Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Budaya pengruwatan daerah Jawa Tengah

3 Juli 2013 | Culture

Budaya pengruwatan daerah Jawa Tengah. Sampai saat ini berbagai adat masih kental di masyarakat Jawa, khususnya di tempat saya. Pengruwatan secara global sampai pengruwatan sebuah keluarga. Secara global berarti secara keseluruhan suatu wilayah tertentu, sedangkan keluarga adalah sebuah keluarga saja.

Pengruwatan adalah sebuah upacara ritual yang bertujuan untuk mengusir berbagai macam sengkala atau energi negatif yang menjadikan hidup ini tak karuan. Misalnya saja sebuah keluarga dalam hidupnya selalu mengalami berbagai hal buruk. Sehingga dengan diadakannya pengruwatan diharapakan nantinya akan hidup lebih baik dari pada sebelumnya.

Pengruwatan adalah warisan leluhur nenek moyang Jawa Tengah yang sampai sekarang masih banyak warga yang mempercayai dan melaksanakan hal ini. Sebagai contoh di daerah sendiri (Manyaran, Wonogiri), sebuah kelurga membutuhkan pengruwatan jika memiliki satu anak saja yang disebut ontang-anting.

Dalam ceritanya anak tunggal yang tidak diruwat akan menjadi makanan Bathara Kala. Bukan berarti terlihat dimakan begitu saja, namun yang dimaksud adalah bahwa jika tidak diruwat hidupnya akan mengalami hal yang tidak baik, selalu saja ada berbagai kendala dalam menjalani kesehariannya.

Nah, untuk menopang hal itu, maka anak tersebut perlu diruwat agar hidupnya bersih dari sengkala atau aura negatif. Hal ini menurut saya jauh dari musrik, karena dalam pengruwatan dialunkan do’a-doa kepada Yang Maha Kuasa agar keluarga yang diruwat dijauhkan dari berbagai hal buruk.

Dalam pelaksanaan ngruwat, sebuah keluarga mengutus seorang Dalang Pengruwatan secara khusus. Tidak sembarang dalang berani dan mampu melakukan hal ini. Dibutuhkan pengalaman dan pengetahuan yang lebih untuk bisa menjadi dalang ruwat.

Saat kegiatan ruwatan dilaksanakan, wanita hamil di larang keras mendekati area pengruwatan. Mengapa? Menurut para sesepuh, hal ini akan mempengaruhi bayi yang dikandung seorang ibu. Hal ini bukan tanpa alasan, nenek moyang jaman dahulu telah melakukan berbagai penelitian, sehingga mereka menerapkan aturan ini. Jika tidak percaya mangga kersa, itu mutlak hak anda.

Sebagai contoh lain bahwa sebuah keluarga masuk dalam sendang pengruwatan adalah, 2 anak perempuan yang disebut kembang sepasang, anak 5 laki-laki semua yang disebut Pandawa Lima, 2 anak laki-laki yang disebut uger-uger lawang dan lain sebagainya.

tags:

Related For Budaya pengruwatan daerah Jawa Tengah