Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

5 Jenis surat berharga yang pernah ada

1 Maret 2014 | Sastra

5 Jenis surat berharga yang pernah ada
1. Mandat pembayaran
Mandat pembayaran adalah salah suatu surat perintah seseorang untuk membayar sebanyak yang tertulis di dalamnya kepada orang yang tercantum di dalam surat tersebut.

Misalnya Departemen P dan K memerintahkan atas nama pemerintah kepada Kantor Bendahara Negara (KBN) untuk membayarkan uang sejumlah Rp 1.000.000,00 kepada Kepala SD Wonogiri I untuk gaji guru-guru. Kemudian KBN membuatkan surat perintah yang disebut dengan Mandat Pembayaran (surat mandat pembayaran pemerintah) yang biasa disebut SPMU (Sura Pemerintah MEmbayarkan Uang) yang ditujukan kepada Kas Negara untuk membayar uang sebesar Rp 1.000.000,00 itu kepada Kepala SD Wonogiri I.

2. Wesel
Wesel adalah surat perintah dari seseorang yang menyuruh membayarkan kepada orang lain yang tersebut di dalam surat itu. Di dalam surat wesel itu hendaklah ditulis sebagai berikut :
a. Sebutan sura wesel.
b. Perintah tidak bersyarat untuk membayar suatu jumlah.
c. Nama orang yang harus membayar (orang yang kena tarik).
d. Ketentuan kapan waktunya dibayar (hari valuta).
e. Tempat di mana mesti dibayar.
f. Nama orang yang akan menerima pembayaran, atau yang akan disuruh menerima (yang memegang).
g. Tanggal dan tempat tinggal yang menarik wesel.
h. Tanda tangan orang yang menyuruh membayarkan jumlah tersebut (si penarik).

Sebelum menarik wesel, biasanya si penarik mengirimkan sebuah surat pemberitahuan, surat ini dikenal orang dengan nama surat advis.

Akseptasi
Wesel diaksep artinya perintah membayar itu diakui dan diterima oleh yang kena tarik. Pengakuan itu disebut Akseptasi.

Cara mengaksep adalah si kena tarik membubuhkan tanda tangannya di sisi sebelah kiri pada muka surat wesel, lebih baik apabila dicantumkan juga perkataan diaksep di sebelah atas tanda tangan.

3. Promes
Wesel ditulis oleh yang menagih supaya seseorang membayar surat perintah untuk membayar. Promes ditulis oleh yang akan membayar itu sendiri, yakni merupakan surat perjanjian akan membayar.

Dalam promes harus ditulis keterangan-keterangan sebagai berikut :
a. Sebutan yang menyatakan bahwa surat ini “surat promes” baik dengan menyebutkan surat aksep atau dengan sebutan promes.
b. Janji tidak bersyarat akan membayar sejumlah uang.
c. Tanggal pembayaran.
d. Nama tempat di mana uang itu harus dibayar.
e. Nama orang yang akan menerima sejumlah uang yang harus dibayar.
f. Tanggal dan nama tempat ketika promis itu ditandatangani.
g. Tanda tangan orang yang akan mengeluarkan promis.

contoh lembaran promes
contoh lembaran promes

4. Cheque (cek)
Cek adalah surat perintah membayar suatu jumlah yang ditunjukkan kepada bank atau kepada kantor giro. Cek selamanya harus dibayar apabila ditunjukkan. Cek dianggap sebagai alat pembayaran yang sah.

Syarat-syarat yang dipertahankan sebuah surat sebagai cek adalah sebagai berikut :
a. Nama cek tertera dalam cek.
b. Perintah tidak bersyarat untuk membayar jumlah yang tertentu.
c. Tempat pembayaran, kalau tidak ada maka berlaku tempat yang namanya tertera di samping si wajib bayar atau kantor pusatnya.
d. Tanggal dan tempat penarikan apabila tidak ada seperti di atas.
e. Tanda tangan si penarik dan cap perusahaan si penarik.

Traveles’s Cheque (cek perjalanan)
Cek ini cek untuk orang yang bepergian (wisatawan). Cek ini diberikan oleh bank-bank atau kantor pariwisata yang dinyatakan dengan mata uang negeri yang dituju.

contoh lembaran cek
contoh lembaran cek

5. Efek
Efek adalah nama yang dipakai di dalam dunia perdagangan untuk surat-surat berharga. Efek adalah surat berharga yang boleh diganti (fungibel), sedangkan dalam wesel tidak terdapat hal yang demikian. Lain dari itu suatu ciri lagi pada efek, adalah efek dapat memberikan keuntungan berkali-kali, baik yang besarnya tetap, maupun yang tidak tetap.
Banyak macam efek, akan tetapi yang terpenting adalah :
a. Saham (surat andil).
b. Obligasi (surat pinjaman).

Saham
Saham atau surat andil adalah surat keterangan tanda turut serta di dalam modal suatu perseroan (PT), sedangkan keuntungan dari saham yaitu berupa deviden.
Surat saham terbagi atas :
a. Induknya (mantel), yaitu surat tanda turut serta yang sebenarnya.
b. Lembaran deviden, yaitu talon bersama-sama surat deviden.
Kalau semua surat deviden sudah dipergunakan untuk menukarkan bagian keuntungan, maka dengan tukaran talon dapat diterima lembaran deviden yang baru.

Obligasi
Obligasi yaitu surat tanda ikut serta di dalam meminjamkan uang kepada suatu perusahaan besar atau pada pemerintah dengan mendapatkan keuntungan yang tetap. Oleh karena itu, maka boleh juga dikatakan bahwa obligasi itu adalah surat utang yang berbunga tetap dan juga berjangka lama.

Surat obligasi terdiri dari mantel dan talon bersama kuponnya. Sedangkan bunga pinjaman diterima dengan menukarkan kupon tersebut pada waktu yang telah ditentukan. Berlainan dengan deviden yang menerima keuntungan biasanya sekali dalam setahun, maka kupon tersebut dianggap tidak berlaku lagi (kadaluwarsa). Dalam hal pinjam-meminjam obligasi kita kenal adanya Recepis, artinya adalah surat obligasi sementara. Ini diberikan apabila surat obligasi yang resmi belum dapat diedarkan.

Related For 5 Jenis surat berharga yang pernah ada

Recent Post

Pada hari Selasa tanggal 8…
Benign chronic bullous disease of…
Herpes gestationis is a rankling…
Dermatitis herpetiformis is an endless…

Kategori