Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Mencegah penyakit degeneratif dengan serat

15 Januari 2013 | Health

Perubahan pola atau kebiasaan makan masyarakat modern berdampak negatif pada kesehatan. Akibatnya timbul penyakit kegemukan, diabetes melitus, jantung koroner, stroke, kolesterol tinggi, susah buang air besar, timbul wasir dan kanker usus. Semua dikenal sebagai penyakit degeneratif.

Masyarakat senang makanan modern cepat saji, diawetkan, manis, berlemak, bersantan yang rendah serat. Hasil survey Depkes terbukti penyakit jantung menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia, yakni 18,9%. Untuk menghindari penyakit degeneratif perlu kedisiplinan menjaga pola makan yang lengkap dan seimbang, termasuk serat makanan.

Serat berperan sebagai komponen makanan untuk menjaga kesehatan pencernaan dan mencegah penyakit lainnya. Walaupun tidak diserap usus, serat baik untuk pertahanan tubuh dari timbulnya penyakit degeneratif. Di dalam usus halus, serat berfungsi menyerap gula dan mengikat asam empedu sehingga mengurangi penyerapan lemak dan kolesterol. Sedangkan di usus besar, membentuk volume tinja yang akan mengurangi sembelit dan memprmudah buang air besar menjadi normal, licin, tuntas dan setiap hari. Singkatnya, serat berfungsi sebagai tukang sapu sisa makan di dalam usus.

Mencegah penyakit degeneratif

America Diet Association (ADA), merekomendasikan konsumsi serat makan orang dewasa sebanyak 25-35 gr/hari. Untuk memenuhi jumlah kebutuhan serat itu, Food Based Dietary Guidelines merekomendasikan mengonsumsi 4-6 porsi buah dan sayuran ditambah dengan 2-3 serealia dan kacang-kacangan.

Sayangnya saat ini sulit bagi kita melahap sayuran dan buah dengan porsi sebanyak itu. Ditambah lagi kecenderungan masyarakat lebih memilih makanan instan cepat saji uyang rendah serat.

Menurut penelitian di salah satu rumah sakit di Jakarta, suplemen serat vegeta telah teruji klinis membantu mempermudah buang air besar (BAB) bahkan menurunkan kolesterol. Komponen suplemen serat tersebut terdiri dari:

1. Plantago ovata : Psyllium Husk) yang telah disetujui oleh FDA-USA.

2. Inulin chichory : inulin yang mengandung fruktooli-gosakarida (FOS) yang memiliki manfaat sebagai zat Prebiotik, memperlambat pemecah dan penyerapan glukosa, dan membantu penyerapan gizi.

Namun, dibalik itu jangan mengonsumsi serat berlebihan. Konsumsi makanan apapun jika berlebihan atau kekurangan akan memberi efek negatif bagi tubuh, Demikian juga dengan serat, baik dari buah, sayuran ataupun suplemen.

Menurut penelitian Wardlaw konsumsi serat disebut berlebihan jika mencapai di atas 60gr perhari. Data menunjukkan rata-rata konsumsi konsumsi serat dari makanan kita baru 10,5 gr. Jika ditambah dengan konsumsi 3 bngkus suplemen (kandungan serat umumnya 3 gr/bungkus), baru mencapai 19,5 gr. Artinya masih jauh dar batas kelebihan serat 60 gr.

Berdasarkan fakta di atas, isu kelebihan mengonsumsi serat yang menyebabkan gangguan usus lengket adalah tidak benar. Bahkan menurut Dr. Ari Fahrial Syam, Sp. PD MMB, dokter spesialis penyakit dalam di RSCM mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum pernah mendapatkan efek samping yang perlu tindakan operasi akibat penggunaan suplemen serat, berdasarkan praktek di RSCM maupun di rumah sakit swasta sendiri.

Sekarang mari biasakan mengkonsumsi pola makan seimbang dengan banyak makan sayuran dan buah yang kaya serat, disertai minum air putih sekurangnya 8 gelas perhari, cukup istirahat dan oleh raga secara teratur niscaya kita dapat menjaga kesehatan secara optimal.

Related For Mencegah penyakit degeneratif dengan serat