Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Janganlah suka menyambung lidah

30 Juni 2012 | Intelegensi

Janganlah suka menyambung lidah. Para ahli kejiwaan mengatakan, bahwa setiap orang perlu seseorang yang lain. Kepada siapa dia bisa menumpahkan semua perasaan. Bukan hanya rasa sedih dan duka, tetapi juga rasa senang. Setiap orang butuh orang lain. Setiap orang ingin suaranya didengar.

Orang yang mempunyai sahabat tempat menumpahkan perasaan, orang yang berani membuka semua isi hati kepada orang lain, umumnya mempunyai jiwa yang sehat. Orang semacam ini tidak membutuhkan psikiater.

Yang umumnya menjadi pasien-pasien psikiater adalah mereka orang-orang yang selalu menutup diri sendiri. Dia tidak pernah menceritakan rahasianya kepada orang lain, semuanya dipendam dalam batin. Mereka ini sepanjang hidupnya akan butuh seorang psikiater.

Sebetulnya ada 3 bagian yang perlu anda perhatikan dalam soal pembicaraan antar manusia.
1. Kepada siapa pembicaraan itu berlangsung. Apakah antar dua sahabat, antar orang yang saling tidak kenal, antar keluarga atau antar tetangga.
2. Topik pembicaraan. Apakah itu soal gaji, bisnis, anak, hubungan dalam rumah tangga atau bahkan yang lebih intim.
3. Di mana pembicaraan berlangsung. Apakah di pasar, sebuah pesta, jalan atau di kamar hotel internasional sekalipun.

Sebetulnya orang membocorkan rahasia sahabat umumnya tidak selalu bertujuan untuk menghancurkan persahabatan itu. Menurut para ahli ilmu jiwa, orang suka membocorkan rahasia orang lain umumnya menganggap diri sendiri remeh sekali. Orang-orang ini tidak menghargai diri pribadinya sendiri.

Menurut mereka jika dia tidak memberikan sesuatu kepada masyarakat, dia tidak menarik. Di dalam obrolan kelihatan sekali orang yang selalu menyambung lidah orang lain, adalah orang yang hidupnya tidak pernah sukses. Sebab dia tidak pernah menganggap dirinya berharga. Dengan kata lain, dia ingin segera mendapatkan pengakuan dari orang-orang disekitar tentang kehebatan, kelihaian dan sebagainya.

Kejadian membocorkan rahasia pribadi orang lain terkadang dengan sengaja dikeluarkan jika terjadi ketegangan antar mereka. Misalnya, soal hutang, anak atau iri hati. Ada pihak-pihak yang merasa dirinya dirugikan, tetapi tidak diberi kesempatan untuk menyatakan rasa amarahnya. Maka dia dengan sengaja membuka rahasia pribadi sahabatnya sebagai jalan membalaskan rasa sakit hatinya.

Begitulah lidah itu sambung menyambung. Kejadian seperti ini bisa berlaku pada setiap orang. Ini akan menjadi lebih ramai dan menarik, karena biasanya cerita yang disambung ditu dibumbui lagi. Apa yang tadinya sejengkal jadi sehasta. Sebab ketika bercerita, sang penyambung lidah merasa dirinya yang paling tahu.

Sebagian orang lagi selalu menyambung lidah orang lain karena memang dia tidak bisa diam. Ada orang yang kalau berada dalam pertemuan lalu kehabisan bahan pembicaraan, maka dia tanpa terasa menceritakan hal-hal yang rahasia, hanya sekedar untuk mengisi waktu belaka. Gunakan lidah anda untuk hal-hal yang bermanfaat.

Related For Janganlah suka menyambung lidah