Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Kisah antara Adam dan Hawa versi Islam

28 Januari 2014 | Cinta, Love

Kisah antara Adam dan Hawa versi Islam. Dalam versi Islam, diceritakan bahwa Adamlah manusia laki-laki pertama di bumi yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. Sedangkan Hawa diciptakan sebagai manusia wanita pertama yang diciptakan untuk mendampingi Adam falam hidupnya agar tidak kesepian dan akhirnya menyebar luaskan keturunannya di dunia.Mungkin cerita Adam dan Hawa muncul dalam berbagai versi.

Namun, pada posting ini akan diceritakan kisah antara Adam dan Hawa dalam versi Islam saja. Cerita ini diawali dengan kehidupan Adam yang serba kecukupan. Membutuhkan apapun tersedia tanpa harus bersusah payah untuk mendapatkannya. Suatu kemuliaan tak terkira yang didapatkan manusia pertama ini.

Adam hidup sebatangkara, tanpa memiliki siapapun. Ia berjalan ke kiri dan ke kanan, menghadap ke langit-langit yang tinggi, ke bumi terhampar jauh di seberang, maka tiadalah sesuatu yang dilihatnya dari mahkluk sejenisnya kecuali burung-burung yang berterbangan kesana ke mari, sambil berkejar-kejaran di angkasa bebas, bernyanyi-nyanyi, bersiul-siul, seolah-olah memamerkan kemesraan.

Adam terpikat melihatnya, rindu berkeadaan demikian. Tetapi sungguh malang, siapalah gerangan kawan yang hendak diajak. Ia merasa kesepian. Ia tinggal di syurga bagai orang kebingungan, tiada pasangan yang akan dibujuk bermesra seperti burung-burung yang dilihatnya.

Pekerjaannya sehari-hari hanya bermalas-malas saja, bersantai berangin-angin di dalam taman syurga yang indah permai, yang ditumbuhi oleh bermacam bunga kuntum semerbak yang wangi, yang di bawahnya mengalir anak sungai bercabang-cabang, yang desiran airnya bagai mengandung pembangkit rindu.

Apa saja di dalam syurga semuanya nikmat. Tetapi apalah arti segalanya jika hati selalu resah gelisah di dalam kesepian seorang diri? Itulah satu-satunya kekurangan yang dirasakan Adam di dalam syurga. Ia perlu kepada sesuatu, yaitu kepada kawan sejenis yang akan mendampinginya di dalam kesenangan yang tak terhingga itu.

Kadangkala kalau rindu dendamnya datang, maka turunlah ia ke bawah pohon rendang mencari hiburan, mendengarkan burung-burung bernyanyi bersahutan, tetapi aduh hai kasihan, bukannya hati menjadi tenteram, malah menjadi lebih tertikam. Kalau angin bertiup sepoi-sepoi basah di mana daun-daunan bergerak lemah gemulai dan mendesirkan suara sayup-sayup, maka terkesanlah di hatinya keharuan yang begitu mendalam dirasakannya sebagai derita batin yang tegak dibalik nikmat yang dianugerahkan Tuhan kepadanya.

tags: ,

Related For Kisah antara Adam dan Hawa versi Islam