Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

2 macam singkatan dan penulisannya

16 Februari 2014 | Sastra

S2 macam singkatan dan penulisannya. ingkatan banyak kita temui dan kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya pada bahasa Indonesia, tetapi juga pada bahasa-bahasa lainnya. Ada 2 macam singkatan kata yang dibaca huruf demi huruf, dan singkatan kata yang dibaca sebagai kata biasa. Yang terakhir ini disebut akronim.

Singkatan kata dibaca huruf demi huruf misalnya : RI, RRI, TVRI, SMA, DPR, MPR, dsb, dll, dkk dan sebagainya. Singkatan yang dibaca sebagai kata biasa misalnya : Sekjen, Dirjen, Menlu, Wadam, Hansip, Satpam, Hankam, Tritura, Hanura dan sebagainya.

Ada singkatan yang dibuat berdasarkan asas tertentu, misalnya mengambil huruf pertama dari setiap kata yang disingkat, ada pula singkatan yang dibuat tanpa asas tertentu, khususnya kita jumpai pada akronim.

Yang dibuat berdasarkan asas tertentu :
1. mengambil huruf pertama tiap suku kata : tsb, ttd, ttg. dsb.
2. mengambil huruf pertama tiap kata : dkk, dll, a.n, u.b, YME, RW, RT, KUD.
3. mengambil suku awal dari tiap kata : Sekjen, Tritura, Letkol, Menpen.

Di samping contoh di atas, banyak lagi singkatan yang dibuat tanpa asas tertentu seperti disebutkan di atas. Misalnya :
Pusdik (Pusat Pendidikan)
Litbang (Penelitian dan Pengembangan)
Mendikbud (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
Kopasanda (Komando Pasukan Sandi Yuda)

Bagaimana menuliskan singkatan

Pedoman EYD tidak memuat ketentuan penulisan singkatan secara khusus dalam pasal tertentu. Tetapi beberapa pasal lain yang terpisah-pisah kita mendapatkan ketentuan penulisan singkatan terutama dalam hubungan dengan penggunaan tanda baca titik dan penggunaan huruf besar atau huruf kapital.

Singkatan berikut menyatakan bahwa tanda titik digunakan pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.
Singkatan yang terdiri atas 2 huruf menggunakan titik di belakang setiap hurufnya. Contoh :
a.n. : atas nama
u.b. : untuk beliau
u.p. : untuk perhatian
y.l. : yang lalu

Singkatan yang terdiri atas 3 huruf atau lebih hanya menggunakan satu tanda titik. Contoh :
dkk. : dan kawan-kawan
dll. : dan lain-lain
dst. : dan seterusnya
dsb. : dan sebagainya
hlm. : halaman
tgl. : tanggal
tsb. : tersebut

Singkatan berikut terdiri atas huruf-huruf awal kata atau suku kata, atau gabungan keduanya, atau yang terdapat di dalam akronim yang sudah diterima oleh masyarakat tanpa menggunakan tanda titik.
Contoh : ABRI, MPR, SMA, UUD, WHO, Deppen, Ormas, Radar, Sekjen, Tilang.

Sedangkan singkatan di bawah ini menyatakan bahwa singkatan lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak mamakai tanda titik. Contoh :
Cu : kuprum
TNT : Trinitrotoluen
cm : centimeter
L* : liter
kg : kilogram
Rp : rupiah

Yang terakhir menyatatakan bahwa singkatan nama orang dan singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan diakhiri dengan titik.
Contoh :A.S. Kramawijaya, Muh. Yamin, Bc. Hk. Bakalaureat Hukum, dan lain-lain.

tags:

Related For 2 macam singkatan dan penulisannya