Selasa, 12 Januari 2016

Langkah menggunakan mikroskop dengan baik

Setelah kita mengetahui bagian bagian mikroskop dan fungsinya, selanjutnya mari kita bahas bagaimana langkah atau cara menggunakan mikroskop dengan baik dan benar. Untuk memperoleh pemahaman tentang cara menggunakan mikroskop ikutilah langkahnya sebagai berikut :

1. Membawa mikroskop
Mikroskop dibawa dengan tangan yang satu memegang lengan mikroskop dan tangan yang lain memegang kaki mikroskop.

2. Meletakkan mikroskop
Mikroskop diletakkan di tempat pengamatan yang cukup cahaya, tetapi tidak menghadap ke arah datangnya cahaya langsung.


Langkah menggunakan mikroskop dengan baik


3. Menemukan lapangan pandang
  • Aturlah cermin/reflektor sambil melihat dari lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma secara optimal.
  • Setelah tampak bagian terang berbentuk bulat (lapangan pandang), mikroskop siap untuk pengamatan.

Posisi mikroskop harus benar dengan bagian lengan berada persis di hadapan pemakai. Selanjutnya, atur cahaya dengan membuka diafragma. Caranya adalah dengan menggeser pengatur diafragma pada kondensor ke arah kanan dan mengatur cermin sambil melihat dari lensa okuler agar sinar masuk ke diafragma sehingga pemantulan optimal.

Bagian yang terang berbentuk bulat dinamakan lapangan pandang. Pergunakan cermin datar untuk sinar matahari yang menembus ruangan dan cermin cekung untuk sinar lampu.

4. Mengatur dan menemukan bayangan dengan pembesaran lemah
  • Tabung dinaikkan dengan cara menggerakkan pemutar kasar lebih kurang 2cm. Menempelkan sediaan (preparat jadi) di atas meja obyek dengan posisi tepat pada lubang sediaan. Sediaan dijepit dengan penjepit sediaan agar tidak mudah tergeser.
  • Sambil mengamati mikroskop dari samping, tabung mikroskop diturunkan dengan menggunakan pemutar kasar secara hati-hati hingga lensa objektif merapat dengan gelas objek, tetapi tidak menyentuh gelas sediaan atau gelas obyek.
  • Lihatlah melalui lensa okuler dan secara perlahan-lahan naikkan tabung mikroskop sehingga obyek tampak jelas.
  • Jika tabung mikroskop setelah dinaikkan lebih dari 1cm dan obyek masih belum tampak, maka letak tabung yang tepat untuk mendapatkan fokus mikroskop atau bayangan sudah terlewati. Jika hal itu terjadi, maka turunkanlah tabung kembali kemudian naikkan tabung sambil melihat melalui lensa okuler.
  • Jangan sekali-kali menurunkan tabung mikroskop dengan pemutar kasar bila sedang melihat ke dalam lensa okuler.
  • Setelah obyek tampak, putarlah pemutar halus sampai mendapatkan fokus mikroskop atau bayangan yang sebaik-baiknya.

5. Mengatur fokus dan menemukan bayangan dengan pembesaran kuat
Untuk memperbesar bayangan, dapat diubah lensa obyektif yang memiliki pembesaran lemah dengan yang lebih kuat. Lensa objektif pembesaran 5x dapat diganti dengan pembesaran 10x atau 40x. Caranya dengan memutar revolver sampai terdengar suara berdetik.

Setelah lensa objektif dengan pembesaran diinginkan diletakkan pada posisi kerja, benda yang diamati tetap terfokus. Pemutar halus diputar agar diperoleh obyek yang lebih jelas. Jika sudah menggunakan pemutar halus, maka jangan dipergunakan lagi pemutar kasar.

6. Mengatur posisi mikroskop untuk disimpan
  • Tubus dinaikkan, obyek diambil, lensa objektif dibersihkan, lensa objektif dengan pembesaran terkecil diturunkan serendah-rendahnya tepat di atas lubang meja mikroskop.
  • Diafragma ditutup, kondensor diturunkan, dan posisi cermin dalam keadaan tegak.
Informasi tambahan
Beberapa hal yang harus diperhatikan apabila bekerja dengan mikroskop
  • Jangan arahkan reflektor pada sumber cahaya secara langsung, karena cahaya yang terlalu kuat dapat merusak mata.
  • Yakinkan bahwa obyek yang hendak diamati telah ditutup dengan kaca penutup, karena jika tidak hati-hati mengatur fokus, maka lensa objektif dapat terkena objek secara langsung.
  • Jangan meraba lensa mikroskop dengan jari, karena kotoran akan menempel pada lensa dan dapat menimbulkan tumbuhan jamur.
  • Bersihkan lensa dengan kain atau kertas lensa, karena jika menggunakan pembersig yang sembarangan, maka dapat menggores lensa.

7. Mengukur objek dengan Mikroskop
Pengukuran panjang dan lebar objek mikroskop dapat dilakukan dengan menggunakan mikrometer okuler yang telah ditera (dikalibrasi) dengan mikrometer objek.

Untuk melakukan pengukuran objek dengan mikroskop, anda sebaiknya mempelajari terlebih dahulu tentang mikrometer objek, dan cara melakukan peneraan.

Mikrometer Okuler
Mikrometer okuler adalah suatu keping kaca kecil dengan garis-garis kecil sekali  yang jaraknya sama dan dapat ditempatkan dalam lensa okuler mikroskop. Pada beberapa mikroskop keping tersebut sudah dibuat bersatu dengan lensa okuler.

Pada tipe yang lain, keping kaca tersebut dapat dikeluarkan dari susunan lensa okuler sehingga dapat dipakai pada lensa dan mikroskop tipe yang lain. Ada kemungkinan jarak antara keping kaca dan lensa okuler dari satu mikroskop tidak sama dengan mikroskop tipe yang lain, sehingga setiap penggunaan keping mikrometer okuler untuk tipe yang lain harus ditera kembali.

Mikrometer objek
Mikrometer objek terbuat dari kaca yang di dalamnya terdapat skala dengan ukuran tertentu. Biasanya terbagi menjadi sepuluh skala besar yang masing-masing skala berukuran 0,1 mm. Setiap skala besar dibagi lagi menjadi sepuluh skala yang lebih kecil lagi, masing-masing 0,01 mm.

Pemeliharaan Mikroskop

Setiap alat memerlukan pemeliharaan dan perawatan, begitu pula dengan mikroskop. Debu adalah musuh nomor satu untuk mikroskop. Mengapa? Karena debu dapat melekat pada permukaan optik dan akan mengurangi kualitas bayangan yang terbentuk. Oleh karena itu, sebaiknya mikroskop selalu dimasukkan ke dalam kotaknya atau ke dalam lemari sehingga terjaga dari kotoran debu.

Bagian optik yang harus dijaga adalah lensa objektif. Hal itu disebabkan jika lensa objektif kotor, maka dapat mengurangi ketajaman gambar dan mengurangi kontras. Sidik jari yang tipis pun akan merusak bayangan.

Kotoran yang terdapat pada muka lensa depan objektif mudah dilihat. Pada umumnya, membersihkan permukaan luar lensa depan objektif dapat dilakukan memakai sikat halus yang bersih, menggunakan kain yang bersih dari debu dan minyak atau memakai kertas lensa. Jika ada zat organik yang melekat, maka dapat dipakai alk*h*l kemudian sisa kotoran dapat dibuang memakai kain atau kertas lensa.

Jika kelembapan sangat tinggi, maka dianjurkan disimpan dalam ruangan yang tertutup dan memakai pengawet kering (dessicant) untuk menghindari jamur atau ruangannya dipanaskan menggunakan lampu sehingga udara mencapai panas antara 40 - 50 derajat C.
Demikian yang dapat kami sampaikan mengenai Langkah menggunakan mikroskop dengan baik, semoga menjadi informasi yang bermanfaat.
Bagian bagian mikroskop dan fungsinya

Bagian bagian mikroskop dan fungsinya

Bagian bagian mikroskop dan fungsinya - Mikroskop adalah alat bantu untuk mengamati benda-benda kecil atau renik yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang secara langsung. Mikroskop membantu pengamatan karena kita dapat dengan mudah memperbesar suatu obyek menjadi 40x, 100x, 400x, bahkan sampai 1000x lebih besar dari obyek sebenarnya.

Mikroskop yang biasa digunakan di laboratorium sekolah adalah mikroskop cahaya. Mikroskop cahaya yang memiliki sebuah lensa okuler atau lensa pengintip disebut mikroskop monokular. Mikroskop cahaya yang memiliki dua lensa okuler disebut mikroskop binokular. Mekanisme kerja mikroskop cahaya dilakukan dengan memusatkan berkas sinar yang tampak oleh mata untuk membentuk bayangan obyek yang diperbesar.

Mikroskop monokular digunakan dengan satu mata, sehingga bayangan yang terlihat hanya mengenai panjang dan lebar benda, hanya sedikit memberi gambaran mengenai tingginya. Pada umumnya, obyek yang akan diamati dengan mikroskop monokular harus memiliki ukuran yang kecil dan tipis, sehingga dapat tembus cahaya.

Selain mikroskop monkular, yang sering digunakan dalam kelas adalah mikroskop stereo. Mikroskop stereo biasanya digunakan untuk mengamati obyek tanpa bantuan reflektor cahaya. Mikroskop jenis ini memiliki dua lensa okuler.

Mikroskop stereo binokular mempunyai du acawan intip. Meskipun mikroskop jenis ini mampu memperbesar sebesar jenis monokular, mikroskop ini mampu memberikan gambar tiga dimensi. Para dokter bedah menggunakan mikroskop bedah mikroskop stereo binokular yang mampu memperbesar hingga 30 kali atau lebih sewaktu melakukan bedah mikro pada saraf atau pembuluh darah yang lebih halus daripada rambut manusia.

Bagian bagian mikroskop dan gunanya

Sebelum menggunakannya, kita perlu mengenal bagian bagian mikroskop dan fungsi atau gunanya. Secara anatomi, mikroskop terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu bagian optik yang membuat proyeksi bayangan benda di mata kita dan bagian mekanik yang menunjang bagian optik.

Bagian bagian mikroskop adalah sebagai berikut :
  1. Lensa okuler : merupakan lensa yang dekat dengan pengamat dan berfungsi sebagai kaca pembesar yang membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa objektif.
  2. Lensa objektif : merupakan lensa yang dekat dengan objek dan membentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperbesar.
  3. Diafragma : berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sinar yang dipantulkan cermin menuju mata pengamat.
  4. Reflektor : terdiri atas cermin datar dan cermin cekung yang berfungsi untuk memantulkan cahaya ke dalam lubang diafragma dan lubang yang terdapat pada meja benda. Cermin datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang, sedangkan cermin cekung digunakan jika cahaya kurang terang.

Bagian-bagian mekanik mikroskop adalah sebagai berikut :
  1. Tabung mikroskop (tubus) : untuk mengatur fokus yang menghubungkan lensa okuler dengan lensa objektif.
  2. Pemutar halus (mikrometer) : untuk menaikturunkan tubus secara lambat.
  3. Pemutar kasar (makrometer) : untuk menaikturunkan tubus secara cepat.
  4. Meja mikroskop (meja objek) : sebagai tempat untuk meletakkan benda yang akan diamati. Benda yang diamati disebut preparat, sediaan, atau objek.
  5. Penjepit objek : untuk menjepit gelas preparat yang akan diamati agar tidak mudah bergeser.
  6. Revolver : tabung yang dapat diputar dan berguna sebagai alat pemindah lensa.
  7. Kondensor : untuk mengumpulkan cahaya yang digunakan menerangi preparat dan dapat dinaikturunkan.
  8. Engsel inklinasi (sekrup) : untuk mengubah sudut tegal lurus mikroskop.
  9. Lengan mikroskop : pegangan untuk membawa mikroskop.
  10. Kaki mikroskop : untuk menyangga mikroskop.

Mikroskop merupakan sistem lensa cembung (konveks), sehingga pembesaran pada mikroskop mengikuti kaidah hukum fisika tentang optik. Pembesaran total didapat dari hasil perkalian pembesaran lensa okuler dengan pembesaran lensa objektif. Misalnya, pembesaran lensa okuler 10x dan pembesaran lensa objektif 45x. Jadi, benda yang diperbesar total adalah 10x45 = 450x dari ukuran semula.

Baca juga: Langkah menggunakan mikroskop dengan baik

Tokoh penemu mikroskop

Antonie van Leeuwenhoek adalah warga negara Belanda. Leeuwenhoek disebut Bapak Mikrobiologi. Pada akhir pertengahan abad XVII, Leeuwenhoek dengan tekun dan cermat berhasil membuat mikroskop yang lebih sederhana, lebih murah, dan lebih baik mutunya.

Dengan mikroskop yang dibuat sendiri, ia dapat melihat benda-benda aneh sangat kecil ukurannya dalam setitik air yang diambil dari tempat merendam jerami.

Secara tidak langsung Leeuwenhoek mematahkan teori generatio spontanea. Teori tersebut menyatakan bahwa hewan kecil dapat timbul dari benda mati, seperti pasir, debu, gandum, dan daging busuk.

Mereka yang percaya kepada  teori itu menyatakan bahwa ulat dapat lahir dari daging busuk. Hal itu dibantah oleh Leeuwenhoek sesudah mengamati kutu gandum. Hewan yang sebelumnya dianggap timbul secara spontan dari gandum ternyata serangga biasa yang berasal dari telut, menetas, bermetamorfosis, dan tumbuh menjadi serangga biasa, seperti serangga besar lainnya.

Contact Me

Nama

Email *

Pesan *