Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Kenikmatan yang mematikan

26 Juni 2011 | Intelegensi

Kenikmatan yang mematikan. Perbuatan yang melanggar susila, moral atau hukum pada awalnya sering mendatangkan kenikmatan. Akan tetapi, karena terlalu menikmati, tanpa disadari hal ini telah mematikan nilai kehidupan seseorang. Misalnya pengguna narkoba, awalnya memang menyenangkan dan membuat segala sesuatu terasa indah, namun lambat laun dan tanpa disadari telah membuat penggunanya terikat. Lalu perlahan-lahan mematikan masa depannya, keluarganya, hingga dirinya sendiri.

Bagi seorang suami/istri misalnya, bermain-main dengan api cinta, selalu menjanjikan hal-hal yang nikmat dan menyenangkan. Namun justru kenikmatan semu yang diberikan membuat seseorang semakin terjerumus sehingga lupa bahwa dirinya sudah beristri/bersuami serta memiliki anak.

Ketika semua terbongkar dan dunia melihat semua yang dilakukannya, barulah ia sadar. Kendati demikian, semua sudah terjadi dan telah mematikan reputasinya, menghentikan langkah karier yang sudah dirintis, serta merusak nama baik keluarga hanya karena kenikmatan semu yang dirasakan pada awalnya saja.

Segala perbuatan buruk yang dilakukan pada awalnya memang tidak pernah menjanjikan sesuatu yang buruk. Dalam kacamata spiritual, dapat dikatakan bahwa si iblis tidak pernah membukakan akibat suatu perbuatan jahat. Namun, ketika akibat perbuatan tersebut menimpa seseorang, maka iblispun meninggalkannya untuk mencari mangsa lain.

Jika kita cermati lebih lanjut, maka perkembangan dunia saat ini lebih menjanjikan hal-hal yang sifatnya bedonisme, yaitu paham yang mengajarkan seseorang untuk mencari kenikmatan demi kenikmatan. Dunia pula telah mengarahkan dirinya pada paham materialisme yang mengajak seluruh umat manusia untuk mencari harta sebanyak-banyaknya. Semua ini berbanding terbalik dengan ajaran agama yang terus menerus mengumandangkan kebenaran, keadilan, moralitas dan belas kasih.

Fenomena ini juga dipicu oleh maraknya acara-acara televisi yang mengumbar kesenangan dan kenikmatan hidup. Acara seperti itu secara perlahan-lahan dapat mempengaruhi nilai kehidupan seseorang, sehingga ketika seseorang yang menonton acara tersebut tidak kuat pondasi jiwanya maka ia akan jatuh dan mati perlahan-lahan secara mental, rohani maupun fisik.

Kiranya setiap kita tidak ingin “kehabisan darah” hanya karena terlibat pada aktivitas semu. Toh selama ini mereka yang telah merasakan kenikmatan semu yang ditawarkan dunia akhirnya menuai penyesalan. Memang sekalipun tampaknya menghibur, namun melalui perbuatan yang salah seseorang bisa menuai penyesalan.

Itulah sebabnya bagi yang belum terlibat, pikirkanlah baik-baik. Apalagi bagi yang mulai “mengendus-endus”. Ada baiknya untuk segera berpikir bahwa ada hal lain yang bersifat halal serta bermoral. Sedangkan bagiu yang sudah mulai “menjilati”, berhentilah dan berbaliklah pada ajaran agama yang dianutnya. Ingatlah tentang peraturan menggali lubang, “jika anda didalamnya berhentilah menggali”.

tags:

Related For Kenikmatan yang mematikan