Jumat, 27 Februari 2015

Daftar istilah dalam bidang industri maju

Dalam bidang perindustrian dikenal banyak istilah yang berkaitan dalam dunia tersebut. Mungkin anda sedang mencari informasi satu atau beberapa istilah yang kurang di mengerti, untuk itu kali ini Enjangcom akan memberikan informasi secara online.

50 istilah dalam bidang industri Berikut admin mencatat 50 istilah dalam bidang industri :
  1. Agroindustri : industri dibidang pertanian.
  2. AKIN : Akademi Kimia Industri.
  3. Amko : mobil kecil (taksi).
  4. Asembling : perakitan bagian-bagian mesin, kendaraan, dan lain-lain.
  5. AIPI : Asosiasi Industri Plastik Indonesia.
  6. API : Asosiasi Pertekstilan Indonesia.
  7. ATBM : Alat Tenun Bukan Mesin.
  8. AKPERIN : Akademi Perindustrian.
  9. Aspal : sisa pengolahan minyak yang dapat digunakan memperkeras jalan.
  10. Airframe : seluruh pesawat terbang, tanpa mesin.
  11. Batu pualam : batu kapur yang mengalami metamorfosa.
  12. Bahan mentah : bahan dasar yang belum siap dipakai.
  13. Bahan baku : barang setengah jadi dan belum siap dipakai.
  14. Barang jadi : barang hasil pengolahan yang sudah siap dipakai atau digunakan.
  15. Bahan bakar : salah satu jenis bahan galian yang dapat menimbulkan api (panas), seperti : batubara, minyak. dan lain-lain.
  16. Bahan peledak : senyawa kimia yang yang bereaksi dengan cepat, hingga memiliki kekuatan.
  17. Bahan galian bijih : bahan tambang seperti : besi, timah, bauksit, emas, dan lain-lain.
  18. BIPIK : bimbingan dan pengembangan industri kecil.
  19. Brons : barang-barang campuran timah dan tembaga.
  20. Boldauser : mobil raksasak pengeruk galian atau material.
  21. Desain : rancangan model.
  22. Elpiji (LPG) : liquified petroleum gas (gas alam cair, sebagai jenis bahan bakar).
  23. Era industrialisasi : zaman industri yang ditandai dengan munculnya budaya serba industri.
  24. Home industri : industri rumah tangga.
  25. Huller : mesin penggiling padi.
  26. Industri dasar : barang industri yang digunakan pada sektor industri lain sebagai bahan baku atau alat-alat industri, misalnya : tekstil, industri besi baja, kimia, dan lain-lain.
  27. Industri berat : sejenis industri dasar yang berupa barang-barang berukuran raksasa dan berat (besi, baja, dan lain-lain).
  28. Industri pedesaan : usaha mengolah barang-barang keperluan hidup di daerah pedesaan yang dilakukan dengan tangan.
  29. Industri mesin : perusahaan industri yang bergerak di bidang permesinan.
  30. Industri pariwisata : usaha industri di bidang pariwisata.
  31. Industri hilir : industri yang memproduksi barang-barang jadi.
  32. Karoseri : penutup kerangka mobil, bagian utama badan mobil.
  33. Kerajinan tangan : kegiatan bidang industri yang dikerjakan tanpa menggunakan mesin.
  34. Kerajinan kulit : kegitan industri yang mengolah bahan kulit menjadi barang-barang siap pakai atau bahan setengah jadi.
  35. Komponen : bagian dari keseluruhan : unsur.
  36. Komersial : bersifat dagang.
  37. Konveksi : industri pakaian jadi.
  38. Kualitas : mutu (suatu barang dan lain-lain).
  39. LIK : Lingkungan Industri Kecil.
  40. Limbah : buangan sisa-sisa produksi yang mengandung bahan kimia.
  41. Manajemen : pengelolaan.
  42. Komoditi : barang-barang dagangan.
  43. Polyster : serat buatan.
  44. Produktivitas : kemampuan untuk menghasilkan sesuatu.
  45. Marmer : batu pualam.
  46. Rekanan : orang yang memiliki hubungan timbal balik dalam dunia usaha.
  47. Suku cadang : alat-alat yang menjadi komponen dari mesin.
  48. Sektor : lingkungan suatu usaha.
  49. Terpentin : sejenis minyak untuk memasak cat.
  50. Kadin : kamar dagang dan industri.
Daftar istilah dalam bidang industri maju
Demikian 50 daftar istilah dalam dunia industri maju, semoga menjadi informasi yang bermanfaat. Mohon maaf jika ada istilah yang kurang pas.Bagi anda yang sedang belajar Bahasa Indonesia silahkan baca juga :

Kamis, 26 Februari 2015

58 istilah bidang persuratkabaran dan artinya

Dunia dunia surat kabar dikenal banyak istilah yang tentunya berhubungan dengan persuratkabaran. Terkadang juga kata atau istilah tersebut sering kita dengar dan terlihat sepele, namun ternyata kita mampu untuk mengartikan atau mendeskripsikannya secara jelas.

Untuk itu, kali ini Enjangcom akan memberikan info tentang berbagai istilah tersebut agar kita lebih memahaminya, yang kami rangkum dalam 58 istilah bidang persuratkabaran dan artinya.
  1. Acara tugas (schedule) : daftar tugas yang harus dikerjakan.
  2. Akhir klimaks (suspended interest) : suatu informasi yang klimaksnya ada di akhir berita.
  3. Alinea pengantar (Top) : alinea pembukaan dari suatu karangan.
  4. Angka halaman (page number) : nomor urut halaman yang terdapat pada koran, majalah, atau buku.
  5. Berita (New) : keterangan yang akan digelar di koran, dan lain-lain.
  6. Balai wartawan (press room) : suatu ruangan yang disediakan untuk kepentingan para wartawan dalam melakukan tugasnya.
  7. Balon percobaan (proffballon) : suatu berita yang disiarkan secara sengaja untuk memancing reaksi atau pemberitaan lebih jauh umumnya bersifat politis.
  8. Baris berita : tanggal penerbitan surat kabar.
  9. Berita basi : berita yang sudah terlambat dan tak berharga.
  10. Berita buatan : pemberitaan yang tidak berdasarkan kenyataan atau kebenaran disiarkan untuk maksud tertentu.
  11. Berita film : berita yang berkaitan dengan ihwal perfilman.
  12. Berita hangat : penyampaian berita yang sangat menggemparkan.
  13. Berita kawat : berita yang dikirimkan lewat telegram ke redaksi surat kabar oleh wartawan atau koresponden guna disiarkan.
  14. Berita keluarga : berita yang isinya berkaitan dengan ihwal keluarga.
  15. Berita kematian : berita yang bertalian dengan ihwal kematian seorang tokoh, dan lain-lain.
  16. Berita kriminil : berita yang berhubungan dengan ihwal kejahatan.
  17. Berita menarik : suatu kupasan, artikel yang memiliki daya tarik secara emosional.
  18. Berita sensasi : berita yang dibesar-besarkan dan dibumbuhi guna menarik minat pembaca.
  19. Berkala : suatu bentuk penerbitan secara berkala (harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan lain-lain).
  20. Cara penyajian : usaha penyampaian berita secara menarik.
  21. Cerber : cerita bersambung.
  22. Cerkak : cerita cekak alias cerita pendek.
  23. Daerah liputan daerah tugas seorang pewarta.
  24. Delik pers : suatu tulisan yang dimuat dalam sura kabar yang dianggap sebagai suatu pelanggaran.
  25. Des naskah : tempat redaksi bekerja menyunting naskah.
  26. Desas-desus : Kabar angin
  27. Dewan kehormatan : dewan yang dibentuk oleh PWI untuk mengawasi pelaksanaan kode etik wartawan.
  28. Dewan pers : dewan yang dibentuk oleh pemerintah yang beranggotakan organisasi (wakil-wakilnya) pers. Tugasnya mengawasi tingkah laku pers dan memberi nasihat kepada pemerintah.
  29. Edisi : lembaran-lembaran surat kabar yang dicetak pada penerbitan yang sama.
  30. Edisi ekstra : edisi yang diterbitkan di luar edisi biasa, untuk menyiarkan suatu berita penting.
  31. Edit : menyunting naskah sehubungan dengan penyajiannya, bahasanya, ejaan, dan lain-lain agar relevan dengan minat pembaca.
  32. Editor : orang yang melakukan pengeditan.
  33. Ekonomi kata : penggunaan kata-kata lebih hemat dan istilah jelas dalam suatu gaya berita.
  34. Faksimil : teknik mengubah halaman surat kabar untuk ditransmisikan melalui satelit komunikasi dari suatu percetakan di negara atau benua lain ke percetakan di negara lain.
  35. Gadis sampul : julukan bagi gambar gadis yang dipajang dikulit muka suatu koran, majalah, dan lain-lain.
  36. Gambar sampul : gambar yang dimuat di halaman depan sampul suatu majalah dan biasanya merupakan isi berita yang aktual.
  37. Hadiah jurnalistik Adinegoro :hadiah bagi wartawan terbaik dalam reportasenya (dari PWI cabang Jakarta) dan diberikan setiap tahun.
  38. Halaman belakang : halaman terakhir surat kabar.
  39. Harian : surat kabar yang terbit setiap hari.
  40. Halaman opini : lembaran koran yang berisi opini, tajuk berita, dan lain-lain.
  41. Iklan : pesan yang dimuat dalam penerbitan pers atau radio yang harus disiarkan karena kepentingan barang yang akan diiklankan.
  42. Ilustrator : orang yang membuat ilustrasi.
  43. Informan : orang yang mengumpulkan bahan berita tetapi tidak menulisnya.
  44. Judul berita : judul berita yang terdapat dalam surat kabar yang biasanya dicetak dengan huruf besar dan tebal.
  45. Kantor berita : suatu organisasi pers yang mengumpulkan dan menyediakan bahan berita untuk media massa (pers, radio, televisi) baik berita untuk media nasional maupun berita internasional.
  46. Karikatur :ilustrasi dalam koran yang berbentuk tulisan disertai gambar dan isinya humoristis penuh sindiran.
  47. Kolomnis : seorang penulis yang menyumbangkan karangan pada suatu koran, majalah dan secara tetap.
  48. Laporan berita : usaha penyampaian peristiwa-peristiwa.
  49. Liputan : penulisan suatu berita atau laporan tentang suatu masalah atau kejadian.
  50. Naskah berita : bahan-bahan berita yang siap untuk diset.
  51. Polemik : perang pena : perdebatan tertulis untuk mempertahankan argumennya.
  52. Pumpunan berita : suatu karangan atau artikel khas mengenai suatu peristiwa yang terjadi.
  53. Redaktur ekonomi : bagian redaksi suatu penerbitan pers yang menangani berita-berita ekonomi.
  54. Ruang redaksi : ruang (semua naskah diolah); tempat pengolahan naskah.
  55. Suntingan : tatanan memperbaiki dan menyusun kembali siaran hingga siap disiarkan.
  56. Tubuh berita : bagian dari pemberitaan yang disusun setelah teras berita.
  57. Wartawan : orang yang pekerjaannya memburu berita guna disiarkan lewat pers, dan lain-lain.
  58. Pelanggan koran : abonemen.
58 istilah bidang persuratkabaran dan artinya
Itulah rangkuman istilah dalam surat kabar yang kami sampaikan lewat 58 istilah bidang persuratkabaran dan artinya. Semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari informasi online dan menjadikan tambahan pengetahuan. Baca juga Istilah dalam bidang perfilman dan penjelasannyaa

Bagi anda yang sedang belajar Bahasa Indonesia silahkan baca juga :

Rabu, 25 Februari 2015

Desain banner ucapan selamat kejuaraan bola voly

Desain banner ucapan selamat kejuaraan bola voly

Desain banner ucapan selamat kejuaraan bola voly. Pernahkan anda melihat banner besar yang dipajang di depan sekolah atau mungkin di pinggir jalan? Misalnya banner berisi ucapan selamat atas diraihnya kejuaraan bola voly, sepak bola atau kejuaraan lain yang membanggakan bagi sekolah yang bersangkutan.


Untuk kali ini Enjangcom akan berbagi banner yang mirip dengan yang anda lihat, tetapi banner ini merupakan banner kejuaraan bola voly. Desain banner tersebut saya buat atas permintaan istri saya karena dia mengajar di sekolah tersebut, tepatnya MI PSM Kepuhrejo, Gampengrejo, Kediri, Jawa Timur.


Banner tersebut saya buat biasa saja, jadi jika anda kurang puas bisa mengeditnya kembali dengan kreasi sampeyan. Oh ya, banner tersebut merupakan banner ucapan selamat kepada team bola voly MI PSM Kepuhrejo yang telah berhasil meraih Juara II kejuaraan bola voly Aksioma (Aksi Seni dan Olah raga Madrasah) tingkat Kabupaten Kediri.


Lihat tampilan gambar Desain banner ucapan selamat kejuaraan bola voly format JPEG di bagian atas artikel ini:


UNDUH


File size : 26,6 MB


Banner di atas berformat JPEG, bagi anda yang menginginkan versi PSD yang bisa di edit menggunakan sofware grafis Adobe Photoshop, silahkan unduh. Ukuran file format PSDnya 26,6 MB.


Demikian Desain banner ucapan selamat kejuaraan bola voly yang dapat kami bagikan, semoga membuat pekerjaan anda lebih efektif.

Jenenge Satriya lan Kasatriyane

Jenenge Satriya lan Kasatriyane

Jenenge Satriya lan Kasatriyane. Dalam dunia pewayangan, setiap kesatria mempunyai tempat kesatriyan masing-masing. Dibawah ini akan kami berikan nama kesatria dan juga kesatriyannya.




  1. Raden Werkudara satriya ing Jodhipati

  2. Raden Janaka satriya ing Madukara

  3. Raden Nakula satriya ing Bumi Retawu/Gumbiratalun

  4. Raden Sadewa satriya ing Sawojajar

  5. Raden Gathotkaca satriya ing Pringgondani

  6. Raden Antareja satriya ing Pringgondani

  7. Raden Antasena satriya ingSapta Pertala

  8. Raden Abimanyu satriya ing Plangkawati

  9. Raden Irawan satriya ing Yasarata

  10. Raden Setyaki satriya ing Lesanpura

  11. Raden Setiyaka satriya ing Tambak Mas

  12. Raden Sombo satriya ing Parang garudha

  13. Raden Udawa satriya ing Widarakandhang

  14. Raden Thistajumpena satriya ing Cempalareja

  15. Raden Jayajatra satriya ing Bwana Keling

  16. Raden Kartamarma satriya ing Ngadilangu

  17. Raden Aswatama satriya ing Sokalima

  18. Raden Lesmana Mandra Kumara satriya ing Saroja Binangun

  19. Raden Dursasana satriya ing Bajar Jumput

  20. Raden Sengkuni satriya ing Plasajenar

  21. Raden Anoman satriya ing Kendhali Sada

  22. Raden Kumbakarna satriya ing panglebur Gangsa



Silah-silahing Ukara Jawa

Silah-silahing Ukara Jawa

Silah-silahing Ukara Jawa. Silah-silahing ukara sing perlu diweruhi ana 6 warna, yaiku:
1. Ukara Kandha (Kalimat Langsung)
yaiku ukara sing ngandhakake omongan liyan kanthi persis.
Contone:
- Ibu ngendika, "Kowe apa wis adus?"
- "Aku arep menyang kutho", ngendikane bapak


2. Ukara Crita (Kalimat Tak Langsung)
Yaiku ukara sing nyritakake omongan liyan mung sarine/ringkese bae.
Contone:
- Agus takon, sapa sing tiba wingi kae.
- Ngendikane ibu, aku kudu sregep sinau.


3. Ukara Tindak/Tanduk (Kalimat Aktif)
Yaiku ukara sing jejere nindakake pagawean
Contone:
- Rini tuku klapa
- Ibu mundhut sayur kanggo masak


4. Ukara Tanggap (Kalimat Pasif)
Yaiku ukara sing jejere dikenani pegawean
Contone:
- Jajane dipangan kucing
- Sepedahe ditumpaki Adit


5. Ukara Pakon (Kalimat Perintah)
Contone:
- Bukaken lawang kui
- Tutupen bukumu


6. Ukara Panjaluk (Kalimat Permohonan)
Contone:
- Tulung aku jupukna ngombe
- Coba kowe minggira, aku tak liwat


Katrangan
Ukara kandha bisa didadekake ukara crita, lan ukara crita uga bisa didadekake ukara kandha.
Miturut medharake gagasan, ukara bisa diperang dadi 2 warna:
1. Ukara Lamba (Kalimat tunggal)
yaiku ukara sing medharake gagasan mung siji.
Contone:
- Rati tuku buku
- Aku mangan sega


2. Ukara Camboran
Yaiku ukara sing medharake gagasan luwih saka siji. Ukara camboran iku rangkepane ukara lamba.
Contone:
- Adi pinter nanging Dika bodo
- Dani ditukokake sepedha anyar amarga munggah kelas


Ukara Jawa


Demikian pengetahuan mengenai Ukara Jawa, semoga bermanfaat bagi anda yang sedang belajar Bahasa Jawa.



Silah-Silahing Tembung Jawa

Silah-Silahing Tembung Jawa

Silah-silahing tembung Jawa, jika didalam bahasa Indonesia disebut dengan jenis-jenis kata. Disini akan kami uraikan jenis kata dalam bahasa Jawa.


Silah-silahing Tembung Jawa
Miturut golonganing tembung ana 10 warna:


1. Tembung Aran (Kata Benda)
Contone:
- lemari
- gelas
- meja


2. Tembung Kriya (Kata kerja)
Contone:
- mlayu
- mangan
- nyapu


3. Tembung Ganti (Kata Ganti)
Contone:
- ku
- dheweke
- kowe


4. Tembung Wilangan (Kata Bilangan)
Contone:
- siji
- lima
- setengah
- akeh


5. Tembung Sipat/kahanan (Kata Sifat)
Contone:
- bagus
- elek
- seneng


6. Tembung Katrangan (Kata Keterangan)
Contone:
- ndhuwur
- ngisor
- tengah


7. Tembung Seru/Pangguwuh (Kata Seru)
Contone:
- wah
- aduh
- eh


8. Tembung Sandhangan (Kata Sandang)
Contone:
- Sang
- Hyang
- Raden


9. Tembung Panyambung (Kata Sambung)
Contone:
- sarta
- lan
- wusana


10. Tembung Pangarep (Kata Depan)
Contone:
- ing
- saka
- sing



Pamilahe Tembung Jawa

Pamilahe Tembung Jawa

Pamilahe Tembung Jawa. Didalam bahasa Jawa, tembung atau kata itu dibagi lagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan strukturnya. Kalimat (ukara) tersusun dari beberapa kata (tembung). Kata (tembung) terdiri dari susunan suku kata (wanda), dan suku kata (wanda) tersusun dari sekumpulan huruf (aksara). Jika dibuat skema menjadi seperti ini:
Ukara (kalimat) < Tembung (kata) < Wanda (suku kata) < Aksara (huruf)


Pamilahe tembung
Tembung bisa diudhal manut wandane lan kudu adhedasar tembung linggane (menawa tembung andhahan). Tuladha:
- gambar = gam - bar
- gambaran = gam - bar - an
- keturon = ke - tu - ru - an


Miturut jenise, tembung jawa ana 6:
1. Tembung Lingga
Tembung lingga yaiku tembung sing durung owah saka asale (kata dasar). Tembung lingga sing unine mung sakecapan diarani tembung wod.
Tuladhane tembung lingga:
- Adus, babar, kursi, tuku, turu (2 wanda)
- gamelan, garuda, segara (3 wanda)
Tuladhane tembung wod:
- tik, tul, lur, sak, rak. bak, gas, lsp.


2. Tembung Andhahan (Kata Jadian)
Tembung andhahan yaiku tembung sing owah saka asale.
Tuladha:
- latare
- piwulang
- tetuku
- omahe


2.1 Ater-ater (awalan)
a. Ater-ater hanuswara (awalan asal) sing awujud:
m-, n-, ng-, lan ny-
m- + pupus = mupus
n- + tulis = nulis
ng- + gawa = nggawa
ny- + sikut = nyikut
b.  Ater-ater tripurusa sing awujud: dak-, ko-, lan di-, sing awujud:
dak + pangan = dakpangan
ko + jupuk = kojupuk
di + tuku = dituku
c. Ater-ater liyane sing awujud:
a- + lungguh = alungguh
ma- + lumpat = malumpat
ka- + limpe = kalimpe
ke- + sandhung = kesandhung
sa- + gegem = sagegem
pa- + lilah = palilah
pi- + tutur = pitutur
pra- + wira = prawira
kami- + tuwa = kamituwa
kapi- + lare = kapilare
tar- + waca = tarwaca


2.2 Seselan (Sisipan)
Seselan sing awujud: -um, -in, -l lan -r
teka + -um = tumeka
gawa + -in = ginawa
siwer + l = sliwer
tudhung + l = tludhung
kelip + r = krelip


2.3 Panambang (akhiran)
Panambang sing awujud -i, -ake, -e, -ane, -ke, -a, -ana, -na, -ku, -mu, lan -en
teka + -i = tekani
turut + -ake = turutake
bapak + -e = bapake
jaluk + -ane = jalukane
kethok + -ke = kethoke
sepatu + -mu = sepatumu
pangan + -an = panganan
sugih + -a = sugiha
jupuk + -en = jupuken


3. Tembung Rangkep (Kata Ulang)
Tembung rangkep yaiku sakabehing tembung sing diwaca kaping pindho, bisa sakabehing tembung utawa mung sawanda. Tembung rangkep ana telung macem, yaiku:
3.1 Tembung dwilingga
Tembung dwilingga yaiku tembung -tembung sing diwaca kaping pindho kabeh linggane.
a. Dwilingga padha swara
- abang-abang
- guru-guru
- kewan-kewan
b. Dwilingga salin swara
- mloka-mlaku
- bola-bali
- wira-wiri
c. Dwilingga semu
- athi-athi
- undur-undur
- ondhe-ondhe


3.2 Tembung Dwipurwa
Tembung dwipurwa yaiku tembung-tembung sing diwaca kaping pindho mung wanda sing ngarep. Tuladhane:
- lelaku
- lelumpuk
- geguyu


3.3 Tembung Dwiwasana
Tembung dwiwasana yaiku tembung-tembung sing diwaca kaping pindho mung wanda sing mburi. Tuladhane:
- besisik
- cengingis
- cekikik


4. Tembung Camboran
Tembung camboran (kata majemuk) yaiku tembung loro utawa luwih sing dirangkep dadi siji, miturut tegese tembung camboran bisa kaperang dadi loro, yaiku:
a. Camboran tunggal
- nagasari
- semarmendem
- ulerkembang
-daramuluk
b. Camboran wudhar
- gedhe cilik
- meja tulis
- gedhang goreng
- lara branta


5. Tembung Tanduk
Tembung tanduk yaiku tembung lingga sing oleh ater-ater hanuswara (m-, n-, lan ny-). Tembung tanduk bisa kaperang dadi telu warna, yaiku:
a. tembung tanduk kriya wantah, yaiku tembung sing ora oleh panambang
- maju
- ndeleh
- ngadeg
- nyapu
b. tembung tanduk i-kriya, yaiku tembung tanduk sing oleh panambang i
- menthungi
- nglabuhi
- nulungi
c. tembung tanduk ke-kriya, yaiku tembung tanduk sing oleh panambang ke utawa ake
- nduduhake
- nyelehake
- ngalungake


6. Tembung Tanggap
Tembung tanggap yaiku tembung lingga sing oleh ater-ater tripurusa (ko-, dak-, lan di-) lan seselan -in. Tembung tanggap bisa kaperang dadi patang warna.
a. Tanggap tripurusa, yaiku tembung lingga sing oleh ater-ater tripurusa
- kojupuk
- dakpangan
- dibalangi
b. Tanggap na, yaiku tembung lingga sing oleh seselan -in.
- sinengkakake
- tinulis
- tinubruk
c. Tanggap tarung, yaiku tembung dwilingga sing oleh seselan -in tripurusa
- serat-sinerat
- cokot-cinokot
- sawang-sinawang
d. Tanggap ka, yaiku tembung lingga sing oleh ater-ater ka- kanthi teges dijarak
- kaobong
- kapangan
- kagendhong



Senin, 23 Februari 2015

Istilah bidang pemerintahan dan penjelasannya

Istilah bidang pemerintahan dan penjelasannya

Dalam dunia pemerintahan terdapat istilah-istilah yang mungkin kurang atau bahkan tidak anda mengerti. Karena memang anda bukan terjun dibidang pemerintahan, jadi sewajarnya jika tidak mengerti maksudnya. Untuk itu, kali ini Enjangcom akan memberikan info tentang istilah-istilah yang terdapat atau biasa digunakan dalam bidang pemerintahan.

70 istilah bidang pemerintahan
Di sini kami hanya mampu memberikan 70 istilah dalam bidang pemerintahan dan penjelasann singkatnya, sehingga diharapkan anda mengerti inti dari pengertian istilah tersebut. Berikut daftar istilah pemerintahan.

Tips pencarian istilah : Khusus bagi anda yang menggunakan komputer, untuk mempercepat pencarian istilah, silahkan tekan Ctrl + F. Setelah muncul kotak di pojok kanan atas silahkan ketikkan kata atau istilah yang anda maksud, dengan cepat kata/istilah akan ditandai dengan blok warna kuning.
  1. Aparat : alat negara.
  2. Aspirasi : kehendak yang keras.
  3. Asisten : pembantu, wakil.
  4. Akselerasi : meningkatkan kecepatan waktu.
  5. Administrasi : segala kegiatan yang berkaitan dengan surat-menyurat.
  6. BUN : Bendahara Umum Negara.
  7. BAKN : Badan Administrasi Kepegawaian Negara.
  8. Birokrasi : cara kerja yang penuh prosedural (berliku-liku).
  9. Bimas : bimbingan massal.
  10. Beslah : menyita.
  11. Beslit : surat keputusan, pengangkatan, dan sebagainya.
  12. Dispenda : Dinas Pendapatan Daerah.
  13. Disbun : Dinas Perkebunan.
  14. Gubernur : Kepala daerah tingkat I (propinsi).
  15. Figur : tokoh atau gambaran, sosok tubuh.
  16. Fasilitas : segala hal yang dapat memudahkan (perkara, kegiatan, dan lain-lain).
  17. Fedweral : pemerintahan yang terdiri dari beberapa negara bagian.
  18. Feodal : tata kehidupan masyarakat yang dikuasai kaum bangsawan, tuan tanah.
  19. Fonds : dana, anggaran.
  20. Fungsionaris : pejabat (pegawai, anggota pengurus) yang menduduki fungsi (kedudukan).
  21. Gubernemen : pemerintahan (zaman Belanda).
  22. Guyub : rukun.
  23. Hadir : ada, datang.
  24. Hakim : orang yang memutuskan (mengadili) perkara.
  25. Hansip : pertahanan sipil.
  26. inventarisasi : penyusunan daftar barang-barang yang ada di kantor, gudang, dan sebagainya.
  27. Insransi : badan pemerintahan umum (kantor, jawatan).
  28. Kiprah : melakukan gerakan dengan penuh semangat.
  29. Kompartemen : pembagian menjadi bagian-bagian wilayah.
  30. Kodam : komando daerah militer.
  31. Kodau : komando daerah udara.
  32. Kompeten : berwenang, berkuasa (memutuskan) sesuatu.
  33. Kondiute : perikelakuan, kemampuan ; tata tertib
  34. Kolega : teman sejawat, sekerja.
  35. Konvensi : permufakatan.
  36. Korupsi : melakukan penyalahgunaan jabatan, barang-barang, dan lain-lain, demi keuntungan sendiri.
  37. Koruptor : orang yang melakukan korupsi.
  38. Karo : kepala biro.
  39. Konsolidasi : usaha memperkuat kedudukan.
  40. Lapor : memberitahu.
  41. Leader : pemimpin.
  42. Legislatif : berwenang membuat undang-undang.
  43. Liberal : bersifat bebas.
  44. Manajemen : pengelolaan.
  45. Manipulasi : perbuatan curang (menggelapkan, menimbun) barang untuk spekulasi.
  46. Memorandum of understand : perjanjian saling pengertian.
  47. Mutasi : (pegawai) perpindahan tugas.
  48. Muspika : musyawarah pimpinan kecamatan.
  49. Otoritas : kekuasaan.
  50. Pangreh praja : pegawai negeri zaman Belanda.
  51. Pamong desa : perangkat desa ; abdi negara di desa.
  52. Pemda : pemerintah daerah.
  53. Posko : pos komunikasi.
  54. Swapraja : daerah istimewa.
  55. Swakarsa : dikerjakan berdasarkan inisiatif sendiri.
  56. Swasembada : memenuhi kebutuhan sendiri.
  57. Swadaya : kemampuan atau kekuatan sendiri.
  58. Warakawuri : janda pahlawan.
  59. Rekomendasi : saran yang membenarkan (menguatkan).
  60. Retribusi : biaya pungutan untuk kendaraan yang memanfaatkan jasa (jalan, tempat-tempat tertentu, dan lain-lain).
  61. Trayek : jalur perjalanan.
  62. JIM : Jakarta Informal Meeting.
  63. Humas : hubungan masyarakat.
  64. Kabag : kepala bagian
  65. Kasi : kepala seksi.
  66. LMD : lembaga masyarakat desa.
  67. LKMD : lembaga ketahanan masyarakat desa.
  68. Siskamling : sistem keamanan lingkungan.
  69. Ipeda : iuran pembanguann daerah.
  70. PAD : pendapatan asli daerah.
Itulah istilah-istilah yang sering digunakan dalam bidang pemerintahan khususnya di Indonesia. Semoga menjadikan tambahan wawasan. Bagi anda yang sedang belajar bagaimana menggunakan istilah yang baik dan benar dalam kalimat silahkan baca artikel :
Jenis Tembang Jawa lan Tuladhane

Jenis Tembang Jawa lan Tuladhane

Jenis Tembang Jawa lan Tuladhane. Didalam tembang Jawa terdapat berbagai macam tembang. Tembang-tembang ini mempunyai karakteristik sendiri-sendiri. Contoh yang paling dikenal oleh masyarakat luas adalah tembang macapat. Disini akan dijabarkan mengenai pembagian tembang jawa beserta dengan contohnya.


Tembang Jawa ana telung warna:
a. tembang macapat
b. tembang tengahan
c. tembang gedhe


1. Tembang Macapat
Tembang macapat ana 11 pupuh, yaiku:
a. asmaradana
b. dhandhang gula
c. durma
d. gambuh
e. kinanti
f. maskumambang
g. megatruh
h. mijil
i. pangkur
j pocung
k. sinom


Ciri-ciri tembang macapat:
1. kaiket dening guru lagu, guru wilangan, lan guru gatra
2. basa kang dinggo basa jawa kuno
3. isine ngenani pitutur/nasehat, dongeng, lan crita wayang


Ing tembang jawa, saben sak baris diarani sak gatra.
- dhandhang gula ana 10 gatra (baris)
- kinanti ana 6 gatra
- pangkur ana 7 gatra
- gambuh ana 5 gatra
- megatruh ana 5 gatra
- sinom ana 9 gatra


Guru wilangan yaiku akehing kecap (ucap) utawa suku tembung saben sa gatra (baris)


Guru lagu yaiku aksara urip (vokal) ing pungkasaning gatra (baris)


Tuladha:
Kinanthi
Anoman malumpat sampun  (guru wilangan 8 wanda, guru lagu u)
Prapteng witing nagasari  (guru wilangan 8 wanda, guru lagu i)
Mulat maringandhap katingal  (guru wilangan 8 wanda, guru lagu a)
Wanodya yu kuru aking  (guru wilangan 8 wanda, guru lagu i)
Gelung rusak wor lan kisma  (guru wilangan 8 wanda, guru lagu a)
kang iga-iga kaeksi  (guru wilangaan 8 wanda, guru lagu i)


Dhandhang Gula
Dhuh kusuma ingkang milangoni (10/i)
Buron arum ingkang sobeng warna (10/a)
Yen panggih sun arasane (8/e)
Sumber gung ngisor gunung (7/e)
Wreksa langking sisaning agni (9/i)
Sun sandhang pinarenga nedya amemanuh (13/u)
Wit saking tresnaning mana (8/a)
Surya ratri wong kuning sun kawulani (12/i)
Sun adhep saben dina (7/a)


Sinom
Sun iki dhutaning nata (8/a)
Prabu kenya Majapahit (8/i)
Kekasih Damar Sasangka (8/a)
Atma mantune ki patih (8/i)
Magang anyar awak mami (8/i)
Lahta bisma praptaningsun (8/u)
Ingutus Sang Narpendah (7/a)
Kinen mocok murdantaji (8/i)
marmaningsun ingutus ywa mindho karya (12/a)


Gambuh
Sekar gambuh ping catur (7/u)
kang cinatur polah kang kalantur (10/u)
tanpa tutur katula-tula katali (12/i)
kadulu warsa kapaluh (8/u)
katutuh pan dadi awon (8/o)


Pangkur
Mingkar-mingkure angkara (8/a)
Angkarana karenan mardi siwi (11/i)
Sinawung resmining kidung (8/u)
Sinuba sinukarta (7/a)
Mrih ketata pakartining ngelmu luhung (12/u)
Kang tumrap neng tanah Jawa (8/a)
Agama ageming aji (8/i)
(Wedhatama, KGPAA Mangkunagara IV)


Pocung
Basa ngelmu, mupangate lan panemu
Pasahe lan tapa
Yen satria tanah jawi
Kuna-kuna kang ginilut tri prakara
Lila lamun, kelangan noragegetun
Nrima yen kataman
Sak serik sameng dumadi
Tri legawa nalangsa srah ing bathara.


Bathara gung ing nguger jroning jejantung
Jenek hyang wisesa
Sana pasenedan suci
Nora kaya si mudha mudhar angkara.


Maskumambang
Gereng-gereng Gathotkaca sru anangis
Sambaté mlas arsa
Luhnya marawayan mili
Gung tinamĂȘng astanira


Mijil
Jalak uren mawurahan sami, (10/i)
Samadya andon woh, (6/o)
Amuwuhi malad wiyadine, (10/e)
Ana manuk mamatuk sasari, (10/i)
Angsoka sulastri, (6/i)
Ruru karya gandrung. (6/u)
(Haji Pamasa, Ranggawarsita)


Durma
Damarwulan aja ngucireng ngayuda, (12/a)
Baliya sun anteni, (7/i)
Mangsa sun mundura, (6/a)
Lah Bisma den prayitna, (7/a)
Katiban pusaka mami, (8/i)
Mara tibakna, (5/a)
Curiganira nuli. (7/i)
(Langendriyan)


2. Tembang Tengahan
Tembang tengahan kaperang dadi 4, yaiku:
a. balabak
b. girisa
c. jurudemung
d. wirangrong


3. Tembang Gedhe
Tembang gedhe kaperang dadi 4, yaiku:
a. citramengeng
b. kusumastuti
c. mintajiwa
d. pamularsih


Ciri-ciri tembang gedhe :
1. saben bait kaperang saka 4 gatra atau 4 wanda pada pala (pala lingsa).
2. rong (2) gatra atau rong (2) pada kasebut sak (1)  pada dirga.
3. patang (4) gatra kasebut uga 2 pada dirge atau sapa deswara utawa siji (1) pada iswara.
4. saben -saben pala utawa gatra jumlahe sak ukara iku pada, biasane kasebut laku utawa lampah.


Tembang gedhe iku luwih asring dinggo ana ing pagelaran wayang kulit.



Istilah dalam bidang perfilman dan penjelasannya

Istilah dalam bidang perfilman dan penjelasannya

Dalam perfilman kita sering mendengar istilah-istilah yang berkaitan dengan hal tersebut, namun kita tidak bisa menjelaskan atau mendeskripsikan apa arti istilah tersebut. Misalnya aktor, aktris, dialog dan sebagainya. Untuk itu, bagi anda yang sedang mencari info apa arti dari berbagai istilah yang biasa digunakan dalam bidang perfilman, kali ini Enjangcom akan memberikan informasi tentunya yang berkaitan dengan hal tersebut.

52 istilah bidang perfilman

Berikut kami sampaikan istilah-istilah dalam bidang radio dan televisi yang kami rangkum dalam 552 istilah. Tips pencarian istilah : Khusus bagi anda yang menggunakan komputer, untuk mempercepat pencarian istilah, silahkan tekan Ctrl + F. Setelah muncul kotak di pojok kanan atas silahkan ketikkan kata atau istilah yang anda maksud, dengan cepat kata/istilah akan ditandai dengan blok warna kuning.
  1. Adegan : bagian babak dalam lakon/kisah.
  2. Akting : gambaran perwatakan, baik tentang emosionalnya, inteleknya, yang dinyatakan melalui suara dan perilaku gerak.
  3. Aktor : pemeran pria dalam film atau drama.
  4. Aktris : pemeran wanita dalam film atau drama.
  5. Asisten sutradara : orang yang membantu sutradara dalam menjalankan tugas profesionalnya.
  6. Antagonis : tokoh penentang, pembawa ide pokok. Ini merupakan sumber konflik.
  7. Atraksi : pertunjukan.
  8. Artis : seniman
  9. Art direktur : penata seni utama.
  10. Bintang film : pemain film terbaik.
  11. Dekorasi : pengaturan tata panggung.
  12. Dialog : percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  13. Dubing : mengisi suara orang lain.
  14. Diksi dalam film : cara penggunaan suara/ucapan.
  15. Episode : bagian dari cerita dalam film, drama.
  16. Editor : pengedit.
  17. Epilog : kata pengantar dalam penutup.
  18. Film komedi : film yang penuh kelucuan, humoris.
  19. Film dokumentasi : dokumentasi dalam bentuk film mengenai peristiwa bersejarah.
  20. Figuran : pemain pembantu.
  21. Fantastis : bersifat khayal.
  22. General repitision : gladi bersih/resik.
  23. Ham akting : gerak, permainan yang terlalu banyak hiasan, bumbu.
  24. Kameramen : orang yang tugasnya menggunakan kamera untuk mengambil objek yang akan difilmkan, dan lain-lain.
  25. Konser : pertunjukan musik.
  26. Kostum : pakaian.
  27. Konsentrasi : pemusatan pikiran (biasanya sebelum berakting).
  28. Katastrofe : pengakhiran nasib pelaku dari keseluruhan konflik hidup.
  29. Konflik : bentrokan.
  30. Layar tancap : film yang dipertunjukkan di alam terbuka dengan layar ditancapkan di tanah.
  31. Lakon : cerita yang dimainkan dalam, wayang, drama, dan lain-lain.
  32. Musik instrumental : musik yang menyuguhkan lagu-lagu tanpa syair.
  33. Mimik : gerak-gerik air muka.
  34. Media visual : media yang dapat dilihat saja.
  35. Musik vokal : musik berupa paduan suara.
  36. Overakting : tingkah laku yang dibuat-buat.
  37. PARFI : persatuan artis film Indonesia.
  38. Pemeran : pemain film/drama.
  39. Piala Citra : piala utama dalam dunia perfilman nasional.
  40. Prolog : kata-kata pengantar dalam pembukaan (drama).
  41. Protagonis : peran utama yang menjadi sentral cerita.
  42. Produsen : orang yang paling bertanggung jawab dalam pembiayaan pertunjukan film.
  43. Seleksi : pemilihan, penyaringan.
  44. Sinopsis : ringkasan cerita.
  45. Shooting : pengambilan gambar.
  46. Skenario : naskah film, drama.
  47. Sutradara : orang yang bertanggung jawab dalam pertunjukan, artistik, teknis, dan lain-lain.
  48. Sinema : gedung tempat pertunjukan.
  49. Studio : tempat yang digunakan untuk mengambil film, dan lain-lain.
  50. Tritagonis : tokoh penengah dalam konflik.
  51. Teater : tempat pertunjukan.
  52. Fotografer : pengambil gambar.
Baca juga artikel informasi mengenai istilah yang lain di artikel :

Itulah istilah-istilah dalam dunia perfilman yang dapat kami informasikan yang berjumlah 52 istilah. Mohon maaf jika ada yang kurang karena keterbatasan pengetahuan penulis. Admin berharap info ini memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan anda semua.

Minggu, 22 Februari 2015

Istilah bidang peradioan dan pertelevisian beserta penjelasannya

Istilah bidang peradioan dan pertelevisian beserta penjelasannya

Istilah bidang peradioan dan pertelevisian beserta penjelasannya. Dalam bidang bidang peradioan dan pertelevisian kita mengenal banyak sekali istilah yang terkadang terdengar asing. Mengapa demikian? Karena tidak semua istilah tersebut digunakan dalam percakapan sehari-hari. Lagi pula, kata tersebut memang digunakan dalam dunia radio dan televisi saja. Mungkin bagi yang mendalami dunia ini sudah terbiasa mendengar dan mengerti apa maksud dalam istilah tersebut.

Namun, bagi anda yang masih dalam duduk dalam sekolah umum terkadang istilah-istilah dalam radio maupun televisi dipertanyakan. Untuk itu, bagi anda yang mencari info tentang istilah-istilah ini Enjangcom akan mencoba memberikannya beserta arti atau makna yang terkandung di dalamnya.

55 istilah bidang peradioan dan pertelevisian

Berikut kami sampaikan istilah-istilah dalam bidang radio dan televisi yang kami rangkum dalam 55 istilah. Tips pencarian istilah : Khusus bagi anda yang menggunakan komputer, untuk mempercepat pencarian istilah silahkan tekan Ctrl + F pada keyboard anda dan ketikkan istilah yang anda maksud, dengan cepat kata/istilah akan ditandai dengan blok warna kuning.
  1. Amplitudo : jarak antara puncak gelombang bunyi dan tekanan rata-rata.
  2. AF : audio frekuensi (frekuensi suara) getaran yang dimulai dari frekuensi 20 HZ - 15.000 HZ.
  3. Antariksa : ruang angkasa, ruang antar planet.
  4. Antena horisontal : antena yang berupa kawat yang direntangkan mendatar.
  5. Antena vertikal : antena berupa pipa logam yang ditegakkan.
  6. Antena ferit : antena yang berupa kumparan kawat yang dibelitkan pada inti ferit.
  7. Art direktur : direktur seni.
  8. Audence : pendengar.
  9. Musik pelepas senja : musik hiburan di malam hari.
  10. Berita : informasi siaran.
  11. Berita daerah : informasi siaran.
  12. Berita nasional : berita yang berisi peristiwa-peristiwa dalam skope nasional.
  13. Berita dunia : berita yang isinya meliputi peristiwa dunia.
  14. Berita regional : berita daerah.
  15. Berita ekonomi dan keuangan : berita khusus yang berisi dunia perekonomian dan ihwal keuangan.
  16. Direc broadcast satellite : satelit siaran langsung.
  17. Efek alunan (fading) : timbul tenggelamnya gelombang radio akibat ketinggian lapisan ionosfer yang berubah-ubah.
  18. Editor : penyunting.
  19. Direlay : dipancarkan, disiarkan.
  20. Chanel : saluran.
  21. Antena parabola : antena yang berbentuk parabola yang dapat menangkap program siaran televisi jarak jauh.
  22. Gangguan teknik /; kesalahan, kerusakan teknik.
  23. Gelombang mikro : gelombang elektronik yang digunakan pada siaran radio dan televisi.
  24. Ground wave (gelombang bumi) : gelombang radio yang merambat di atas permukaan bumi.
  25. Getaran listrik frekuensi tinggi : getaran listrik yang mempunyai frekuensi di atas 20.000 HZ.
  26. LW (long wave) : gelombang panjang.
  27. Low power television : TV bertenaga rendah.
  28. MW (medium wave) : gelombang menengah.
  29. Meliput : menyiarkan.
  30. Monitoring : pemantauan.
  31. Modulasi : proses pengubahan beberapa sifat suatu gelombang sehingga amplitudo berubah-ubah menurut frekuensi bunyi-bunyi yang akan diteruskan.
  32. Orbital : mengitari.
  33. Orari : organisasi radio amatir republik Indonesia.
  34. Operator : petugas bagian perangkat keras (telepon, radio, dan sebagainya).
  35. Media audio : media yang dapat didengarkan, dilihat (tv, film, dan sebagainya)
  36. Pemancar radio : alat untuk menyampaikan informasi melalui pesawat radio.
  37. Pemerhati : orang yang memperhatikan.
  38. Pengarah acara : petugas yang mengatur susunan acara.
  39. Pemandu gambar : penata gambar.
  40. RF : radio frekuensi.
  41. Reporter : penyiar.
  42. RAPI : radio antar penduduk Indonesia.
  43. Rekaman : hasil merekam (mencetak).
  44. RRI : Radio Republik Indonesia.
  45. SPK : stasiun produksi keliling (suatu studio mobil yang dapat untuk merekam objek di mana-mana tetapi tidak dapat langsung disiarkan).
  46. SW : short wave : gelombang pendek.
  47. Transmiter : pemancar.
  48. Transmisi : pengiriman, penyebaran.
  49. Sky wave (gelombang langit) : gelombang radio yang menuju ke angkasa dan terpantul balik ke bumi oleh lapisan ionosfer.
  50. Lapisan ionosfer : lapisan yang terdiri dari ion-ion yang terbentuk karena gas atmosfer secara terus-menerus kena sinar matahari.
  51. SKSD : Sistem Komunikasi Satelit Domestik.
  52. Stasiun penyiaran : tempat menyampaikan siaran radio dan televisi.
  53. UHF : Ultra High Frequency : frekuensi sangat tinggi.
  54. Siaran pedesaan : siaran yang menginformasikan berita-berita kegiatan desa-desa.
  55. Volume : besar kecilnya suara yang hendak kita inginkan.
Itulah 55 istilah bidang radio dan televisi beserta penjelasannya. Mohon maaf jika ada kekurangan, dan jika mungkin ada tambahan alangkah senangnya jika anda mau berbagi dengan kami. Semoga istilah radio dan televisi di atas menjadikan informasi yang bermanfaat sehingga menjadi tambahan pengetahuan.

Untuk menambah pengetahuan, silahkan baca juga :

Kamis, 12 Februari 2015

Makanan khas di indonesia dan asalnya

Makanan khas di indonesia dan asalnya. Di setiap wilayah nusantara ini memiliki makanan dengan rasa khas dan tentu saja tak ada di tempat lain di dunia ini. Hal tersebut sering dijadikan objek wisata kuliner. Biasanya, di mana ada tempat wisata, maka di situ pula tersaji makanan khas.

Keunikan makanan khas merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang belum pernah mengunjungi tempat tersebut. Bahkan, para pengunjung yang pernah datang ingin kembali berkunjung menikmati indahnya alam wisata sekaligus merasakan lezatnya makanan khas suatu daerah.

Makanan khas Indonesia dan asalnya

Jika dihitung secara keseluruhan, makanan khas yang ada di Indonesia mungkin mencapai ratusan bahkan ribuan. Nah, untuk itu kami tidak bisa menyebutkan satu-persatu jenis-jenis makanan tersebut. Berikut beberapa makanan khas Indonesia :
1. Mie dari Aceh
Dari namanya pastilah anda tahu bahwa makanan khas ini berasal dari Aceh. Mie masakan khas Aceh ini disuguhkan sedemikian rupa hingga menjadi makanan yang lezat. Pokoknya ini bukan mie biasa, adanya cuma di Aceh.
Mie makanan khas Aceh
Mie Aceh
2. Bika dari Ambon
Bika Ambon merupakan makanan khas yang berasal dari Sumatera Utara, terutama Medan.
Bika Ambon makanan khas Medan, Sumatra Utara
Bika Ambon

3. Masakan Padang
Masakan Padang adalah masakan khas yang berasal dari Sumatera Barat. Siapa yang tak kenal masakan padang yang begitu mantab, dengan bumbu santan tak ada duanya. Sambal lombok hijaunya, daun singkongnya.
Masakan Padang, makanan khas Sumatra Barat
Masakan Padang
4. Gulai Ikan Patin dari Jambi
Gulai Ikan Patin adalah masakan khas dai Jambi. Konon, gulai ini dimasak menggunakan tempoyak. Apa itu tempoyak? Tempoyak adalah daging buah durian yang telah difermentasi. rasakan nendangnya.
Gulai ikan Patin, makanan khas Jambi
Gulai ikan Patin
5. Ikan bumbu Bengkulu
Ikan yang telah dibumbui sedemikian rupa, hingga menjadi makanan khas Bengkulu yang pedas.


Makanan khas Bengkulu

6. Gulai Belacan dari Riau
Provinsi Riau memiliki makanan khas yang diberi nama Gulai Belacan. merupakan masakan udang yang dibumbu terasi.
Gulai Belacan makanan khas Riau
Gulai Belacan

7. Otak-otak Kepulauan Riau
Otak-otak merupakan makanan khas yang berasal dari Kepulauan Riau. Terdapat dua jenis otak-otak, yaitu dimasak dari ikan dan dari cumi. Wujud otak-otak ini terbilang unik, karena masakan ini dibungkus dengan daun hijau yang dikancing dengan lidi, dan kemudian dibakar dengan bara api. Jika di Jawa makanan ini mirip dengan lintingan.
Otak-otak makanan khas kepulauan Riau
Otak-otak

8. Empek-empek Sumatera Selatan
Empek-empek merupakan makanan khas Sumatera Selatan. Makanan ini terbuat dari ikan dan sagu, yang disuguhkan dengan kuah coklat yang biasa disebut cuko.

Empek-empek makanan khas Sumatra Selatan
Empek-empek

9. Mie Koba Kuah dari Bangka Belitung

Mie Koba Kuah adalah makanan khas Bangka Belitung. Mie koba terbuat dari mie kuning basah yang disiram dengan kuah ikan, cumi, udang, atau bisa juga kepiting.
Mie Koba Kuah makanan khas Bangka
Mie Koba Kuah

10. Seruit Lampung
Seruit merupakan makanan khas Lampung. Seruit merupakan masakan ikan goreng atau dibakar yang dicampur dengan sambel terasi, tempoyak seperti untuk membuat Gulai Ikan Patin atau mangga. Bagaimana rasanya?
Seruit makanan khas Bangka
Seruit

11. Sate Bandeng Banten

Baru mendengar masakan yang namanya Sate Bandeng? Masakan Sate Bandeng adalah makanan khas yang berasal Banten. Masakan ini berbeda dengan ikan bandeng biasa, karena masakan ini empuk tetapi tanpa tulang.
Sate Bandeng makanan khas Banten
Sate Bandeng

12. Kerak Telor Jakarta, adalah merupakan makanan khas Jakarta atau masyarakat Betawi. Bahan pembuat makanan ini adalah beras ketan putih, ebi, telur ayam yang disangrai hingga kering, kemudian ditambah bawang merah goreng. Selanjutnya diberi bumbu yang ditumbuk dihalus. Bumbu tersebut adalah kelapa sangrai, kencur, cabai merah, jahe, merica, gula pasir dan garam.

13. Serabi Kadang Jawa Barat, adalah makanan khas Jawa Barat. Makanan ini terbuat dari tepung beras dan kuah cair manis.

14. Lumpia Semarang Jawa Tengah, merupakan makanan khas Semarang yang merupakan ibu kota Jawa Tengah. Makanan ini terbuat rebung, telur, dan daging udang.

15. Gudeg Yogyakarta, saya yakin di nusantara ini telah banyak mendengar yang namanya Gudeg Jogja. Gudeg Jogja merupakan makanan khas Kota pelajar Yogyakarta. Masakan ini terbuat dari nangka muda kemudian dimasak dengan santan. Gudeg Jogja disuguhkan dengan nasi dan kuah santan kental, telur, ayam kampung, tahu dan sambal goreng krecek.16. Rujak Cingur Jawa Timur.

Makanan khas yang satu ini pernah dipopulerkan Mus Mulyadi dalam lagunya Rujak Cingur. Rujak Cingur merupakan makanan khas daerah Jawa Timur, tepatnya Surabaya. Konon, kata Cingur berarti mulut.

17. Ayam Betutu Bali, merupakan makanan khas yang berasal dari Bali. Masakan ini adalah lauk yang terbuat dari ayam utuh diisi bumbu, selanjutnya di panggang pada api sekam.

18. Ayam Taliwang Lombok, Nusa Tengara Barat, merupakan makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat. Masakan ini berbahan dasar ayam yang diguhkan dengan cabai merah kering, tomat merah, bawang merah, bawang putih, terasi goreng, gula Jawa, garam, dan kencur.

19. Catemak Jagung Nusa Tenggara Timur, merupakan makanan khas NTT (Nusa Tenggara Timur). Seperti namanya, Catemak jagung makanan yang terbuat dari jagung, labu lilin, dan kacang hijau yang dimasak sedemikian rupa.

20. Bubur Pedas Sambas Kalimantan Barat, Daerah Sambas, Kalimantan Barat memiliki makanan khas yang disebut Bubur Pedas Sambas. Masakan ini bertolak belakang dengan namanya yang disebut bubur pedas, karena ternyata saat disuguhkan sama sekali tak menggunakan cabai sebagai penimbul rasa pedas.

21. Soto Banjar Kalimantan Selatan, Soto Banjar merupakan soto khas Banjar, Kalimantan Selatan. Soto ini berbahan utama : ayam yang dibumbui rempah-rempah seperti kayu manis, biji pala, maupun cengkeh. Masakan ini berisi daging ayam yang disuwir tipis-tipis, disajikan berbarengan perkedel atau kentang rebus, rebusan telur, dan ketupat.

22. Juhu Singkah Kalimantan Tengah, salah satu suku yang terkenal di Indonesia ini ternyata juga memiliki makanan khas. Makanan khas Suku Dayak bernama Juhu Singkah. Makanan ini banyak dijumpai di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Juhu Singkah terbuat dari umbut rotan yang dipadu dengan ikan betok.

23. Ayam Cincane Kalimantan Timur, adalah makanan khas Kalimantan Timur, tepatnya di kota Samarinda. Makanan ini dijadikan hidangan utama pada saat masyarakat setempat menyelanggarakan upacara adat, seperti pesta pernikahan atau acara menyambut tamu kehormatan.

24. Sup Konro Bugis, Sulawesi Selatan, masyarakat Bugis memiliki masakan khas yang disebut Sup Konro. Makanan ini terbuat dari sup iga sapi. Sup ini biasanya dibuat dengan bahan iga atau daging sapi berkuah warna coklat yang dimakan dengan ketupat kecil yang sebelumnya telah dipotong-potong.

25. Sup Ikan Jantung Pisang, Sulawesi Tengah merupakan makanan khas yang berasal dari kota Palu, Sulawesi Tengah. Cita rasa makanan asam dan pedas, dengan bahan utama ikan kakap.

26. Lapa-Lapa Sulawesi Tenggara, makanan gurih dan enak bernama Lapa-Lapa merupakan makanan khas yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Biasanya dimakan dengan ikan ikan asin (kaholeonarore).

27. Binte Biluhuta Gorontalo, merupakan makanan khas yang berasal dari Gorontalo. Nama lain masakan ini adalah milu siram, karena makanan tersebut terbuat jagung yang dalam bahasa setempat disebut milu. Selain jagung makanan ini juga menyertakan udang, belimbing sayur, kelapa, daun bawang, jeruk nipis, daun kemangi, dan bawang merah.

28. Bubur Manado Sulawesi Utara, dari namanya saja sudah kita bisa menebak bahwa bubur ini berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Bubur Manado disebut juga Tinutuan. Bubur Manado tercipta dari berbagai macam sayuran, dan tidak mengandung daging. Masakan ini biasa tersaji sebagai sarapan.

29. Ikan Asar Maluku, merupakan makanan khas Maluku terbuat dari ikan cakalang atau tongkol yang dipanggang dengan asap. Karena proses pembuatannya tersebut, maka masakan ini biasa juga disebut ikan asap.

30. Gohu Ikan Ternate, Maluku Utara, adalah merupakan makanan khas Ternate, Maluku Utara. Makanan khas ini penyebutannya lengkap yaitu gohu ikan. Mengapa? karena jika hanya disebut gohu, maka menurut bahasa di sana berarti rujak pepaya muda yang tak kalah populer Maluku Utara. Gohu ikan Ternate terbuat dari ikan tuna mentah.

31. Ikan Bakar Manokwari, Papua Barat, seperti beberapa nama masakan di atas, masakan yang satu ini juga menyebutkan asalnya, yaitu Ikan Bakar Manokwari, Papua. Meskipun hanya ikan bakar, namun ikan bakar yang satu ini memiliki rasa khas dengan sambal khas Papuanya yang disiramkan di atasnya. Ikan yang dibakar pada makanan ini biasanya ikan tongkol.

32. Papeda, Papua Timur, biasa disebut juga Bubur Sagu, adalah makanan khas masyarakat Maluku dan Papua. Makanan ini bisa juga disebut sebagai makanan pokok masyarakat Maluku dan Papua. Papeda terbuat dari tepung sagu. Papeda biasanya dimakan bersama dengan kuah kuning, yang terbuat dari ikan tongkol atau ikan mubara.

33. Kue Sagu Papua Tengah, disebut juga Bagea adalah kue khas dari Papua Tengah. Bahan baku kue ini adalah tepung sagu. Kue sagu ini terasa agak keras ketika digigit, namun jika sudah masuk ke dalam mulut atau terkena air cepat melunak.

34. Kepiting Soka Kalimantan Utara, bisa kita jumpai di Kalimantan Utara, khususnya di kota Tarakan. Kepiting bisa disantap dari keseluruhan tubuhnya. Karena cangkang kepiting ini lunak sehingga bisa dimakan. Kepiting ini bisa juga dipakai sebagai camilan atau kerupuk.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Makanan khas di Indonesia dan asalnya. Semoga menjadikan tambahan wawasan, bahwa negeri Indonesia kaya sekali akan makanan khas. Sehingga wisatawan selalu tertarik untuk berkuliner ke sana.

Minggu, 08 Februari 2015

2 jenis pengelolaan usaha

2 jenis pengelolaan usaha

2 jenis pengelolaan usaha. bekerja dan melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Usaha ekonomi itu ada yang dikelola sendiri dan ada pula yang dikelola bersama-sama oleh suatu badan atau kelompok orang pemilik modal.

Jenis pengelolaan usaha

Pengelolaan secara perorangan
Usaha yang dikelola secara perorangan yaitu usaha yang dikelola dengan modal sendiri, tenaga sendiri (ada juga yang dibantu tenaga lain sebagai pekerja), dan atas tanggung jawab sendiri. Keuntungan yang diperoleh juga untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

Contoh usaha yang dikelola sendiri adalah pada bidang industri rumah tangga, seperti usaha kerajinan, barang-barang cenderamata, dan tukang jahit. Contoh lainnya dengan membuka warung atau toko, asongan, dan pedagang kaki lima.

Usaha yang dilakukan secara kelompok memiliki tanggung jawab dan kepemilikan secara bersama. Bentuk usaha yang dilakukan secara kelompok antara lain sebagai berikut :Pengelolaan secara berkelompok

1. Persekutuan
Persekutuan merupakan badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan. Contohnya Persekutuan Komanditer dan Firma.

Persekutuan komanditer
Persekutuan komanditer (CV) merupakan badan usaha yang didirikan dan dimiliki dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tanggung jawab berbeda-beda di antara anggotanya.

Firma
Firma (Fa) adalah persekutuan bisnis yang terdiri atas dua orang atau lebih dengan nama bersama yang tanggung jawabnya terbagi rata dan tidak terbatas pada setiap pemiliknya.

2. Perseroan Terbatas
Perseroan Terbatas (PT) adalah badan usaha yang memiliki badan hukum resmi, dimiliki oleh minimal 2 orang dengan tanggung jawab yang berlaku pada perusahaan.

3. Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha yang menganut asas kekeluargaan. Tujuan koperasi untuk mensejahterakan anggotanya. Keuntungan yang diperoleh dari koperasi akan dibagikan kepada seluruh anggotanya.

Anda bisa membaca artikel Jenis koperasi berdasarkan tingkatan, untuk mengetahui lebih lanjut tentang koperasi.

Baca juga Jenis jenis usaha di Indonesia

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai 2 jenis pengelolaan usaha, semoga menjadi tambahan pengetahuan bagi anda yang sedang mencari artikel info yang terkait dengan artikel ini.
Daftar harga HP Samsung Galaxy terbaru Pebruari 2015

Daftar harga HP Samsung Galaxy terbaru Pebruari 2015

Daftar harga HP Samsung Galaxy terbaru Pebruari 2015 - Di kalangan masyarakat Indonesia, HP Samsung Galaxy merupakan salah satu smartphone yang paling diminati. Lihat saja di sekitar anda, mulai dari kalangan anak muda sampai golongan tua, dari ekonomi menengah sampai ekonomi tingkat atas, ponsel ini masih mampu menduduki minat mereka.


Memang sejak pertama kali ponsel Samsung Galaxy ini diluncurkan, telah mengundang rasa penasaran karena berbagai fitur yang ditawarkan. Dan benar saja memang, smartphone produk Samsung yang diluncurkan setiap dekade selalu saja mengundang untuk dimiliki.


Berbagai fitur yang ditawarkan pada setiap produk Samsung Galaxy memang sangat menggoda. Mulai dari desain yang elok, prosesor dan ram yang menjamin kecepatan akses data dan aplikasi, hingga kamera yang disematkan mampu membuat banyak kalangan melirik ponsel produk Samsung ini.



Harga Samsung Galaxy Pebruari 2015


Lalu berapa harga Samsung Galaxy di bulan Pebruari tahun 2015 ini? Dibulan kedua tahun 2015 ini mayoritas harga ponsel merk Samsung Galaxy menurun jika dibandingkan tahun lalu. Berikut daftar harga Samsung Galaxy terbaru bulan Pebruari :



































































































































































No

Type

Harga (Rp)

1

Samsung Galaxy Ace 3

1.495.000

2

Samsung Galaxy Alpha

7.345.000

3

Samsung Galaxy Chat

947.000

4

Samsung Galaxy Core

1.899.000

5

Samsung Galaxy Core 2

1.850.000

6

Samsung Galaxy Fame

1.477.000

7

Samsung Galaxy Grand Duos

2.999.000

8

Samsung Galaxy Grand Neo

2.444.000

9

Samsung Galaxy Grand Prime

2.688.000

10

Samsung Galaxy Infinite

1.500.000

11

Samsung Galaxy K Zoom

5.297.000

12

Samsung Galaxy Mega 6.3

3.149.000

13

Samsung Galaxy Note 3

6.850.000

14

Samsung Galaxy Note 3 Neo

4.534.000

15

Samsung Galaxy Note 4

9.499.000

16

Samsung Galaxy S3 Mini

2.649.000

17

Samsung Galaxy s4

5.490.000

18

Samsung Galaxy S4 Black Edition

5.697.000

19

Samsung Galaxy S4 Mini

3.899.000

20

Samsung Galaxy S4 Mini Black Edition

4.197.000

21

Samsung Galaxy S4 Zoom

3.799.000

22

Samsung Galaxy S5

6.796.000

23

Samsung Galaxy Star

699.000

24

Samsung Galaxy Star Plus

910.000

25

Samsung Galaxy Trend Duos

1.587.000

26

Samsung Galaxy V

1.198.000

27

Samsung Galaxy Y

849.000

28

Samsung Galaxy Y Neo

775.000

29

Samsung Galaxy Young

925.000

30

Samsung Galaxy Young 2

945.000


Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Daftar harga HP Samsung Galaxy terbaru Pebruari 2015, semoga menjadi informasi yang bermanfaat.

Sabtu, 07 Februari 2015

Jenis jenis usaha di Indonesia

Jenis jenis usaha di Indonesia. Jenis-jenis usaha perekonomian yang berkembang di Indonesia dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu usaha informal dan usaha formal. Usaha informal adalah sektor usaha yang tidak memiliki izin resmi dan status hukum dari pemerintah atau lembaga yang berwenang. Usaha seperti ini bisa juga disebut usaha perorangan/perseorangan.

Usaha ini timbul untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan lapangan kerja yang terus meningkat. Contoh usaha informasi yaitu pedagang keliling, pedagang asongan, pedagang kaki lima, tukang loak (barang bekas), dan pengrajin kecil.

Usaha formal adalah usaha yang memiliki izin resmi dan status hukum dari pemerintah atau lembaga yang berwenang. Contoh usaha formal adalah koperasi, Badan Usaha Miliki Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS).

Jenis jenis usaha

Jenis-jenis usaha perekonomian di masyarakat sangat beragam. Keberagaman tersebut dikelompokkan menjadi 6 bidang usaha sebagai berikut :

1. Usaha di bidang agraris

Usaha di bidang agraris meliputi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Pertanian merupakan suatu kegiatan bercocok tanam atau budidaya tanaman. Budidaya adalah usaha yang bermanfaat dan memberikan hasil.

Bidang pertanian merupakan jenis usaha yang paling banyak digeluti oleh masyarakat di Indonesia. Berbagai usaha pertanian dilakukan di sawah, tegalan, ladang, dan kebun. Orang yang bekerja di bidang pertanian pada umumnya adalah petani pemilik dan petani penggarap.

Petani pemilik menggarap tanah miliknya mulai dari pemilihan bibit sampai pemberantasan ha,a. Petani penggarap adalah petani yang menggarap tanah bukan miliknya. Mereka memperoleh hasil panen sesuai dengan kesepakatan sebelumnya dengan pemilik tanah.

Kegiatan lain yang termasuk kegiatan usaha di bidang agraris adalah usaha perkebunan, peternakan, dan perikanan. Usaha perkebunan biasanya dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah. Perkebunan yang dilakukan oleh masyarakat digarap di lahan milik pribadi. Sedangkan perkebunan yang dilakukan oleh pemerintah digarap di lahan milik negara. Jenis tanaman yang diusahakan dalam perkebunan berupa karet, kelapa sawit, tebu, dan t*mbako.

Usaha di bidang agraris lainnya adalah peternakan dan perikanan. Peternakan merupakan usaha membudidayakan hewan ternak. Dilihat dari pengelolaannya, usaha peternakan dibedakan menjadi peternak hewan kecil, peternak hewan besar, dan peternak unggas. Sementara itu, usaha perikanan dibedakan menjadi perikanan darat dan perikanan laut.

Perkebunan kelapa sawit

2. Usaha di bidang perindustrian

Industri merupakan kegiatan memproduksi bahan mentah menjadi barang jadi. Usaha bidang industri merupakan kegiatan mencari nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Pembagian jenis industri menurut jumlah tenaga kerjanya dibedakan sebagai berikut :
  • Industri rumah tangga, yaitu industri yang mempekerjakan 1 sampai 5 orang tenaga kerja.
  • Industri kecil, yaitu industri yang mempekerjakan 6 sampai 19 tenaga kerja.
  • Industri sedang, yaitu industri yang mempekerjakan 20 sampai 99 tenaga kerja.
  • Industri besar, yaitu industri yang mempekerjakan 100 tenaga kerja atau lebih.
Berdasarkan jenisnya, industri dibedakan menjadi industri kecil, aneka industri, industri kimia dasar, dan industri mesin dan logam dasar.

Industri ukir jatiwangi Punduhsari Manyaran Wonogiri

3. Usaha di bidang perdagangan

Usaha perdagangan merupakan usaha jual beli dengan tujuan untuk mendapatkan untung. Alat tukar yang digunakan dalam jual beli adalah uang. Zaman dahulu, jual beli barang dilakukan dengan cara barter. Barter adalah jual beli dengan cara tukar-menukar barang.

Berdasarkan jumlah barang yang diperdagangkan, usaha perdagangan dibedakan menjadi pedagang kecil (warung, kios, pedagang kaki lima), pedagang menengah, dan pedagang besar (pengekspor dan pengimpor).

Usaha perdagangan makanan

4. Usaha di bidang jasa

Usaha bidang jasa dilakukan dalam bentuk pelayanan. Orang yang memberikan pelayanan kepada pihak lain akan mendapatkan imbalan.

Berbagai bentuk usaha di bidang jasa banyak dilakukan oleh masyarakat. Misalnya, seorang guru yang mengajar di sekolah. Guru tersebut memberikan jasa mengajar. Seorang dokter melayani pasien, sopir bus melayani penumpang, tukang cukur menyediakan jasanya untuk memangkas rambut, dan sebagainya. Usaha di bidang jasa tidak menghasilkan barang, tetapi memberikan sesuatu yang diperlukan orang lain.

Guru sedang mengajar


5. Usaha di bidang pertambangan

Usaha di bidang pertambangan merupakan kegiatan ekonomi yang menguntungkan negara. Hasil penambangan biasanya dijual ke luar negeri setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Kegiatan penambangan umumnya dilakukan oleh pemerintah. Contohnya penambangan minyak bumi, gas alam, batu bara, dan galian mineral.

Akan tetapi, ada juga penambangan yang dilakukan oleh masyarakat, seperti galian pasir dan batu-batuan. Galian pasir dan batu-batuan dilakukan oleh masyarakat di tanah miliknya sendiri. Masyarakat juga mengusahakan produksi batu bata yang bahan mentahnya dari tanah liat.

Industri batu bata

6. Usaha di bidang pariwisata

Usaha di bidang pariwisata memanfaatkan daya tarik keindahan alam, sosial budaya, kesenian, dan hasil kreativitas. Masyarakat mendapatkan keuntungan dari hasil kunjungan wisatawan. Wisatawan yang berkunjung akan membelanjakan uangnya di daerah wisata. Usaha di bidang pariwisata mampu menggerakkan perekonomian di daerah wisata.

Wisata Kediri Waterpark

Itulah enam jenis usaha yang ada di Indonesia. Dengan membaca artikel di atas mungkin akan mampu menggerakkan minat anda untuk berwirausaha. Karena, sepertinya zaman yang akan datang masyarakat Indonesia lebih dituntut untuk berwirausaha. Mengapa? Saat ini presiden kita Bp Ir. Joko Widodo merupakan salah satu pengusaha besar di Indonesia. Bisa saja beliau akan menuntun rakyatnya menuju masyarakat yang kreatif, sehingga menuju negara yang makmur.


Baca juga artikel :

Demikian artikel Jenis jenis usaha di Indonesia, semoga bermanfaat bagi anda yang mungkin ingin menggeluti bidang usaha swasta. Banyak jalan untuk berwiraswasta, kekreatifpan dan kecermatan mengamati kehidupan sekitar sangat membantu anda dalam menangkap inspirasi bidang usaha yang akan digeluti.

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *