Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Musimnya cinta pria dan wanita

7 Maret 2012 | Cinta

Musimnya cinta pria dan wanita. Suatu hubungan mirip dengan sebuah taman. Bila taman itu diharapkan tumbuh subur maka taman itu harus selalu diairi secara teratur. Mesti diberi perhatian khusus, dengan memperhitungkan musim maupun cuaca yang tak dapat diramalkan. Benih-banih baru harus ditebarkan dan rumput-rumput dicabuti. Demikian juga untuk menjaga keajaiban cinta agar tetap hidup, anda harus memahami musim-musimnya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan khususnya.

Ada 4 musim dalam suatu hubungan cinta, yaitu:

1. Musim seminya cinta.

Jatuh cinta dapat dibaratkan musim semi. Anda merasa akan bahagia selamanya. Anda tak dapat membayangkan untuk tidak menyayangi pasangan anda. Ini merupakan saat polos, cinta serasa abadi. Suatu saat ajaib, segala sesuatu tampak sempurna dan berhasil tanpa usaha. Pasangan anda tampaknya sangat sempurna. Dengan amat gampang anda berdansa bersama dalam keselarasan dan riang gembira mengarungi nasib baik anda.

2. Musim panasnya cinta.

Sepanjang musim panas cinta, anda menyadari bahwa pasangan anda tidak sesempurna yang anda duga, dan anda harus menjaga hubungan anda. Bukan saja pasangan kita berasal dari planet lain, tetapi ia pun manusia yang bisa membuat kekeliruan dan dalam segi-segi tertentu mempunyai cacat dan kekurangan.

Kekecewaan dan putus asa bermunculan, rumput-rumput harus dicabuti dan tanaman membutuhkan tambahan air dibawah teriknya matahari. Tidak lagi mudah memberi dan memperoleh cinta yang anda butuhkan. Ternyata kita tidak senantiasa bahagia dan tidak senantiasa merasa dicintai. Ini bukanlah gambaran kita tentang cinta.

Banyak pasangan menjadi kecewa pada tahap ini. Mereka tidak mau menjaga hubungan itu. Secara tidak realistis mereka mengharapkan hubungan itu berlangsung terus dalam musim semi. Mereka menyalahkan pasangannya dan menyerah kalah. Mereka tidak menyadari bahwa cinta tidak senantiasa mudah, terkadang cinta menuntut kerja keras di bawah terik matahari. Pada musim panasnya cinta, kita harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan pasangan kita pun meminta dan mendapatkan cinta yang kita butuhkan itu tidak terjadi secara otomatis.

3. Musim gugurnya cinta.

Setelah memelihara taman pada musim panas, kita harus menuai hasil kerja kita. Musim gugur telah tiba. Ini merupakan saat emas dan memuaskan. Kita mengalami cinta yang lebih matang, yang bisa menerima dan memahami cacat-cacat pasangan kita maupun cacat kita sendiri. Ini merupakan masa untuk berterimakasih dan saling berbagi rasa. Setelah bekerja keras selama musim panas, kita dapat beristirahat dan menikmati cinta yang kita ciptakan.

4. Musim dinginnya cinta.

Ketika musim berubah lagi, muncullah musim dingin. Selama bulan-bulan musim dingin yang hampa dan beku, seluruh alam menarik diri. Ini merupakan saat untuk beristirahat, merenung dan memperbaharui. Ini saat-saat kita mengalami kepedihan atau bayangan diri kita sendiri yang belum terselesaikan. Saat ini katup kita lepas dan perasaan-perasaan pedih bermunculan. Ini merupakan saat tumbuh menyendiri. Kita perlu melihat lebih dalam ke diri kita sendiri, bukan ke pasangan-pasangan kita untuk mencari cinta dan kepuasan. Ini merupakan saat penyembuhan. Saat pria masuk ke gua mereka dan wanita tenggelam ke dasar sumur mereka.

Setelah mencintai dan menyembuhkan diri sendiri dalam kegelapan cinta musim dingin, musim semi akan kembali. Sekali lagi kita diberkati dengan harapan, cinta dan melimpahnya berbagai kemungkinan. Berdasarkan kesembuhan batin dan pencarian jiwa selama perjalanan musim dingin kita, kita akan sanggup membuka hati dan merasakan musim seminya cinta.

tags:

Related For Musimnya cinta pria dan wanita

Recent Post

Pada hari Selasa tanggal 8…
Benign chronic bullous disease of…
Herpes gestationis is a rankling…
Dermatitis herpetiformis is an endless…

Kategori