Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Marah dapat menyebabkan sakit secara fisik

11 Juni 2012 | Health

Marah dapat menyebabkan sakit secara fisik. Perasaan marah adalah bagian dari emosi yang mewarnai kepribadian seseorang. Sebagai emosi, marah mempunyai tingkatan mulai dari yang normal sampai ke tingkat yang berbahaya. Ini dapat dibuktikan lewat kebrutalan yang sekarang ini kerap kita dengar dan kita lihat pada berita televisi.

Marah pun dapat pula di anggap sebagai indikator dari sekeping perasaan. Misalnya tersinggung, sedang dalam keadaan sewot atau tengah mendongkol. Dan bagi sementara orang, perasaan marah terkadang begitu sulit untuk dipahami.

Satu saran bijak dari pada anda mencoba memadamkan api dengan bensin sebaiknya pakailah air. Dari pada bergaul dengan orang yang memperlakukan anda lewat sikap bermusuhannya, akan jauh lebih baik jika anda mendinginkan rasa benci terhadapnya. Bukan tidak mungkin, anda malah ditantang memikirkan bagaimana bersahabat dengan orang yang justru memusuhi anda.

Namun betapa menyedihkan jika yang melontarkan kemarahan itu justru orang-orang yang kita cintai. Tak jarang dalam kondisi demikian kita merasa kecewa, bahkan sakit hati. Jika kekecewaan itu kemudian dilampiaskan dalam bentuk marah-marah kecil itu wajar saja.

Tetapi jika kekecewaan yang kita rasakan itu sebagai suatu beban, maka itu sering berubah menjadi frustasi. Tanpa mempedulikan bagaimana eratnya pergaulan dengan orang-orang di sekitar, mereka adalah modal terbesar untuk menjadikan diri anda frustasi.

Frustasi memang telah menjadi bagian dari kehidupan, layaknya kematian yang tidak mungkin untuk dicegah atau dihindari. Namun janganlah terbuai dengan frustasi, karena ini hanya akan membuat anda menjadi konyol.

Ahli psikologi Dr. Paul Hauck lewat bukunya “Calm Down, How to cope with Frustation and Anger” menyatakan: dari sudut teoritis dipastikan bahwa semua dendam, kemarahan atau permusuhan adalah neurotik. Kecuali yang timbul dari pertahanan diri atau self defence.

Jika ada orang yang mencaci maki anda sedemikian rupa, anda tidak perlu mempertahankan diri. Karena cacian tersebut hanya sebatas serangan psikologis yang tidak perlu melukai hati anda. Akan tetapi, jika seseorang memukul anda layaknya sebuah karung pasir, maka bodohlah jika tidak mempertahankan diri.

Saya tidak menyatakan bahwa anda mula-mula harus marah terlebih dahulu kemudian mempertahankan diri. Dalam hal ini sangatlah mungkin untuk bereaksi terhadap frustasi seseorang dengan tenang. Jika perlu, anda dapat balas menghajarnya pula”, ungkap Paul Hauck.

Anehnya jika anda marah dan tidak menyadarinya, mungkin saja anda sedang disergap kegelisahan. Banyak dokter merasa yakin bahwa kemarahan yang tidak diungkapkan, akan menimbulkan sakit tukak lambung, darah tinggi, sakit kepala dan radang usus besar. Dr.Irvin Yelom dan Dr.Don Jackson dari fakultas Kedokteran Universitas Stanford dalam studi mengenai hal ini mengungkapkan, di antara anak-anak yang mempunyai kesulitan untuk menyatakan rasa marah umumnya menderita tukak lambung.

Disadari atau tidak, kemarahan sanggup membawa anda ke keadaan sakit secara fisik. Coba palingkan kepala anda pada orang yang sedang bertengkar mulut, dan bayangkanlah apa yang terjadi di dalam saluran pernafasannya atau bagian tubuh lainnya.

Tekanan darah meningkat, dan pada jantung yang lemah hal ini dapat merusak sampai titik yang sangat berbahaya. Sebaliknya, perasaan marah yang terlampau ditekan dapat pula menyebabkan sakit kepala.

Kendalikanlah kemarahan

Bukan mustahil frustasi dan kemarahan yang tersulut memang tidak mampu lagi untuk dihindari. Maka demi kesehatan fisik dan psikologi, mengendalikan kekuatan amarah sebenarnya merupakan keharusan. Boleh jadi lewat kemampuan mengendalikannya, anda malah dapat menguasai dan dapat mengubah kemarahan menjadi sesuatu yang positif.

Para ahli psikologi sadar, frustasi terbentuk karena anda gagal mencapai tujuan sesungguhnya dan inilah yang menjadi pencetus dari segala bentuk kemarahan. Secara sadar pula anda perlu menemukan biang keladinya, sekalipun tidak jarang kemarahan dikeluarkan pada waktu yang tidak tepat. Misalnya melampiaskan kepada orang yang sebenarnya tidak bersalah.

Sebagai contoh, dikisahkan seorang guru yang dikenal sebagai tukang teriak di sekolah tempat ia mengajar. Bahkan murid-murid kelas tiga yang diajar olehnya ngeri melihat perangai gurunya selama ini. Setelah berkonsultasi dengan psikiater, penyebabnya menjadi jelas.

Yakni sebagai pelampiasan karena harus merawat ayahnya yang sudah pikun dan pemarah tanpa ada yang mau membantunya. Padahal ia memiliki tiga kakak laki-laki, tapi semuanya lepas tangan.

Kisah di atas menggambarkan dampak dari menumpuknya kemarahan. Memang banyak orang yang memanifestasikan segala bentuk kekecewaan dan kemarahan lewat membisu dan mendendam.

Banyak orang tua yang berhasil mengajar anak-anaknya untuk menyatakan segala kekesalannya secara langsung tanpa kekerasan. Dengan pertimbangan, bahwa menyatakan kemarahan secara spontan akan mendatangkan kelegaan sekaligus menjernihkan suasana.

tags:

Related For Marah dapat menyebabkan sakit secara fisik