Kemengkilapan dan belahan batu permata

Untuk mengenali batu permata, selanjutnya dengan melihat kemengkilapan dan belahan permata. Ada tiga syarat yang harus dipenuhi oleh batu mulia agar bisa disebut sebagai batu permata, yaitu : keindahannya, jarang terdapat dan awet atau tahan lama.


Sedangkan salah satu syarat untuk bisa disebut indah ialah pantulan sinar dari permukaan permata tersebut, atau kemengkilapannya yang alamiah. Kendati kemengkilapannya itu banyak dihubungkan dengan kekerasan kristalnya, tetapi hal ini juga berkaitan erat dengan kejernihan kristal batu itu dan daya biasanya atau refraksinya.


Intan misalnya, menjadi batu mahal ditentukan oleh angka indeks refraksinya. Semakin tinggi angka refraksi itu, maka semakin tinggi pula nilai kemengkilapannya. Di bawah ini ada beberaoa patokannya :




  • Pudar : tak ada kecerahannya sedikitpun juga.

  • Berminyak, buram : penampilannya muram, tidak cerah, seperti memiliki lapisan minyak.

  • Berkilat : ini adalah jenis kemengkilapan seperti yang didapatkan pada kaca.

  • Adamantin : mengkilap secara mantap, tak berubah, percikan sinarnya tinggi dan kerlipnya juga tinggi seperti yang dapat ditemukan pada intan.


[caption id="attachment_12623" align="aligncenter" width="512"]Kemengkilapan dan belahan batu permata Kemengkilapan dan belahan batu permata[/caption]

Belahan


Belahan ini sering disamakan dengan retakan seperti yang dikemukakan sebelumnya. Padahal berbeda sekali. Jika retakan ini merupakan ujung dari patahan, sedangkan pecahan merupakan kondisi yang mengenai perpisahan.


Permata bisa dipecah dengan memberi satu pukulan besar pada arah pecahan itu. Ini merupakan salah satu teknik pengasah batu permata yang menerima bahan kasar besar. Untuk memecahnya, maka dipakailah teknik semacam ini.


Biasanya pengasah akan mempelajari dahulu batu kasar tersebut dan menentukan arah mana yang mudah untuk dipukul sehingga pecah. Maka, ia akan mencari pecahan yang nampak dalam permukaan kristal dan mulailah memukul.


Untuk memahami apa beda retakan dan pecahan itu, dapatlah kita membayangkan serat kayu, atau lapisan kayu. Bila kayu itu digergaji dan diasah membujur, maka nampaklah serat-seratnya itu memecah bidang kayu utuh. Inilah belahan, atau jelasnya saja dalam bahasa Inggris disebut cleavage.


Dalam pengasahannya, alur pecahan ini harus diperhitungkan betul-betul. Karena jika tidak, maka batu permata kita bisa justru hancur berkeping-keping.


Selanjutnya : Warna dan faset batu permata

Kemengkilapan dan belahan batu permata
4/ 5
Oleh

Contact Me

Name

Email *

Message *