Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Kecantikan, kesehatan dan proses menua

21 Juli 2012 | Health

Hubungan kecantikan dan kesehatan
Kecantikan, kesehatan dan proses menua. Kecantikan (beauty), menurut Eric Newton diartikan sebagai sesuatu yang menimbulkan rasa senang pada manusia. Tentu apa yang menyenangkan bagi seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain.

Apabila ada suatu kesepakatan tentang apa dan bagaimana “cantik yang baku“, maka hal ini dapat terjadi atas dasar pengalaman pribadi dalam suatu kelompok yang memiliki latar belakang yang sama dan dapat menerima kriteria baku tersebut.

Disamping itu, terdapat pula kesepakatan bahwa ada ciri-ciri kecantikan tertentu yang bersifat universal seperti umur muda, kesehatan, paras muka yang menyenangkan. Suatu hal yang semakin menarik perhatian adalah pendapat yang mengatakan bahwa kecantikan itu tidak boleh dipandang sebagaimana adanya.

Maka tidaklah mengherankan bahwa ada yang berpendapat bahwa kecantikan itu pada hakekatnya berada dalam pikiran. Bila ia berfikir bahwa ia cantik, maka cantiklah dia. Oleh karena itu, secara umum dikatakan bahwa dalam imajinasi setiap pecinta, kekasih adalah orang yang paling cantik dan menarik.

Bintang film tahun 1930-an dan 1940-an, Eva Gabor pernah menulis, “Saya percaya bahwa  semua wanita harus menjadikan dirinya secantik mungkin. Namun, mereka tak perlu bantuan bahan buatan, karena kecantikan sejati dan daya tarik seksual datang dari dalam dirinya”.

Begitu pentingnya kecantikan fisik itu bagi wanita, sehingga budaya kecantikan (beauty culture) berkembang menjadi industri tanpa resesi. Tidak cukup tempat dan waktu untuk menyebut satu-persatu merek kosmetika, pakaian, sepatu dan lain produk untuk mempercantik wanita.

Perkembangan pesat industri ini tidak saja membuat wanita semakin lebih cantik, tetapi juga telah membuat semakin banyak wanita menyadari bahwa kecantikan lebih daripada kulit saja. Jadi pertubuhan industri kosmetika mengembangkan bisnis salon pelangsingan tubuh, sasana olahraga, sekolah keterampilan dan pergaulan. Budaya kecantikan modern ini telah melanda wanita Indonesia.

Namun, setiap orang, setiap kebudayaan mengembangkan konsepsinya sendiri tentang kecantikan. Sebagian kriteria yang dikembangkan itu bersifat universal atau individual, sebagian lagi alami dan/atau artifisial.

Dengan demikian dapat dikatakan, betapa erat hubungan antara kecantikan dengan kesehatan. Adanya penyakit kecacatan (bawaan ataupun didapat), sedikit atau banyak mempengaruhi kecantikan seseorang.

Berkembangnya cabang ilmu kedokteran seperti bedah rekonstruksif, bedah plastik, bedah kosmetik dan sampai tingkat tertentu ilmu penyakit kulit, berbagai jenis prothesa (yang bukan saja bertujuan untuk mengembalikan fungsi semula suatu alat tertentu), erat kaitannya dengan masalah penampilan dan kecantikan. Barangkali inilah sebabnya, mengapa kesehatan merupakan unsur universal dari kecantikan itu. dapatlah dikatakan bahwa kecantikan dan kesehatan tak dapat dipisah-pisahkan. Untuk cantik harus sehat.

Proses menua

Pada umumnya dikatakan bahwa proses menua itu semakin jelas sesudah umur 4 tahun. Beberapa fungsi tubuh, termasuk fungsi kelenjar-kelenjar yang bertanggung jawab terhadap pertumbuhan kulit, menurun dengan cepat pada usia sekitar 50 tahunan. Tetapi ada juga yang dapat bertahan sampai umur yang sangat tua, sekitar umur 80 tahun.

Pada wanita, menurun dan berhentinya fungsi kelenjar indung telur yang membuat hormon-hormon kewanitaan seperti esterogen dan progesteron mempunyai dampak yang sangat luas. Disamping daur menstruasi menjadi amat tidak teratur dan akhirnya berhenti (menopause), perubahan paling menonjol terjadi pula pada kulit yang semakin kehilangan sifat kencang dan licinnya, sehingga tampak keriput. Penampilan yang demikian tentu akan menurunkan kadar kecantikan seseorang.

Menjadi tua berarti menjadi tidak cantik lagi. Begitulah ungkapan sehari-hari. Oleh karena itu, kemudaan/keremajaan sebagaimana kesehatan dipandang juga sebagai unsur pokok kecantikan

Ketuaan membawa pula akibat pada tingkat kesehatan seseorang. Daya tahan tubuh yang menurun menyebabkan meningkatnya kepekaan terhadap berbagai penyakit infeksi. Kesemaptaan yang biasanya berkurang sebagai akibat dari kurangnya gerak (olah raga) membuat orang tua mudah diserang atau mengalami penyakit-penyakit tertentu, seperti penyakit jantung, pembuluh darah dan penyakit kencing manis, dan osteoporosis.

Kesemuanya ini memungkinkan terjadinya kecacatan tubuh tertentu, kecil atau pun besar, yang akan membawa pengaruh pada kadar kecantikan seseorang.Tips agar tetap cantik dan sehat

Sikap yang positif untuk menghadapi ketuaan dapat diwujudkan dengan “rasa percaya diri yang mantab”. Menopause dapat menjadi suatu pengalaman yang menguntungkan dan cara yang paling baik untuk menghadapinya dengan menanmkan rasa percaya diri.

Di samping itu, terlebih-lebih jika dikaitkan dengan pemeliharaan kesehatan, pola hidup yang teratur, integritas pribadi (keseimbangan antara tuntutan dan kemampuan, baik jasmani maupun rohani), makanan yang bermutu, olah raga yang teratur dll, merupakan suatu prasyarat mutlak.

tags:

Related For Kecantikan, kesehatan dan proses menua