukuran tidak sama. Jaid, perbedaan antara keduanya hanya terletak pada sama tidaknya ukuran gamet. Reproduksi generatif secara isogami dan anisogami banyak dijumpai pada tumbuhan thalophyta.

c. Pembuahan
Peristiwa pembuahan pada tumbuh-tumbuhan didahului oleh adanya penyerbukan terlebih dahulu, yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Hal ini terjadi pada tumbuhan angiospermae. Sedang pada gymnospermae penyerbukan adalah sampainya serbuk sari pada tetas penyerbukan.

1. Penyerbukan gymnospermae
Pembuahan pada gymnospermae dikenal dengan pembuahan tunggal. Terjadinya pembuahan diawali dengan proses penyerbukan, yakni sampainya serbuk sari pada tetes penyerbukan.

Setelah serbuk sari sampai pada tetes penyerbukan kemudian akar terhisap ke ruang serbuk sari melalui mikrosfil. Di sini serbuk sari terdiri atas dua sel, yaitu sel vegetatif dan sel generatif. Serbuk sari yang berada di dalam ruang serbuk sari membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak menuju ke ruang arkegonium.

Sel generatif membelah menjadi sel dislokator dan sel spermatogen, yang selanjutnya membelah menjadi dua sel spermatozoid yang berambut getar. Setelah sampai di ruang arkegonium sel vegetatif lenyap, sedangkan sel spermatozoid membuahi ovum yang terdapat pada ruang arkegonium sehingga terbentuk zigot.

Pada gymnospermae dijumpai adanya alat kelamin betina yang disebut makrosporofil berukuran lebih besar. Sedangkan alat kelamin jantan disebut mikrosporofil, berukuran lebih kecil. Masing-masing alat kelamin tersusun dalam satu tubuh buah yang disebut strobilus.

2. Pembuahan pada angiospermae
Pembuahan pada angiospermae dikenal sebagai pembuahan ganda. Sebelum terjadi pembuahan didahului dengan adanya penyerbukan, yaitu jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Setelah terjadi penyerbukan, maka serbuk sari membentuk buluh serbuk sari yang memiliki tiga inti. Terdiri dari dua inti generatif dan satu inti vegetatif yang kemudian mati.

Bakal biji mengandung delapan inti terdiri atas tiga inti, terletak dekat dinding disebut antipoda, yang terdiri atas tiga inti terletak dekat mikrofil, disebut ovum (tengah) dan sinergid (kiri kanan).

Sedang dua inti terletak di tengah bertemu membentuk inti kandung lembaga sekunder yang bersifat diploid. Selanjutnya inti generatif tersebut yang satu membuahi ovum dan kemudian berkembang menjadi embrio, sedangkan inti generatif yang satu lagi membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endospermae yang merupakan cadangan makanan bagi individu baru yang terbentuk.

Selanjutnya baca : 10 reproduksi vegetatif alamiah
10 reproduksi vegetatif alamiah

10 reproduksi vegetatif alamiah

10 reproduksi vegetatif alamiah. Terbentuknya individu baru tanpa didahului peleburan gamet jantan dan betina disebut reproduksi vegetatif. Reproduksi vegetatif dapat dibedakan menjadi reproduksi vegetatif alamiah dan buatan.

Reproduksi vegetatif alamiah

Ini terjadi secara alamiah atau tanpa campur tangan manusia. Cara reproduksi ini dapat melalui sepuluh cara sebagai berikut :

1. Membelah diri/pembelahan sel
Pembelahan terjadi secara amitosis, tanpa melalui fase-fase pembelahan. Cara reproduksi ini terjadi pada alga (Thalophyta), misalnya : Navicula, Chroococcus.

2. Fragmentasi : reproduksi dengan cara melepaskan sejumlah sel dan tubuhnya. Sel yang dilepaskan disebut hormogonium. Dapat ditemukan pada alga misalnya : oscilatoria,nostoc, comune, spirogyra, lichenes.

3. Spora : sel yang dibentuk khusus untuk berbiak secara vegetatif. Terbentuknya spora melalui cara generatif. Contoh : pada jamur.

4. Konidia : sel yang dibentuk khusus untuk berbiak secara vegetatif. Terbentuknya konidia secara vegetatif. Contoh : fusarium, penicilum, aspergilus.

5. Rhizoma/akar tinggal : batang menjalar di bawah permukaan tanah dan dapat bertunas.
Contoh : alang-alang (imperata cylindrica), laos (alpinia galanga), kana/ganyong (canna hybrida), kunyit (curcuma domestica).

6. Stolon/geragih : batang yang menjalar di atas tanah dapat bertunas.
Contoh : teki (cyperus rotundus), pegagan (centella asiatica), semanggi (marsilea crenata).

7. Umbi batang : batang yang membengkak karena fungsinya sebagai cadangan makanan.
Contoh : kentang (solanum tumbrosum), ketela rambat (ipomea batatas).

8. Umbi akar : pangkal akar yang membengkak sebagai cadangan makanan, tidak dapat bertunas karena tidak terdapat sisa batang.
Contoh : ketela pohon (manihot esculenta), dahlia sp.

9. Umbi lapis : merupakan penjelmaan dari batang beserta daunnya. Susunannya berlapis-lapis terdiri atas daun yang telah menjadi tebal, lunak, dan berdaging merupakan bagian umbi yang menyimpan cadangan makanan. Batang hanya merupakan bagian yang kecil pada bagian bawah dari umbi lapis.
Contoh : bawang merah (allium cepa), lilia (lilium candidum).

10. Tunas : banyak ditemukan pada tumbuhan berumpun.
Contoh : pisang (musa paradisiaca), bambu (bambusa sp), nanas (ananas comasus).

Baca juga : Vegetatif buatan

5 macam reproduksi vegetatif buatan

5 macam reproduksi vegetatif buatan. Reproduksi vegetatif buatan pada tumbuhan merupakan cara perkembangbiakan tak kawin dengan bantuan atau campur tangan manusia. Ada beberapa cara perkembangbiakan dengan cara ini, selengkapnya sebagai berikut :

1. Stek

Stek adalah suatu cara untuk memperbanyak tumbuhan dengan memotong-motong batang atau bagian tumbuhan. Dengan cara ini diperoleh keturunan yang sifat-sifatnya sama dengan induknya. Contoh tumbuhan yang dapat distek adalah sebagai berikut :
a. Manihot esculenta (ketela pohon).
b. Ipomea batatas (ketela rambat).
c. Rosa sp (mawar).
d. Sacharum oficinarum (tebu).

2. Merunduk

Memperbanyak tanaman dengan merunduk dilakukan dengan cara merundukkan batang atau cabang tumbuhan, kemudian membelokkan atau memasukkan bagian tersebut ke dalam tanah. Dari bagian yang dimasukkan ke dalam tanah lama-lama akan keluar akar, sehingga bagian tersebut dapat dipisahkan dari induknya. Contoh yang dapat dirunduk sebagai berikut :
a. Alamanda catartica (alamanda).
b. Nasturtium officinale (selada air).

3. Menempel

Menempel atau disebut juga ovulasi adalah usaha memperbanyak tumbuhan dengan menggabungkan bagian tubuh antara dua tanaman yang berbeda, yang masing-masing memiliki kelebihan. Misalnya jeruk sitrun sebagai batang pokok karena memiliki batang dan sistem perakaran kuat di tempel dengan kulit jeruk keprok yang memiliki calon tunas, yang memiliki rasa buah manis. Dengan demikian diperoleh tumbuhan baru yang berakar kuat dan buahnya manis.

proses menempel atau okulasi

4. Mengenten atau menyambung

Tujuan mengenten dengan menempel, yaitu memadukan dua sifat tanaman yang masing-masing memiliki kelebihan, sehingga diperoleh tanaman baru yang memiliki kelebihan, sehingga diperoleh tanaman baru yang memiliki sifat yang lebih menguntungkan.

Cara yang dilakukan, yaitu dengan memilih dua tanaman yang masing-masing memiliki keunggulan. Tanaman yang akan disambung mula-mula disemaikan terlebih dahulu dengan menggunakan biji. Setelah tumbuh baru disambung dengan ranting tumbuhan lain sesuai sifat yang diinginkan. Diameter batang atau ranting antara tumbuhan pokok dan sambungannya harus sama.

Tumbuhan yang diperoleh melalui perkembangbiakan generatif (biji) belum tentu memiliki sifat yang sama persis dengan induknya. Karena sifat yang dihasilkan merupakan suatu perkawinan atau perpaduan sifat antara kedua induknya. Dengan teknik menyambung kita dapat memperoleh tumbuhan baru sesuai dengan keinginan kita.Update

5. Mencangkok

Tujuan mencangkok adalah untuk memperoleh tumguhan baru yang memiliki sifat sama persis dengan induknya dan menghasilkan buah dalam waktu yang singkat (cepat berbuah). Tanaman yang biasa dicangkok adalah tanaman dari klas Dicotyledonae. Misalnya mangga, jeruk, jambu, sawo, rambutan dan sebagainya.

Minggu, 23 Maret 2014

Reproduksi sel amitosis

Reproduksi sel amitosis

Reproduksi sel amitosis. Reproduksi adalah proses bertambahnya individu atau sel baru, yang merupakan suatu aktivitas makhluk hidup (organisme) dalam mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya agar tidak punah.

Reproduksi pada sel umumnya disebut pembelahan sel dan penggunaan kata reproduksi umumnya berlaku pada organisme bersel banyak (multiseluler), tetapi kedua istilah tersebut memiliki pengertian yang sama.

Dalam reproduksi sel, sel terbaru terbentuk melalui pembelahan sel yang didahului dengan pembelahan inti. Pembelahan ini dapat terjadi melalui dua cara, yaitu :
1. Secara langsung (amitosis),
2. Secara tidak langsung mitosis dan meiosis).

Pembelahan secara langsung (amitosis)
Amitosis merupakan pembelahan inti yang terjadi secara langsung, tanpa melalui fase-fase pembelahan. Dalam pembelahan ini tidak didahului dengan pembentukan gelendong inti, peleburan membran inti, atau penampilan kromosom.
Pembelahan meiosis

Pembelahan meiosis

Pembelahan meiosis. Meiosis disebut juga pembelahan reduksi inti yang terjadi secara tidak langsung. Pembelahan meiosis terjadi pada pembentukan gamet yang bersifat haploid (n), tetapi berasal dari sebuah sel induk yang bersifat diploid (2n). Oleh karena itu, pembentukan gamet harus didahului dengan pembelahan reduksi dari jumlah kromosom yang disebut meiosis.

Pada hewan, pembelahan meiosis terjadi pada organ kelamin, yaitu testis dan ovarium. Pembentukan sperma yang terjadi dalam testis disebut spermatogenesis yang menghasilkan empat sel sperma yang fungsional dan masing-masing mempunyai n kromosom. Pembentukan ovum pada ovarium disebut oogenesis. Pada oogenesis dihasilkan hanya satu sel telur yang mempunyai n kromosom, sedangkan tiga sel hasil pembelahan meiosis lainnya mempunyai bentuk tidak normal sehingga tidak berfungsi.

Pada tumguhan bunga, pembelahan reduksi terjadi di dalam bakal biji dan kepala sari. Hasil pembelahan reduksi adalah gamet yang haploid (n kromosom) dan pada zigot hasil fertilisasi mempunyai sifat diploid (2n kromosom).

Fase Meiosis

Berbeda dengan mitosis, pembelahan ini berlangsung dalam dua tingkat, yakni meiosis I dan meiosis II. Meiosis I dibedakan atas beberapa fase, selengkapnya sebagai berikut :
1. Profase I terdiri atas lima tahap, yaitu :
  • Leptoten (leptonema), yaitu tahap benang-benang kromatin memendek dan menebal yang disebut kromosom.
  • Zigoten (zigonema), yaitu tahap kromosom tampak berpasang-pasangan (sinapsis) sehingga tampak sebagai kesatuan tunggal yang disebut dwitunggal atau bivalen. Tiap pasang terdiri atas kromosom yang homolog.
  • Pakiten, yaitu tiap kromosom terbelah menjadi dua kromatid yang tetap bersatu pada sentromer. Dengan adanya dua kromatid pada satu kromosom, berarti tiap bivalen terdiri atas empat kromatid yang tetap bersatu pada sentromer yang disebut tetrad.
  • Diploten, yaitu kromatid saling terpisah-pisah dan terjadi penukaran segmen-segmen dari kromatid dalam sebuah tetrad yang disebut sebagai pindah silang atau crossing over.
  • Diakinese, yaitu kromosom tampak tebal dan pendek membran inti dan nukleolus lenyap, dan terbentuk benang-benang gelendong.

2. Metafase I, ditandai dengan kromosom hasil duplikasi (tetrad) menempatkan diri di bidang equatorial secara acak (random).

3. Anafase I, ditandai dengan kromosom homolog saling memisahkan diri dan bergerak menuju ke kutub sel yang berlawanan. Berarti jumlah kromosom telah terbagi dari 2n menjadi n. Kromatid masih berlekatan pada centromernya.

4. Telofase I, ditandai dengan benang-benang kromatid berada di kutub masing-masing, benang-benang gelendong menghilang, nukleolus terbentuk kembali, dan pada bidang equatorial terbentuk sekat pemisah yang akhirnya terbentuk dua sel yang masing-masing bersifat haploid.

Setelah meiosis I berakhir maka dilanjutkan meiosis II. Antara keduanya terdapat selang waktu pendek yang disebut interkinese. Meiosis II dibagi menjadi empat fase/tahap, yaitu :

1. Profase II, ditandai dengan benang-benang kromatin berubah menjadi kromosom, kedua sentriol berpisah masing-masing bergerak ke kutub yang berlawanan, membran inti dan nukleolus menghilang, dan serabut-serabut gelendong terbentuk lagi.

2. Metafase II, ditandai dengan kromosom berjajar beraturan pada bidang equatorial dengan gelendong melekat pada sentromernya.

3. anafase II, ditandai dengan sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua, kromatid-kromatid saling memisahkan diri, dan bergerak ke kutub yang berlawanan.

4. Telofase II, ditandai dengan kromatid sampai di kutub dan berubah menjadi kromatin, dinding inti dan nukleolus terbentuk kembali, dan diikuti sitokinesis sehingga terbentuk  empat sel anak yang bersifat haploid.

Baca juga: Pembelahan meiosis
Pembelahan sel mitosis

Pembelahan sel mitosis

Pembelahan sel mitosis. Fitting et.al. (1954) menyamakan istilah mitosis dengan kariokinesis, yaitu pembelahan inti yang terjadi secara tidak langsung, yang dilanjutkan dengan pembelahan sel atau sitokinesis. Pembelahan mitosis terjadi di dalam sel-sel somatis (sel tubuh) dari organisme yang masih aktif dalam pertumbuhan. Pada tumbuhan, mitosis, mistosis terjadi pada jaringan meristem, seperti ujung akar, ujung batang, kuncup, dan pada kambium.

Fase-fase pembelahan dalam mitosis meliputi interfase, profase, anafase dan telofase. Mari kita bahas sati persatu.

1. Interfase

Interfase sering disebut sebagai fase istirahat, walaupun sebenarnya istilah tersebut kurang tepat karena justru dalam fase ini terjadi penyediaan energi yang terbesar untuk mempersiapkan fase berikutnya. Fase ini berlangsung paling lama dalam siklus hidup sel.

2. Profase

Profase merupakan fase permulaan pembelahan sel terbagi menjadi tiga keadaan sebagai berikut :
  • Profase awal, yaitu inti tampak keruh, kemudian tampak butir-butir kromatin yang kemudian membentuk benang-benang tidak teratur.
  • Profase tengah, yaitu benang-benang menjadi lebih tebal seperti rangkap dan merupakan bagian kromosom yang disebut kromonema.
  • Profase akhir, yaitu benang berbentuk seperti batang, membelah membujur sehingga kromosom menjadi dua belahan yang sama disebut kromatid. Masing-masing kromatid mempunyai satu benang kromonema yang terbelah membujur sehingga setiap kromatid memiliki dua kromonema. Selama terjadinya kromonema dalam plasma sel, terbentuk benda seperti cawan disebut tudung kutub. Dari kedua tudung kutub pembelahan terbentuklah benang gelandong. Bersamaan dengan terbentuknya kutub pembelahan, maka membran inti dan nukleolus menghilang. Selanjutnya benang menegang mendorong kromosom ke bidang equatorial.

3. Metafase

Kromosom berada di bidang equatorial, bentuknya agak bengkok, letaknya berhadapan dan berbentuk seperti bintang sehingga fase ini disebut fase bintang atau aster. Dalam fase ini kromosom paling paling jelas untuk diamati dan jumlahnya mudah untuk diidentifikasi.

4. Anafase

Belahan-belahan kromosom (kromatid) yang berada di equatorial ditarik ke arah kedua kutub sehingga terbentuk dua bintang. Fase ini disebut fase diaster.

5. Telofase

Kromosom berada di bagian kutub, berkumpul dan menjadi benang-benang kromatin lagi, terbentuk dua inti baru. Benang-benang plasma menebal menumpuk pada bidang equatorial membentuk dinding pemisah yang membagi sel induk menjadi dua sel anakan. Fase ini juga disebut sebagai sitokinesis karena sitoplasma terbagi menjadi dua untuk membentuk dua sel anakan yang masing-masing bersifat diploid.

Baca juga: Pembelahan meiosis

Jumat, 21 Maret 2014

Mematikan dan mengaktifkan idm pada browser tertentu

Mematikan dan mengaktifkan idm pada browser tertentu

Mengaktifkan idm. Pada suatu saat Internet Download Manager atau IDM akan sangat membantu untuk melakukan download dengan mudah dan cepat. Namun terkadang karena sifatnya yang peka terhadap suara, sofware download yang sudah familier ini mengganggu ketika kita sedang browsing.


Misalnya ketika mengunjungi sebuah situs yang memutar lagu atau ketika mengunjungi youtube, padahal kita tidak bermaksud mendownloadnya, namun panel download akan selalu muncul untuk menawarkannya.


Nah, mungkin karena itu membuat risih pengguna ada baiknya dinonaktifkan saja tanpa menghapus atau menguninstallnya. Bagaimana cara menonaktifkan IDM sementara saja paad semua browser atau menentukan browser apa saja yang diaktifkan? Beriku langkahnya :


1. Biasanya jika idm telah terinstal, maka ikonnya akan tampak di kanan bawah layar monitor, klik dua kali ikon tersebut.


2. Pilih menu Download > Pilihan (jika dalam bahasa Inggris Option). Jika mungkin anda ingin merubah IDM menjadi bahasa Indonesia lihat di artikel setting idm menjadi bahasa Indonesia.


3. LIhat menu Capture downloads from the following browser.


4. Centang browser yang diinginkan dan hilangkan centang pada browser yang tidak diinginkan. Sebagai contoh saya hanya mengaktifkan idm pada browser Google Chrome. Maka yang saya centang hanya browser tersebut. Lihat gambar di bawah!


Mematikan dan mengaktifkan idm pada browser tertentu


5. Langkah terakhir tekan OK, selesai.


Jika suatu saat ingin mengaktifkannya kembali lakukan hal yang sama.

5 macam jaringan pada tumbuhan

5 macam jaringan pada tumbuhan

5 macam jaringan pada tumbuhan. Pada tumbuh-tumbuhan tingkat rendah sel-sel penyusunnya mempunyai bentuk yang sama dan masing-masing sel melakukan semua fungsi kehidupan. Pada tumbuhan tingkat tinggi tidaklah demikian karena pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi terdapat beberapa tipe sel yang berbeda, baik dalam hal bentuk maupun fungsinya. Kelompok sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama disebut jaringan.

Jaringan pada tumbuhan
Bagi anda yang sedang mencari informasi jaringan pada tumbuhan, berikut 5 macam jaringan pada tumbuhan :
1. Jaringan Meristem
Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang kecil, berdinding tipis, dan tanpa vakuola. Jaringan meristem terdapat pada titik tumbuh akar dan batang, juga pada kambium beberapa tumbuhan. Fungsi utama jaringan meristem adalah melakukan mitosis. Sel-sel yang dihasilkan dari mitosis ini kemudian terdiferensiasi menjadi beberapa macam sel.

2. Jaringan pelindung
Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang pipih dengan permukaan atas dan bawah yang sejajar. Terdapat pada permukaan akar, batang dan daun. Berfungsi melindungi jaringan yang ada di bawahnya.

3. Jaringan parenkim
Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang berdinding tipis dan mempunyai vakuola. Terdapat di seluruh bagian tumbuhan. Pada bagian tumbuhan yang tidak terkena cahaya matahari, parenkim banyak mengandung lekoplas dan berfungsi sebagai tempat cadangan makanan, sedang pada bagian tumbuhan yang terkena cahaya matahari, parenkim banyak mengandung kloroplas sehingga berfungsi sebagai tempat fotosintetis.

4. Jaringan penunjang
Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang dapat memberikan tunjangan mekanis bagi tumbuhan. Ada dua macam jaringan penunjang, yaitu :

a. Jaringan kolenkim
Terdiri atas sel-sel kolenkim yang berdinding tebal, terutama di bagian sudut-sudut sel. Terdapat di bagian-bagian tumbuhan yang tumbuh cepat dan perlu diperkuat, misalnya tangkai daun.

b. Jaringan sklerenkim
Terdiri atas sel-sel sklerenkim yang dindingnya sangat tebal dan ruang selnya sangat sempit serta tidak berprotoplas. Terdapat dalam batang dan juga tergabung dengan tulang daun pada kulit buah yang keras dan tempurung pada buah batu, misalnya saja kelapa.

5. Jaringan pengangkut
Jaringan ini terdiri atas dua macam jaringan, yaitu :
a. Jaringan xilem
Terdiri atas beberapa tipe sel, yang penting di antaranya adalah pembuluh xilem (trake) dan trakeid. Pembuluh xilem terdiri atas fusi sel-sel secara sempurna dan berbentuk tabung panjang, sedang trakeid disusun oleh-sel-sel berbentuk panjang dengan ujung-ujung yang meruncing. Baik trake maupun trakeid keduanya berfungsi mengalirkan air dan mineral dari akar ke daun.

b. Jaringan floem
Terdiri atas beberapa tipe sel, misalnya pembuluh tapis, yang merupakan fusi tak sempurna dari sel-sel yang dinding ujungnya berlubang-lubang. Pembuluh tapis berfungsi dalam pengangkutan makanan dan hormon ke seluruh tubuh tumbuhan.


Jaringan-jaringan ini dalam tubuh tumbuhan berkelompok menurut pola tertentu membentuk suatu organ. Pada tumbuhan tingkat tinggi terdapat organ-organ akar, batang, daun, bunga dan biji.

Kamis, 20 Maret 2014

Cara menghapus shorcut sampah android a7s

Cara menghapus shorcut sampah android a7s

Enjangcom, Cara menghapus shorcut sampah android a7s. Meskipun sebuah aplikasi telah dihapus tetapi terkadang masih menyisakan shorcut pada tampilan layar utama android. Tentu saja ini mengganggu, shortcut tersebut merupakan sampah yang tidak berguna. Bisa di cek ketika diketuk maka akan ditampilkan keterangan aplikasi tidak terpasang.


Pertamanya saya penasaran, kenapa aplikasi yang sudah dihapus atau unistall masih saja nongol. Saya buka di setelan aplikasi ternyata sudah tidak ada, tetapi mengapa shorcutnya masih becokol di tampilan layar utama? Saya coba cari aplikasi di playstore dengan kata kunci shorcut cleaner, ternyata hasilnya pun nihil.


Akhirnya saya coba utak-utik sendiri yang akhirnya shorcut-shorcut sampah ini langsung hilang. Di sini saya menggunakan android cross A7s. Bagi yang menggunakan ponsel pintar lebih mahal mungkin berbeda caranya.



Langkah menghapus shorcut sampah android a7s


Jika anda mengalami hal yang sama di android, mungkin sedikit pengalaman ini berguna bagi anda. Untuk menghapus shorcut yang membandel di cross A7s, caranya sangat mudah. Tekan dan tahan shorcut tersebut, kemudian lihat pada kotak pencarian akan muncul tanda silang (X). Tarik shorcut tersebut ke sana hingga tanda silang berubah menjadi merah, lalu lepaskan.


Bagaimana hasilnya? Semoga dengan menggunakan Cara menghapus shorcut sampah android a7s shorcut sampah di android anda segera lenyap.

Selasa, 18 Maret 2014

11 sistem organ pada hewan

11 sistem organ pada hewan

11 sistem organ pada hewan. Sistem organ adalah serangkaian organ yang secara anatomis berhubungan satu sama lain dan menghasilkan suatu sistem yang fungsional. Tiap-tiap organ dalam suatu sistem organ mempunyai fungsi tersendiri yang ada kaitannya dengan fungsi utama dari sistem organ. Dalam tubuh hewan tingkat tinggi khususnya vertebrata terdapat bermacam-macam sistem organ. Bagi anda yang sedang mencari informasi online berikut sebelas macam sistem organ pada hewan :

1. Sistem Integumen (kulit), terdiri atas kulit yang sebenarnya dan derivat-derivatnya. Fungsi kulit pada vertebrata menurut strukturnya bermacam-macam, yaitu sebagai pelindung terhadap gangguan mekanis, fisis dan gangguan dari hewan lain maupun mikroorganisme sebagai alat penerima rangsang dari lingkungan luar sebagai alat respirasi dan sebagainya.

2. Sistem rangka (skelet), merupakan suatu sistem yang dibangun oleh struktur-struktur keras meliputi eksoskelet dan endoskelet yang bersifat menyokong dan melindungi.

3. Sistem otot, merupakan suatu sistem yang berperan penting dalam gerakan tubuh dan peredaran darah.

4. Sistem pencernaan, merupakan suatu sistem yang dibentuk oleh organ-organ yang berperanan penting dalam pencernaan makanan.

5. Sistem peredaran, merupakan suatu sistem yang terdiri atas sistem peredaran darah dan sistem peredaran limfa.

6. Sistem pernapasan, merupakan suatu sistem yang dibangun oleh organ-organ yang berperan dalam pernapasan.

7. Sistem ekskresi, merupakan suatu sistem yang dibangun oleh organ-organ yang berperan untuk mengeluarkan bahan-bahan yang tidak dibutuhkan tubuh.

8. Sistem reproduksi, merupakan suatu sistem yang dibangun oleh organ-organ yang berfungsi dalam perkembang biakan.

9. Sistem saraf, merupakan suatu sistem yang dibangun oleh otak, sumsum tulang belakang dan serabut-serabut saraf yang berfungsi dalam menerima rangsang dari luar dan memberikan respons, juga mengatur agar kerja semua sistem dalam tubuh bersesuaian.

10. Sistem indera, merupakan sistem yang dibangun oleh organ-organ yang fungsinya menerima rangsang dari luar maupun dari dalam.

11. Sistem endoktrin, merupakan sistem yang berhubungan dengan kelenjar-kelenjar endoktrin dan hormon-hormonnya.

Baca juga: Reproduksi pada 5 hewan vertebrata

Senin, 17 Maret 2014

Jaringan saraf pada hewan

Jaringan saraf pada hewan berfungsi menghantarkan rangsang dari bagian yang satu ke bagian tubuh yang lainnya. Jaringan saraf terdiri atas neuron. Setiap neuron terdiri atas badan sel saraf yang mengandung inti persambungan (disebut dendrit bila pendek dan neurit/akson bila panjang). Otak dan tali punggung vertebrata terutama terdiri atas jaringan saraf.

Di dalam tubuh hewan, terdapat beberapa macam jaringan bersama-sama membangun organ atau alat tubuh, misalnya lambung. Organ ini terbentuk dari jaringan-jaringan antara lain jaringan otot polos, jaringan ikat, jaringan epitelium yang bersama-sama melakukan suatu kesatuan fungsi, yaitu sebagai alat pencernaan makanan.

Gambar Jaringan saraf pada hewan

jaringan saraf dan badan sel saraf

Contoh lainnya adalah jantung yang dibentuk oleh jaringan-jaringan otot jantung, jaringan epitelium, jaringan ikat dan jaringan darah yang bersama-sama melakukan suatu kesatuan fungsi sebagai pemompa darah.

3 jaringan otot pada hewan

3 jaringan otot pada hewan. Jaringan ini terdiri atas sel-sel otot yang biasanya berbentuk langsing memanjang, mengandung serabut-serabut halus yang disebut miofibril. Ada tiga macam jaringan otot pada hewan, infonya sebagai berikut :

Jaringan otot pada hewan
1. Jaringan otot lurik atau otot serat lintang
Tersusun atas sel-sel berbentuk silindris dan biasanya mempunyai banyak inti. Pada vertebrata, kelompok-kelompok sel otot diikat bersama oleh selubung jaringan pengikat membentuk otot yang mempunyai bermacam-macam bentuk. Kontraksi dari otot lurik menimbulkan gerak pindah dan terjadinya macam-macam gerak tubuh yang lain. Otot-otot lurik biasanya terikat pada rangka sehingga disebut otot rangka. Otot ini bekerja di bawah kesadaran atau bekerja atas kemauan.
otot lurik pada hewan
otot lurik

2. Otot polos atau otot halus
Tersusun atas sel-sel yang berbentuk kumparan halus dengan satu inti yang terletak di tengah. Jaringan otot polos ini terdapat pada dinding saluran pencernaan dan pembuluh darah. Kontaksi otot-otot ini menyebabkan penyempitan ukuran organ-organ tubuh yang dibentuknya. Otot polos ini bekerja di luar kesadaran atau bekerja tidak menurut kemauan.

otot polos pada hewan
otot polos

3. Jaringan otot jantung atau otot kardiak
Jaringan otot ini mempunyai struktur yang sama dengan otot lurik, tetapi serabut-serabutnya bercabang-cabang dan saling beranyaman. Otot jantung bekerja di luar kesadaran atau bekerja tidak menurut kemauan.
otot jantung hewan
otot jantung hewan

Sabtu, 15 Maret 2014

4 jaringan penyambung pada hewan

4 jaringan penyambung pada hewan. Jika sebelumnya sudah kita bahas jaringan epitelium, kali ini akan dibahas tentang jaringan penyambung. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang tidak begitu rapat dan berada dalam matriks (bahan ekstraseluler) yang dihasilkan oleh sel-sel itu. Jaringan penyambung dibedakan menjadi empat bagian, selengkapnya sebagai berikut :

Jaringan penyambung pada hewan
1. Jaringan tulang rawan dan jaringan tulang
Merupakan jaringan penunjang yang berfungsi memberi kekuatan dan melindungi bagian-bagian tubuh yang lemah. Matriks pada tulang rawan adalah suatu campuran protein polisakarida yang disebut kondrin. Sedang matriks pada tulang berisi kolagen dan endapan mineral yang terutama berupa kalsium fosfat dan kalsium karbonat.

2. Jaringan pengikat
Merupakan jaringan yang berfungsi mengikat bagian-bagian tubuh. Jaringan pengikat yang menghubungkan otot dengan tulang disebut tendon. Matriks pada tendon berupa kolagen. Jaringan pengikat yang mengaitkan satu tulang yang lainnya disebut ligamen. Matriks ligamen selain berisi serat-serat kolagen juga mengandung protein elastin sehingga memungkinkan terjadinya tarik-menarik.

3. Jaringan lemak
Merupakan jaringan penyambung yang sel-selnya penuh dengan lemak. Berfungsi menimbun lemak netral yang berupa titik-titik lemak cair. Jaringan lemak membentuk bantalan lunak dan elastis yang terdapat di antara berbagai organ dalam tubuh.

4. Darah dan Limfa
Merupakan jaringan yang membantu transportasi dan distribusi bahan-bahan di dalam tubuh. Darah dan limfa terdiri atas cairan plasma yang berisi sel-sel bebas.

4 jaringan penyambung pada hewan
4 jaringan penyambung pada hewan
Tentang jaringan epitelium pada hewan

Tentang jaringan epitelium pada hewan

Tentang jaringan epitelium pada hewan. Jaringan adalah kelompok sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Pada makhluk hidup bersel banyak terdapat bermacam-macam jaringan yang berbeda -beda menurut letak, bentuk dan fungsinya.

Jaringan-jaringan tersebut terbentuk dari jaringan asal (jaringan embrional atau jaringan meristem) yang telah mengalami perubahan bentuk dan susunan untuk dapat melakukan fungsi-fungsi tertentu. Proses perubahan ini disebut diferensiasi.

Jaringan epitelium

Jaringan epitelium terdiri atas sel-sel yang berhubungan erat satu dengan lainnya dan membentuk lapisan yang melapisi bagian permukaan berbagai ringga dan saluran dalam tubuh, serta membentuk kulit yang menutupi tabuh.

Bagi yang sedang mencari informasi tentang fungsi jaringan epitelium antara lain sebagai berikut :
1. Melindungi jaringan yang ada di dalamnya.
2. Mengeluarkan getah yang dapat melindungi dari kekeringan.
3. Mengeluarkan getah yang mengandung enzim-enzim pencerna makanan.

4. Menyerap hasil akhir pencernaan makanan.
Macam-macam jaringan epitelium
1. Jaringan epitelium pipih berlapis tunggal
Merupakan satu lapis sel yang berbentuk pipih dan tersusun seperti genting. Terdapat pada perotonium yang membatasi rongga badan dan permukaan dalam dari pembuluh darah vertebrata.

2. Jaringan epitelium kubus berlapis tunggal
Merupakan satu lapis sel yang berbentuk kubus, terdapat  pada kelenjar ludah, kelenjar tiroid dan saluran urin dalam ginjal.

3. Jaringan epitelium silindris berlapis tunggal
Merupakan satu lapis sel yang tinggi, dan melekat pada sisi-sisi panjangnya, terdapat pada selaput lendir usus dan lambang vertebrata.

4. Jaringan epitelium bergambar
Merupakan sel-sel epitelium yang pada permukaan bebasnya terdapat rambut getar (silia), terdapat pada lapisan sebelah dalam dari batang tenggorok dan cabang batang tenggorok.

5. Jaringan epitelium pipih berlapis banyak
Merupakan jaringan yang tersusun berlapis-lapis, terdapat pada permukaan kulit, rongga mulut, dan rongga hidung.

Jumat, 14 Maret 2014

3 pokok bagian sel

3 pokok bagian sel

3 pokok bagian sel - Pada umumnya sel terdiri atas membran sel, sitoplasma dan nukleus. Berikut informasinya :
1. Membran sel
Membran sel adalah pembungkus plasma dan bersifat semipermeabel, sehingga hanya dapat dilalui oleh zat-zat tertentu saja. Sifat semipermeabel dari membran sel disebabkan membran sel tersusun dari senyawa lipoprotein. Pada sel tumbuhan, di luar membran sel terdapat dinding sel yang tersusun dari selulosa.

2. Sitplasma
Sitplasma adalah protoplasma yang terletak di luar nukleus sedangkan protoplasma yang terletak di dalam nukleus disebut nukleoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel yang mempunyai struktur dan fungsi khusus. Organel-organel tersebut adalah sebaga berikut :

a. Retikulum endoplasma dan Ribosom
Retikulum endoplasma adalah organel yang berbentuk saluran berliku-liku yang menggabungkan membran sel dengan nukleus. Pada beberapa tempat retikulum endoplasma terdapat ribosom yang berfungsi sebagai tempat sintesis protein atau enzim-enzim.

b. Mitokondria
Mitokondria adalah suatu struktur yang dibatasi oleh dua lapis selaput. Selaput dalam dari mitokondria ini melipat-lipat dan disebut krista. Lipatan-lipatan ini berguna untuk memperluas permukaan dalam sehingga sangat baik untuk terjadinya reaksi-reaksi enzimatis dan pernapasan. Mitokondria berfungsi sebagai pusat respirasi sel dan metabolisme penghasil energi.

c. Badan Golgi
Badan Golgi adalah organel yang berperan dalam sekresi protein. Oleh karena itu organel ini banyak terdapat di dalam sel-sel kelenjar.

d. Lisosom
Lisosom adalah organel yang berfungsi menghasilkan enzim-enzim hidrolitik. Lisosom banyak dijumpai pada sel-sel yang aktif melakukan fungsi imunitas, seperti lekosit, limfosit dan monosif.

e. Plastida
Plastida adalah organel yang hanya dijumpai pada sel tumbuhan. Ada tiga macam plastida, yaitu :
  1. Lekoplas/amiloplas, yaitu plastida yang tidak mengandung pigmen dan merupakan tempat pembentukan amilum.
  2. Kloroplas, yaitu plastida yang mengandung pigmen klorofil (hijau), dan karotenoid. Dalam kloroplas ada 2 kelompok karotenoid, yaitu karoten (jingga) dan xantofil (kuning).
  3. Kromoplas, yaitu plastida yang mengandung pigmen selain hijau, misalnya karotenoid.

f. Vakuola
Vakuola pada sel tumbuhan mempunyai fungsi yang berbeda dengan vakuola yang mungkin dijumpai pada sel-sel hewan. Pada tumbuhan, vakuola berfungsi menampung zat-zat yang dihasilkan oleh aktivitas sel.

Zat-zat tersebut antara lain bermacam-macam alkaloid (misalnya : kafein, tanin, solanin, kokain dan papaverin); asam-asam organik; krisrtal-kristal; lemak; protein; gula; dan bermacam-macam zat warna, misalnya antosianin.

Pada hewan-hewan bersel satu yang hidup di air tawar terdapat dua macam vakuola, yaitu vakuola makanan yang berfungsi mempertahankan keseimbangan air dalam sel.

g. Sentrosom
Sentrosom adalah organel yang khas untuk sel hewan dan tidak terdapat pada sel tumbuhan. Ia berperan aktif pada waktu sel akan membelah. Menjelang terjadinya pembelahan sel, sentrosom akan menghasilkan dua sentriol, yang stu tetap pada tempatnya dan yang lain akan tertolak ke kutub yang berlawanan. Kemudian di antara dua sentriol ini akan terbentuk gelendong pembelahan yang berfungsi mengatur tingkah laku kromosom.

3. Inti sel (Nukleus)
Nukleus adalah struktur yang paling mencolok baik di dalam sel tumbuhan maupun sel hewan. Nukleus terdiri atas empat bagian, berikut informasinya :
a. Selaput inti : berfungsi sebagai pembatas dan pengatur lalu lintas bahan-bahan keluar masuk nukleus. Selaput ini dimiliki oleh makhluk Eukariotik, sedangkan pada makhluk Prokariotik tidak terdapat.
b. Plasma inti/nukleoplasma.
c. Benang-benang kromatin, yang akan tampak bila dilakukan pewarnaan dengan zat warna yang khusus untuk mewarnai inti sel, misalnya karmin, orsein, dan feulgen. Menjelang terjadinya pembelahan sel, benang-benang kromatin ini akan memendek dan menebal menjadi suatu badan yang disebut kromosom.
d. Nukleolus/anak inti, yang berperan dalam sintesis protein dan asam ribo nukleat.
Baca juga: 4 pengertian teori sel

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

Dalam tubuh makhluk hidup yang bersel banyak terdapat variasi bentuk sel yang tidak terbatas, terutama yang berhubungan dengan fungsi-fungsi khususnya. Sel-sel yang sejenis yaitu sel-sel yang sama bentuk dan fungsinya akan membentuk jaringan. Berbagai jaringan akan tersusun menjadi organ dan berbagai organ bersama-sama membentuk sistem organ.
4 pengertian teori sel

4 pengertian teori sel

4 pengertian teori sel. Makhluk hidup ada yang berupa sel tunggal, berupa koloni sel-sel dan ada pula yang dibangun oleh banyak sel. Kata sel berasal dari penemuan Robert Hooke pada tahun 1665, seorang ahli fisika dan matematika bangsa Inggris. Ia mengamati sayatan gabus (kulit pohon Quercus suber) dengan mikroskop sederhana dan ia melihat adanya petak-petak kecil seperti sarang lebah yang kemudian disebutnya sel.

Setelah penemuan Robert Hooke ini, beberapa ahli yang hidup sesudah zamannya mencoba melakukan penyelidikan terhadap sel. Dari hasil penyelidikan dan pendapat para ahli, maka teori sel dapat disimpulkan dalam 4 pengertian, berikut infonya :

1. Sel merupakan satuan struktural makhluk hidup
Teori ini lahir setelah Schleiden (1804-1881) dan Theodore Schwann (1810-1882) mengadakan pengamatan berulang kali terhadap sel-sel pada jaringan hewan dan tumbuhan dengan meikroskop, kemudian menyatakan bahwa semua makhluk hidup disusun oleh sel-sel.

2. Sel merupakan satuan fungsional makhluk hidup
Teori ini lahir setelah Max Schultze (1825-1874) menegaskan bahwa protoplasma merupakan dasar-dasar fisik kehidupan. Di dalam sel-sel semua fungsi kehidupan berlangsung. Fungsi-fungsi makhluk hidup merupakan akibat aktivitas-aktivitas seluler makhluk hidup tersebut.

3. Sel merupakan satuan reproduksi makhluk hidup
Teori ini lahir setelah Rudolf Virchow (1858) menyatakan bahwa semua sel berasal dari sel-sel yang telah lebih dahulu. Pada makhluk hidup bersel banyak, sel-sel penyusunnya dihasilkan melalui proses pembelahan sel-selnya.
Baca juga: 3 pokok bagian sel

4. Sel merupakan satuan hereditas makhluk hidup
Teori ini lahir setelah diketahui bahwa susunan kromosom dalam sel-sel makhluk hidup selalu sama, juga pada keturunannya. Penurunan faktor pembawa sifat suatu individu kepada keturunannya terjadi melalui reproduksi sel.

Kamis, 13 Maret 2014

6 tokoh protoplasma

6 tokoh protoplasma

6 tokoh protoplasma - Protoplasma adalah substansi dasar kehidupan yang terdapat dalam sel hidup. Protoplasma yang terdapat di luar inti sel disebut sitoplasma, sedangkan yang terdapat di dalam inti sel disebut nukleoplasma. Bagi pengunjung yang sedang mencari informasi online mungkin ini bermanfaat, berikut beberapa tokoh yang mengembangkan pengetahuan tentang protoplasma :

Tokoh protoplasma

1. Johanes Purkinye (1787-1869), seorang ahli fisiologi dari Bohemia, menggunakan istilah protoplasma untuk substansi yang menyerupai gelatin.

2. Felix Dujardin (1801-1860), seorang ahli zoologi dari Perancis, mengamati adanya substansi menyerupai gelatin di dalam sel-sel hewan.

3. Hugo von Mohi (1805-1872), seorang ahli botani dari Jerman, menemukan bahwa sel-sel tumbuhan tersusun dari substansi hidup yang disebut protoplasma.

4. Max Schultze (1825-1874), seorang ahli sitologi dari Jerman, menyatakan bahwa protoplasma yang menyerupai gelatin dan merupakan susbstansi hidup pada tumbuh-tumbuhan dan hewan adalah sama.

5.Thomas H.Huxley (1825-1895), seorang ahli biologi dari Inggris, menyatakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik dari kehidupan.

6. Otto Butchlii (1848-1920), seorang protozoologi dan fisiologi dari Jerman, mengadakan penelitian terhadap substansi-substansi tidak hidup yang disesuaikan dengan susunan protoplasma.

Demikian 6 tokoh protoplasma, Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sifat-sifat protoplasma silahkan lihat informasinya di artikel sifat fisik dan sifat kimia protoplasma.
Sifat fisik dan sifat kimia protoplasma

Sifat fisik dan sifat kimia protoplasma

Sifat fisik dan sifat kimia protoplasma. Protoplasma merupakan suatu sistem yang kompleks, terutama berupa sistem koloid, yaitu suatu sistem larutan yang partikel-partikel padatnya berukuran 0,001-0,1 mikron. Bagi yang sedang mencari info sifat-sifat protoplasma, berikut penjelasan dari enjangcom :

Sifat-sifat fisik protoplasma

a. Dapat mengalami perubahan kekentalan dari fase sol ke fase gel dan sebaiknya. Bila kadar air tinggi koloid berbentuk sol, bila kadar air rendah koloid berbentuk gel. Kemampuan protoplasma mengalami fase sol atau gel menyebabkan protoplasma dapat mengembang mengkerut, misalnya pada gerakan amuba.

b. Partikel-partikel koloid protoplasma selalu bergerak bebas ke segala arah. Gerakan partikel-partikel ini disebut gerak Brown, karena ditemukan pertama kali oleh Robert Brown tahun 1827, seorang ahli botani dari Scotlandia. Adanya gerak Brown menyebabkan berpencarnya partikel-partikel koloid ke seluruh bagian sel sehingga transportasi zat-zat dapat terjadi.

c. Mempunyai permukaan total yang sangat luas karena partikel-partikel koloid protoplasma sangat kecil dan sangat banyak. Pada permukaan partikel-partikel koloid ini terdapat molekul-molekul yang mampu mengikat ion-ion, atom-atom, atau molekul-molekul lain melalui proses absorpsi. Hal ini memungkinkan reaksi-reaksi kimia dalam protoplasma.

Sifat-sifat kimia protoplasma

Protoplasma tersusun atas 36 unsur kimia yang biasanya dijumpai dalam bentuk air, bahan-bahan organik dan anorganik.
a. Air
Pada umumnya 80% dari protoplasma tersusun dari air dan air merupakan senyawa sangat penting, karena hal-hal berikut :
- merupakan pelarut bagi kebanyakan senyawa-senyawa lain, baik senyawa organik maupun senyawa anorganik.
- merupakan medium untuk berlangsungnya proses-proses kehidupan.
- mempunyai kapasitas mengabsorpsi dan menghantarkan panas sehingga mempertahankan protoplasma terhadap perubahan temperatur yang mendadak.

b. Senyawa-senyawa organik
Kebanyakan senyawa-senyawa yang mengandung karbon disebut senyawa organik. Di dalam protoplasma, senyawa organik yang terpenting di antaranya adalah karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat.
1. Karbohidrat
Karbohidrat adalah persenyawaan organik sederhana yang terdiri atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat merupakan sumber energi bagi aktivitas-aktivitas hidup. Energi yang terkandung dalam molekul karbohidrat dibebaskan pada respirasi sel. Pada hewan, karbohidrat ditimbun dalam bentuk glikogen sedangkan pada tumbuhan ditimbun dalam bentuk amilum. Karbohidrat digolongkan menjadi 3 bagian, yaitu :
  • Monosakarida, misalnya pentosa (ribosa, deoksiribosa) dan heksosa (glukosa, fruktosa, dan galaktosa).
  • Disakarida, misalnya laktosa, maltosa dan sukrosa.
  • Polisakarida, misalnya glikogen, selulosa dan amilum.


2. Lemak
Lemak terdiri atas karbon, hidrogen dan oksigen. Seperti halnya karbohidrat, lemak merupakan sumber energi. Selain itu juga mempunyai peranan penting dalam pembentukan membran sel.

3. Protein
Protein merupakan senyawa kimia yang sangat kompleks yang terdiri atas unsur-unsur karbon, hidrogen, nitrogen dan sulfur. Kadang-kadang terdapat beberapa unsur lain. Protein merupakan pembangun sel yang utama. Apabila digunakan sebagai bahan makanan, protein dapat menghasilkan energi, dan juga berguna dalam membantu pembentukan enzim, hormon, anti bodi dan pigmen.

4. Asam Nukleat
Asam Nukleat merupakan bahan inti sel yang berperan dalam mengatur aktivitas sel dan mengandung materi yang membawa faktor-faktor keturunan. Ada 2 macam asam nukleat, yaitu ADN (asam deoksiribo nukleat) dan ARN (asam ribo nukleat).

c. Senyawa-senyawa Anorganik
Kebanyakan senyawa-senyawa anorganik dalam protoplasma terdapat dalam bentuk elektrolit. Elektrolit-elektrolit yang larut dalam air akan pecah menjadi ion-ion melalui proses ionisasi.Senyawa-senyawa anorganik dalam protoplasma jumlahnya sangat sedikit. Meskipun demikian mempunyai peran penting dalam berbagai proses vital, misalnya mineral-mineral tertentu menjadi komponen suatu enzim atau jenis-jenis protein lainnya.Enzim sitokrom yang penting alam respirasi sel mengandung Fe, juga hemoglobin.

Pada tumbuhan, Fe diperlukan sebagai katalisator dalam pembentukan klorofil, sedangkan klorofil sendiri mengandung Mg.

Sifat-sifat kimia protoplasma ditimbulkan oleh bahan-bahan penyusunnya karena air maupun senyawa-senyawa organik dan anorganik adalah merupakan bahan-bahan kimia yang selalu melakukan reaksi-reaksi kimia. Di dalam protoplasma terjadi reaksi-reaksi ionisasi dan reaksi-reaksi enzimatis.
1. Reaksi-reaksi ionisasi
Reaksi ini terjadi pada bahan-bahan anorganik yang berupa asam, basa dan garam. Adanya reaksi-reaksi ionisasi menyebabkan protoplasma mampu menahan energi. Di samping itu, juga menyebabkan protoplasma mempunyai derajat keasaman (pH) tertentu.Derajat keasaman (pH) protoplasma berkisar antara 6,8-7,2. Ini menunjukkan bahwa protoplasma bersifat netral yang menjamin berlangsungnya proses-proses biologis dalam protoplasma.

Baca juga: 6 tokoh protoplasma

2. Reaksi-reaksi enzimatis
Reaksi-reaksi ini terjadi pada proses penyusunan dan penguraian bahan-bahan organik serta memerlukan bantuan enzim. Untuk itu di dalam protoplasma ditemukan banyak enzim.
Hardware minim komputer lambat

Hardware minim komputer lambat

Hardware minim komputer lambat. Mengapa komputer kita lambat? Menyebalkan jika biasanya setiap program yang dijalankan sangat cepat menjadi lambat dan lebih lama menunggu. Sebenarnya penyebab komputer lambat sangatlah kompleks, baik dari hardware maupun sofware. Namun, untuk kali ini akan saya coba menjelaskan kinerja komputer yang lambat karena hardware yang minim.

Masalah pada hardware

Jika dijelaskan secara rinci mungkin akan menjadi satu buku besar. Untuk itu saya akan ambil point-pointnya saja. Sebagai bahan perbandingan saja, saya menggunakan komputer jadul sebagai standarnya:
- Processor : Intel(R) Pentium(R) Dual CPU E2160 @ 1.80GHz 1.80GHz
- RAM : 2 GB
- Hardisk : 160 GB
- VGA : 1GB

Dengan spek seperti di atas komputer saya akan melambat jika saya membuka beberapa program secara bersamaan, misalnya, coreldraw, photoshop, editing video. Akan lebih lambat lagi jika terkoneksi dengan internet.

Mengapa ini terjadi? Karena setiap program atau aplikasi yang kita buka membutuhkan ruang memori yang disebut RAM. Lhoh, kan hardisk kita masih longgar! Hardisk digunakan untuk menyimpan hasil kerja. Sebagai contoh setelah anda selesai mendesain maka file tersebut kita Save atau Save as ke Local disk D.

Jadi saat kita bekerja pada sebuah aplikasi memori yang digunakan adalah RAM, semakin besar ukuran file yang kita garap maka RAM akan semakin menyempit. Selain itu, saat kita menyalakan komputer dan layar menampilkan gambar ini sudah mengurangi memori RAM yang anda gunakan.

Lalu bagaimana solusinya?

Jika ingin merakit komputer, pikirkan terlebih dahulu komputer ini nantinya akan digunakan untuk apa. Bila hanya untuk ngetik saja memori 2GB sudah lebih dari cukup. Tetapi, jika akan digunakan sebagai pengolah grafis saya sarankan gunakan RAM minimal 4GB, ditambah VGA card 1GB (semakin besar semakin bagus).

Sedangkan bagi yang sudah terlanjur membeli atau merakit komputer tetapi speknya kecil karena tidak tahu, maka tambahlah RAM dan VGA card. Ini akan sangat mengubah kinerja komputer.

Bagaimana dengan hardisk?

Bagi yang awam mungkin hardisk disamakan dengan memori. Memang benar memori, tetapi memori hanya untuk menyimpan hasil kerja saja, bukan saat kita bekerja. Jika pada ponsel sama saja dengan MMC. Tetapi, meski demikian hardware yang satu ini juga sangat penting. Hardisk dengan kapasitas yang kecil akan memperlambat kinerja komputer.

Mengapa? Ketika hardisk mulai diinstall system (pada umumnya windows), maka secara otomatis ruang hardisk sudah terpakai. Belum lagi jika diisi lagi dengan berbagai aplikasi atau sofware, maka ruang hardisk akan semakin menyempit. Saat ruang menyempit, maka kinerja sistem akan membutuhkan waktu lebih lama.

Saya kira itu saja lebih dahulu, semoga sedikit penjelasan ini membantu bagi anda yang masih awam tentang komputer.

Rabu, 12 Maret 2014

10 ciri makhluk hidup

10 ciri makhluk hidup

10 ciri makhluk hidup. Banyak percobaan yang dilakukan oleh para ahli untuk dapat menjawab pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan hidup? Sampai sekarang pertanyaan ini belum juga bisa terjawab. Hidup atau kehidupan lebih mudah untuk dikenal daripada didefinisikan.

Makhluk hidup memperlihatkan ciri-ciri yang tidak diperlihatkan oleh benda tak hidup. Ciri-ciri tersebut adalah nutrisi, transportasi, respirasi, ekskresi, sintesis, pertumbuhan dan perkembangan, regulasi, iritabilita, reproduksi dan adaptasi. Setiap makhluk hidup melakukan kegiatan-kegiatan fungsional seperti yang diperlihatkan oleh ciri-cirinya. Marilah kita bahas satu persatu.

Ciri makhluk hidup

1. Nutrisi
Setiap makhluk hidup perlu makanan. Zat makanan yang diperoleh digunakan untuk menyususn tubuh dan untuk menghasilkan energi.

2. Transportasi
Zat-zat makanan yang diperoleh makhluk hidup perlu diedarkan ke seluruh tubuh. Untuk itulah di dalam tubuh makhluk hidup terjadi proses pengangkutan dan peredaran zat.

3. Respirasi
Untuk dapat menghasilkan energi, zat-zat makanan yang berupa organik harus dipecah menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana. Proses ini terjadi dengan bantuan oksigen atau tanpa bantuan oksigen.

4. Ekskresi
Respirasi disamping menghasilkan energi, juga menghasilkan zat sisa/sampah yang bersifat racun bagi tubuh. Oleh karena itu harus dikeluarkan.

5. Sintesis
Merupakan proses penyusunan zat-zat baru pembentuk protoplasma dengan bantuan energi hasil respirasi.

6. Pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan terjadi sebagai akibat tambahnya zat-zat baru yang pada akhirnya juga akan menyebabkan pertambahan jumlah dan ukuran sel.

7. Regulasi
Agar proses-proses yang terjadi di dalam tubuh berlangsung teratur, diperlukan sistem pengaturan atau regulasi.

8. Iritabilita
Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk memberikan reaksi terhadap rangsangan.

9. Reproduksi
Merupakan usaha makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya agar terhindar dari kepunahan.

10. Adaptasi
Juga merupakan usaha makhluk hidup untuk mempertahankan keberadaannya dengan cara menyesuaikan diri dengan lingkungannya.


Itulah 10 ciri makhluk hidup.

Teori Urey dan teori Oparin

Teori Urey dan teori Oparin. Harold Urey (1983) adalah seorang ahli kimia dari Amerika Serikat. Ia berpendapat bahwa kehidupan terjadi di atmosfer. Pada suatu saat dalam sejarah perkembangan bumi terbentuk atmosfer yang kaya akan molekul-molekul Ch4 (metan), NH3 (amoniak), H2 (hidrogen), dan H2O, yang semuanya berada pada dalam bentuk gas.

Oleh loncatan listrik yang ditimbulkan halilintar dan radiasi sinar kosmik, molekul-molekul tersebut bereaksi membentuk asam amino. Tersedianya asam amino memungkinkan terjadinya bentuk kehidupan. Bentuk kehidupan yang pertama diperkirakan sama dengan virus yang setelah melalui proses evolusi berkembang menjadi berbagai jenis makhluk hidup.

Pendapat Urey ini telah berhasil diuji kebenarannya oleh Stainley Miller (1953) dengan percobaannya. Dengan alat seperti terlihat pada gambar di bawah ini, Miller menciptakan suatu kondisi yang sesuai dengan kondisi pada awal terbentuknya bumi.
model alat percobaan Stainley Miller
model alat percobaan Stainley Miller
Miller melakukan percobaan selama satu minggu terus-menerus. Pada akhir percobaannya ia mendapatkan bahwa larutan yang semula tidak berwarna menjadi berwarna merah. Setelah dianalisis ternyata dijumpai berbagai macam zat organik yang beberapa di antaranya adalah asam amino dan ada pula beberapa zat organik yang tidak dapat diidentifikasi.


Seorang ahli ilmu pengetahuan dari Rusia, yaitu Oparin mempunyai pendapat yang sama dengan Urey mengenai terbentuknya kehidupan pertama. Tetapi Oparin yang telah melakukan percobaan lebih dulu tidak berhasil membuktikan bahwa reaksi antara CH4, NH3, H2 dan H2O itulah yang menghasilkan asam amino secara alamiah.

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *