Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Membedakan kata dan istilah

28 Februari 2014 | Sastra

Membedakan kata dan istilah. Sering kali kita mendengar dan menggunakan kata dan istilah. Samakah kata dengan istilah? Bila tidak sama apa perbedaannya? Kata adalah satuan kumpulan bunyi bahasa terkecil yang mengandung makna. Sedangkan istilah adalah kata atau gabungan kata yang dengan cermat dapat mengungkapkan makna, konsep, keadaan atau proses.

Jadi istilah adalah kata juga. Hanya saja istilah mempunyai ciri khas. Dilihat dari segi bentuknya, istilah dapat berupa kata, dapat pula berupa gabungan kata.

Contoh yang berupa kata : atom, grafik, serum dan lain-lain. Sedangkan yang berupa gabungan kata misalnya : bilangan basis, pupuk hijau, garam Inggris, bibit unggul, lumbung desa dan sebagainya.

Pedoman Umum Pembentukan Istilah diuraikan bahwa sumber istilah dapat berupa :
1. kosa kata umum bahasa Indonesia.
2. kosa kata umum bahasa serumpun.
3. kosa kata umum bahasa asing.

Kosa kata umum dapat menjadi istilah
Ambillah contoh kata-kata seperti : garis, bapak, dua, rumah. Kata-kata ini merupakan kata umum. Tetapi bandingkan dengan garis bapak, berumah dua. Terasa bahwa garis bapak dan berumah dua memiliki makna khusus. Itulah contoh istilah. Anda tentu mengerti apa yang dimaksud dengan istilah garis bapak dan berumah dua bukan?

Sekarang ini banyak ita jumpai istilah yang berasal dari kosa kata umum bahasa Indonesia tetapi yang sudah tidak lazin. Artinya sudah jarang dipakai. Dalam rangka memperbanyak istilah dan mendayagunakan kata umum yang kurang lazim, diangkatlah kata yang sudah kurang lazim itu.

Sesuatu yang pada awalnya kurang lazim bila sering digunakan akan menjadi lazim juga. Contoh : kelola, tayang, dampak, kesenjangan, dan lain-lain.

Dalam perkembangannya bahasa Indonesia menambah kosa kata dari bahasa serumpun. Bahasa serumpun ialah bahasa-bahasa yang merupakan hasil perkembangan dari satu bahasa yang sama. Bahasa-bahasa yang serumpun dengan bahasa Indonesia ialah bahasa-bahasa yang tersebar di seluruh Nusantara itu.

Untuk ini berlaku kaidah seperti di atas diambil kosa kata yang umum, dan bila tidak memungkinkan untuk itu, diambil kata yang sudah tidak lazim.
Contoh :
wisma, marga, celengan, baku, pamong, busana, sandang, aksara, sarasehan, acak, anjangsana, wawasan, krida, wadah, lahan, pasok, pamong praja, ngadi busana, ngadi salira, tunakarya, jasa boga.

Bahasa Indonesia membutuhkan banyak kosa kata dan istilah baru untuk mengungkapkan konsep-konsep baru. Karena itu disamping menggali dari sumber kosa kata bahasa Indonesia dan bahasa serumpun, diserap pula kata-kata dari bahasa asing.

Sebenarnya hal ini bukan sesuatu yang baru. Bukankah sudah sejak dahulu bahasa Indonesia menyerap kata-kata dari bahasa asing? Hanya saja sekarang ini lebih diarahkan, dikendalikan, sesuai dengan salah satu bidang garapan Pusat Bahasa, bidang pengendalian.
Contoh :
makalah, tim, manajer, sukses, flat, akomodasi, akselerasi, imajinasi, fiksi.

tags:

Related For Membedakan kata dan istilah