Kamis, 17 September 2015

Desain Banner Idul Adha September 2015

Desain Banner Idul Adha September 2015

Desain Banner Idul Adha September 2015 - Hari Kurban hampir tiba. Di tanggal 23-24 nanti bulan September umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Umat muslim akan menjalankan puasa sunah sehari sebelumnya, dan di pagi harinya akan dilaksanakan Sholat Idul Adha yang biasa dilakukan secara berjamaah di tanah lapang. Setelah itu, akan dilaksanakan penyembelihan hewan kurban, baik sapi maupun kambing atau domba.

Untuk kepentingan itulah biasanya akan dipasang banner di tempat-tempat tertentu. Nah, bagi anda yang mungkin sedang mencari desain banner Idul Adha September 2015, mungkin apa yang kami persembahkan ini bermanfaat. Desain ini sengaja dibuat karena permintaan mertua saya dengan ukuran 100 cm x 120 cm, dengan menggunakan Adobe Photoshop. Mengapa saya menggunakan photoshop? Karena menurut selera saya photoshop sanggup memenuhi pengolahan image secara maksimal. Meski teks sekalipun bisa di olah secara tajam dan matching.

Desain banner Idul Adha yang saya buat ini sebenarnya sangat sederhana, menonjolkan menonjolkan kata "hadirilah" sebagai kata pembuka berwarna merah untuk menarik rasa penasaran pembaca melihat lebih dekat banner tersebut. Setelah pembaca mendekat dengan mudah mereka dapat membaca apa yang dimaksud pada tulisan berikutnya.

Teks Idul Adha, keterangan tempat, dan tanggal pelaksanaan kami buat berwarna hijau mencerminkan warna khas Muhammadiyah, dengan kata Idul Adha didesain lebih jauh menonjol, karena sebenarnya inti dari banner tersebut adalah kata itu.

Banner Idul Adha ini menggunakan background image sapi dan kambing sebagai ciri khas hari raya Idul Adha bahwa pada hari tersebut akan disembelih hewan kurban berupa sapi atau kambing domba. Background kedua hewan tersebut kami buat setengah lingkaran sehingga tidak memenuhi area background keseluruhan.

Di akhir kalimat, kami sematkan siapa tokoh yang khotbah sebelum dilaksanakan Sholat berjamaah Idul Adha. Kami memilih warna merah seperti awal kalimat dengan tujuan pertama untuk mengimbangi, kedua untuk menarik pembaca karena nama tokoh yang khutbah tersebut tampak dengan jelas.

Bagaimana? Apakah Desain Banner Idul Adha September 2015 ini menarik bagi anda? Jika anda menginginkannya, desain ini saya berikan gratis kepada anda. Jangan khawatir, ini bukan hanya sekedar contoh banner, tetapi desain banner berformat PSD dan dapat anda edit dengan cepat menggunakan Adobe Photoshop.

Jika anda menginginkan desain ini silahkan unduh di sini.

Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Desain Banner Idul Adha, semoga memberikan manfaat.

Senin, 14 September 2015

Tumbuhan menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan

Tumbuhan menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan

Tumbuhan mampu membuat makanannya sendiri. Bahan yang digunakan untuk membuat makanan diserap dari tanah, sehingga tumbuhan harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Adapun contoh beberapa tumbuhan yang menyesuaikan diri untuk memperoleh makanannya adalah sebagai berikut :

1. Teratai
Teratai adalah tumbuhan yang hidup di air. Teratai memiliki akar rambut yang berguna untuk menyerap makanan yang larut dalam air. Bentuk daun teratai yang tipis dan lebar berfungsi untuk memperbesar penguapan, sehingga teratai tidak akan membusuk meskipun terendam air seumur hidup.

2. Eceng gondok
Eceng gondok mempunyai pelampung pada batangnya sehingga selalu terapung di air. Eceng gondok memiliki akar banyak yang berfungsi sebagai pemberat. Akar tersebut menyebabkan eceng gondok tidak terbalik meskipun angin kencang meniupnya.

3. Jati
Pernahkan anda melihat jati meranggas? Pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan. Dengan cara ini pohon jati akan tetap bertahan hidup tanpa mengalami kekeringan.

4. Kaktus
Kaktus mempunyai daun yang berbentuk duri. Fungsi daun pada kaktus sebagai alat fotosintesis digantikan oleh batang. Batang kaktus yang tebal berfungsi untuk menyimpan air untuk mengurangi penguapan.

5. Kantung Semar dan Venus
Tumbuhan kantung semar dan venus mengeluarkan cairan berbau khas untuk mengundang serangga sebagai mangsanya untuk mencukupi kebutuhannya akan nitrogen.

6. Bakau
Akar bakau tertambat pada lumpur yang miskin oksigen, sehingga bakau memiliki akar yang menyembul ke permukaan. Akar yang menyembul tersebut berguna untuk mengambil oksigen. Akar bakau yang menyembul tersebut disebut akar napas.

Baca juga:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Tumbuhan menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan, semoga menambah pengetahuan.

Jumat, 11 September 2015

Penyesuaian tingkah laku hewan terhadap lingkungan

Penyesuaian tingkah laku hewan terhadap lingkungan

Pernahkah anda memperhatikan hewan di sekitar? Kita ambil contoh saja bunglon, kulit bunglon bisa berubah warna apa saja menurut warna yang ditempati atau ditempelinya. Itu merupakan penyesuaian tingkah laku hewan terhadap lingkungannya. Ini merupakan karunia Tuhan Yang Maha adil terhadap makhluknya.

Beberapa jenis hewan ada yang menyesuaikan diri dengan lingkungan dengan cara mengubaj tingkah laku. Cara ini, selain untuk mendapatkan makanan juga untuk melindungi diri dari serangan musuh atau pemangsa.

Berikut beberapa hewan yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan.

1. Bunglon
Seperti yang telah dikatakan di atas, bunglon dapat merubah warna kulitnya sesuai dengan warna tempat ia berada. Ketika berada di pohon yang berwarna coklat maka bunglon akan berwarna coklat pula. Begitu juga ketika ia berada di pohon yang berwarna hijau maka tubuhnya akan berwarna hijau.

Perubahan warna tubuh pada bunglon merupakan bentuk penyesuaian diri agar ia terlindungi dari musuhnya. Perubahan warna kulit bunglon tersebut disebut mimikri. Mimikri merupakan salah satu cara bagi makhluk hidup untuk berkamuflase. Kamuflase adalah suatu kemampuan hewan untuk menyamarkan diri, sehingga kehadiran hewan tersebut di lingkungan tidak jelas.

2. Kalajengking
Kalajengking melindungi dirinya dari musuh dengan menggunakan sengatnya. Sengatnya mengandung racun yang dapat membunuh musuhnya. Hewan lain yang menggunakan zat racun untuk melindungi dirinya dari serangan musuh adalah : kelabang, lebah, dan ular. Kalajengking jika diganggu, ekornya akan melengkung ke atas dan ekor tersebut akan langsung menyengat di pengganggu.

3. Cumi-cumi
Cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya dengan menyemburkan cairan, seperti tinta ke dalam air. Tinta hitam tersebut akan dikeluarkan cumi-cumi ketika ia merasa terancam bahaya. Cumi-cumi dengan segera akan mengeluarkan tinta untuk mengaburkan pandangan musuhnya.

4. Siput
Jangan dikira hewan yang bergerak lambat ini tidak memiliki keistimewaan. Siput memiliki pelindung tubuh yang keras dan kuat yang disebut cangkang. Hewan jenis ini melindungi diri dari musuhnya dengan cara memasukkan tubuhnya ke dalam cangkang. Kura-kura dan penyu juga memiliki cangkang untuk melindungi diri dari para pengganggu/penyerang.

5. Walang sangit dan walang daun
Walang sangit dikenal sebagai hama padi. Hewan ini melindungi diri dari musuh dengan cara mengeluarkan bau yang sangat menyengat, sehingga musuh akan menjauhinya. Walang daun hidup pada tumbuhan yang mempunyai bentuk dan warna tubuh yang menyerupai daun. Keadaan tubuh yang demikian ini sangat menguntungkan walang daun, karena dia akan berkamuflase pada daun yang di hinggapinya.

6. Harimau
Binatang atau hewan ini mempunyai kuku dan gigi yang tajam. Kuku dan gigi yang tajam digunakan untuk melindungi dirinya. Jika ada musuh yang datang, mereka akan menyerang dengan kuku dan giginya yang tajam.

7. Ular
Ada dua jenis ular, yaitu ular berbisa dan ular tidak berbisa. Ular berbisa adalah ular yang mempunyai zat beracun bagi musuhnya. Zat tersebut disebut bisa, yang dihasilkan oleh suatu kelenjar. Bisa digunakan ular untuk menggigit musuhnya. Ketika ular mengigit, bisa mengalir melalui gigi ular ke tubuh musuhnya. Gigitan ular berbisa dapat mengakibatkan kematian musuhnya, misalnya saja ular kobra.

8. Cecak
Cecak atau cicak melindungi diri dari serangan musuh dengan cara memutuskan ekornya. Hal ini Cara melindungi diri cicak tersebut disebut autotomi. Bagian ekor yang yang putus ini dapat bergerak-gerak sehingga mengalihkan perhatian musuhnya. Saat itulah cicak pergi melarikan diri. Di bagian tubuh yang putus itu akan tumbuh kembali ekor baru. Tumbuhnya kembali ekor yang telah putus disebut regenerasi.

9. Ikan paus
Paus adalah hewan mamalia yang hidup di air. Alat untuk bernafas pada paus menggunakan paru-paru. Paus dan semua mamalia yang hidup di air, kurang lebih tiap tiga puluh menit muncul ke permukaan air untuk menghirup oksigen. Ketika muncul ke permukaan air laut, paus mengeluarkan sisa pernafasan berupa karbon dioksida dan uap air yang sudah jenuh dengan air, sehingga terlihat seperti air mancur. Setelah itu paus akan menghirup udara kembali sebanyak-banyaknya hingga paru-parunya penuh dengan udara.

Baca juga: Penyesuaian diri hewan terhadap makanan dan contohnya

Demikian pembahasan mengenai Penyesuaian tingkah laku hewan terhadap lingkungan yang dicontohkan pada 9 hewan yang memiliki penyesuaian tersebut. semoga informasi ini menambah pengetahuan.
Penyesuaian diri hewan terhadap makanan dan contohnya

Penyesuaian diri hewan terhadap makanan dan contohnya

Penyesuaian diri hewan terhadap makanan dan contohnya - Makhluk hidup memiliki beberapa keistimewaan agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Keistimewaan secara alami yang dimiliki oleh masing-masing makhluk hidup menyebabkan mereka dapat bertahan hidup dengan baik.

Tiap makhluk hidup memiliki bentuk penyesuaian diri yang berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi atau ditentukan oleh beberapa hal, antara lain lingkungan hidup dan jenis makanannya.

Bentuk penyesuaian diri makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
1. Penyesuaian morfologis
Penyesuaian morfologis adalah proses yang didasari pada metabolisme tubuh atau aktivitas alat tubuh makhluk hidup. Misalnya hewan pemakan karbohidrat memiliki enzim amilase.

2. Penyesuaian fisiologis
Penyesuaian fisiologis adalah penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Misalnya bentuk paruh, bentuk kaki, bentuk mulut, dan bentuk badan atau tubuh.

3. Penyesuaian perilaku
Penyesuaian perilaku adalah adaptasi dalam bentuk tingkah laku, misalnya rayap menjilati dubur induknya untuk mendapatkan flagella bagi pencernaan selulosa, kerbau berkubang bila suhu udara panas, serta ikan paus muncul di permukaan untuk menghirup udara guna memenuhi kebutuhan tubuhnya.

Penyesuaian diri hewan untuk memperoleh makanannya

Bentuk penyesuaian hewan dalam memperoleh makanan berbeda-beda, dipengaruhi oleh jenis makanan dan cara memperoleh makanan. Beberapa bentuk penyesuaian yang dapat diamati antara lain bentuk paruh burung, bentuk gigi karnivora, herbivora, dan omnivora, serta bentuk mulut.

Banyak makhluk hidup yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan dengan cara menyesuaikan bentuk tubuhnya terhadap lingkungan atau menyesuaikan dengan fungsinya. Penyesuaian bentuk tubuh ini bertujuan untuk memperoleh makanan maupun untuk melindungi diri dari musuhnya.

Contoh hewan yang menyesuaikan bentuk tubuh terhadap lingkungannya adalah sebagai berikut :
1. Burung
Burung memiliki bentuk kaki yang berbeda-beda disesuaikan dengan tempat hidupnya dan jenis mangsa yang dimakannya. Berdasarkan lingkungan dan jenis makanan yang dimakannya, bentuk kaki burung dikelompokkan menjadi lima, yaitu sebagai berikut :
  • Bentuk kaki burung yang memiliki tiga jari menghadap ke depan dan satu jari bagian belakang tidak tumbuh sempurna, contoh : ayam dan burung unta.
  • Bentuk kaki burung yang jari-jarinya memiliki selaput atau berselaput. Bentuk seperti ini memudahkan untuk berjalan di atas lumpur ketika mencari makanan dan untuk berenang. Contoh : itik dan angsa.
  • Bentuk kaki burung yang memiliki jari pendek, kuku melengkung tajam, dan cakar kuat untuk mencengkeram. Contoh : burung elang dan rajawali.
  • Bentuk kaki burung yang memiliki jari terdiri dari empat, dengan dua jari berada di depan dan dua jari lainnya berada di belakang. Contoh : burung pelatuk.
  • Bentuk kaki burung yang memiliki jari kaki panjang dan telapak kakinya datar untuk bertengger di ranting-ranting pohon. Contoh : burung kutilang, pipit, dan kenari.

Setiap jenis burung hanya memakan jenis makanan tertentu, sehingga bentuk paruh burung yang memakan jenis makanan yang sama akan serupa. Beberapa bentuk paruh burung antara lain sebagai berikut :
  • Burung pemakan biji-bijian yang keras memiliki bentuk paruh tebal, pendek, dan kuat untuk memecah biji-bijian yang keras. Contoh : burung kakak tua.
  • Itik memiliki paruh yang pipih untuk memudahkan mencari makan di dalam air.
  • Burung pemakan daging memiliki bentuk paruh runcing, tajam, dan melengkung untuk mencabik-cabik daging mangsanya. Contoh : burung elang dan burung hantu.
  • Burung pelatuk memiliki paruh panjang, runcing, dan kokoh berfungsi untuk mematuk pohon yang lapuk.
  • Burung pemakan ikan seperti burung bangau memiliki bentuk paruh berkantong untuk menciduk ikan dari dalam air.
  • Burung pengisap nektar seperti burung kolibri memiliki bentuk paruh panjang, runcing, dan melengkung.

2. Serangga
Salah satu bentuk penyesuaian diri pada serangga adalah bentuk mulut yang berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya. Berdasarkan jenis makanan yang dimakannya, jenis mulut serangga dibedakan menjadi empat, yaitu mulut penghisap, mulut penjilat, mulut penyerap, dan mulut penusuk dan penghisap. Berikut penjelasannya :

a. Mulut penghisap pada serangga bentuknya seperti belalai yang dapat digulung dan dijulurkan. Contoh : serangga yang memiliki mulut penghisap adalah kupu-kupu. Kupu-kupu menggunakan mulut penghisap untuk menghisap madi dari bunga.

b. Mulut penjilat pada serangga memiliki ciri terdapatnya lidah yang panjang dan berguna untuk menjilat makanan berupa nektar dari bunga. Contoh : serangga yang memiliki mulut penjilat adalah lebah.

c. Mulut penyerap pada serangga memiliki ciri terdapatnya alat penyerap yang mirip spons (gabus). Alat ini digunakan untuk menyerap makanan terutama yang berbentuk cair. Contoh : lalat.

d. Mulut penusuk dan penghisap pada serangga memiliki ciri bentuk yang tajam dan panjang. Contoh : nyamuk. Nyamuk menggunakan mulutnya untuk menusuk kulit manusia, lalu kemudian menghisap darahnya. Jadi, selain mulut berfungsi sebagai penusuk juga sebagai penghisap.

3. Unta
Unta hidup di daerah padang pasir yang kering dan gersang. Bentuk tubuhnya disesuaikan dengan keadaan lingkungan padang pasir. Bentuk penyesuaian diri pada unta adalah adanya tempat penyimpanan air di dalam tubuhnya dan memiliki punuk sebagai penyimpan lemak. Hal inilah yang menyebabkan unta dapat bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama di padang pasir yang tandus.

Punuk adalah semacam kantong penyimpanan makanan dan minuman yang ada pada tubuh unta. Punuk unta terdiri dari lapisan lemak yang merupakan cadangan makanan. Punuk unta menyimpan air yang dikeluarkan sedikit demi sedikit ke dalam sistem pencernaan.

Bulu mata unta panjang-panjang sehingga dapat melindungi mata dari debu pasir yang beterbangan. Unta juga memiliki kaki tebal untuk berjalan di pasir yang panas dan lubang hidung yang dapat ditutup saat badai pasir datang menerjang.

Baca juga: Penyesuaian tingkah laku hewan terhadap lingkungan

Demikian informasi mengenai Penyesuaian diri hewan terhadap makanan dan contohnya. Dari bahasan di atas dapat kita buktikan betapa adilnya Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga sedikit banyak menjadikan pelajaran hidup kita sebagai manusia yang berakal budi.

Rabu, 09 September 2015

6 jenis pernafasan hewan

6 jenis pernafasan hewan

6 jenis pernafasan hewan - Alat pernafasan pada hewan berbeda-beda, tergantung pada jenis dan habitatnya (tempat hidupnya). Misalnya pernafasan pada burung, katak, ikan, serangga, cacing tanah, reptilia, dan lain-lain. 6 jenis hewan yang disebutkan di atas  memiliki organ pernafasan yang berbeda, sehingga cara atau penggunaan organ pernafasannya pun berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh banyak hal, misalnya di mana mereka hidup.

Alat pernafasan hewan antara lain paru-paru, insang, kulit, dan trakea. Berikut enam jenis hewan dengan organ pernafasan yang berbeda.

1. Burung
Alat pernafasan burung adalah paru-paru. Alat pernafasannya terdiri dari hidung, tenggorok, paru-paru, dan pundi-pundi udara atau kantong udara. Adapun fungsi pundi--pundi udara pada burung adalah sebagai berikut :

a. membantu pernafasan pada waktu terbang.
b. memperkeras suara saat berkicau.
c. meringankan tubuh pada saat terbang.
d. menyelubungi alat-alat dalam tubuh untuk mencegah kedinginan.
e. menjaga kestabilan suhu tubuh.

Ada lima pasang pundi-pundi udara pada burung, yaitu di pangkal leher, dada depan, dada belakang, perut, dan tulang lengan atas yang terletak di antara tulang selangka. Pernafasan pada burung ada dua cara, yaitu pernafasan pada saat diam atau tidak terbang dan pernafasan disaat terbang.

Cara burung bernafas ketika tidak terbang yaitu dengan cara menghirup udara melalui lubang hidung, tenggorok, terus ke paru-paru dan ke pundi-pundi udara. Pada paru-paru terjadi proses penyerapan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida dan uap air.

Sedangkan ketika pada waktu terbang, burung bernafas dengan cara mengalirkan udara yang ada pada pundi-pundi udara ke dalam paru-paru melalui gerakan sayap sewaktu terbang sehingga pundi-pundi udara akan mengembang dan mengempis. Dengan demikian, udara dapat masuk ke paru-paru dan terjadi proses pertukaran gas antara oksgen dan karbon dioksida.

2. Katak
Katak termasuk hewan amfibi, hewan yang dapat hidup di dua alam, yaitu di darat dan di air. Katak memiliki tiga cara dalam menghisap oksigen dari udara, yaitu melalui paru-paru, selaput mulut, dan selaput kulit.

Perubahan tempat hidup pada katak menyebabkan terjadinya perbedaan pada alat pernafasannya. Katak dalam kehidupannya mengalami perubahan-perubahan bentuk mulai dari telur, kemudian menetas menjadi berudu.

Berudu bernafas dengan insang dalam. Berudu terus tumbuh menjadi katak kecil dan akhirnya menjadi katak dewasa yang bernafas dengan paru-paru. Selain dengan paru-paru, katak dewasa dapat bernafas melalui kulit tubuhnya, karena kulit katak sangat tipis, banyak mengandung pembuluh darah, dan berlendir, sehingga memungkinkan terjadinya proses pertukaran udara. Oleh karena itu, kulit katak selalu lembab. Melalui kulit tersebut, katak mudah mengikat oksigen.

3. Ikan
Ikan bernafas dengan menggunakan insang. Insang ikan berbentuk seperti sisir dan berjumlah 4 pasang. Insang terdiri dari rigi-rigi insang, lengkung insang, dan lembaran insang. Pada lembaran insang ini terjadi pertukaran oksigen.

Pada ikan yang hidup di tempat-tempat yang kekurangan oksigen, pada insangnya memiliki lipatan-lipatan yang disebut dengan labirin. Proses pernafasan ikan terjadi dua mekanisme, yaitu sebagai berikut :

a. Fase inspirasi, yaitu fase pada waktu oksigen dan air masuk ke dalam insang.
b. Fase ekspirasi, yaitu fase di mana terjadi pelepasan karbon dioksida dan gas lainnya dari insang ke air.

4. Serangga
Alat pernafasan serangga terdiri dari spirakel (stigma) dan trakea. Mekanisme pernafasan serangga terjadi sebagai berikut :

Oksigen masuk secara terus-menerus, sementara karbon dioksida dikeluarkan pada waktu-waktu tertentu saja. Oksigen tersebut diedarkan ke dalam sel-sel tubuh oleh trakea bukan oleh darah.

5. Cacing tanah
Cacing tanah melakukan pernafasan langsung, karena tidak mempunyai alat pernafasan khusus. Cacing tanah bernafas melalui permukaan kulitnya.

6. Reptilia
Hewan reptilia bernafas dengan paru-paru. Udara masuk melalui hidung, trakea, bronkus, dan paru-paru. Seperti halnya mamalia, reptil juga ada yang hidup di air, misalnya saja buaya. Pada saat buaya menyelam, lubang batang tenggorokannya ditutup dengan lidah sehingga air tidak masuk ke dalam paru-paru.

Paru-paru pada reptil tersusun atas gelembung-gelembung berisi kapiler darah. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbon dioksida serta uap air terjadi di kapiler ini.

Berdasarkan uraian di atas, hewan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1. Jenis hewan yang bernafas dengan paru-paru
a. Sebangsa mamalia : kuda, kerbau, kuda nil, sapi, kambing, kanguru, kelinci, tikus, musang, unta, kucing, bison, kijang, dan harimau.
b. Sebangsa reptilia : buaya, komodo, biawak, kadal, cicak, dan ular.
c. Sebangsa burung (aves) : ayam, itik, angsa, mentok, pelikan, pipit, bangau, elang, burung unta, kutilang, kasuari, dan pinguin.
d. Sebangsa katak : katak pohon dan katak sawah.
e. Sebangsa mamalia laut : lumba-lumba, anjing laut, dan paus.

2. Jenis hewan yang bernafas dengan insang
a. Sebangsa ikan : ikan gurami, ikan lele, ikan arwana, ikan koi, ikan bandeng, ikan cucut, ikan lohan, dan ikan gabus.
b. Sebangsa kecebong/berudu.

3. Jenis ikan yang bernafas dengan kulit
Hewan yang bernafas dengan kulit misalnya sebangsa cacing.

4. Jenis hewan yang bernafas dengan trakea
a. Sebangsa insekta (serangga) : belalang, jangkrik, laron, dan kumbang.
b. Sebangsa hewan berkaki banyak : kelabang, dan hewan berkaki seribu (kluwing)

Baca juga :
Demikian informasi mengenai 6 jenis pernafasan hewan, semoga menjadi tambahan pengetahuan terutama bagi anda yang sedang mencari artikel yang berkaitan dengan pernafasan pada hewan.

Selasa, 08 September 2015

Gangguan organ pernafasan pada manusia

Gangguan organ pernafasan pada manusia

Gangguan organ pernafasan pada manusia - Seperti telah kita ketahui bahwa manusia bisa bernafas karena adanya organ pernafasan. Dengan adanya nafas berjalan dengan lancar maka manusia bisa hidup di dunia ini. Untuk bernafas dibutuhkan oksigen (O2) yang dihisap masuk ke dalam paru-paru dan dikeluarkan menjadi karbondioksida (CO2). Jika nafas tidak berjalan semestinya maka kehidupan pun terganggu.

Pernahkan anda mengalami sesak nafas atau susah bernafas? Proses pernafasan terkadang mengalami gangguan, entah itu disebabkan dari dalam tubuh atau dari luar tubuh. Dari dalam tubuh karena disebabkan ada organ yang terganggu kesehatannya, dan dari luar tubuh misalnya banyaknya debu yang masuk ke dalam organ pernafasan.

Proses pernafasan pada manusia terkadang juga mengalami gangguan. Adapun gangguan-gangguan yang terjadi pada alat pernafasan manusia antara lain sebagai berikut :

1. Gangguan pada alat pernafasan manusia
a. Polip, yaitu pembengkakan yang terjadi di rongga hidung.
b. Amandel, yaitu pembengkakan yang terjadi di tekak yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernafasan.
c. Bronkitis, yaitu peradangan yang terjadi pada pembuluh nafas (bronkus).
d. Pleuritis, yaitu peradangan yang terjadi pada selaput pembungkus paru-paru (pleura).

2.Gangguan pernafasan pada gelembung paru-paru (Alveolus)
a. Pneumonia, yaitu peradangan yang terjadi pada dinding alveolus yang disebabkan oleh jenis bakteri Diplococcus pneumoniae.
b. Tuberkulosis (TBC), yaitu gangguan pernafasan yang dapat menyebabkan proses penyerapan oksigen terganggu, akibat timbulnya bintil-bintil kecil pada dinding alveolus yang disebabkan oleh bakteri Mycrobacterium tuberculosis.
c. Alveolus kemasukan air, misalnya karena tenggelam.

Silahkan baca juga artikel informasi yang berhubungan dengan pernafasan di bawah ini :
  1. Manfaat batuk
  2. Pengertian pernafasan dan alat pernafasan manusia
  3. Proses pernafasan dan jenis pernafasan pada manusia
Demikian yang dapat kami informasikan mengenai Gangguan organ pernafasan pada manusia, semoga menjadi tambahan pengetahuan, sehingga diharapkan anda lebih paham bagaimana menjaga agar organ pernafasan selalu sehat untuk kelangsungan hidup kita.

Kamis, 03 September 2015

Jenis alat optik dan penjelasannya

Jenis alat optik dan penjelasannya - Alat optik adalah alat yang menggunakan lensa. Alat optik banyak jenis atau macamnya, antara lain : mata, kamera, teleskop, periskop, dan OHP. Secara detail di bawah ini penjelasan mengenai alat-alat optik tersebut.

1. Mata

Seperti telah dibahas pada artikel : Bagian mata dan fungsinya, bahwa mata merupakan indra penglihatan, melalui mata manusia dapat mengenal dunia luar. Manusia memiliki sepasang bola mata yang terletak di rongga mata dan beberapa bagian mata yang lain. Tiap-tiap bagian mata memiliki fungsi yang berbeda. Apa Berikut bagian-bagian mata dan fungsinya :

Bagian-bagian mata
1. Kornea mata, berfungsi untuk meneruskan cahaya yang masuk ke mata.
2. Iris atau selaput pelangi, berfungsi untuk memberi warna pada mata.
3. Pupil, berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk ke mata. Apabila cahaya yang masuk ke mata sedikit, pupil akan melebar. Namun jika cahaya yang masuk ke mata banyak,, pupil akan memipih atau mengecil.
4. Lensa mata, berfungsi untuk memfokuskan dan menruskan cahaya yang masuk ke mata. Lensa mata dapat menebal ketika melihat benda yang dekat dan menipis ketika melihat benda yang jauh dalam memfokuskan cahaya. Kemampuan lensa mata tersebut disebut daya akomodasi.
5. Retina, berfungsi sebagai tempat jatuhnya bayangan benda. Retina terletak di belakang lensa mata.
6. Saraf mata, berfungsi untuk meneruskan rangsang cahaya yang masuk ke susunan saraf pusat di otak.

Cara kerja mata
Benda dapat kita lihat karena memantulkan cahaya yang mengenai benda tersebut. Cahaya dipantulkan oleh benda menuju ke mata. Pemantulan benda tersebut diterima oleh kornea melalui lensa.

Oleh lensa, cahaya dibiaskan sehingga terbentuk bayangan terbalik di retina. Saraf pada retina menyampaikan bayangan yang dilihatnya menuju ke otak. Otak akan mengolahnya sehingga kita dapat melihat benda yang sebenarnya. Sifat bayangan pada retina adalah nyata, diperkecil, dan terbalik.

Kelainan atau gangguan pada mata
Cacat mata atau kelainan mata disebabkan karena hilangnya kelenturan lensa mata. Akibatnya lensa mata tidak dapat berakomodasi dengan baik. Pada mata normal, bayangan benda yang terbentuk jatuh tepat di retina. Adapun pada mata yang tidak normal atau cacat, bayangan benda jatuh di depan atau di belakang retina, sehingga benda yang dilihatnya tidak jelas atau kabur.

Cacat mata cukup banyak jenisnya. Beberapa jenis cacat mata antara lain : rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi), dan mata tua (presbiopi). Berikut penjelasan masing-masing cacat mata.

1. Rabun jauh (miopi)
Rabun jauh merupakan cacat mata tidak mampu melihat benda yang jauh. Miopi disebabkan karena jarak titik api dan lensa mata terlalu pendek atau lensa mata terlalu cembung. Pada cacat mata miopi, bayangan benda jatuh di depan retina. Agar bayangan benda jatuh tepat pada retina, penderita rabun jauh dibantu dengan kacamata berlensa cekung (negatuf).

2. Rabun dekat (hipermetropi)
Rabun dekat merupakan cacat mata yang tidak mampu melihat benda jarak dekat. Rabun dekat terjadi karena lensa mata terlalu pipih. Pada cacat mata jenis ini, bayangan benda jatuh di belakang retina. Penderita rabun dekat harus dibantu dengan kacamata berlensa cembung/positif (kebalikan dari penderita rabun jauh) agar bayangan benda jatuh tepat pada retina.

3. Presbiopi (mata tua)
Presbiopi adalah cacat mata yang terjadi karena daya akomodasi mata berkurang oleh faktor usia. Penderita cacat mata presbiopi tidak mampu melihat benda yang letaknya dekat. Selain itu, penderita kelainan presbiopi tidak mampu melihat benda yang letaknya jauh dengan jelas. Penderita presbiopi dapat ditolong dengan kacamata berlensa rangkap, yaitu cekung dan cembung (negatif positif).

Jenis alat optik dan penjelasannya

2. Lup

Lup disebut juga kaca pembesar. Lup merupakan alat optik yang menggunakan lensa cembung. Penggunaan lup berdasarkan sifat-sifat dari kerja cembung. Lup digunakan orang untuk melihat benda-benda yang kecil, agar terlihat lebih besar. Tukang jam biasanya menggunakan lup untuk mengambil benda-benda yang berukuran kecil.


3. Mikroskop

Jika lup digunakan untuk melihat benda yang kecil, Mikroskop digunakan untuk melihat benda-benda yang ukurannya sangat kecil agar terlihat lebih besar. Mikroskop dapat memperbesar bayangan benda hingga ratusan bahkan ribuan kali.

Mikroskop memiliki dua lensa cembung, yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Lensa okuler adalah lensa yang dekat dengan mata. Sedangkan lensa objektif adalah lensa yang dekat dengan benda yang diamati.

4. Kamera

Kamera merupakan alat yang digunakan untuk memotret suatu benda. Lensa pada kamera umumnya dipasang secara bersusun. Pada susunan lensa tersebut terdapat diafragma yang berfungsi mengatur cahaya yang masuk ke dalam kamera.

Apabila cahaya terang, diafragma akan menyempit. Jika cahaya redup, diafragma akan melebar. Jadi, diafragma berfungsi seperti pupil. Bayangan yang terbentuk pada kamera diperkecil dan terbalik. Kamera terdiri atas tiga bagian, yaitu bagian lensa, ruang atau kotak yang kedap cahaya, dan film.

5. Teleskop

Teleskop atau teropong adalah alat yang digunakan untuk melihat benda-benda yang letaknya jauh, sehingga tampak lebih dekat. Teleskop digunakan untuk mengamati planet, bulan, dan bintang.

6. Periskop

Bagaimana kapal selam melihat keadaan di permukaan laut? Pada kapal selam dilengkapi periskop yang berfungsi untuk melihat keadaan permukaan laut. Pada sebuah periskop terdapat dua buah cermin dan lensa. Adanya bagian-bagian tersebut memungkinkan teleskop dapat digunakan untuk melihat benda-benda di tempat jauh.

7. Overhead Proyektor (OHP)

OHP merupakan alat yang digunakan pada gambar tembus cahaya. Alat ini biasanya digunakan untuk mengajar di kelas atau dalam seminar. OHP dapat memproyeksikan gambar dan tulisan. Gambar dan tulisan dengan spidol pada plastik tembus cahaya dapat diproyeksikan pada layar lebar.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Jenis alat optik yang dijelaskan secara singkat, semoga menjadikan manfaat.

Magnetic force and how to make a magnet

Magnetic force and how to make a magnet-a Magnet is metal that can attract other objects that have elements of iron. Magnet of magnesia is taken from a place in the territory of Asia minor. A magnet can generate a force caused by magnetic attraction called the magnetic force.


The area around a magnet which is still influenced by the magnetic force is called the magnetic field. The presence of a magnetic field we can do by way of putting a magnet under the paper, then iron powder sprinkled on paper. Iron powder will gather in the magnetic field around the pole or the magnetic tip.


Magnetic field form a specific pattern. The pattern of magnetic field is called the lines of magnetic force. Magnetic force lines meet at kitib-pole magnet. This shows that the greatest strength of the magnet located on the poles.


The presence of a magnetic field gives rise to interesting pull-style. Based on the strength of the magnet being drawn to, objects are distinguished into three, namely ferromagnetic, paramagnetik, and Diamagnetism. The following explanation:




  1. Ferromagnetic materials, namely the objects that were pulled by strong magnets, such as iron or steel.

  2. Paramagnetik, that is, objects that are pulled by a magnet is weak, for example: nickel and aluminum.

  3. Diamagnetism, namely the objects that are not at all can be drawn by a magnet, e.g. wood, plastic, and paper.


Magnets can be used to make some tools, such as pencils, compass box, bicycle Dynamo, the door of the fridge, and electric bells. Along with the advances in technology, many are now made of artificial magnets.


Magnetic force and how to make a magnet



3 How to make a magnet


How to make a magnet there are 3 ways, namely rub, induction, and electromagnetic. The following explanation 3 How to make a magnet.


1. Make a magnet by means of rubbing


Making magnets by means of rubbing the very easy way, that is by rubbing a magnet are aligned on an iron bar magnet that will be created. The longer rubbing megnet, then the more powerful magnetic force which received the iron.


2. Make a magnetic induction way


Make magnets in magnetic induction is performed by attaching on the silly objects, such as iron and Iron nails. Objects that are brought or tacked on the magnet will be able to attract iron. But, if it is released kemagnetannya properties will be lost, so that the magnets are made by means of induction is temporary.


3. Make a magnet by means of electromagnetic


The making of magnetic electromagnetic way is making a magnet is done by means of draining electricity. Here's how: nails or iron which will be used as the magnetic coil the coil is given. Then both ends of the coil is connected to the positive pole and the negative pole.


Electric current will flow from the battery through the coil, so that the nail got the magnetic force of the electrical current. The more coils wrapped in nails or iron, then the more powerful style magnetnya.


Magnetic properties


Magnet has certain properties that are not owned by other objects. The magnetic properties are as follows:




  1. A magnet can attract certain objects, such as iron and steel (ferromagnetic), Platinum, nickel, and cobalt (paramagnetik).

  2. Magnetic force can penetrate certain objects, such as plastic, glass, mica, and cloth.

  3. Magnets have two poles, i.e. the North Pole and the South Pole.

  4. Its greatest strength lies in the poles.

  5. Polar namesake repelling, while poles will not namesake attraction.

  6. Magnets always leads to the North and South.

  7. Kemagnetan properties of a magnet can be lost if the magnets are often dropped, dipukul-pukul, and heated or burnt.


So we can tell them about the magnetic force and how to make a magnet. Information technology may be beneficial for you and us all.

Rabu, 02 September 2015

3 jenis simbiosis dan contohnya

3 jenis simbiosis dan contohnya

3 jenis simbiosis dan contohnya - Dalam pelajaran biologi pernahkah anda mendengar yang disebut simbiosis? Apakah itu simbiosis? Untuk kelangsungan hidupnya, makhluk hidup yang satu dengan yang lain dapat saling berhubungan. Hubungan khusus makhluk hidup itulah yang disebut simbiosis. Secara lengkap, simbiosis adalah hubungan timbal balik antara 2 makhluk hidup yang berbeda.

Ada 3 jenis simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme, dan simbiosis parasitisme. Agar lebih jelas, berikut pembahasan lengkapnya.

1. Simbiosis mutualisme, adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang saling menguntungkan. Adapun contoh simbiosis mutualisme adalah :

a. kerbau dengan burung jalak.

Burung jalak mencari makan pada tubuh kerbau yang berupa kutu kerbau, sedangkan kerbau diuntungkan karena kutu pada tubuhnya telah diambil atau dihilangkan.

b. Kupu-kupu dan bunga

Kupu-kupu mendapatkan nektar dari bunga, sedangkan bunga akan dibantu penyerbukannya oleh kupu-kupu.

2. Simbiosis komensalisme, adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup yang hanya menguntungkan salah satu pihak, tetapi tidak merugikan pihak yang satunya. Contoh simbiosis komensalisme adalah :

a. Ikan remora dengan ikan hiu
Ikan remora yang berenang menempel pada ikan hiu akan mendapatkan sisa makanan dari ikan hiu. Sedangkan ikan hiu tidak merasa dirugikan dengan perilaku ikan remora tersebut.

b. Anggrek dengan tumbuhan yang ditumpanginya
Anggrek hidup menempel pada tumbuhan yang ditumpanginya, diuntungkan karena mendapat tempat hidup, sedangkan bagi tumbuhan yang ditumpangi tidak memberikan pengaruh apa-apa.

3. Simbiosis parasitisme, adalah hubungan timbal balik antara dua makhluk hidup di mana satu makhluk hidup diuntungkan dan yang satunya dirugikan. Contoh simbiosis parasitisme adalah sebagai berikut :

a. Bunga Raflesia dan tumbuhan inang
Bunga Raflesia merasa diuntungkan karena mengambil makanan dari tumbuhan inang, sedangkan tumbuhan inang merasa dirugikan.

b. Benalu dan tumbuhan yang ditumpanginya
Benalu mengambil makanan dari tumbuhan yang ditumpanginya, sehingga benalu merasa untung dan tumbuhan yang ditumpangi dirugikan.

Demikian yang dapat kami informasikan mengenai 3 jenis simbiosis dan contohnya, semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari artikel yang berhubungan dengan pelajaran biologi.

Selasa, 01 September 2015

Hidung sebagai indra penciuman

Hidung sebagai indra penciuman

Hidung sebagai indra penciuman - Pada lubang hidung terdapat bulu yang berguna untuk menyaring kotoran yang masuk ketika kita bernafas. Terdapat pula saraf-saraf pembau yang terletak pada selaput lendir.

Fungsi hidung sebagai indra pembau atau indra penciuman dan saluran pernafasan. Beberapa contoh gangguan yang sering membuat tidak nyaman antara lain adalah salesma (pilek/influenza) dengan ditandai tersumbatnya saluran pernafasan, anosmia disebabkan selaput romgga hidung bengkak, banyak mengeluarkan lendir, sehingga menutup ujung-ujung saraf pembau, dan polip

Apa itu polip? Polip adalah daging yang tumbuh di dalam rongga hidung, sehingga mengganggu aktivitas hidung itu sendiri. Misalnya saja suara orang bisa menjadi bengek.

Selain itu gangguan, gangguan hidung yang kelihatannya ringan namun mengganggu adalah bersin-bersin. Bersin dapat terjadi disebabkan oleh kotoran yang masuk ke hidung. Kotoran tersebut merangsang serabut saraf yang peka pada selaput lendir akan terasa geli, maka terjadilah bersin. Sewaktu bersin kotoran yang ada dalam hidung akan terbawa keluar.

Tips merawat hidung antara lain dengan membersihkan hidung setiap hari, menutup hidung dengan masker atau sapu tangan jika berada di tempat yang berdebu atau kotor. Gunakan masker ketika anda berkendaraan sepeda motor, apalagi ketika malam hari. Karena malam hari terkadang bisa menyebabkan alergi dingin yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan anda.

Baca juga:





Demikian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Hidung sebagai indra penciuman, semoga bermanfaat bagi anda yang sedang mencari informasi mengenai hidung karena mungkin saja hidung anda terganggu.

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *