Skip to main content

Landasan dan Asas Koperasi menurut Mohammad Hatta

Pada artikel kali kita akan membahas landasan dan asas koperasi. Melanjutkan artikel tentang koperasi pada tulisan sebelumnya, Enjang com akan menjelaskan lebih detail tentang hal yang berhubungan dengan koperasi. Berikut ini adalah landasan dan asas koperasi di Indonesia menurut Mohammad Hatta:

landasan dan asas koperasi
Koperasi

Hatta menegaskan beberapa asas koperasi sebagai berikut :
  1. Tujuan utama koperasi adalah untuk memenuhi kebutuhan para anggotanya. Keuntungan memang diperlukan untuk perkembangan koperasi lebih lanjut, namun untuk mencapai keuntungan tidak perlu mengorbankan tujuan yang utama (Hatta, 1932, dalam Hata 1953: 129). Oleh karena itu koperasi sifatnya adalah persekutuan cita-cita, karena hanya dengan cita-cita yang sama orang akan mampu mendirikan koperasi. Karena dengan adanya cita- cita yang sama itulah sikap saling membantu dan tolong-menolong dalam kesukaran hidup dapat ditumbuhkan (Hatta, 1943, dalam Hatta.1954: 190)
  2. Koperasi mengemban fungsi sosial, dalam arti pendirian koperasi harus mampu menumbuhkan dan membantu koperasi yang lain dan seharusnya antar koperasi tidak perlu melakukan persaingan. Koperasi juga harus membantu golongan masyarakat yang miskin misalnya dengan membangun perguruan rakyat (Hatta, 1932, dalam Hatta, 1953: 129).
  3. Koperasi adalah persekutuan merdeka, bukan persekutuan paksaan. Orang tidak dipaksa menjadi anggota, jika ia tidak setuju lagi dengan cita-cita koperasi maka orang dapat saja meninggal- kan koperasi (Hatta, 1932, dalam Hatta, 1953: 129).
  4. Koperasi merupakan bentuk usaha yang berdasarkan atas asas kekeluargaan, karena koperasi yang menyatakan kerjasama antara para anggotanya sebagai suatu keluarga dan menimbulkan tanggung jawab bersama sehingga pada koperasi tidak ada majikan dan tidak ada buruh. (Hatta, 1951, dalam Hatta, 1954: 203). Menurut keterangan Hatta, asas kekeluargaan diambil dari Taman Siswa yang menggambarkan hubungan antara guru dengan murid dan guru sebagai satu keluarga, yang berlawanan dengan hubungan kelas antara buruh dan majikan (Raharjo, 2003).
Untuk menegaskan prinsip-prinsip koperasi yang benar, Hatta mengkritik beberapa praktik koperasi yang dianggap salah. Kritik- kritik tersebut antara lain :

1. Adanya koperasi yang hanya target mengejar keuntungan atau sisa hasil usaha semata. Usaha-usaha untuk mencapai tujuan tersebut kadang-kadang ditempuh dengan cara yang tidak tepat misalnya dengan menaikkan harga barang dagangan, bahkan kadang-kadang disertai dengan intimidasi, misalnya dengan mengatakan tidak setia kawan bagi yang tidak membeli di koperasi. Hal ini dalam jangka panjang akan berpengaruh buruk terhadap citra koperasi, maka cara seperti ini melanggar prinsip koperasi yang bersifat sukarela (Hatta, 1954: 122).

2. Adanya koperasi yang menampakkan persekutuan egois yang picik, misalnya koperasi hanya menjual barang pada anggota-anggotanya saja. Koperasi yang demikian tidak menunjukkan sebagai persekutuan ekonomi dan sosial bagi kaum yang lemah dan juga tidak mendidik perasaan sosial (Hatta, 1954: 122-123).

3. Banyak usaha yang cukup besar misalnya usaha pertenunan yang menamakan diri berbentuk koperasi, tetapi asas koperasi hanya ada di atas yaitu pemilik atau anggota koperasi tersebut, tetapi pegawai koperasi tetap menjadi buruh upahan biasa. Persekutuan ini sebenarnya lebih cocok disebut sebagai konsentrasi atau persekutuan majikan. Kalau persekutuan ini mau menjadi koperasi yang sebenarnya, maka haruslah diusahakan oleh masing-masing majikan supaya pegawai koperasi jangan tinggal menjadi buruh saja melainkan berangsur-angsur menjadi anggota koperasi. Dengan cara ini konsentrasi tadi menjadi gabungan koperasi yang sebenarnya. (Hatta, 1954: 122-123)

Baca Juga : Perbedaan Koperasi dengan badan usaha lain

Demikian prinsip, landasan, dan asas koperasi menurut Mohammad Hatta. Semoga bermanfaat untuk pembaca semua. Terimakasih

Popular posts from this blog

75 istilah ekonomi lengkap

Setelah sebelumnya admin telah memberikan informasi tentang istilah bidang kesenian dan kebudayaan, selanjutnya admin akan menuliskan info tentang istilah ekonomi lengkap. Dalam artikel tentang ekonomi atau berita ekonomi indonesia sering kita dengar istilah-istilah yang kurang kita mengerti, atau sebenarnya kita mengetahui maksudnya namun tak mampu menjelaskan atau menjabarkannya secara rinci kepada orang lain.

Untuk itu, berikut kami tuliskan daftar istilah dalam bidang ekonomi dalam 75 istilah ekonomi : Aset : kekayaan.Akumulasi : proses penambahan modal (uang tunai, mesin-mesin, dsb.Bankir : orang yang memperdagangkan uang ; cukong.Bank : kantor penyimpanan, perkreditan keuangan.Banker : direktur bank.Barter : perdagangan dengan saling menukar barang.Bonanza : sumber rejeki (keuntungan, kebahagiaan).Bonus : honor tambahan di luar gaji (uang ekstra).Brankas : lemari tempat menyimpan uang, barang-barang berharga.Bursa : tempat memperjualbelikan saham.Butik : toko yang menjual barang…

67 Istilah Pertanian Lengkap

Dalam bidang pertanian dikenal banyak istilah pertanian yang biasa diterapkan dalam kalimat yang tentunya berhubungan dengan dunia pertanian. Namun, meski kita sering mendengar dan tahu maksud istilah tersebut, saat kita ditanya dan disuruh mendeskripsikan ternyata kesulitan. Untuk itu, kali ini Enjangcom akan memberikan informasi tentang istilah-istilah dalam bidang pertanian dan penjelasannya. Istilah-istilah tersebut kami rangkum dalam 67 istilah pertanian, selengkapnya sebagai berikut : Agrobisnis : melakukan usaha perdagangan dalam bidang hasil-hasil pertanian.Agraria : urusan pertanian atau tanah pertanian.Airdas : pengairan dasar.Amubu : alat memupuk dan menabur.Amuru : alat memupuk dan menggaru.Apiani : peternak lebah.Agrisilvikultur : pertanian rakyat yang dilakukan di areal kehutanan.Agroindustri : industri di bidang pertanian.Ammonifikasi : proses peruraian bahan organik oleh mikro-organisme menjadi amoniak.Benih : bibit tanaman yang akan ditebar, diternak, dan lain-lain.Da…

7 perbedaan koperasi dengan badan usaha lain

7 perbedaan koperasi dengan badan usaha lain. Selain koperasi, ada beberapa badan usaha lain yang bergerak dalam bidang ekonomi, antara lain toko, firma, persekutuan komanditer (CV), dan perseroan Terbatas (PT). Usaha yang dilakukan koperasi berbeda dengan yang dilakukan badan usaha lain tersebut.
Perbedaan koperasi dengan badan usaha lain ada tujuh, yang tentu saja jika dibandingkan lebih menguntungkan koperasi, perbedaan yaitu sebagai berikut :
NoKoperasiBadan Usaha Lain1Mengutamakan kesejahteraan anggotaMengutamakan kepentingan perusahaan2Keanggotaan bersifat sukarelaKeanggotaan terbatas3Modal dari simpanan anggotaModal dari penjualan saham, perorangan, atau kelompok4Berbadan hukumAda yang tidak berbadan hokum5Pengurus dipilih anggotaPengurus ditentukan oleh pemegang saham6Terdapat pembagian SHU menurut jasa anggotaTidak ada pembagian SHU7Keuangan bersifat terbukaKeuangan bersifat tertutup
Dari, ketujuh perbedaan tersebut, mungkin anda terdorong untuk mendirikan usaha koperasi? Jika…