Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Ketetapan dan struktur kalimat bentuk aktif dan pasif

12 Februari 2014 | Sastra

Ketetapan dan struktur kalimat bentuk aktif dan pasif. Sebelum kita melangkah menggunakan kalimat bentuk aktif dan pasif dengan memperhatikan ketetapan bentuk dan strukturnya, terlebih dahulu perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini :
1. a. Kami tegaskan bahwa kami bersedia mengadakan kesepakatan.
b. Kami menegaskan bahwa kami bersedia mengadakan kesepakatan.

2. a. Apakah belum kamu ketahui bahwa tes akan segera berlangsung?
b. Kami mengetahui bahwa tes akan segera berlangsung.

3. a. Persoalannya saya serahkan kepada ketua OSIS.
b. Saya menyerahkan persoalan itu sepenuhnya kepada ketua OSIS.

Masih sering dikacaukan bentuk-bentuk kalimat 1a, 2a, 3a dengan kalimat 1b, 2b, dan 3b. Bila pertanyaan diajukan : apa subjek dari kalimat-kalimat di atas? banyak yang menjawab : kami (kalimat 1a dan 1b), kamu (kalimat 2a dan 2b), saya (kalimat 3a dan 3b). Apa benar demikian?

Untuk kalimat no. 1b, 2b, dan 3b memang benar. Sedangkan untuk kalimat 1.a, 2a, dan 3a : kami, kamu, dan saya bukan subjek. Mari kita telaah lebih lanjut.

Bentuk kalimat pasif

Kalimat pasif secara tradisional dapat dinyatakan dengan
1. ku, kau, di. Contoh :
Telah kuterima kiriman buku itu.
Telah kauterima kiriman buku itu
Telah diterima kiriman buku itu.

2. saya, engkau, dia. Contoh :
Keterangan pemerintah telah saya pahami.
Keterangan pemerintah telah engkau pahami.
Keterangan pemerintah telah dia pahami.

3. prefiks ter-. Contoh :
Pengumuman tertulis besar-besar di papan tulis.

Bentuk no. 1 dan no. 2 pada hakekatnya sama saja. Hanya saja bentuk no. 1 merupakan bentuk ringkas : ku dari aku, kau dari engkau, dan di (secara teoritis) dari dia.

Bentuk no. 2 menimbulkan variasi sehingga kita jumpai kalimat-kalimat :
Keterangan pemerintah telah kami pahami.
Keterangan pemerintah telah kamu pahami.

Dari uraian di atas jelas bahwa bentuk-bentuk seperti saya pahami, engkau pahami, kami pahami dan kamu pahami merupakan bentuk pasif. Oleh sebab itu harus benar-benar dibedakan dengan bentuk saya memahami, engkau memahami, kami memahami, dan kamu memahami yang merupakan bentuk aktif.

Hubungan antara saya, engkau, kami, kamu dengan kata-kata yang mengikutinya dalam bentuk pasif sangat erat. Seperti halnya hubungan antara ku, kau, di tengah kata kerja yang mengikutinya.

Hubungan itu sangat erat dan tidak dapat disisipkan suatu kata pun di antaranya, termasuk kata-kata penunjuk aspek yang sering kita jumpai dalam kebahasaan sehari-hari. Masalah inilah yang sering dilupakan, sehingga tidak heran kita jumpai kalimat-kalimat seperti :
– Saya telah katakan hal itu kepadanya.
– Kamu belum tuliskan nama pada kertas ujianmu.
– Kami akan jelaskan kejadian itu nanti.

Kalimat di atas harus diubah menjadi :
– Telah saya katakan hal itu kepadanya.
– Belum kamu tuliskan nama pada kertas ujianmu.
– Kejadian itu akan kami jelaskan nanti.

Bagaimana pendapat anda dengan kalimat di bawah ini?
– Pemerintah telah umumkan bahwa libur semester akan jatuh pada pertengahan bulan Januari.

Tentu anda berpendapat bahwa kalimat itu salah. Dan memang benar, kalimat itu harus diperbaiki menjadi :
– Pemerintah telah mengumumkan bahwa libur semester akan jatuh pada pertengahan Januari (kalimat aktif). Atau :
– Telah diumumkan oleh pemerintah bahwa libur semester akan jatuh pada pertengahan bulan Jauari (kalimat pasif).

Satu hal lagi perlu diperbincangkan di sini adalah bentuk pasif pelaku pertama tunggal (saya …), pasif pelaku pertama jamak (kami …), dan pasif pelaku kedua (kamu …). Contoh :
– Novel Salah Asuhan telah dibaca oleh saya.
– Tugas kelompok telah dikerjakan oleh kami.
– Apakah telah dicatat oleh kamu keterangan tadi?

Pada contoh-contoh di atas kita lihat penggunaan kalimat pasif dibaca oleh saya, dikerjakan oleh kami, dicatat oleh kamu, yang merupakan gabungan bentuk pasif pelaku ketiga (dengan di) dengan bentuk pasif pelaku kesatu (dengan saya dan kami) dan bentuk pasif pelaku kedua (dengan kamu).

Dengan sendirinya : dibaca oleh saya, dikerjakan oleh kami, dan dicatat oleh kamu, merupakan bentuk yang rancu, yang harus dihindari. Kalimat di atas harus diperbaiki menjadi :
– Novel Salah Asuhan telah saya baca.
– Tugas kelompok telah kami kerjakan.
– Apakah telah telah kamu catat keterangan tadi?

Semoga menambah pengetahuan tata bahasa Indonesia.

Related For Ketetapan dan struktur kalimat bentuk aktif dan pasif

Recent Post

Pada hari Selasa tanggal 8…
Benign chronic bullous disease of…
Herpes gestationis is a rankling…
Dermatitis herpetiformis is an endless…

Kategori