Selasa, 30 Juni 2015

Nikon Coolpix L31, 16,1 Mepapixel

Nikon Coolpix L31, 16,1 Mepapixel

Nikon Coolpix L31, a digital camera is present to make your photography more fun and easy. Everywhere and anywhere you can take pictures with a variety of models of easy shots.


Using the 5x optical zoom for a variety of styles taking photos, the digital camera also features 4x Digital Zoom with excellent quality. Use this camera to take a variety of creative image and enhance the image with special effects in it.


See the big picture detail
Whatever the situation, wherever you are, you can get photos with the best image quality with just one click. Nikon Coolpix L31 has a 5x optical zoom (equivalent to 26-130mm in 35mm format) and a strong resolution 16.1MP camera, so you can get a sharper image of the object. You can get HD video in 720p resolution with this camera.


Life, images, and style
Add creativity to photos with special effects and functions belonging Quick Effects. Smart Portrait System and Skin Softening effect is equipped with face detection technology that has been improved and can improve skin tone exposure settings on the subject that you take, so the picture will look brighter and perfect. Be different from the others with a variety of fun effects in kameraini.


Easy Auto Mode
With features Easy Auto Mode, Nikon Coolpix L31 makes you able to capture the perfect picture results without worrying about the various setting hard on it. Motion detector automatically reduces image blur when the camera moves, so you can still take a sharp picture quality.

Sony Cybershot DSC-W810

Sony Cybershot DSC-W810

With cameras Sony Cybershot DSC-W810 you are ready to fill out a full gallery of photos taken with a 20.1MP memories, so that the resulting image is more detailed or perpetuate next adventure with HD video resolution. New features in this Sony-made technology Party mode, a mode with high ISO sensitivity to capture stunning images in low lighting conditions.


20.1 Megapixels
Sony DSC-W810 is designed with the aim to provide the best visual quality. Its main feature is the camera resolution of 20.1 Megapixels, which lets you capture images with sharp, clear, clean, and with amazing color depth. Support 6x optical zoom makes it able to capture the perfect picture detail though.


Party mode
Features Sony's latest innovations created specifically to accompany your fun time with friends during a party. High ISO sensitivity allows the W810 to capture images in situations or places with very minimal lighting conditions though, without reducing the quality of images produced.


26 mm Wide Angle
With a lightweight and compact and 26mm wide-angle lens plus 6x optical zoom, you can capture every special moment with ease.


Video recorder with one button
You can record HD quality video with ease. Simply by pressing the movie button is available, precious moments can be instantly you just caught. Its high quality make good videos to watch on the big screen though.


Intelligent Auto mode
Intelligent Auto mode, which makes it easy to capture the perfect photo. Intelligent Auto mode combines innovative technology Intelligent Auto Focus, Motion Detection and Intelligent Scene Recognition to ensure that you get beautiful photos, even in challenging conditions such as low light or backlight.

Canon IXUS 160 compact camera is superb

Canon IXUS 160 compact camera is superb

A digital camera like a pocket with a compact design that is the production of digital cameras Canon Canon IXUS 160. Canon comes back with a minimalist design and flexible, and easy to carry wherever you go. Equipped with a 20 megapixel lens and 8x optical zoom is equipped with a flash, the Canon IXUS 160 is ready to present the results of pictures and video with HD quality for all of you.


The main feature of the Canon IXUS 160
Ultra Slim Design
Canon IXUS 160 has an ultra thin design that gives a touch of minimalist elegance. Has dimensions of 9.5 x 5.4 x 2.2 cm with a weight of 127 grams, this camera is perfect to be brought together without consuming much space. In the body, the Canon IXUS 160 is wrapped with a choice of attractive colors like black, red, and white.


Capturing Precious Moments with HD quality
Equipped with a 20 MP lens with a focal length of 5.0 to 40.0 mm, the Canon IXUS 160 is able to bring exceptional image quality. You also can still enjoy quality photographs even from a distance, because this camera also has improved 8x optical zoom with 16x zoom and 4x digital zoom plus.


Creative with Creative Filters
Kreasikan your shot with the Canon IXUS 160! This camera features the Creative Filters which provide a variety of interesting filters that will make your shot more interesting. There are different modes that you can use to suit your taste, Smart Auto (32 scenes detected), P, Portrait, Live View Control, FaceSelf-Timer, Low Light (5.0 MP), Digital IS, Fish-eye Effect, Miniature Effect, Toy Camera Effect, Monochrome, Super Vivid, Poster Effect, Snow, Fireworks, and Long Shutter.


Battery
Canon IXUS 160 is equipped with a rechargeable battery Li-Ion. The camera is capable of storing up to 220 images and 300 shots in ECO Mode. For the recording mode, the camera is able to last up to 240 minutes.


Sophisticated pocket cameras and is sold at a price of 9 dollars.

Sabtu, 27 Juni 2015

Tentang metode ilmiah

Tentang metode ilmiah

Bagaimanakah ilmuwan (saintis) itu bekerja? Para ilmuwan dalam bekerja memecahkan suatu masalah menggunakan langkah kerja yang teratur, sistematis, dan terkontrol yang disebut metode ilmiah. Dengan langkah ilmiah, diharapkan akan diperoleh pengetahuan ilmiah yang bercirikan objektif, konsisten, sistematis, dan universal.

Langkah ilmiah yang biasa dilakukan oleh para ilmuwan dalam memecahkan masalah (metode ilmiah), yaitu sebagai berikut :

1. Menemukan dan merumuskan masalah
Masalah penelitian dapat diangkat dari masalah yang ditemukan dilingkungan kita atau dari permasalahan konsep yang telah dimiliki. Rumusan masalah memiliki ciri-ciri, antara lain merupakan kalimat tanya, terdapat dua atau lebih variabel, dan mempertanyakan hubungan antarvariabel tersebut.

Variabel adalah suatu besaran yang dapat diubah atau berubah sehingga mempengaruhi peristiwa atau hasil penelitian. Dalam penelitian sains, variabel adalah bagian penting yang tidak dapat dihilangkan. Variabel dapat ditentukan dari masalah penelitian. Sebagai contoh dalam rumusan masalah, "Berpengaruhkah intensitas cahaya pada perkecambahan kacang hijau?" Di dalam rumusan masalah tersebut terdapat variabel-variabel intensitas cahaya dan perkecambahan kacang hijau.

Ada beberapa macam variabel dalam penelitian atau percobaan, yaitu variabel manipulasi, atau variabel respons. dan variabel kontrol. Variabel yang secara sengaja diubah oleh peneliti disebut variabel manipulasi. Variabel yang harganya berubah sebagai akibat pemanipulasian variabel manipulasi disebut variabel respons. Sedangkan variabel kontrol merupakan variabel yang memiliki nilai tetap (standar) yang berfungsi sebagai konstanta (ketetapan).

2. Merumuskan hipotesis
Hipotesis adalah dugaan tentang pengaruh yang akan diberikan oleh variabel manipulasi atau variabel respons. Oleh karena itu, di dalam rumusan hipotesis harus terdapat variabel manipulasi dan variabel respons. Hipotesis dirumuskan dalam bentuk pernyataan bukan pertanyaan. Hipotesis adalah jawaban sementara atas rumusan masalah yang diperoleh berdasarkan teori atau dari data yang ada.

3. Merancang dan melakukan eksperimen atau observasi untuk pengujian hipotesis
Percobaan dapat didefinisikan sebagai usaha sistematik yang direncanakan untuk mengumpulkan data dalam menjawab suatu masalah atau menguji suatu hipotesis.

Perhatikan contoh rancangan percobaan berikut :
Hipotesis : Makin luas permukaan daun, makin cepat penguapan yang terjadi.

Rancangan percobaan :
a. Petik daun bertangkai dari tanaman yang sama (tindakan yang dilakukan), tetapi dengan ukuran yang berbeda-beda, misalnya, lebar, sedang, dan kecil (apa yang diamati). Tancapkan daun itu di dalam botol berisi penuh dengan air. Ujung tangkai daun harus tercelup ke dalam air. (variabel manipulasi)

b. Ukuran volume air yang tersisa di dalam botol (apa yang diamati) setelah 24 jam berlalu tindakan yang dilakukan. (variabel respons)

c. Gunakan jenis tanaman yang sama, botol yang berukuran sama, tempat yang sama, dan waktu yang sama. (variabel kontrol)

Jika diperhatikan, maka rancangan percobaan itu terdiri atas pendefinisian secara operasional variabel manipulasi dan variabel respons serta menetapkan variabel kontrol. Pada percobaan, pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan metode observasi atas pengamatan, wawancara, angket, dan dokumentasi.

4. Penafsiran dan menarik kesimpulan
Penafsiran mengandung arti mencari pengertian yang terkandung dalam objek atau peristiwa yang diamati. Data yang terkumpul dari hasil pengamatan merupakan data konkret yang belum mengandung arti apa-apa. Data hasil pengamatan baru mengandung arti bila diatur dan disusun sehingga menjadi suatu pola yang bermakna berupa konsep atau prinsip.

Dalam kerja ilmiah tidak boleh berhenti hanya mengumpulkan dan mencatat data yang penting, tetapi harus dilanjutkan dengan penafsiran data tersebut agar menjadi bermakna. Kegiatan penafsiran meliputi mengaitkan data, menyimpulkan (inferensi), mencari hubungan antara dua hal, dan menemukan pola. Suatu tafsiran adalah suatu penjelasan atau intepretasi dari hasil pengamatan. Dari seluruh penafsiran yang diambil, dapat ditarik satu atau beberapa kesimpulan berdasarkan hipotesis awal yang diajukan.

5. Pengujian kesimpulan dengan eksperimen lain
Suatu kesimpulan dapat bernilai benar jika telah terbukti dan didukung oleh beberapa pengamatan dan pengujian secara terpisah, biasanya dalam jangka waktu yang lama.

6. Merumuskan hukum, konsep, atau prinsip
Suatu teori dapat diterima jika hipotesis yang diajukan telah didukung oleh percobaan dalam waktu yang lama dan berulang. Teori yang telah teruji berulang-ulang dan diakui kebenarannya oleh ilmuwan, kemudian dijadikan sebuah hukum.

Bacajuga: Tentang komunikasi ilmiah

Semua ilmuwan menempuh jalan yang urutannya sama seperti di atas, tetapi unsur eksperimen biasanya berpola sama atau mengandung sebagian besar unsur tersebut di atas.

Kamis, 25 Juni 2015

Sains, dan perkembangan teknologi

Sains, dan perkembangan teknologi

Pernahkah anda melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh ilmuwan ? Misalnya melakukan pengamatan, percobaan, atau pengelompokan. Jika pernah ilmuwankah anda? Jawabannya mungkin bukan. Namun pikirkan lagi, sedikit atau banyak, kita semua adalah ilmuwan.

Kita selalu ingin tahu lingkungan yang belum kita ketahui. Sama halnya dengan para ilmuwan yang dalam pikirannya selalu penuh pertanyaan dengan berbagai masalah yang menghendaki pemecahan. Jadi, rasa ingin tahu dapat mendorong seseorang untuk mencari penyelesaian atau solusi dari suatu masalah. Rasa ingin tahu merupakan urutan pernyataan dari apa (what), mengapa (why), dan akhirnya bagaimana (how).

Pengertian sains

Apakah 'sains' itu? Sains ilmu pengetahuan meliputi fisika, kimia, dan biologi. Secara etimologi, kata sains berasal dari bahasa Latin, yaitu scientia yang artinya pengetahuan (knowledge).

Kenisbian kebenaran konsep sains
Untuk membuka wawasan tentang konsep sains, marilah kita mengadakan eksplorasi kecil-kecilan ke berbagai sumber pustaka untuk menelusuri pendapat para ahli ilmu tentang sains itu.

Menurut pendapat Nash L.K. dalam bukunya 'The Nature of Natural Science', ia menyatakan bahwa sains itu dipandang sebagai suatu cara atau metode untuk dapat mengamati sesuatu. Ia menandaskan bahwa yang dimaksud metode berpikir adalah pola berpikir yang rasional, obyektif, dan berdasarkan atas ketekunan dan ketelitian sehingga menjadi cermat dan lengkap.

Pada buku lain berjudul 'Science in History' karangan J.D. Bernal, dikemukakan manfaat dan arti dari sains yang berbeda-beda menurut kurun waktu ataupun siapa yang mengemukakannya. Dahulu, sains berarti pengetahuan umum yang berisi apa saja yang benar secara rasional, artinya bebas dari takhayul atau kepercayaan. Selanjutnya, berkembang lagi menjadi suatu pengetahuan ilmiah yang rasional dan objektif.

Keterkaitan sains, teknologi, dan kehidupan masyarakat

Perkembangan sains tidak lepas dari perkembangan teknologi dan sebaliknya. Sains dan teknologi saling melengkapi dan sangat erat satu dengan yang lainnya. Kebutuhan masyarakat dapat lebih mudah terpenuhi dengan adanya teknologi. Teknologi dapat berkembang dengan adanya sains. Pengembangan sains merupakan dasar dan pengembangan teknologi yang dibutuhkan oleh masyarakat, termasuk penanggulangan terhadap dampak lanjutan yang ditimbulkan oleh teknologi tersebut.

Sains sebagai ilmu
Sains adalah pengetahuan atau kumpulan konsep, prinsip, hukum dan teori yang dibentuk melalui proses kreatif dan sistematis (inkuiri) serta dilanjutkan dengan proses observasi (empiris) secara terus-menerus.

Sains dilandasi dengan sikap keingintahuan (curiosity), keteguhan hati (courage), dan ketekunan (persistence) yang dilakukan oleh individu untuk menyingkap rahasia alam semesta.

Dari definisi tersebut paling sedikit ada tiga komponen dalam rumusan sains, yaitu sebagai berikut :
  1. Kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori.
  2. Proses ilmiah dapat fisik dan mental dalam mencermati fenomena alam.
  3. Sikap keteguhan hati, keingintahuan, dan ketekunan dalam menyingkap rahasia alam.
Ketiga syarat tersebut harus dimiliki oleh seseorang yang dapat dikatakan sebagai ilmuwan (saintis).
Sains sebagai ilmu terdiri atas produk dan proses. Produk sains terdiri atas fakta, konsep, prinsip, prosedur, teori, hukum, dan postulat. Semua itu merupakan produk yang diperoleh melalui serangkaian proses penemuan ilmiah dan melalui metode ilmiah yang didasari oleh sikap ilmiah. Apakah yang dimaksud dengan sikap ilmiah? Sikap ilmiah adalah sikap memiliki rasa ingin tahu, jujur, tekun, teliti, objektif, dan terbuka menerima pendapat yang benar.

Ditinjau dari segi proses, sains memiliki berbagai keterampilan, yaitu keterampilan dalam melakukan pengamatan (observasi) dengan menggunakan sebanyak mungkin indra, mengumpulkan data, melakukan penafsiran dari hasil pengamatan, melakukan pengelompokan (klasifikasi), melakukan eksperimen, keterampilan menggunakan alat dan bahan, serta mengapa alat atau bahan itu digunakan, menentukan variabel dari suatu percobaan, dan merumuskan suatu hasil percobaan atau menarik kesimpulan.

Senin, 22 Juni 2015

Makhluk hidup planet bumi berutang kepada Indonesia

Makhluk hidup planet bumi berutang kepada Indonesia

Makhluk hidup planet bumi berutang kepada Indonesia. Bagaimana mungkin? Bukankah justru Indonesialah salah satu negara pengutang terbesar di dunia?

Jangan salah tafsir. Pernyataan di atas justru muncul dari hasil pantauan Satelit Terra yang meluncur pada bulan Desember tahun 1999 dan Satelit Aqua yang mengorbit Mei 2002 lalu, milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (National Aeronautics dan Space Administrations / NASA).

Pada tanggal 21 April 2003, para ilmuwan NASA menggelar hasil kompilasi data Satelit Terra yang kontinyu memantau daratan serta data Satelit Aqua yang kontinyu memantau lautan, selama kurun tahun 2002.

Pantauan sensor moderate resolution imaging spectroradiometer (MODIS) di kedua satelit NASA tadi berhasil memperlihatkan proses metabolisme yang muncul di planet tempat manusia hidup.

Di sadari, proses siklus karbon berlangsung sepanjang masa. Manusia bernapas menghirup oksigen yang dipakai sebagai sumber energi dan mengeluarkan karbon dioksida sebagai gas buangannya.

Melalui proses fotosintesis, gas karbon dioksida yang diproduksi oleh umat manusia, serta gas buangan bahan bakar migas kemudian diserap oleh tumbuh-tumbuhan yang ada di daratan serta oleh biota yang ada di lautan. Selanjutnya, dikonversikan menjadi oksigen dan dihirup kembali oleh umat manusia untuk bernapas.

Sistem kehidupan, jaringan makanan dan energi berlangsung secara berkelanjutan lewat pola fotosintesis tersebut.

Berdasarkan pantauan kedua satelit NASA tadi, terlihat bahwa dua wilayah di dunia, yaitu hutan tropis Amazon di Amerika Latin dan wilayah kepulauan tropis Indonesia, merupakan dua wilayah di muka bumi yang mampu menyerap gas karbon dioksida paling besar, yaitu mencapai sekitar 2.5 kilogram gas karbon per meter kubik setiap tahunnya.

Karbon yang diserap oleh tumbuh-tumbuhan dan biota laut di kedua wilayah tadi, melalui proses fotosintesis, kemudian dikonversikan kembali menjadi oksigen guna menunjang kehidupan makhluk di planet bumi. Dapat dikatakan bahwa wilayah Amazon dan Indonesia adalah paru-paru dunia.

Ini berarti bahwa sumbangan Indonesia terhadap kelestarian kehidupan di Planet Bumi adalah mutlak.

Semua kehidupan dan makhluk hidup di bumi berutang kepada Indonesia. Itulah sebabnya pula kiranya kekayaan hutan tropis Indonesia serta terumbu karang di lautan nusantara harus dipertahankan kelestariannya sebagai penyerap gas karbon (carbon sink).

Oleh sebab itulah, maka upaya-upaya pelestarian dan pengelolaan hutan tropis Indonesia serta kegiatan pengelolaan dan rehabilitasi terumbu karang nusantara haruslah menjadi program dunia, bukan hanya urusan bangsa Indonesia semata.

Berbagai sumber daya dan dana untuk melestarikan hutan dan laut Indonesia haruslah disediakan oleh seluruh umat manusia di muka bumi ini. Bila tidak, maka bukan hanya ekosistem kepulauan nusantara saja yang akan rusak, tetapi keseluruhan planet bumi bahkan akan mendekati kehancurannya.
Mengenai hama dan penyakit tanaman

Mengenai hama dan penyakit tanaman

Hama dan penyakit merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dan menjadi masalah bagi semua petani. Hama dan penyakit menyerang tanaman, baik pada tanaman muda maupun tanaman dewasa. Bagian yang diserang mulai dari ujung daun hingga akar tanaman. Suatu jenis hewan dikatakan hama jika populasinya di alam banyak dan merugikan tanaman budi daya yang ditanam petani.

Hama merupakan masalah pertanian yang sangat serius di Indonesia. Biasanya hama merupakan hewan yang berukuran cukup besar, seperti golongan insekta, cacing (vermes), hewan berbuku-buku (arthropoda), burung (aves), dan hewan menyusui (mammalia).Hewan yang merusak lahan pertanian biasanya tidak hanya satu jenis saja, seperti tikus, belalang, dan cacing yang merupakan hama di perkebunan ubi.

Hama biasanya berkembang pesat karena ketersediaan makanannya di lingkungan berlimpah, seperti hama tikus yang banyak saat panen padi, kumbang kelapa saat kelapa sedang berbuah, dan berbagai ulat yang menyerang daun tanaman muda.

Akan tetapi, beberapa hewan yang bukan merupakan hama kini dianggap sebagai hama oleh para petani, misalnya gajah. Gajah liar merupakan hewan yang hidup dengan daerah jelajah sangat luas. Daerah jelajah gajah dapat mencapai beberapa kilometer. Luas daerah tempat hidup gajah semakin berkurang yang disebabkan penebangan dan pembukaan hutan menjadi lahan pertanian.

Akibatnya, karena merasa terganggu gajah masuk ke daerah pertanian dan pemukiman penduduk dan menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Pernahkah anda mendengar tentang penyerangan lahan pertanian oleh gajah? (terutama di luar pulau Jawa).

Hewan yang berpotensi sebagai hama

Beberapa hewan yang memiliki potensi sebagai hama antara lain sebagai berikut :
1. Belalang, menyerang akar dan daun tanaman.
2. Burung gereja (Passer montanus, Oates), menyerang padi dan biji rumput-rumputan.
3. Tupai (Callocius notatus), menyerang buah kelapa.
4. Keong mas, menyerang batang padi.
5. Lalat buah, menyerang buah-buahan.
6. Cacing, menyerang akar tanaman/umbi-umbian.

Penyakit pada tanaman merupakan ketidaknormalan yang disebabkan oleh lingkungan dan patogen. Patogen yang menyerang biasanya berukuran kecil atau sangat kecil. Biasanya patogen tersebut berasal dari golongan virus, jamur (cendawan), dan benalu.

Organisme dapat menimbulkan penyakit, dengan beberapa cara berikut :
1. Menghalangi proses fotosintesis, contohnya cendawan jelaga pada daun buah-buahan.
2. Menghalangi transportasi zat makanan, mineral, dan air pada pembuluh angkut inangnya. Contohnya adalah Fusarium oxysporum, jamur upas, dan jamur layu daun pada tomat.
3. Menyerap zat makanan atau sel sehingga tumbuh menjadi lemah. Contohnya : benalu, bakteri, virus, dan nematoda.
4. Membunuh sel dan merusak aktivitas metabolisme tanaman dengan mengeluarkan enzim atau racun ke dalam sel tanaman. Contohnya adalah Phythopthora infestant.

Lingkungan juga dapat menyebabkan masalah yang serius pada tanaman, seperti :
1. Perubahan seuhu yang mendadak (ekstrim) dingin dan panas.
2. Kekurangan dan kelebihan air, cahaya, dan oksigen.
3. Kondisi tanah yang menjadi lebih asam atau basa.
4. Polusi udara.
5. Keracunan obat-obatan kimia, seperti insektisida, fungisida, dan nematisida.

Minggu, 21 Juni 2015

Faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis

Faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis

Keberadaan fotosintesis sangat menentukan kelangsungan hidup hampir seluruh organisme yang ada di bumi. Sebagai suatu proses alami yang berlangsung di dalam tubuh tumbuhan, fotosintesis tidak terlepas dari berbagai macam faktor yang mempengaruhinya.

Secara umum, faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor dalam tumbuhan
a. Faktor genetik
Faktor genetik setiap makhluk hidup berbeda-beda sesuai dengan spesiesnya. Adanya perbedaan faktor genetik pada setiap jenis tumbuhan membawa konsekuensi terhadap perbedaan kemampuan tiap tumbuhan dalam melaksanakan aktivitas kehidupannya.

Salah satu diantaranya adalah perbedaan kemampuan tumbuhan dalam melakukan fiksasi CO2 untuk keperluan fotosintesis. Perbedaan tersebut akan mempengaruhi efisiensi tumbuhan dalam mensintesis karbohidrat menjadi bentuk lain, seperti glukosa, sakarosa, dan fruktosa.

b. Pengaruh umur daun
Semakin bertambah umur daun suatu tanaman, laju fotosintesis cenderung menjadi semakin lambat. Kemampuan daun untuk berfotosintesis meningkat pada awal perkembangan daun kemudian mengalami penurunan sejalan dengan bertambahnya umur daun, bahkan kadang-kadang menurun sebelum daun tersebut berkembang penuh. Semakin mendekati warna kuning, kemampuan daun untuk berfotosintesis semakin berkurang dan bahkan hilang sama sekali.

c. Pengaruh laju translokasi hasil fotosintesis
Laju translokasi hasil fotosintesis (fotosintat) adalah kecepatan pemindahan hasil fotosintesis (dalam bentuk sukrosa) dari daun ke organ-organ penampung yang berfungsi sebagai lumbung.

2. Faktor Lingkungan
Selain faktor genetik, faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi laju fotosintesis tumbuhan. Di antara faktor lingkungan yang penting adalah ketersediaan air dan CO2, cahaya, unsur hara mineral, serta suhu.

a. Ketersediaan air
Kekurangan air dapat menghambat laju fotosintesis. Dalam kondisi kekurangan air, turgiditas sel penjaga stomata menurun, sehingga stomata menutup. Dengan menutupnya stomata, serapan CO2 sebagai bahan sintesis karbohidrat menjadi terhambat.

b. Ketersediaan CO2
Seperti halnya air, gas CO2 juga merupakan bahan baku fotosintesis untuk membentuk senyawa karbohidrat. Kekurangan CO2 dapat menyebabkan penurunan laju fotosintesis.

c. Cahaya
Sesuai dengan sifatnya sebagai tumbuhan hijau yang lepas dari adanya cahaya, faktor cahaya berperan sangat penting dalam mengendalikan laju fotosintesis. Cahaya diperlukan sebagai sumber energi reaksi anabolik fotosintesis. Dari hasil penelitian terbukti bahwa fiksasi CO2 maksimum untuk keperluan fotosintesis terjadi pada tengah hari, yaitu pada saat intensitas cahaya matahari mencapai puncaknya.

Hal itu diperkuat oleh adanya kenyataan bahwa laju fotosintesis berkurang jika cahaya matahari tertutup awan. Dari sejumlah cahaya yang diserap oleh daun, lebih dari 95% hilang dalam bentuk panas dan yang berhasil dimanfaatkan untuk fotosintesis hanya 5%.

d. Suhu
Seperti halnya faktor lain yang mempengaruhi laju foto sintesis, pengaruh suhu terhadap fotosintesis juga bergantung pada spesies dan kondisi lingkungan tempat tumbuhnya. Suhu optimum tumbuhan yang hidup di gurun lebih tinggi dari tumbuhan yang hidup di tempat lain.

Tanaman jagung dan kedelai di dataran rendah tropis mempunyai suhu optimum fotosintesis lebih tinggi dibanding tanaman kentang dan kacang kapri di dataran tinggi atau pegunungan. Ganggang hijau tertentu dapat berfotosintesis pada suhu 6 derajat C.

Baca lagi: Tentang fotosintesis dan reaksinya

Secara umum, suhu optimum untuk fotosintesis setara dengan suhu siang hari pada habitat asal suatu jenis tumbuhan. Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa perubahan suhu berpengaruh terhadap laju fotosintesis tumbuhan.

Sabtu, 20 Juni 2015

Tentang fotosintesis dan reaksinya

Tentang fotosintesis dan reaksinya

Pada tumbuhan tingkat tinggi, tubuhnya dibangun oleh banyak sel sehingga kebutuhan hidupnya lebih kompleks dibandingkan tumbuhan tingkat rendah. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks tersebut, sel-sel tubuh tumbuhan tingkat tinggi membentuk jaringan, organ, dan sistem organ yang masing-masing memiliki struktur dan fungsi berbeda-beda.

Dengan demikian, pada tumbuhan tingkat tinggi sudah ada pembagian tugas dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu diantaranya adalah dalam upaya memenuhi kebutuhan karbohidrat sebagai bahan penting untuk membentuk ATP (adenosin trifosfat).

Dari ATP inilah setiap makhluk hidup memperoleh energi. Tumbuhan sebagai salah satu makhluk autotrof mampu membuat sendiri karbohidrat yang diperlukannya melalui fotosintesis. Bentuk paling sederhana dari karbohidrat adalah gula, khususnya glukosa.

Bagaimanakah cara tumbuhan membuat gula? Bagian daun manakah yang berperan dalam fotosintesis?

Fotosintesis

Fotosintesis merupakan proses penyusunan karbohidrat (glukosa) dengan sumber energi utama sinar matahari. Selain itu, fotosintesis juga memerlukan zat hijau daun (klorofil). Dalam proses fotosintesis, klorofil merefleksikan warna hijau dan sebagian kecil warna kuning sehingga menyerap seluruh energi dari warna-warna lain pada sinar matahari selain warna tersebut.

Energi tersebut kemudian disimpan dalam karbohidrat. Secara umum, klorofil terdapat di dalam kloroplas tumbuhan hijau dan alga. Klorofil juga ditemukan pada membran sitoplasma bakteri fotosintetik.

Di dalam sel tubuh tumbuhan, kloroplas dibatasi oleh membran yang terdiri atas dua lapis lemak. Membran dalam kloroplas berlekuk membentuk membran tilakoid. Di dalam tilakoid inilah energi sinar matahari ditangkap dan disimpan.

Pada sebagian besar tumbuhan, kloroplas terdiri atas dua macam klorofil yang bergabung dengan membran tilakoid. Kedua macam klorofil tersebut adalah sebagai berikut :
1. Klorofil a yang mengandung warna hijau dan mempunyai rumus molekul C55H72MgN4O5.
2. Klorofil b yang mengandung warna biru dan mempunyai rumus molekul C55H70MgN4O6.

Pada umumnya klorofil a berjumlah 3x lipat jumlah klorofil b. Dalam memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi pembentuk karbohidrat, klorofil b berperan sebagai pemasok tambahan energi bagi klorofil a.

Apabila klorofil b menyerap sinar matahari, maka energinya akan dipindahkan ke klorofil a. Sebagai akibatnya, spektrum panjang gelombang sinar yang dapat diserap sebagai sumber energi menjadi semakin luas. Dengan demikian, proses fotosintesis dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

Selain klorofil a dan b, di dalam membran tilakoid sering dijumpai pula sejenis pigmen yang berfungsi menangkap energi dari warna lain yang tidak dapat ditangkap oleh klorofil dengan baik. Pigmen tersebut antara lain karotenoid yang memberi warna merah atau kuning, seperti pada wortel, tomat, dan bahkan pada daun-daun yang gugur.

Reaksi fotosintesis

Tahap pertama dalam proses fotosintesis adalah penyerapan energi dari sinar matahari dalam kloroplas. Energi sinar matahari itu kemudian diubah menjadi energi kimia sebelum disimpan. Apabila dua senyawa pokok yang diperlukan untuk proses fotosintesis, yaitu air dan karbondioksida, sudah cukup tersedia, maka mulai berlangsunglah proses fotosintesis yang diharapkan.

Secara umum, persamaan reaksi kimia fotosintesis dapat digambarkan sebagai berikut :
Energi yang terbentuk kemudian dimanfaatkan tumbuhan untuk melangsungkan kegiatan hidup sehari-hari. Sementara itu, glukosa yang terbentuk disimpan dalam bentuk umbi, buah, atau biji dan dimanfaatkan sebagai sumber energi cadangan.

Apabila dilihat dari reaksi kimia yang berlangsung, maka fotosintesis berlangsung melalui dua proses reaksi, yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.

Reaksi terang adalah reaksi fotosintesis yang memerlukan cahaya. Dalam reaksi tersebut berlangsung pengubahan energi sinar menjadi energi kimia, yaitu pemecahan molekul air menjadi hidrogen, oksigen, dan energi. Energi yang terbentuk kemudian dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk berlangsungnya reaksi gelap.

Reaksi gelap merupakan rangkaian reaksi pembentukan glukosa yang menggunakan karbon dioksida dan hidrogen dari air. Reaksi gelap sering disebut pula dengan siklus Clvin. Selama siklus Calvin berlangsung, tumbuhan menghasilkan molekul karbohidrat, terutama glukosa, amilum, dan selulosa. Beberapa dari molekul tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi tumbuhan dan organisme pemakan tumbuhan tersebut.

Baca juga: Faktor yang mempengaruhi laju fotosintesis

Di dalam sel-sel tubuh produsen dan konsumen, karbohidrat dipecah, diurai dan diubah menjadi energi yang dapat dimanfaatkan untuk proses-proses kehidupan di muka bumi.
Gerak dan iritabilitas pada tumbuhan

Gerak dan iritabilitas pada tumbuhan

Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Tumbuhan tidak mempunyai alat gerak khusus. Gerak tumbuhan sulit dibedakan dengan kegiatan pertumbuhan karena pertumbuhan sekaligus melakukan gerak. Tumbuhan melakukan gerak walau sangat terbatas atau tidak berpindah tempat. Tumbuhan melakukan gerak hanya sebatas menanggapi rangsang dari luar. Ciri tumbuhan seperti itu disebut iritabilitas.Gerakan pada tumbuhan hanya dilakukan oleh bagian tertentu, seperti bagian ujung tunas, ujung akar, atau pada lembar daun tertentu. Gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tropisme, nasti dan taksis.

1. Tropisme
Tropisme adalah gerak tumbuhan yang dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya, gerak tropisme dibedakan sebagai berikut :
a. Geotropisme, jika disebabkan oleh pengaruh gaya tarik bumi (gravitasi). Misalnya adalah gerak akar menuju ke pusat bumi dan gerak bunga kacang tanah masuk ke dalam tanah.

b. Fototropisme, jika disebabkan oleh pengaruh datangnya cahaya matahari. Misalnya adalah gerak pertumbuhan ujung tanaman menuju arah datangnya cahaya.

c. Tigmotropisme, jika disebabkan oleh pengaruh rangsang berupa persinggungan. Misalnya adalah gerak sulur tanaman kacang panjang membelit kayu.

d. Hidrotropisme, jika disebabkan oleh pengaruh rangsang air. Misalnya adalah gerak pertumbuhan akar menuju sumber air.

2. Nasti
Nasti adalah tumbuhan yang arahnya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Gerak nasti dibedakan sebagai berikut :
a. Seismonasti, gerak daun tumbuhan majemuk karena sentuhan. Misalnya gerak menutup daun putri malu (Mimosa pudica), setelah tidak ada pengaruh rangsangan akan membuka kembali.

b. Niktinasti, gerak menutup daun pada sore atau malam hari dan membuka kembali setelah pagi hari, biasanya pada tumbuhan jenis kacang polong. Misalnya adalah daun petai cina.

3. Taksis
Taksis adalah gerak tumbuhan berpindah tempat menuju atau menjauhi arah datangnya rangsang. Gerak taksis lebih bebas dibandingkan gerak tropisme dan nasti. Contohnya adalah gerak spermatozoid menuju sel telur. Berdasarkan jenis rangsangnya, gerak taksis dibedakan sebagai berikut :
a. Fototaksis, jika rangsangannya berupa cahaya. Contohnya adalah gerak Spirogyra sp. ke tempat yang terang.
b. Kemotaksis, jika rangsangannya berupa zat kimia. Contohnya adalah gerak sel spermatozoid menuju sel telur.

Pada tumbuhan tingkat tinggi, tubuhnya dibangun oleh banyak sel sehingga kebutuhan hidupnya lebih kompleks dibandingkan tumbuhan tingkat rendah. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks tersebut, sel-sel tubuh tumbuhan tingkat tinggi membentuk jaringan organ, dan sistem organ yang masing-masing memiliki struktur dan fungsi berbeda-beda.

Dengan demikian, pada tumbuhan tingkat tinggi sudah ada pembagian tugas dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Salah satu di antaranya adalah dalam upaya memenuhi kebutuhan karbohidrat sebagai bahan penting untuk membentuk ATP (adenosin trifosfat).

Baca juga: Tentang fotosintesis dan reaksinya

Dari ATP inilah setiap makhluk hidup memperoleh energi. Tumbuhan sebagai salah satu makhluk autotrof mampu membuat sendiri karbohidrat yang diperlukannya melalui proses fotosintesis. Bentuk paling sederhana dan karbohidrat adalah gula, khususnya glukosa.
Faktor yang mempengaruhi pengangkutan pada tumbuhan

Faktor yang mempengaruhi pengangkutan pada tumbuhan

Faktor yang mempengaruhi pengangkutan pada tumbuhan. Pernahkah anda membayangkan cara naiknya air dari dalam tanah hingga sampai ke daun tanaman kelapa? Ternyata air dan mineral tidak mengalami hambatan untuk naik sampai ke daun, meskipun tinggi tumbuhan lebih dari 50 meter sekalipun.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi naiknya air dan mineral dari dalam tanah pada tumbuhan, yaitu sebagai berikut :

1. Tekanan akar

Adanya perbedaan konsentrasi air tanah dan cairan dalam tumbuhan menyebabkan air mengalami osmosis melewati epidermis, korteks, dan endodermis ke dalam xilem. Akibatnya, air masuk ke dalam xilem secara terus-menerus sehingga menimbulkan suatu daya tekan akar.

Untuk membuktikan hal tersebut, lakukanlah percobaan dengan memotong batang pisang muda. Pada bekas potongan batang tumbuhan tersebut akan terlihat adanya air yang naik secara terus-menerus.2. Kapilaritas batang
Pembuluh xilem bersifat kapiler karena struktur pembuluh tersebut sangat kecil berupa pipa-pipa kapiler. Adanya sifat kapiler menyebabkan timbulnya gaya adhesi (gaya tarik antara molekul air dan dinding xilem). Akibatnya air merembes dari bagian bawah hingga naik ke daun.

Baca juga: 

3. Daya isap daun

Setiap daun selalu mengeluarkan uap air, terutama melalui stomata. Pengeluaran uap air melalui stomata disebut transpirasi. Adanya transpirasi atau penguapan di daun menyebabkan tekanan potensial air dalam daun rendah. Perbedaan potensial air tersebut menyebabkan molekul air di bawahnya tertarik dan mengalir ke atas. Gerakan air ke atas terjadi secara beruntun hingga sampai akar. Pengaruh inilah yang disebut daya isap daun.

Jumat, 19 Juni 2015

Struktur dan perkembangan biji tumbuhan

Struktur dan perkembangan biji tumbuhan - Letak biji pada buah tidak selalu berada di bagian dalam. Pada buah pinus, bijinya melekat pada permukaan buah, bijinya kecil dan ringan sehingga mudah diterbangkan oleh angin. Biji merupakan alat perkembangbiakan yang utama pada tumbuhan spermatophyta karena biji mengandung calon individu baru (lembaga).

Dengan dihasilkannya biji, tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya dan berpencar ke tempat lain. Pada umumnya, biji memiliki bagian-bagian, seperti kulit biji, tali pusar, dan inti biji.

a. Kulit biji
Biji alpukat
Pada tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), kulit biji terdiri atas dua lapisan, yaitu kulit luar (testa) dan kulit dalam (tegmen). Testa memiliki sifat yang bermacam-macam, ada yang tipis, ada yang kaku seperti kulit, serta ada yang keras seperti kayu dan batu.

Coba bandingkan kulit biji pada biji mangga, biji sawo, biji kelapa,dan biji buncis. Anda akan menemukan sifat-sifat dari masing-masing biji tersebut. Tegmen biasanya tipis, seperti selaput, seringkali dinamakan kulit ari.

Ada juga biji yang memiliki tiga lapisan kulit, seperti yang terdapat pada melinjo. Kulit biji melinjo dapat dibedakan atas kulit luar (sarcotesta) biasanya tebal dan berdaging, kulit tengah (sclerotesta) suatu lapisan yang kuat, keras, dan berkayu, serta kulit dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput dan seringkali melekat pada inti biji.

b. Tali pusar (Funiculus)
Tali pusar merupakan bagian yang menghubungkan biji dengan tembuni (daerah tempat perlekatan biji pada dinding dalam buah). Jika biji masak, maka biasanya biji terlepas dari tali pusatnya dan pada biji hanya tampak bekasnya saja.

c. Inti biji (Nukleus Seminis)
Inti biji adalah semua bagian biji yang terdapat di dalam kulitnya. Oleh karena itu, inti biji juga dapat dinamakan isi biji. Inti biji terdiri atas lembaga (embrio) yang merupakan calon individu baru dan putih lembaga (albumen)

1. Lembaga (Embrio)
Lembaga di dalam biji telah memperlihatkan adanya bagian-bagian utama tubuh tumbuhan, yaitu :
  • Akar lembaga atau calon akar (radikula), yang biasanya akan tumbuh menjadi akar.
  • Daun lembaga (kotiledon) merupakan daun pertama suatu tumbuhan.
  • Batang lembaga (kauliculus) beserta calon-calon daun merupakan bagian lembaga yang dinamakan pucuk lembaga (plumula). Plumula terdiri atas dua daun embrionik yang akan menjadi daun-daun sejati yang pertama ketika biji berkecambah dan tunas terminal (apikal).
2. Putih lembaga (Albumen)
Putih lembaga adalah bagian biji yang terdiri atas suatu jaringan yang menjadi tempat cadangan makanan bagi lembaga dan digunakan oleh embrio saat berkecambah dan belum dapat membentuk makanan sendiri.

Tidak setiap biji mempunyai putih lembaga, seperti pada biji tumbuhan polong-polongan (Leguminosae), cadangan makanan tidak tersimpan dalam putih lembaga, melainkan dalam daun lembaga (kotiledon). Oleh sebab itu, daun lembaganya menjadi lebih tebal. Pada biji jagung dan biji rumput, cadangan makanannya berasal dari kandung lembaga yang disebut endosperm.
Perkembangan biji

Perkembangan biji
Di dalam biji mengandung embrio. Jika biji berada pada lingkungan yang sesuai, maka embrio akan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru. Kecambah merupakan tumbuhan yang baru muncul dari biji dan masih hidup dari persediaan makanan yang terdapat di dalam biji.

Baca juga: Struktur dan fungsi bunga pada tumbuhan

Banyak jenis biji tidak dapat berkecambah meskipun kondisi lingkungan mendukung. Biji-biji tersebut hanya berkecambah setelah suatu periode istirahat yang disebut periode dormansi.Dormansi disebabkan oleh banyak faktor, seperti keadaan fisik kulit biji dan keadaan fisiologis dari embrio atau gabungan dari kedua keadaan tersebut.

Struktur dan fungsi bunga pada tumbuhan

Untuk melestarikan jenisnya, makhluk hidup memiliki kemampuan berkembang biak. Alat perkembangbiakan pada tumbuhan biji adalah bunga. Bunga memiliki struktur yang kompleks, karena disusun oleh beberapa bagian. Beberapa bagian dari bunga berperan dalam pembuahan (fertilisasi) dan pembentukan biji.

Struktur bunga sangat bervariasi dengan beragam bentuk, ukuran, kelengkapan bagian, dan warna bunga. Ciri tersebut sering digunakan dalam mengidentifikasi suatu tumbuhan.

Bagian dan fungsi bunga

Pada umumnya, bunga mempunyai bagian berupa hiasan bunga (periantum) dan alat kelamin bunga. Hiasan bunga terdiri atas kelopak bunga (kaliks) dan mahkota bunga (korola), sedangkan alat kelamin bunga terdiri atas alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik).

1. Kelopak bunga (kaliks), adalah merupakan bagian bunga yang terletak pada lingkaran paling luar bunga, biasanya berwarna hijau. Kelopak terdiri atas beberapa daun kelopak (sepal).

2. Mahkota bunga (korola), umumnya berwarna dan seringkali berbau harum (khas) yang berfungsi menarik hewan sehingga membantu penyerbukan (polinator). Mahkota bunga terdiri atas sejumlah daun mahkota (petal), seperti halnya dengan daun kelopak, mahkota dapat berlekatan atau terpisah.

3. Benang sari (stamen), terdiri atas kepala sari (antera) yang menghasilkan serbuk sari dan tangkai sari yang menghubungkan kepala sari dengan dasar bunga. Kepala sari adalah bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari dengan bentuk yang bermacam-macam, seperti bulat, jorong, dan bulat teko, yang di dalamnya terdapat ruang sari.

Ruang sari merupakan tempat terbentuknya serbuk sari atau tepung sari (polen). Jika serbuk sari yang berkembang di dalam ruang sari mencapai kematangan (dewasa) maka kepala sari akan terbuka untuk mengeluarkan serbuk sari.

4. Putik (pistil), merupakan bagian bunga yang paling dalam letaknya. Putik tersusun dari daun-daun yang telah mengalami metamorfosis. Daun-daun penyusun putik disebut daun buah (karpelum) Bagian kepala putik (stigma) memiliki tempat menempelkan serbuk sari. Tangkai putik (stilus) merupakan penghubung antara kepala putik dan bakal buah. Di dalam bakal buah (ovarium) terdapat bakal biji (ovul).

Buluh serbuk sari yang tumbuh dari bagian kepala putik akan memanjang ke bawah mencapai bakal buah untuk berlangsungnya peristiwa pembuahan (fertilisasi). Setelah terjadi fertilisasi, bakal buah akan berkembang menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji. Di dalam biji terdapat embrio yang dapat tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan baru.

Pada sauatu bunga seringkali tidak kita jumpai hiasan bunganya. Bunga yang demikian dinamakan bunga telanjang, misalnya pada Euphorbia hirtal. Ada juga hiasan bunga tadi tidak dapat dibedakan kelopak dan mahkotanya, dengan kata lain kelopak dan mahkotanya sama, baik bentuk maupun warnanya. Hiasan bunga yang demikian sifatnya disebut tenda bunga, misalnya pada lilia gereja (Lilium longiflorum).

Struktur dan fungsi bunga pada tumbuhan


Macam-macam bunga

Ada beberapa macam bunga menurut kelengkapannya, antara lain sebagai berikut :
1. Bunga sempurna atau bunga lengkap, yaitu : bunga yang memiliki hiasan bunga dan kelamin bunga yang lengkap atau dengan kata lain bunga yang memiliki kelopak, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Contohnya adalah bunga kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis).
2. Bunga tidak sempurna atau bunga tidak lengkap, yaitu : bunga yang salah satu bagian hiasan bunga atau salah satu alat kelamin tidak ada.
3. Bunga jantan, jika pada kelamin bunga hanya terdapat benang sari saja.
4. Bunga betina, jika pada kelamin bunga hanya terdapat putik saja.

Tumbuhan yang mempunyai bunga jantan dan bunga betina pada satu individu (satu pohon) disebut tumbuhan berumah satu. Contohnya tanaman jagung, mentimun, dan jarak. Jika bunga jantan dan betina terpisah tempatnya (tidak ada dalam satu pohon), maka tumbuhan itu disebut tumbuhan berumah dua. Contohnya tanaman salak.

Kamis, 18 Juni 2015

Struktur, jaringan penyusun dan fungsi daun

Struktur, jaringan penyusun dan fungsi daun - Daun adalah organ tumbuhan yang umumnya pipih, melebar, dan berwarna hijau, serta berfungsi untuk fotosintesis dan transpirasi. Daun hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian lain pada tubuh tumbuhan.

Daun berasal dari suatu jaringan meristem ujung suatu kuncup batang yang menonjol ke samping, sehingga membentuk suatu bagian yang tidak terpisahkan dari suatu sistem pucuk. Beberapa organ tertentu penampilannya sangat berbeda dengan daun hijau yang normal, tetapi proses pembentukannya sama saja dan memang merupakan modifikasi dari daun.

Contohnya adalah duri tajam pada kaktus, sisik tipis pada rizoma bunga tasbih (Canna sp.), dan sisik berdaging pada umbi lapis bawang.

Struktur, jaringan penyusun dan fungsi daun

Struktur daun

Daun yang lengkap mempunyai bagian seperti upih daun atau pelepah daun, tangkai daun, dan helaian daun. Daun lengkap dapat dijumpai pada beberapa macam tumbuhan, antara lain rumput-rumputan, pohon pisang, pohon pinang, dan pohon bambu.

Tumbuhan yang mempunyai daun lengkap tidak begitu banyak jenisnya. Kebanyakan tumbuhan mempunyai daun yang tidak lengkap, ada yang hanya memiliki satu atau dua bagian dari tiga bagian tersebut di atas.

Setiap daun mempunyai tulang daun yang berguna untuk memberi kekuatan pada daun dan sebagai tempat berkas pengangkut. Menurut besar kecilnya, tulang daun dibedakan menjadi ibu tulang daun, tulang cabang daun, dan urat daun.

Jaringan penyusun daun

Jika kita amati irisan melintang daun, maka akan dijumpai berbagi sistem jaringan yaitu jaringan pelindung, jaringan dasar, dan jaringan pengangkut.

a. Epidermis
Jaringan epidermis terdapat di permukaan atas dan bawah. Pada umumnya, epidermis terdiri atas selapis sel yang berfungsi sebagai pelindung jaringan di bagian dalamnya. Dinding sel epidermis mengalami penebalan dan pada bagian yang menghadap ke luar membentuk lapisan lilin (kutikula). Lapisan kutikula berperan penting dalam membatasi penguapan (transpirasi) pada daun, terutama pada siang hari.

Pada deretan sel epidermis atas atau epidermis bawah terdapat lubang kecil, disebut stomata. Stomata berfungsi untuk pertukaran gas antara atmosfer dan sistem ruang antarselyang berada pada jaringan bunga karang. Pada umumnya stomata terdapat pada permukaan daun bagian bawah, tetapi stomata pada daun tumbuhan yang terapung di atas air terdapat pada permukaan daun bagian atas.

b. Mesofil
Mesofil sebagai jaringan dasar terletak antara epidermis atas dan epidermis bawah membentuk jaringan palisade dan jaringan bunga karang (spons). Jaringan palisade terletak di sebelah atas dan jaringan bunga karang berada di bawahnya.

Jaringan palisade dapat mempunyai ketebalan satu sampai tiga sel dan kaya akan kloroplas. Tidak ada bagian lain dari tumbuhan yang mengandung kloroplas sebanyak jaringan palisade. Oleh karena itu, jaringan palisade merupakan bagian utama dari seluruh bagian tumbuhan untuk fotosintesis.

Di bawah jaringan palisade terdapat lapisan jaringan bunga karang yang terdiri atas sel-sel yang tersusun lepas, kebanyakan bercabang tak teratur, dan saling berhubungan di ujung cabang. Lapisan bunga karang merupakan bagian utama untuk transpirasi pada daun dan sel-selnya memiliki kloroplas lebih sedikit daripada jaringan palisade.

c. Berkas pengangkut
Jaringan ebrkas pengangkut pada daun membentuk suatu sistem percabangan, seperti jala yang kompleks disebut tulang daun pada tempat pertemuan antara jaringan palisade dan jaringan bunga karang.

Pada sayatan melintang tulang-tulang daun itu jelas terlihat merupakan berkas pengangkut yang tersusun dari xilem dan floem. Xilem mengarah ke salah satu permukaan daun dan floem mengarah ke permukaan daun yang berlawanan.

Permukaan daun yang berdekatan dengan xilem disebut permukaan adaksial, biasanya menjadi permukaan atas helaian daun, sedangkan permukaan helaian daun yang berdekatan dengan floem disebut permukaan abaksial, biasanya menjadi permukaan bawah helaian daun.

Fungsi daun

Fungsi utama daun adalah tempat berlangsungnya proses fotosintesis dan transpirasi.
a. Fotosintesis
Pada sel-sel penyususn daun terutama pada bagian jaringan palisade dan jaringan bunga karang mengandung kloroplas. Di dalam kloroplas terdapat klorofil yang mampu menyerap energi cahaya untuk membentuk zat makanan (gula).

b. Transpirasi
Pada umumnya transpirasi terjadi pada siang hari. Transpirasi adalah hilangnya air dari tubuh tumbuhan dalam bentuk uap melalui stomata, lentisel, atau lapisan kutikula. Akan tetapi, transpirasi lebih banyak berlangsung pada stomata.

Pada dasarnya transpirasi ditentukan oleh faktor yang mempengaruhi penguapan air dan pembukaan stomata. seperti intensitas cahaya matahari, suhu, angin, luas bidang penguapan atau luas permukaan daun, banyaknya kandungan air tanah, dan kelembapan udara sekitar. Besarnya transpirasi ditentukan oleh seberapa lebar celah di antara dua sel penutup stoma.

Tokoh

Matthias Jakob Schleiden

Matthias Jakob Schleiden (1804-18981) adalah ahli botani Jerman yang menemukan teori sel pada tumbuhan. Schleiden lahir di Hamburg dan belajar di beberapa universitas Jerman dan menjadi profesor di Jena.

Pada tahun 1838, a memperkenalkan unit dasar dari makhluk hidup bahwa tumbuhan terdiri atas sel-sel. Sel telah ditemukan pertama kali oleh Robert Hooke pada tahun 1665, tetapi Schleiden yang pertama kali mengenalkan bahwa sel tumbuhan itu penting.

Di juga menjelaskan tentang kerja dari inti sel (nukleus) dalam pembelahan sel dan pergerakan aktif dari bahan intraseluler pada jaringan tumbuhan.

Pertumbuhan dan fungsi batang tumbuhan

Setelah sebelumnya telah diulas struktur batang, selanjutnya akan kita bahas mengenai pertumbuhan dan fungsi batang tumbuhan. Seberapa panjang pertumbuhan batang dalam satu tahun? Bagaimanakah batang tumbuhan bertambah panjang?

Pada batang terdapat dua macam tunas, yaitu tunas pucuk atau dikenal dengan tunas terminal yang terletak di ujung batang, dan tunas lateral atau tunas ketiak yang terletak di bagian samping batang. Tunas pucuk berperan terhadap pertambahan panjang tumbuhan. Contohnya adalah tumbuhan bambu, dalam satu tahun dapat mencapai 6 meter, sedangkan tunas lateral dapat tumbuh membentuk cabang batang, daun, atau bunga.

Mengapa batang tumbuhan dikotil dapat tumbuh membesar? Ingatkah bahwa pada tumbuhan dikotil terdapat kambium?Kambium merupakan sekumpulan sel yang aktif membelah. Dengan adanya pembelahan sel-sel kambium, batang tumbuhan dikotil menjadi besar. Membesarnya batang akibat kegiatan kambium itu disebut pertumbuhan sekunder. Pembelahan sel kambium ke arah dalam membentuk xilem baru dan ke arah luar membentuk floem baru.

Kegiatan kambium dipengaruhi oleh keadaan air dan mineral. Pada musim hujan kambium membelah membentuk xilem yang luas, sedangkan pada musim kemarau kambium kurang aktif membelah sehingga membentuk xilem yang sempit.

Jika batang tumbuhan dikotil dipotong melintang, maka akan tampak batas-batas pertumbuhan batang pada musim hujan dan kemarau, yakni berupa lingkaran kosentris. Batas-batas pertumbuhan demikian itulah yang disebut lingkaran tahun.

Pada daerah tropik, pergantian antara musim hujan dan kemarau berlangsung setiap tahun. Dengan demikian, pada penampang melintang batang tumbuhan dikotil akan terdapat lingkaran tahun yang luas dan sempit.

Jika batang tumbuhan dikotil dipotong maka akan dapat diketahui umur tumbuhan tersebut dengan cara menghitung jumlah garis lingkaran tahun.Berbeda dengan tumbuhan dikotil, susunan berkas pengangkut pada batang tumbuhan monokotil tersebar tidak beraturan. Selain itu, tumbuhan monokotil tidak mempunyai kambium. Itulah sebabnya pada ukuran tertentu batang tumbuhan monokotil tidak dapat membesar lagi.

Pertumbuhan dan fungsi batang tumbuhan

Fungsi batang

Batang berfungsi sebagai penghubung antara akar dan daun tumbuhan serta dapat juga sebagai tempat menyimpan hasil fotosintesis dan air. Air yang diserap oleh akar diangkut melalui batang sampai ke daun. Air di daun digunakan untuk membuat makanan melalui fotosintesis. Makanan yang dibuat di dalam daun di edarkan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan, antara lain ke batang dan akar.

Pada beberapa jenis tumbuhan ada yang menyimpan makanan di dalam batang, misalnya tumbuhan tebu, aren, dan sagu dalam bentuk pati atau zat tepung. Pati tersebut disimpan sampai suatu saat diperlukan oleh tumbuhan untuk pertumbuhan. Jika diperlukan, maka pati diubah kembali menjadi gula.

Tumbuhan yang hidup di daerah kering memiliki batang yang dapat menyimpan air dalam jumlah banyak. Sebagai contoh tumbuhan kaktus yang menyimpan air dalam batangnya, air tersebut digunakan untuk fotosintesis selama musim kering yang panjang.

Struktur batang tumbuhan

Struktur batang tumbuhan - Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang sangat penting. Mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tumbuh-tumbuhan. Akar terletak di pangkal batang dan daun melekat di sepanjang batang.

Batang menunjukkan ciri-ciri khusus yang dapat digunakan sebagai pembeda dengan bagian tubuh tumbuhan lainnya. Ciri-ciri khusus batang adalah beruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan pada buku-buku inilah terdapat daun.

Struktur batang

Pada batang terdapat tiga daerah pokok, yaitu epidermis, korteks, dan silinder pusat (stele). Pada umumnya, batang tumbuhan paku-pakuan, tumbuhan biji terbuka, dan tumbuhan dikotil mempunyai batas yang jelas, sedangkan pada tumbuhan monokotil mempunyai batas antara korteks dan stele yang tidak jelas.

a. Epidermis
Pada umumnya, epidermis batang disusun oleh selapis sel yang tertutup oleh kutikula yang mencirikan epidermis tersebut sebagai lapisan terluar. Epidermis adalah jaringan yang hidup karena sel-selnya mempunyai kemampuan untuk membelah.

Sifat tersebut penting, karena epidermis harus mengimbangi bertambah besarnya batang atau adanya pertumbuhan yang menebal. Sel-sel epidermis yang tidak dapat membelah akan meregang sampai batas tertentu hingga pecah dan mati. Akan tetapi, sebelum itu terjadi, epidermis diganti dengan jaringan pelindung sekunder yang disebut kambium gabus.

Aktivitas kambium gabus membentuk jaringan gabus yang kedap udara dekat permukaan batang. Hal tersebut menyebabkan pertukaran gas antara jaringan yang hidup di sebelah dalam dan udara luar terputus. Pertukaran gas hanya dimungkinkan berkat kehadiran lubang kecil yang disebut lentisel.

b. Korteks
Korteks terletak di sebelah dalam epidermis. Jaringan tersebut terdiri atas beberapa lapis sel dengan rongga-rongga udara di antara sel-selnya. Jaringan tersebut dapat berfungsi sebagai tempat pertukaran gas.

Sel-sel korteks, terutama parenkimanya berisi banyak sekali kloroplas yang memberi warna hijau pada daerah tersebut selama tumbuhan itu hidup. Lapisan terdalam korteks tidak membentuk endodermis yang nyata seperti dalam akar, tetapi sering berisi banyak butir pati.

Oleh karena itu, lapisan tersebut dapat dikenal sebagai seludang pati atau sarung tepung. Batang tumbuhan konifer dan Angiospermae biasanya tidak mempunyai endodermis yang nyata. Lapisan endodermis pada sebagian besar tumbuhan dikotil dicirikan dengan pita khas hasil penebalan pita Caspary atau pengendapan amilum.


Struktur batang tumbuhan

c. Silinder pusat (Stele)
Silinder pusat atau Stele terdiri atas berkas pengangkut, empulur, ditambah dengan daerah perikambium, dan jari-jari empulur untuk golongan tumbuhan tertentu.

1) Berkas pengangkut
Berkas pengangkut pada batang terdiri atas sejumlah pembuluh yang terletak di belakang ujung pucuk. Berkas pengangkut terdiri atas xilem dan floem. Berkas pengangkut dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu sebagai berikut :
a. Tipe xilem dan floem berdampingan langsung dan berkas itu dikelilingi serabut atau seludang berkas pengangkut, misalnya pada batang Gramineae dan tumbuhan monokotil lainnya.

b. Tipe antara xilem dan floem terdapat kambium. Pada umumnya jaringan dasar (parenkima) tipe tersebut terdapat pada batang tumbuhan dikotil. tumbuhan dikotil memiliki berkas pengangkut dengan susunan yang teratur membentuk suatu lingkaran dengan xilem berada di sebelah dalam dan floem di sebelah luar.

Di antara xilem dan floem, di tengah-tengah ikatan pembuluh terdapat suatu lapisan tipis sel yang tidak berdeferensiasi, disebut kambium. Kambium tersebut ke arah dalam membentuk xilem baru dan ke arah luar membentuk floem baru.

c. Tipe xilem dan floem berdampingan, tetapi di sisi dalam xilem terdapat lagi floem dengan urutannya adalah floem dalam - xilem - kambium - floem luar. Misalnya adalah suku timun-timunan dan suku terung-terungan.

2) Empulur
Empulur adalah bagian batang yang paling dalam, tersusun dari jaringan dasar (parenkima) yang mempunyai banyak ruang antarsel. Pada sebagian besar batang, bagian tengah empulur rusak selama pertumbuhan batang tersebut.

3) Perikambium
Perikambium adalah jaringan yang disusun dari beberapa lapisan sel yang mencakup jaringan pengangkut. Bagian dalam perikambium dibatasi oleh floem primer, sedangkan di sebelah luarnya dibatasi oleh endodermis atau korteks.

4) Jari-jari empulur
Jari-jari empulur berupa pita radial, mulai dari empulur sampai dengan floem. Fungsi jari-jari empulur adalah untuk melangsungkan pengaliran makanan ke arah radial.


Demikian infromasi online Struktur batang tumbuhan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Minggu, 14 Juni 2015

Pertumbuhan akar dan fungsinya

Pertumbuhan akar dan fungsinya. Di dalam biji terdapat embrio yang dapat tumbuh menjadi tumbuhan. Pada akar embrio yang terdapat di dalam biji itu sudah memiliki bakal daun, batang, dan akar. Jika biji berkecambah, maka bagian pertama yang tumbuh ke luar menembus biji adalah akar.

Akar yang tumbuh ke luar dari biji disebut akar primer. Akar primer adalah akar pertama dan akar terbesar dari tumbuhan. Pada umumnya, akar tersebut tumbuh lurus menembus tanah karena gaya gravitasi.

Pada tumbuhan dikotil akar primer terus berkembang dan membentuk akar sekunder, sedangkan pada tumbuhan monokotil akar primer biasanya mengering dan mati, kemudian terbentuk akar adventif yang tumbuh pada pangkal batang. Akar adventif tersebut berbentuk seperti serabut sehingga disebut akar serabut.

Meristem adalah bagian akar yang aktif melakukan pembelahan. Pada bagian tersebut sela akan aktif melakukan pembelahan, sel bertambah banyak dan akar menjadi semakin panjang. Akar mudah menembus tanah karena pada bagian ujung akar terdapat lapisan yang disebut tudung akar.

Tudung akar atau bagian meristem sehingga tidak terjadi kerusakan pada waktu akar menembus tanah dan menghasilkan lendir untuk memudahkan akar menembus tanah.

Fungsi akar

Akar memiliki peran yang sangat penting bagi tumbuhan, karena berfungsi menegakkan tumbuhan pada tempat tumbuhnya, menyerap air dan mineral yang larut dalam tanah, serta tempat menyimpan cadangan makanan.

Penyerapan air dan mineral
Akar menyerap air dan mineral dari dalam tanah secara difusidan osmosis Air masuk ke dalam akar melalui rambut akar dan ujung akar muda. Rambut akar berperan memperluas bidang penyerapan akar sehingga air dapat diserap dalam jumlah yang banyak. Air dan mineral disalurkan melalui xilem menuju daun.


Pertumbuhan akar dan fungsinya


Secara umum, konsentrasi di dalam sel tumbuhan lebih tinggi (bersifat hipertonik) daripada konsentrasi air dan mineral tanah (bersifat hipotonik). Keadaan tersebut menyebabkan larutan di luar sel akan terserap ke dalam sel tumbuhan melalui rambut akar yang pada dasarnya bersifat semipermeabel dan berdinding tipis.

Setelah rambut akar menyerap air, konsentrasi sel pada rambut akar menjadi rendah dibandingkan konsentrasi sel sebelah dalamnya. Adanya perbedaan konsentrasi tersebut memungkinkan terjadi peristiwa osmosis kembali sehingga air dan mineral masuk ke jaringan sel bagian dalam lagi dan sampai ke pembuluh xilem batang. Begitulah mekanisme masuknya air dari tanah ke dalam sel tumbuhan.

Jika kita memindahkan tanaman dari satu tempat ke tempat lain dengan cara mencabutnya, maka tanaman tersebut dapat mati. Mengapa demikian? Pada waktu mencabut tanaman, ada beberapa rambut akar yang terpotong sehingga penyerapan air oleh tanaman tersebut akan berkurang.

Baca juga:


Akar juga menyerap oksigen dari udara yang terdapat dalam rongga-rongga di antara partikel-partikel tanah untuk memenuhi kebutuhan sel-sel akar akan oksigen. Tanah yang gembur seperti tanah berpasir dan tanah yang banyak mengandung kompos memiliki rongga-rongga udara sehingga banyak menyediakan oksigen bagi akar. Itulah sebabnya mengapa petani sering menggemburkan tanah pertaniannya.

4 jaringan penyusun akar tumbuhan

4 jaringan penyusun akar tumbuhan. Setelah sebelumnya telah kita ulas tentang akar tunggang dan akar serabut, untuk selanjutnya kita akan membahas mengenai jaringan apa saja yang menyusun akar. Akar disusun oleh beberapa jaringan. Jaringan yang berbeda memiliki fungsi yang berbeda pula.

1. Epidermis
Lapisan terluar dari akar adalah epidermis yang tersusun dari sel-sel yang rapat satu sama lain tanpa ruang antarsel dan berdinding tipis. Epidermis bersifat semipermeabel sebagai jalan masuknya air dan mineral. Epidermis yang telah mengalami penebalan berperan sebagai pelindung jaringan di bawahnya.

Tebal lapisan epidermis biasanya satu lapis sel. Sel-sel epidermis dapat tumbuh menonjol di tempat-tempat tertentu membentuk rambut akar yang berfungsi untuk menyerap air dan mineral terlarut dalam tanah.

2. Korteks
Lapisan di bawah epidermis adalah lapisan sel-sel yang disebut korteks. Korteks berperan sebagai daerah penyimpanan cadangan makanan. Korteks akar terdiri atas jaringan parenkima yang relatif renggang dan jaringan penguatnya sedikit. Di antara sel-sel parenkima terdapat ruang antarsel sehingga berfungsi sebagai ruang penyimpanan udara.

3. Endodermis
Di sebelah dalam korteks terdapat selapis sel yang disebut endodermis. Endodermis berperan dalam pengaturan jalannya air dan mineral dari korteks ke silinder pusat.

4. Silinder pusat
Lapisan bagian dalam pada akar adalah silinder pusat yang berisis jaringan pengangkut. Jaringan pengangkut terdiri atas pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Sel xilem pada akar berfungsi mengangkut air dan mineral dari akar menuju batang dan daun, sedangkan sel floem berfungsi mengangkut makanan atau zat organik hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.
4 jaringan penyusun akar tumbuhan
Jika kita makan atau memasak wortel, maka tentunya kita akan merasakan perbedaan rasa antara lapisan dalam dan lapisan luar dari wortel tersebut. Lingkaran lapisan luar lebih lunak dan terasa manis. Bagian tersebut adalah korteks yang merupakan tempat penyimpanan makanan.


Lapisan dalam keras dan tidak manis. Apakah yang menyebabkan rasa lapisan tersebut berbeda? Lapisan yang paling dalam tersebut disusun oleh xilem dan floem yang banyak mengandung serat sebagai penguat, sehingga bagian tersebut memiliki struktur yang relatif keras.

Sabtu, 13 Juni 2015

Tentang akar tunggang dan akar serabut

Tentang akar tunggang dan akar serabut. Akar adalah bagian tumbuhan yang berfungsi menyerap air dan mineral dari dalam tanah. Pada umumnya, akar memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. Tidak berbuku-buku sehingga tidak beruas-ruas dan tidak mendukung daun, sisik, atau bagian lainnya.
2. Warna tidak hijau, biasanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
3. Tumbuh terus pada ujungnya.
4. Bentukanya seringkali meruncing sehingga lebih mudah untuk menembus tanah.
5. Tumbuh dengan arah ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotop), meninggalkan arah datangnya cahaya.

Dua jenis akar

Bagaimanakah struktur akar? Bagaimana akar tumbuh? dan apakah fungsi akar? Berikut ulasan lengkapnya.
Tentang akar tunggang dan akar serabut

Akar tunggang dan akar serabut
Di dalam biji sebenarnya sudah terdapat calon akar yang disebut akar lembaga (radikula). Pada perkembangan selanjutnya kalau biji mulai berkecambah sampai menjadi tumbuhan dewasa, akar lembaga dapat memperlihatkan perkembangan yang berbeda-beda sehingga pada tumbuhan dibedakan dua macam sistem perakaran, yaitu akar tunggang dan akar serabut.

1. Akar tunggang
Akar tunggang adalah akar primer atau akar lembaga yang terus tumbuh membesar dan memanjang. Akar tersebut menjadi akar pokok yang menopang tegaknya tubuh tumbuhan dan dalam perkembangannya membentuk cabang-cabang akar yang lebih kecil.

Tumbuhan apakah yang memiliki sistem akar tunggang?
Pada beberapa tumbuhan dikotil, akarnya ada yang membesar untuk menyimpan air dan cadangan makanan, seperti wortel, singkong, bengkuang, dan lobak.

2. Akar serabut
Akar serabut adalah akar yang timbul dari pangkal batang sebagai pengganti akar primer atau akar lembaga yang mati. Akar tersebut bentuknya seperti serabut.

Tumbuhan apakah yang memiliki akar serabut? Baik sistem akar tunggang maupun sistem akar serabut, masing-masing akar dapat bercabang-cabang untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya batang tumbuhan.

Baca juga:


Perlu diketahui bahwa akar tunggang hanya kita jumpai kalau tumbuhan ditanam dari biji. Walaupun dari golongan tumbuhan dikotil, suatu tumbuhan tak akan mempunyai akar tunggang, jika tidak ditanam dari biji. Misalnya adalah berbagai jenis tanaman budi daya yang diperbanyak atau dikembangbiakkan dengan cara cangkok dan setek.

Tentang peredaran darah pada manusia

Darah manusia terdiri atas plasma darah dan sel darah. Sebagain besar plasma darah disusun oleh air, sisanya berupa komponen terlarut. Sel darah manusia dibedakan atas eritrosit, leukosit, dan trombosit. Hal ini bisa dipelajari selengkapnya di kedua artikel berikut :

Darah memiliki banyak fungsi, antara lain sebagai alat pengangkut, menjaga suhu tubuh, membunuh kuman penyakit, dan pembekuan darah.

Jantung manusia terdiri atas empat ruang, yaitu serambi kanan, serambi kiri, bilik kanan dan bilik kiri. Antara serambi kanan kanan dan bilik kanan terdapat katup trikuspidalis, sedangkan antara serambi kiri dan bilik kiri terdapat bikuspidalis. penjelasan tentang keduanya bisa dipelajari selengkapnya di artikel biologi : Tentang jantung dan cara kerjanya

Tentang peredaran darah pada manusia

Fungsi utama jantung adalah memompa darah agar mengalir dari jantung ke seluruh tubuh, sedangkan pembuluh darah berfungsi untuk menyalurkan darah. Pembuluh darah dibedakan atas pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (vena). Arteri adalah pembuluh yang mengalirkan darah keluar dari jantung menuju kapiler, sedangkan vena adalah pembuluh yang mengalirkan darah kembali ke jantung.Dalam sistem ABO, darah manusia dibedakan atas golongan A, B, AB, dan O.

Golongan darah O disebut donor universal, sedangkan golongan darah AB disebut resipien universal. Selengkapnya tentang golongan darah silahkan baca di artikel biologi : Golongan darah dan faktor yang mempengaruhinya

Peredaran darah manusia disebut peredaran darah rangkap (ganda) dan tertutup. Peredaran darah rangkap terdiri atas peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.

Getah bening (limfa) adalah sebagian plasma darah yang setelah beredar ke seluruh tubuh tidak kembali masuk ke dalam pembuluh darah. Getah bening berfungsi untuk membuat sel-sel darah putih dan mencegah terjadinya infeksi. Organ tubuh lain yang hampir sama fungsinya dengan getah bening adalah limpa (kura) dan tonsil.

Peredaran getah bening merupakan peredaran terbuka, dan dapat mengalir ke luar dari pembuluhnya. Pembuluh utama dari getah bening dibedakan atas pembuluh getah bening kanan dan pembuluh getah bening kiri. Selengkapnya tentang ini silahkan baca di artikel : Sistem peredaran darah getah bening, limpa dan tonsil

Istilah penting dalam peredaran darah

Dalam membahas tentang peredaran darah sering kita menemui berbagai istilah yang terdapat pada suatu pembahasan. Mungkin saja istilah-istilah di bawah ini yang dijelaskan secara singkat memberi manfaat bagi anda :
  1. Aglutinin : protein khusus dalam plasma darah yang dapat menggumpalkan aglutinogen.
  2. Aglutinogen : protein spesifik yang terdapat di dalam sel darah merah.
  3. Anemia : penyakit kekurangan darah.
  4. Antibodi : zat yang dapat membunuh kuman penyakit atau zat asing lainnya.
  5. Aorta : pembuluh nadi besar.
  6. Arteri : pembuluh nadi yang menyalurkan darah ke luar dari jantung.
  7. Arteriol : pembuluh nadi yang berukuran lebih kecil dari arteri.
  8. Atrium : ruang jantung pada bagian atas, disebut juga serambi.
  9. Bilirubin : zat warna empedu yang berasal dari perombakan hemoglobin sel darah merah yang sudah tua.
  10. Diapedesis : keluarnya sel darah putih dari pembuluh darah kapiler.
  11. Diastole : tekanan darah pada saat darah masuk ke bilik jantung (saat otot jantung relaksasi).
  12. Eritrosit : sel darah merah.
  13. Fibrinogen : protein darah yang berguna dalam proses pembekuan darah.
  14. Hemofilia : penyakit darah yang ditandai dengan darah sukar membeku jika terjadi luka.
  15. Hemoglobin :protein yang mengandung zat besi (Fe) yang menyebabkan darah berwarna merah.
  16. Leukosit : sel darah putih.
  17. Limfa : plasma darah yang setelah beredar ke seluruh tubuh tidak kembali ke pembuluh darah, disebut juga getah bening.
  18. Plasma darah : cairan yang sebagian besar terdiri atas air, sedangkan sisanya berbagai komponen terlarut.
  19. Perikardium : selaput yang membungkus jantung.
  20. Serum : plasma darah yang sudah tidak mengandung fibrinogen.
  21. Sistole : tekanan darah pada saat darah keluar dari bilik jantung (saat oto jantung berkontraksi).
  22. Tensimeter : suatu alat untuk mengukur tekanan darah (sistole dan diastole).
  23. Tonsil : semacam kelenjar yang terdapat pada bagian kanan dan kiri tenggorolam serta di dalam rongga hidung.
  24. Trombosit : keping-keping darah.
  25. Vena : pembuluh balik yang menyalurkan darah kembali ke jantung.
  26. Ventrikel : ruang jantung pada bagian bawah, disebut juga bilik.
  27. Venula : pembuluh balik yang berukuran lebih kecil dari vena.

Itulah informasi online mengenai peredaran darah pada manusia dan berbagai istilah yang dijelaskan secara singkat. Semoga artikel biologi di atas menjadikan manfaat bagi para pembaca.

Sekilas mengenai jantung koroner

Jantung koroner. Jantung merupakan jaringan daging terkuat pada tubuh yang berfungsi menerima darah kaya oksigen dari paru-paru dan memompanya ke seluruh tubuh melalui pembuluh arteri. Kondisi jantung terkait erat dengan kondisi pembuluh darah. Jika pembuluh darah sehat, maka jantung juga dapat diharapkan sehat pula.

Sebagai tempat mengalirkan darah, dinding pembuluh darah dapat saja ditumpuki kotoran (biasanya berupa kolesterol atau bekuan darah yang disebut plak). Proses penumpukan kotoran darah tersebut dikenal sebagai aterosklerosis atau pengapuran dinding pembuluh darah.

Pada aterosklerosis yang sudah lanjut dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah ke jantung ataupun ke otak sehingga berakhir dengan kematian. Penyumbatan darah ke jantung dapat berakibat jantung koroner.

Sekilas mengenai jantung koroner

Gejala jantung koroner dan pencegahan

Gejala penyakit jantung koroner baru muncul setelah fungsi jantung terganggu, antara lain berupa sakit pada dada, nafas pendek-pendek, lemah, lelah, dan denyut jantung yang tidak teratur.

Tindakan pencegahan terhadap penyakit tersebut adalah dengan cara berhenti merokk, diet sehat, olah raga secara teratur, dan mengendalikan penyakit pemicu jantung koroner, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Pengobatannya dapat dilakukan dengan cara meningkatkan fungsi jantung. Misalnya penggunaan obat untuk mengurangi penimbunan plak, aspirin untuk mencegah stenosis, serta obat pengendali tekanan darah tinggi dan diabetes.


Demikian informasi online tentang Sekilas mengenai jantung koroner, semoga menjadi pembelajaran untuk kesehatan kita bersama.

10 gangguan sistem peredaran darah

10 gangguan sistem peredaran darah - Banyak penyakit dan kelainan yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia, mulai dari kelainan pada cairan darah, saluran pembuluh darah dan jantung, serta kelainan-kelainan yang berkaitan dengan masing-masing komponen tersebut.

Mengapa hal ini bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya dapat dipelajari dalam uraian berikut :
1. Peracunan pada Hemoglobin
Karbon monoksida (CO) merupakan zat hasil pembakaran yang tidak sempurna, seperti pada kendaraan bermotor dan industri. Zat ini dapat melakukan ikatan lebih kuat dengan hemoglobin daripada ikatan karbon dioksida dan hemoglobin, sehingga hemoglobin tidak dapat mengangkut oksigen.

2. Anemia
Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin sel darah merah hingga dibawah normal, sehingga darah tidak dapat mengangkut oksigen dalam jumlah yang diperlukan tubuh. Penyakit tersebut dapat disebabkan dari pendarahan hebat, seperti akibat kecelakaan, berkurangnya pembentukan sel darah merah, dan meningkatnya penghancuran sel darah merah.

Anemia dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan, kurang tenaga, kepala terasa melayang, dan dapat menyebabkan stroke atau serangan jantung. Pengobatan yang diberikan pada pasien berupa transfusi darah. Salah satu tindakan pencegahannya adalah dengan rajin mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, misalnya sayur bayam.

3. Leukemia
Leukemia adalah kanker dari sel-sel darah. Penyakit tersebut disebabkan oleh pertumbuhan tidak terkendali dari sel-sel darah putih (leukosit). Leukemia terjadi jika proses pematangan dari stem sel menjadi sel darah putih dalam sumsum tulang mengalami gangguan dan menghasilkan perubahan ke arah keganasan.

4. Hemofilia
Hemofilia merupakan penyakit yang bersifat menurun,, maksudnya dapat diturunkan pada keturunannya. Penderita hemofilia tidak dapat menghentikan pendarahan akibat luka karena darahnya sukar membeku. Penyakit hanya diderita oleh laki-laki, tetapi gen ini dibawa oleh perempuan.

5. Hipertensi
Secara umum, tekanan darah tinggi (hipertensi) merupakan suatu keadaan tanpa gejala, tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri, serta dapat menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal.

Pada tekanan darah tinggi, biasanya terjadi kenaikan tekanan sistolik dan diastolik hingga melebihi 150/90 mmHg. Untuk mengatasi tekanan darah tinggi, penderita diberi obat untuk melebarkan pembuluh darah sehingga akan meningkatkan kecepatan produksi urine (diuretik) atau menurunkan keluaran darah jantung hingga normal.

6. Hipotensi
Tekanan darah rendah (hipotensi) adalah suatu keadaan tekanan darah lebih rendah dari 90/60 mmHg atau tekanan darah cukup rendah sehingga menyebabkan gejala-gejala. seperti pusing dan pingsan. Pengobatan penyakit tersebut dapat dilakukan dengan obat-obatan yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan pada saat darah meninggalkan jantung dan beredar ke seluruh tubuh.

7. Pingsan (Sinkop)
Pingsan adalah kehilangan kesadaran yang terjadi secara mendadak dan dalam waktu yang singkat. Pingsan merupakan gejala dari tidak memadainya suplai oksigen dan zat makanan lainnya ke otak, biasanya disebabkan oleh berkurangnya aliran darah yang bersifat sementara.

Berkurangnya aliran darah tersebut dapat terjadi jika tubuh tidak dapat segera menanggapi suatu penurunan tekanan darah. Keadaan tersebut dapat terjadi karena gangguan irama jantung, aktivitas fisik berat, dan penurunan volume darah, seperti pada pendarahan dan menderita diare.

8. Varises Vena (Vena varikosa)
Varises Vena adalah pelebaran vena di permukaan kulit. Penyebab pada varises vena diketahui, tetapi kemungkinan penyebabnya adalah suatu kelemahan pada dinding vena permukaan. Lama-lama kelemahan tersebut menyebabkan vena kehilangan kelenturannya.

Selain tidak enak dilihat, varises vena sering terasa sakit, gatal di pergelangan kaki, dan menyebabkan kaki mudah lelah. Akan tetapi, banyak juga penderita yang tidak merasakannyeri, meskipun venanya sangat melebar. Pengobatan dapat dilakukan dengan pembedahan, terapi suntik, dan menggunakan kaus kaki elastis.

9. Stroke

10 gangguan sistem peredaran darah

Stroke adalah kematian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Stroke dapat berupa iskemik atau pendarahan. Pada stroke iskemik, aliran darah ke otak terhenti karena pembekuan darah yang terjadi telah menyumbat suatu pembuluh darah.

Pada stroke pendarahan, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Sebagian besar kasusu terjadi secara mendadak, sangat cepat, dan menyebabkan kerusakan otak dalam beberapa menit (completed stroke). Akan tetapi, dapat juga berlangsung dalam beberapa jam.

10. Gagal jantung
Gagal jantung adalah suatu keadaan yang serius, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya tidak mampu memenuhi kebutuhan normal tubuh akan oksigen dan zat-zat makanan.

Terkadang orang salah mengartikan gagal jantung sebagai terhentinya jantung. Sebenarnya istilah gagal jantung menunjukkan berkurangnya kemampuan jantung untuk mempertahankan beban kerjanya.

Baca juga :

Demikian informasi online mengenai 10 gangguan sistem peredaran darah, semoga menjadi info kesehatan yang bermanfaat bagi para pembaca.

Jumat, 12 Juni 2015

Sistem peredaran darah getah bening, limpa dan tonsil

Sistem peredaran darah getah bening, limpa dan tonsil

Sistem peredaran darah getah bening, limpa dan tonsil. Salah satu fungsi plasma darah adalah mengedarkan makanan dan oksigen ke sel-sel tubuh. Namun, dalam melaksanakan fungsinya ada sebagian plasma darah yang merembes keluar pembuluh dan tidak kembali lagi ke dalam kapiler.

Plasma darah tersebut tertinggal di sela-sela sel jaringan, sehingga membentuk cairan jaringan. Selanjutnya, cairan jaringan masuk ke dalam pembuluh kapiler limfa. Cairan tersebut kemudian disebut getah bening (limfa).

Susunan getah bening hampir sama dengan plasma darah, yakni berwarna bening kekuning-kuningan dan banyak mengandung sel darah putih, trombosit, serta fibrinogen. Di dalam getah bening terdapat sel darah putih sehingga dapat berfungsi untuk membunuh bibit penyakit. Selain itu, getah bening juga berfungsi untuk mengangkut lemak.

Pembuluh getah bening terdiri atas dinding-dinding yang tipis. Dinding pembuluh tersebut lebih tipis daripada dinding vena (pembuluh darah). Pada pembuluh getah bening, semua ujung-ujung pembuluh dalam keadaan terbuka. Melalui ujung-ujung pembuluh itulah getah bening dapat masuk dari sela-sela jaringan.

2 pembuluh getah bening besar

Pembuluh getah bening juga memiliki katup-katup di sepanjang pembuluhnya, seperti halnya vena. Dengan adanya katup-katup tersebut getah bening hanya mengalir ke satu arah, yakni ke arah leher. Di dalam tubuh terdapat dua pembuluh getah bening atau pembuluh limfa yang besar, yaitu sebagai berikut :

1. Pembuluh limfa kiri
Pembuluh limfa kiri menampung cairan limfa atau getah bening dari tubuh bagian bawah serta tubuh bagian atas sebelah kiri, yakni kepala dan leher bagian kiri, dada kiri, dan lengan kiri. Pembuluh limfa kiri bermuara ke dalam vena subklavia

2. Pembuluh limfa kanan
Pembuluh limfa kanan menampung cairan limfa yang berasal dari sisi kanan kepala, leher bagian kanan tersebut bermuara ke dalam vena subklavia kanan. Di dalam tubuh, kelanjar getah bening terletak pada pangkal paha, ketiak, dan leher. Kelenjar getah bening berfungsi untuk menghasilkan sel-sel darah putih.

Selain itu, kelenjar getah bening juga berguna untuk mencegah terjadinya infeksi kuman penyakit. Funsi semacam itu juga dimiliki oleh limpa dan tonsil.

Peredaran getah bening merupakan peredaran terbuka, sebab pada pembuluh getah bening ujung-ujungnya saling terbuka. Aliran getah bening dimulai dari celah-celah jaringan tubuh dan masuk ke dalam pembuluh kapiler getah bening.

Selanjutnya mengalir menuju ke pembuluh getah bening besar dan bermuara pada pembuluh balik (vena) di bawah tulang selangka (dekat leher). Aliran getah bening itu ditimbulkan oleh kontraksi otot rangka di sekitar kelenjar getah bening.

Limpa

Limpa berbeda dengan limfa. Limfa merupakan getah bening, sedangkan limpa adalah organ tubuh yang besarnya lebih kurang sebesar itik (kurang lebih 10 cm). Limpa terletak di belakang lambung sebelah kiri.

Limpa atau kura berfungsi sebagai berikut :
a. Tempat membuat sel-sel darah putih.
b. Tempat membunuh bibit penyakit.
c. Tempat menyimpan kelebihan darah dalam tubuh. Jika kita kekurangan darah, maka kura akan segera mengerut dan mengeluarkan simpanan darah di dalamnya,.
d. Tempat pembongkaran sel-sel darah merah yang telah rusak.

Tonsil

Tonsil disebut juga amandel. Manusia mempunyai sepasang tonsil yang terletak pada bagian kiri dan kanan tenggorokan. Selain itu, masih terdapat tonsil ketiga yang terletak di dalam rongga hidung di belakang anak tekak. Tonsil tersebut disebut polip.

Tonsil berfungsi sebagai alat pertahanan tubuh dengan memproduksi sel-sel darah putih. Jika ada kuman yang masuk melalui tenggorokan dan menginfeksi organ tubuh, maka tonsil akan segera aktif membuat sel-sel darah putih. Jika terjadi infeksi, maka tonsil akan meradang dan membengkak. Tonsil demikian dapat mengganggu pernapasan.

Baca juga:


Demikian informasi biologi online yang dapat kami sampaikan, semoga menjadi tambahan pengetahuan kita bersama.

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *