Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Ikhlas berpuasa menguji keteguhan pribadi

22 Juli 2012 | Intelegensi

Ikhlas berpuasa menguji keteguhan pribadi. Enjangcom mengucapkan “Selamat menjalankan ibadah puasa 1433 H, semoga amal ibadah anda diterima Allah SWT. Kami akan selalu memberikan motivasi apapun bentuknya dan kapanpun saatnya. Saat ini anda berpuasa bukan? Ikhlaskah anda berpuasa?

Jikalau ikhlas, mengapa anda membicarakan orang yang tidak berpuasa? Jikalau anda ikhlas berpuasa untuk hanya untuk Allah, mengapa anda benci melihat orang yang tidak berpuasa? Ikhlas dan tidaknya menjalankan puasa hanya Allah  dan anda sendiri yang tahu.

Anda yang menjalaninya, tentunya telah anda fikirkan sebelumnya mengapa dan untuk apa anda berpuasa. Ingatlah, Allah Maha Segalanya, saya kira tak bijak rasanya jika kita menghukum orang yang tidak berpuasa. Hanya Yang Maha Kuasa yang berhak menghukum mereka. Benar bukan?

Jam 3 pagi anda harus bangun menjalankan makan sahur, dan terkadang tak tidur hingga selesai sholat subuh. Di siang hari yang terik anda harus menahan lapar dan haus hingga sore hari saat tiba berbuka puasa. Malam harinya anda sholat tarawih, minimal hingga jam 20.30. Malah terkadang ngaji hingga tengah malam.

Setelah selesai anda tidur. Baru 2.5 hingga 3 jam anda harus bangun menjalankan makan sahur. Dan seterusnya hingga tiba Idul Fitri, dan anda lulus menjalan kan ibadah selama 1 bulan penuh. Suatu kegiatan yang rajin dan menyenangkan bukan?

Menjalankan ibadah puasa sama saja melatih hidup yang rajin dan penuh keikhlasan. Janganlah anda berpuasa hanya karena tak enak dengan tetangga, tak enak dengan mertua, tak enak dengan pak ustad sebelah, takut menjadi bahan pembicaraan orang-orang yang berpuasa, dan seabrek alasan lain yang membuat anda terpaksa menjalankan ibadah puasa. Jika demikian, apa manfaat puasa bagi anda? Ingat! Allah Maha Mengetahui.

Baca dan pahamilah betul apa tujuan dan manfaat puasa pada kitab yang anda punya. Atau anda bisa bertanya kepada para ustad yang lebih tahu mengenai hal tersebut. Jika anda tahu, paham, mengerti, dan yakin betul saya yakin, anda akan berpuasa dengan ikhlas dan rendah hati.

Tak perlu saya jelaskan bahwa banyak hal yang tak dibolehkan saat menjalankan puasa, termasuk membicarakan orang lain. Saat berpuasa pasti banyak sekali godaan di sekitar anda, terutama dari orang-orang disekitar anda. Misalnya saja, ketika anda berpuasa ada orang yang makan di dekat anda. Apa yang akan anda lakukan, bergumam, mengusir atau bahkan marah besar?

Ikhlas berpuasa berarti anda takkan pernah mempermasalahkan godaan yang datang dari luar, seperti yang saya contohkan di atas. Jika karena hal tersebut anda masih bergumam atau bahkan marah, bukankah itu telah menjadikan puasa anda tak murni lagi? Tanyalah dalam hati anda, mengapa anda berpuasa.

Keteguhan pribadi anda akan tampak dengan jelas ketika anda melaksanakan puasa sedangkan banyak orang makan/minum disekitar anda. Anda berpuasa tentunya harus menjauhi segala larangan-Nya, dan orang yang tidak berpuasa tentu tak akan menjalankan seperti apa yang anda lakukan. Lebih baik tersenyum menjauhi mereka jika anda merasa tergoda karenanya.

Sebenarnya, jika ikhlas berpuasa saya rasa hal-hal yang menggoda bukan merupakan alasan untuk bergumam dan marah-marah sehingga mengakibatkan puasa anda tak berkualitas. Ibarat kita berjalan kaki menempuh perjalanan menuju suatu tempat yang paling anda inginkan, sedangkan di sepanjang pinggir jalan tersebut banyak orang yang menawarkan bermacam-macam makanan.

Jika anda memang teguh pendirian, tentunya anda akan mengabaikannya. Dan bahkan anda lebih baik tersenyum dan mengatakan “Terimakasih, saya sedang melakukan perjalanan jauh dan harus sampai pada waktunya”.

Berpuasalah karena Allah dengan niat ikhlas. Jadikan godaan di luar sebagai tolok ukur sampai di mana keteguhan iman anda. Dan jika berhasil melewatinya anda akan mendapatkan point-point terbaik dalam hidup anda. Setelah itu, secara tak sadar keteguhan pribadi anda pun akan terbentuk dengan kuat.

Dengan demikian, hal ini nantinya dapat dijadikan sebagai wacana ketika anda menjalani hidup sehari-hari. Jika ingin mencapai sesuatu, jalanilah prosesnya dengan ikhlas. Pada saatnya anda akan tahu hasilnya, bahwa apa yang telah anda lakukan dengan ikhlas dan sungguh-sungguh tak pernah sia-sia. Panjatkan puji syukur ke hadrat-Nya.

Related For Ikhlas berpuasa menguji keteguhan pribadi