Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Ciuman Sang Ibu

3 Maret 2011 | Cinta

Ciuman Sang Ibu. “Jika ingin tahu bagaimana karakter calon istrimu, lihat dan pelajarilah tingkah laku dan karakter ibunya.”

Wanita ditakdirkan yang melahirkan manusia. Wanita adalah ibu manusia janganlah bersikap seperti ayah. Majulah wanita, namun jangan lupa tugasmu utama, apapun dirimu kau adalah ibu rumah tangga.

Bernie Siegel baru-baru ini melakukan penelitian tentang khasiat ciuman seorang istri bagi suaminya maupun ciuman seorang ibu bagi anak-anaknya. Sample diambil dari kalangan peserta (suami) yang naik mobil pribadi untuk ke kantor dan dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama adalah para suami yang berangkat ke kantor dengan terlebih dahulu dicium oleh sang istri, dan kelompok kedua adalah mereka yang pergi ke kantor tanpa dicium oleh sang istri.

Setelah beberapa waktu ditemukan bukti menakjubkan. Suami yang pergi ke kantor dengan ciuman sang istri lebih memiliki kemungkinan kecil mengalami kecelakaan diperjalanan dari pada mereka yang berangkat kerja tanpa merasakan kecupan mesra sang istri. Ternyata kualitas dan antusias bekerjapun mengalami perbedaan yang cukup signifikan.

Kecupan tulus sang istri ketika memberangkatkan suami bekerja ternyata telah meminimalkan kemungkinan hadirnya WIL (wanita idaman lain). Dipihak lain, seorang anak yang diberangkatkan sekolah oleh Sang Ibu dengan kecupan sayang ternyata berdampak luar biasa dalam prestasi sekolahnya, bahkan kecupan tersebut mampu meredam kemarahan untuk tidak berkelahi disekolah daripada mereka yang diberangkatkan oleh baby sitter (pembantu). Percaya atau tidak hal ini merupakan hasil suatu penelitian yang spektakuler mengenai ciuman seorang ibu.

Ciuman atau kecupan sayang seorang ibu yang tulus merupakan bukti cinta dan keindahan yang mendalam dan kesetiaan yang teguh tanpa harus terurai dalam kata-kata.

Gde Prama bahkan melukiskan wanita memejamkan mata ketika berciuman, karena sadar sedalam-dalamnya kalau keindahan didalam sana jauh lebih meneduhkan dibandingkan keindahan luar. Dalam satu jurnal Psichology of Woman, disebutkan wanita memiliki kemampuan mempertahankan cinta yang luar biasa dibandingkan pria, wanita juga lebih tahan terhadap stres dibandingkan pria.

Tidak heran di dunia yang semakin berubah ini, jika didata sedemikian rupa akan tampak bahwa jumlah janda jauh lebih banyak daripada duda. Sekalipun banyak, namun dalam hal selingkuh jauh lebih banyak pria daripada wanita.

Syurga berada ditelapak kaki ibu, merupakan ungkapan yang sangat indah untuk menggambarkan eksistensi seorang wanita yang telah berperan ganda dalam kehidupannya; sebagai ibu dan istri, bahkan  karyawan atau pemimpin dalam pekerjaanya.

Agak sulit ditemukan suatu tulisan yang menggambarkan wanita adalah kepala dalam rumah tangganya atau yang mengepalai rumah tangganya. Namun sekalipun bukan kepala, ada status yang boleh dibanggakan dari seorang ibu, yakni penolong (helper), mereka setara dengan pria yang salah satu komponennya berasal dari tulang rusuk pria.

Demikian agungnya sebutan yang diberikan kepada seorang ibu, hingga kita sering lupa bahwa sekalipun syurga ditelapak kaki ibu, namun kerapkali neraka yang justru berada di mulut dan ucapan sorang ibu. Kekuatan seorang ibu bukan berada dalam kuasa mulutnya, melainkan dalam tangannya yang dingin dan hati yang tulus serta pikiran yang optimis untuk membangun bahtera yang telah dirintis bersama sang suami.

Keteladanan Sang Ibu tampak dari untaian indah do’a-do’a yang mengalir disertai air mata untuk memanjatkan syukur dan permohonan kepada Sang Pencipta. Monumen keindahan kasih ibu dibangun di atas kecupan sayang, dekapan hangat dan cerita-cerita indah yang mengalir sejuk membentuk atmosfer kehangatan kasih di rumah maupun di kantor.

Ibu bijaksana akan terus mendorong karier sang suami melalui kekuatan kasih yang diberikan di rumah. Untaian do’a yang dipanjatkan kepada Sang Pencipta akan jauh lebih banyak dibandingkan sekedar kasak kusuk ke sana ke mari untuk mengontrol kedudukan sang suami.

Sementara itu, agak janggal rasanya ketika ada seorang ibu yang sibuk mengurusi orang lain dari pada dirinya sendiri maupun keluarganya. Kurang tepat porsinya, ketika ditengah-tengah upaya meningkatkan harkat seorang ibu, masih sering terjadi ibu yang suka menyebarkan gosip kesana-kemari; yang justru secara tidak langsung akan mengurangi rekening bank harganya dirinyasebagai seorang ibu.

Seorang rekan sewaktu mahasiswa dulu pernah menasehati, “jika ingin tahu bagaimana karakter calon istrimu, lihat dan pelajarilah tingkah laku dan karakter ibunya.” Ibu (dan ayah) merupakan model yang tidak akan terlepas dari perkembangan seorang. Model pertama bahkan paling utama dalam proses identifikasi seorang anak terlihat dari tingkah laku orang tuanya sehari-hari.

Madam Theresa pernah bertutur, “Tebarkanlah cintamu di mana-mana” Ciuman, sekalipun tanpa biaya, namun menjadi kekuatan yang luar biasa sebagai lambang cinta yang tulus. Semoga dengan ciuman sayang Sang Istri untuk Sang Suami sebelum berangkat ke kantor akan mampu mengangkat motivasi sang suami serta membangun kebersamaan dan sense of belonging terhadap perusahaan yang tinggi.

“Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia”

Tak ada maksud negatif, Postingan ini semata-mata bertujuan untuk menyebarluaskan motivasi hidup.

Terima kasih

Disadur dari buku Setengah Isi Setengah Kosong ( Half Full – Half Empty )

Karangan : Parlindungan Marpaung.

tags:

Related For Ciuman Sang Ibu