Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Noise dan ketajaman image

13 Juni 2014 | Photoshop

Noise dan ketajaman image. Dalam dunia Photoshop dan fotografi, bintik-bintik yang tampak pada sebuah image disebut dengan istilah noise. Semakin besar tampilan bintik-bintik, maka image akan terlihat semakin buram. Hal ini bisa disebabkan pengambilan gambar yang kurang terang namun menggunakan ISO atau ASA film yang cukup tinggi.

Atau ketika anda akan menaikkan intensitas cahaya secara maksimal pada sebuah image yang terlalu gelap, sehingga foto pun akan menjadi berbintik.

Untuk mempertajam image perlu diperhatikan objek-objek yang terdapat dalam image tersebut. Ada image yang memiliki banyak detail, sehingga membutuhkan pendekatan dan metode sharpening/penajaman yang berbeda. Ada pula yang lembut dan tidak memilki banyak detail.

Hubungan noise dan ketajaman foto

Dibawah ini akan diulas tentang noise dan hubungannya dengan ketajaman foto

Asal image

Asal image juga mempengaruhi metode mempertajam gambar untuk memperkecil noise dan mempertajam detailnya. Inilah tantangan dalam proses sharpening, yakni untuk mempertajam detail tanpa memperbesar noise. Bergantung dari penggunaan image, memperkecil ukuran image sampai 50% bisa memperkecil tampilan noisenya.

Namun, dengan ukuran yang lebih besar maka noise pun akan semakin jelas terlihat, sehingga membutuhkan penaganan berbeda. Masing-masing image memiliki karakteristik yang berbeda. Misalnya saja gambar yang berasal dari hasil scan transparansi, scan negatif film dan image yang diambil denganperangkat digital.

Grain pada film transparansi

Titik-titik pada gambar film transparansi akan terlihat jelas jika discan menggunakan scanner beresolusi 11.000 ppi. Grain ini akan terlihat jelas dalam format film 35mm dan kurang jelas terlihat pada format sedang dan besar.

Tetapi noise yang timbul tidak hanya bergantung dari grain saja, melainkan juga dipengaruhi noise pada scanner. Grain pada transparansi berwarna monochromatic. Sedangkan noise pada scanner terlihat jelas di channel blue. Oleh karena itu, grain pada transparansi film akan terlihat jelas pada image langit biru.

Grain pada negatif film berwarna

Grain pada negatif film berwarna sangat terlihat jelas bila dibandingkan dengan hasil scan transparansi. Hal ini bukan karena film berwarna memang memiliki grain daripada transparansi. Melainkan karena negatif film berwarna merekam banyak variasi sebuah gambar dan menyatukannya dalam variasi bentuk yang lebih kecil.

Nantinya, ketika kita melakukan scan pada negatif film berwarna tersebut maka kita akan menyimpannya dalam sebuah film. Inilah yang memicu munculnya lebih banyak grain dibandingkan di film transparansi. Noise pada negatif film berwarna muncul dalam bentuk noise berwarna dan bukan dalam bentuk monochromatic, sehingga membutuhkan penanganan yang berbeda.

Noise dan peranti digital

Noise pada image yang dihasilkan dari peranti penghasil image digital berbeda dengan noise pada image hasil scan film. Mayoritas kamera digital adalah CFA (Color Filter Array). Pada kamera semacam ini photosite ditutupi dengan sebuahfilter berwarna yang menambah satu pixel pada satu warna channel. Informasi warna yang ini akan diproses dari pixel di sekelilingnya yang disebut dengan istilah demozaicing.

Noise dan memperbesar ukuran

Ketika kita memperbesar image yang dihasilkan dari perangkat digital sehingga melampaui resolusi image aslinya, maka pengurangan noise dan sharpening pada area tertentu menjadi hal penting untuk dilakukan.

Membesarkan ukuran image seperti ini bergantung pada objek-objek yang terdapat pada image tersebut. Gambar dengan detail yang sedikit lebih leluasa untuk diperbesar ukurannya daripada image yang memiliki lebih banyak detail.

Gambar dengan banyak detail bisa dengan diperbesar hingga ukuran 200%, apabila dilakukan pengurangan noise dengan tepat, kemudian dilakukan sharpening secara selektif sebelum dilakukan sharpening secara keselurhan.

Resolusi printer

Sebelum melakukan pencetakan, atur terlebih dahulu pixel per inch yang akan digunakan dalam proses pencetakan kelak. Pengaturan ini tergantung pixel pada gambar. Anda bisa menambahkan pixel menggunakan interpolation.

Tetapi ini dapat menyebabkan pixel image menyebar dan memunculkan pixel baru dengan ukuran sedang dan memiliki jarak dengan pixel asli. Dengan demikian sharpening image akhir untuk pencetakan harus dilakukan setelah interpolation.

Tingkat ketajaman

Dalam melihat tingkat ketajaman sebuah foto, masing-,masing orang memiliki penilaian yang berbeda. Hal ini dipengaruhi pula oleh selera masing-masing orang. Namun, keadaan tertentu yakni terlalu tajam dan suram, setiap orang memiliki persamaan pendapat.

Sekali lagi, metode dan pendekatan untuk masing-masing image berbeda, sehingga pengaturan yang berlebihan malah justru akan menghilangkan detail image.

Untuk melihat perubahan secara detail pada sebuah image yang ditajamkan, anda bisa memperbesar ukurannya sampai ke tampilan 300%. Dalam keadaan tersebut maka setiap pixel akan terlihat begitu jelas.

Dalam proses mempertajam sebuah gambar, juga diperlukan pendekatan yang kreatif. Misalnya, anda mempertajam bagian-bagian tertentu saja. Dalam proses kreatif ini diperlukan rasa dan selera, sehingga didapat hasil yang memuaskan.

Demikian pembahasan mengenai Noise dan ketajaman image, semoga membantu anda dalam belajar.

Related For Noise dan ketajaman image