Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Badrun Ketinggalan Pesawat

24 Mei 2011 | Intelegensi

Badrun Ketinggalan Pesawat. Badrun bermaksud melakukan perjalanan dinas ke pontianak dengan menggunakan pesawat pukul 15.00 dari Jakarta. Ia mulai berangkat dari Bandung dengan menggunakan KA Argogede pagi. SAetibanya di Stasiun Gambir, dia melanjutkan perjalanan ke bandara dengan taksi. Ternyata masih banyak waktu sebelum berangkat, kesempatan ini dipergunakan Badrun untuk jalan-jalan melihat suasana bandara yang hiruk-pikuk.

Dalam perjalanannya menghabiskan waktu untuk berangkat, tibalah Badrun di satu toko penjual peralatan rumah tangga modern dan kebetulan di depan toko tersebut ada timbangan otomatis dan pengukur tinggi badan dengan menggunakan dua keping uang logam Rp.5000,00.

Tertarik dengan itu dia pun berhenti dan mulai mengamati benda tersebut. Mengingat tubuhnya sudah tambah gendut dan merasakan pakaiannya sudah semakin ketat, diapun memberanikan diri untuk menimbang badannya.

Begitu koin dimasukkan, mesin timbangan langsung memproses, dan dalam hitungan detik keluar komentar dari mesin tersebut, “Nama anda Badrun, tinggi 165cm dan berat badan 70kg, anda bermaksud melakukan kunjungan kerja ke Pontianak dangan pesawat GA 504 pukul 15”.

Betapa kagetnya Badrun, mesin ini ajaib bisa memberikan komentar secara spesifik. Penasaran dengan mesin ini, ia mencoba lagi dan ternyata jawaban yang diberikan mesin tersebut pun sama seperti yang pertama. Untuk yang ketiga kalinya, ia pergi ke toilet dan mengganti pakaian dengan celana pendek ala turis yang dibawanya. Ia ingin membuktikan apakah mesin ini bisa memberikan komentar seperti tadi. Ternyata jawabannya pun sama.

Semakin penasaran, Badrun pun pergi ke salon yang ada di bandara untuk meminta dipotong rambutnya dan dipakaikan stelan jas yang dibawanya. Berbekal penampilan necis dan uang sisa terakhir, ia menguji kembali untuk ke-empat kalinya, apakah dengan penampilan maksimal sekarang mesin masih mampu mengenalinya.

Setelah memasukkan uang logam, Badrun menunggu dengan cemas, dan keluarlah jawaban mesin yang mengagetkan Badrun “Nama anda Badrun, tinggi 165 cm dan berat badan 70 kg. Anda baru saja ketinggalan pesawat  GA 504 yang berangkat pukul 15.00 tujuan Pontianak”.

Jika diperhatikan kehidupan kita sehari-hari ternyata ada begitu banyak “si pencuri waktu” yang telah menghambat produktivitas kerja sehari-hari. Sibuk ber SMS yang tidak proposional, bercakap-cakap ditelepon yang tidak ada ujung pangkalnya bahkan cenderung gosip, atau asyik menonton tv, merupakan contoh kegiatan si pencuri waktu yang menghambat sesorang untuk tampil optimal.

Waktu adalah aset terbesar yang diberikan Sang Pencipta kepada setiap manusia dengan kuota yang sama, yaitu 24 jam sehari. Sebagian besar orang mampu memanfaatkannya secara baik, sebagian lagi tertatih-tatih untuk optimal.

Sebagian merasa waktu 24 jam tersebut kurang, sebagian lagi merasa waktu 24 jam tersebut kurang, sebagian lagi merasa lama sekali rasanya 24 jam tersebut bergulir. Kondisi ini menunjukkan bukan berapa waktu yang kita miliki, namun yang terpenting adalah berapa banyak yang sudah kita perbuat untuk memanfaatkan waktu.

Pemanfaatan waktu yang efektif adalah dengan mengukur skala prioritas sendiri dalam kehidupan. Apa yang paling penting dan terutama inilah yang dikerjakan. Sebagai contoh, efektivitas seorang karyawan begitu masuk kantor akan meningkat pada saat memulai hari kerjanya dengan pengerjaan hal-hal yang memang dibutuhkan perusahaan. Bercakap-cakap tidak tentu arah sebelum memulai pekerjaan, atau makan mie instan di kantor sebelum mulai kerja, menunjukkan kemampuan manajemen waktu yang belum optimal.

Dalam setahun, terdapat 525.600 menit. Bagaimana kita sudah memanfaatkan menit-menit kehidupan kita? Apakah bermanfaat bagi sesama, atau memakai Aji mumpung yang negatif? Misal, mumpung masih menjabat, mumpung masih diberi fasilitas atau mumpung masih diberi kewenangan mengatur anggaran sehingga menghasilkan perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum dan agama.

Beberapa cara untuk menghadapi si pencuri waktu adalah dengan mengatur jadwal harian secara sistematis, menetapkan skala prioritas untuk mengerjakan hal-hal penting dan mendesak terlebih dahulu, belajar menuliskan apa-apa yang akan dikerjakan, menutup kemungkinan masuknya si pencuri waktu. Semua itu akan dimulai dengan sangat berat dan disiplin. Namun, tentu akan berakhir dengan hasil yang gemilang, berupa kehidupan yang tertib, bermoral dan bertumbuh.

Mungkin kedengarannya bukan barang baru, tetapi hari inilah satu-satunya waktu yang kita miliki. Hari kemarin sudah terlambat. Kita tidak akan bisa mengandalkan hari esok. Itulah sebabnya hari ini menjadi sangat penting. Oleh karena itu, untuk setiap menit kehidupan yang dijalani, jangan mengambil keputusan karena hal tersebut murah, dan jangan pula mengambil keputusan karena itu populer. Namun ambilah keputusan karena hal itu benar.

tags:

Related For Badrun Ketinggalan Pesawat