Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Analisis penokohan cerkak “Tradisi Perjanjen”

18 Juli 2013 | Culture

Analisis penokohan cerkak “Tradisi Perjanjen”

A.Latar Belakang
Srini adalah gadis dusun yang lugu, serta  menurut dengan bimbingan dan ajaran neneknya, karena dia dari kecil diasuh oleh neneknya. Nenek Srini adalah orang Jawa tulen yang masih mituhu terhadap adat dan tradisi Jawa. Setiap hari Srini diajarkan tentang budi pekerti, misalnya:
– Perempuan harus hemat, mensukuri rizki yang diterima, dan rajin menabung
– Jadi manusia harus mau tirakat
– Tidak boleh makan terlalu banyak agar tidak rakus
– Dalam hal jodoh tidak boleh sembarang orang, menurut neneknya orang yang punya derajat dan sawah luas itu yang terbaik

Apabila jadi istri harus menurut pada suami, walaupun kelakuan suaminya kurang baik asal masih mau pulang harus tetap dilayani dan dihormati sebagai suami

Pitutur dan perkataan nenek srini slalu didengarkan dan dituruti oleh srini. Nenek Srini berharap Srini menjadi istri Bondan anaknya Pamong desa yang mempunyai sawah luas. Walaupun anaknya suka gonta ganti pacar, karna dia tampan  tetap banyak perempuan yang suka padanya, apalagi dia anak Pamong desa yang mempunyai sawah luas. Apalagi tradisi masyarakat desa menganggap bahwa Pamong desa mempunyai derajat.

Merasa punya derajat, orang tua sawahnya luas, tampan maka Bondan mencari istri dengan mengadakan sayembara. Nenek Srini sangat gembira mendengar berita itu, sehingga ia membujuk cucunya untuk mengikuti sayembara tersebut. Walaupun ada ker4aguan di hari Srini, ia tetap mengikuti kemauan neneknya untuk mengikuti sayembara itu. Dan akhirnya Srini menang sayembara dan terpilih menjadi istri Bondan.

Setelah menikah Bondan memboyong Srini kerumah orang tuanya, merasa ingin punya penghasiloan sendiri dan tidak tergantung kepada orang tua mereka berdua memutuskan untuk merantau ke Surabaya.

Pada awalnya kehidupan mereka harmonis walaupun Srini hanya sebagai seorang buruh cuci dan Bondan jadi tukang becak, mereka saling bahu membahu mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

Kehidupan mereka berubah lebih mapan setelah Srini diterima kerja di rumah sakit dan Bondan Bekerja di Pom Bensin, namun watak Bondan yang suka main perempuan kambuh lagi, akhirnya ia menikah lagi. Sebagai wujud baktinya pada suami Srini menerima keputusan suaminya untuk menikah lagi, karena Srini ingat pesan neneknya, (suami dirumah adalah milikmu, sedang suami di luar milik orang lain) selain itu ia ingat perjanjian saat memenangkan sayembara bahwa kalau masih mau pulang berarti masih suaminya.

Walaupun Srini sering diselingkuhi dan kawin lagi, ia tak berkeberatan karna ia tak ingin diolok-olok warga desa karena gagal berumah tangga.

B.Pembatasan Masalah
Masalah ini dibatasi pada:
1.Kehidupan rumah tangga Srini dan Bondan
2.Tradisi Perjanjen yang masih dianut masyarakat desa

C.Rumusan masalah
1.Mengapa Tradisi Jawa ada yang membelenggu keadilan bagi perempuan?
2.Mengapa Tradisi Perjanjen walaupun tidak ditulis secara hukum tetapi di taati masyarakat desa

D.Tujuan
1.Untuk mengetahui mengapa Tradisi Jawa ada yang membelenggu keadilan bagi perempuan.
2.Untuk mengetahui mengapa Tradisi Perjanjen walaupun tidak ditulis secara hukum tetapi di taati masyarakat desa

E.Hasil yang diharapkan
1.Tradisi Masyarakat jawa yang luhur harus tetap dipertahankan.
2.Tradisi yang membelengu keadilan perempuan harus dihilangkan karena laki-laki bdan perempuan mempunyai derajat yang sama.
3.Laki-laki harus menjadi payung bagi perempuan, yang mampu mengayomi dan tidak menyakiti fisik dan hari perempuan
4.Tradisi perjanjen boleh tetap dilestarikan asalkan tidak merugikan perempuan, dan laki-laki tidak boleh semena-mena karna merasa tidak melanggar tradisi Perjanjen.

Related For Analisis penokohan cerkak “Tradisi Perjanjen”

Recent Post

Pada hari Selasa tanggal 8…
Benign chronic bullous disease of…
Herpes gestationis is a rankling…
Dermatitis herpetiformis is an endless…

Kategori