Skip to main content

Tentang kalimat aktif dan kalimat pasif

Tentang kalimat aktif dan kalimat pasif. Berdasarkan peranan subjeknya atau sifat hubungan subjek dan predikat, kalimat verbal dapat dibagi menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif.

A. Kalimat aktif, perhatikan contoh di bawah ini :
1. Ibu Gubernur akan membuka pameran itu.
2. Mereka harus mengerjakan tugas ini.
3. Bapak memperbaiki sebuah televisi.
4. Adik sedang berbelanja di pasar.
5. Kereta api berjalan cepat.
Kelima contoh di atas merupakan kalimat aktif. unsur ibu gubernur, mereka, bapak, adik, dan kereta api dalam kalimat di atas berfungsi sebagai subjek.

Unsur-unsur tersebut merupakan kata benda yang menyatakan pelaku perbuatan. Unsur akan membuka, harus mengerjakan, berjalan merupakan kata kerja yang berfungsi sebagai predikat yang menunjuk suatu kegiatan.

Sedangkan unsur pemeran itu, tugas ini, dan sebuah televisi, merupakan kata benda yang berfungsi sebagai objek kalimat. Kalimat keempat dan kelima tidak mempunyai objek.

Pada kalimat kesatu, kedua, dan ketiga predikatnya berupa kata kerja yang berimbuhan me-, me-kan, memper-i. Predikat kalimat nomor 4 dan 5 berupa kata kerja yang berimbuhan ber.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ciri-ciri kalimat aktif adalah sebagai berikut :
1. subjek berupa kata benda dan menyatakan sebagai pelaku perbuatan.
2. predikat berupa kata kerja yang berimbuhan me-, me-kan, me-i, memper-kan, memper-i, dan ber-.
3. predikat dapat pula berupa kata kerja aus.
Kalimat aktif dapat dibedakan lagi menjadi dua macam, yaitu kalimat transitif dan kalimat intransitif.

1. Kalimat transitif
Kalimat transitif adalah kalimat aktif yang predikatnya diikuti objek. Predikatnya berupa kata kerja yang berawalan me- dan segala alomorfnya dan gabungan perfiks me-i, me-kan, memper-i, dan memper-kan.
Contoh :
- Ayah membaca koran.
- Lina memasukkan pakaian ke dalam almari.
- Adi membului anak panah
- Pahlawan telah mempertaruhkan jiwa raganya demi negara.
- Ia memperbaharui surat izin usahanya.

2. Kalimat intransitif
Kalimat intransitif adalah kalimat aktif yang predikatnya tidak diikuti objek. Predikat kalimat intransitif berupa kata berawalan ber- dan beberapa yang berawalan me-.
Contoh :
- Mobil besar itu menepi.
- Ida belajar giat.
- Angin bertiup dengan kencang.
- Mereka sedang tidur nyenyak.

B. Kalimat Pasif
Perhatikan contoh kalimat pasif berikut ini :
- Pameran itu akan dibuka Ibu Gubernur.
- Tugas ini harus dikerjakan mereka.
- Sebuah televisi diperbaiki Bapak.
- Ia kedinginan.
- Ibu terbangun ketika itu.
- Hal itu telah saya katakan kepadanya.

Unsur-unsur yang dicetak miring dalam kalimat di atas merupakan predikat. Sedangkan unsur pameran itu, tugas ini, sebuah televisi, ia, ibu, dan hal itu berfungsi sebagai subjek yang dikenai tindakan atau perbuatan oleh predikat.

Ciri-ciri kalimat pasif
Kalimat pasif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. subjek dikenai tindakan/perbuatan yang dinyatakan predikat.
2. predikat berupa kata kerja yang berimbuhan : di-, di-kan, diper-i, ter, ter-kan, ke-an atau kata kerja bentuk persona.

Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kalimat pasif tindakan dan kalimat pasif keadaan. Kalimat pasif keadaan adalah kalimat pasif yang predikatnya kata kerja berimbuhan ke-an. Selain kalimat pasif berpredikat itu, maka termasuk kalimat pasif tindakan.
Contoh :
1. Penjahat itu ketakutan sekali. (pasif keadaan)
2. Kemarin ia kehujanan di jalan. (pasif keadaan)
3. Ibu kesiangan bangun. (pasif keadaan)

Ketidaktepatan pemakaian kalimat bentuk aktif dan pasif
Kita sering menjumpai pemakaian kata kerja atau struktur yang salah dalam kalimat aktif atau kalimat pasif, sebagai contoh :
1. Pemerintah umumkan bahwa harga bensin naik. (aktif, salah)
2. Surat itu sudah dikirimkan oleh saya kemarin (pasif, salah)
3. Berita itu kami belum dengan. (pasif, salah)

Ketiga kalimat di atas tidak benar. Kata keterangan belum tidak boleh disisipkan di antara kata ganti dengan kata kerja dalam bentuk pasif. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut :
1a. Pemerintah mengumumkan bahwa harga bensin tidak naik. (aktif, benar)
1b. Diumumkan oleh pemerintah bahwa harga bensin tidak naik. (pasif, benar)
1c. Oleh pemerintah diumumkan bahwa harga bensin tidak naik. (pasif, benar)
2a. Surat itu sudah saya kirimkan kemarin. (pasif, benar)
2b. Saya sudah mengirimkan surat itu kemarin (aktif, benar)
3a. Berita itu belum kami dengar. (pasif, benar)
3b. Kami belum mendengar berita itu. (aktif, benar).

Contoh lain :
1. Saya sudah baca pengumuman ini. (salah)
2. Sudah saya baca pengumuman ini. (pasif, benar)
3. Saya sudah membaca pengumuman ini. (aktif, benar)

Kalimat aktif yang mempunyai objek dapat diubah menjadi kalimat pasif dan biasanya tidak mengubah makna. Contoh :
1. Mereka harus memperbaiki rumah itu. (aktif)
2. Rumah itu harus diperbaiki (oleh) mereka. (pasif)
3. Rumah itu harus mereka perbaiki. (pasif)

Tetapi, ada kalanya perubahan kalimat aktif menjadi pasif dapat mengubah maknanya. Perhatikan kalimat aktif di bawah ini :
1. Tony ingin memanggil Tuti. (aktif)
2. Tuti ingin dipanggil Tony. (pasif, tetap maknanya lain)

Pada kalimat pasif di atas makna semula berubah sama sekali. Orang yang memanggil adalah Tony. Dengan diubahnya menjadi pasif, maka yang ingin dipanggil bukan lagi Tony, tetapi Tuti.

Perubahan makna seperti itu terjadi karena adanya kata ingin dalam kalimat, sehingga rasa itu melekat kepada subjek Tony dan bukan predikat memanggil.

Kalimat aktif yang tidak berobjek dan kalimat aktif yang berpelengkap, tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif. Contoh kalimat yang tidak dapat dipasifkan atau dirubah menjadi pasif:

1. Kapal itu sudah menepi dengan selamat.
2. Ayah saya belajar bahasa Inggris.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sponsor Articles

Credit Card Debt

In the world of credit cards, credit debt is all too common.  Debt from credit cards can be very stressful, and lead to a very crippling situation.  No one is immune to credit card debt, as even students can experience debt with their credit cards as well.  With people using their credit cards more these days, more and more people continue to take the plunge into debt.  Debt is never good, as it leads to bankruptcy and the destruction of your credit report.

Even though getting in credit card debt is simple to do, getting out of it is something that takes a lot of work.  Even if you go to an agency or company that specializes in helping people out of debt, it won’t happen overnight.  To get out of debt, it will take you quite a bit of time and effort as you get the debt under control and begin the long process of rebuilding your credit.

To properly defend yourself from credit card debt, you’ll need to know quite a bit about credit, managing your money, and finances in general.  Normally, you can stay out of debt by creating an ideal budget and saving money whenever you can.  If you stick to this plan and avoid steering away from it, you’ll normally have no problems staying out of debt.

If you have other credit cards that you don’t use, such as store credit cards that are known for high interest rates, you should dispose of them.  If you have a lot of open accounts, you should look into debt consolidation, which will combine all of your debts into one payment so you can get them out of the way quicker.  By using debt consolidation services, you will only have one bill to pay.

When you receive your credit card bill, you should always strive to pay more than just the minimum.  If you only pay the minimum amount, you could very well end up being in debt the rest of your life - as you could be paying nothing but the interest.  Every month, you should strive to pay the minimum amount and then some.  Paying more than the minimum amount will also help to pay offer your credit card bill faster as well.

No matter how much credit card debt you are in, you can always find debt management services and agencies that will help you fight back.  Credit card debt is very common these days, something many of us have experienced.  Although there are ways out of credit card debt, the best way to get out of it is to avoid it all together.  If you pay your bills on time and never miss a payment - you’ll always live a debt free lifestyle.

You can find the best choice of credit cards and pre-paid cards at www.CreditCards.us

Popular posts from this blog

75 istilah ekonomi lengkap

Setelah sebelumnya admin telah memberikan informasi tentang istilah bidang kesenian dan kebudayaan, selanjutnya admin akan menuliskan info tentang istilah ekonomi lengkap. Dalam artikel tentang ekonomi atau berita ekonomi indonesia sering kita dengar istilah-istilah yang kurang kita mengerti, atau sebenarnya kita mengetahui maksudnya namun tak mampu menjelaskan atau menjabarkannya secara rinci kepada orang lain.

Untuk itu, berikut kami tuliskan daftar istilah dalam bidang ekonomi dalam 75 istilah ekonomi : Aset : kekayaan.Akumulasi : proses penambahan modal (uang tunai, mesin-mesin, dsb.Bankir : orang yang memperdagangkan uang ; cukong.Bank : kantor penyimpanan, perkreditan keuangan.Banker : direktur bank.Barter : perdagangan dengan saling menukar barang.Bonanza : sumber rejeki (keuntungan, kebahagiaan).Bonus : honor tambahan di luar gaji (uang ekstra).Brankas : lemari tempat menyimpan uang, barang-barang berharga.Bursa : tempat memperjualbelikan saham.Butik : toko yang menjual barang…

67 Istilah Pertanian Lengkap

Dalam bidang pertanian dikenal banyak istilah pertanian yang biasa diterapkan dalam kalimat yang tentunya berhubungan dengan dunia pertanian. Namun, meski kita sering mendengar dan tahu maksud istilah tersebut, saat kita ditanya dan disuruh mendeskripsikan ternyata kesulitan. Untuk itu, kali ini Enjangcom akan memberikan informasi tentang istilah-istilah dalam bidang pertanian dan penjelasannya. Istilah-istilah tersebut kami rangkum dalam 67 istilah pertanian, selengkapnya sebagai berikut : Agrobisnis : melakukan usaha perdagangan dalam bidang hasil-hasil pertanian.Agraria : urusan pertanian atau tanah pertanian.Airdas : pengairan dasar.Amubu : alat memupuk dan menabur.Amuru : alat memupuk dan menggaru.Apiani : peternak lebah.Agrisilvikultur : pertanian rakyat yang dilakukan di areal kehutanan.Agroindustri : industri di bidang pertanian.Ammonifikasi : proses peruraian bahan organik oleh mikro-organisme menjadi amoniak.Benih : bibit tanaman yang akan ditebar, diternak, dan lain-lain.Da…

7 perbedaan koperasi dengan badan usaha lain

7 perbedaan koperasi dengan badan usaha lain. Selain koperasi, ada beberapa badan usaha lain yang bergerak dalam bidang ekonomi, antara lain toko, firma, persekutuan komanditer (CV), dan perseroan Terbatas (PT). Usaha yang dilakukan koperasi berbeda dengan yang dilakukan badan usaha lain tersebut.
Perbedaan koperasi dengan badan usaha lain ada tujuh, yang tentu saja jika dibandingkan lebih menguntungkan koperasi, perbedaan yaitu sebagai berikut :
NoKoperasiBadan Usaha Lain1Mengutamakan kesejahteraan anggotaMengutamakan kepentingan perusahaan2Keanggotaan bersifat sukarelaKeanggotaan terbatas3Modal dari simpanan anggotaModal dari penjualan saham, perorangan, atau kelompok4Berbadan hukumAda yang tidak berbadan hokum5Pengurus dipilih anggotaPengurus ditentukan oleh pemegang saham6Terdapat pembagian SHU menurut jasa anggotaTidak ada pembagian SHU7Keuangan bersifat terbukaKeuangan bersifat tertutup
Dari, ketujuh perbedaan tersebut, mungkin anda terdorong untuk mendirikan usaha koperasi? Jika…