Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Penulisan ku mu nya ke di lah kah tak pun

26 Februari 2014 | Sastra

Penulisan ku mu nya ke di lah kah tak pun

Penulisan kata ganti ku, mu, nya
Dilihat dari hakikatnya ku, mu, nya merupakan kata ganti. Baik sebagai kata ganti empunya maupun kata ganti orang. Tetapi dalam sistem ejaan ku, mu, nya diperlakukan seperti akhiran, jadi dituliskan serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya :
– Sepedaku dipinjam Astuti.
– Di mana rumahmu?
– Hari lahirnya diperingati setiap tahun

Begitu pula bila ku dan kau berada pada posisi depan, ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
Misalnya :
– Apa yang kumiliki boleh kauambil.
– Akan kukembalikan apa yang kupinjam dari orang lain.
– Sudahkan kauketahui bahwa ujian sudah di ambang pintu.

Penulisan kata ke dan di
Seperti kita ketahu bahwa ke mempunyai fungsi ganda, yaitu sebagai awalan dan sebagai kata depan. Sebagai awalan tentu saja harus ditulis serangkai.
Misalnya :
– Jangan selalu mengikuti kehendak hati.
– Seorang ketua harus memperhatikan anak buahnya.
– Semua kepandaian, kepintaran, dan kekayaan kita gunakan untuk kepentingan umum.

Sebagai kata depan ke ditulis terpisah.
Misalnya :
– Ayah pergi ke kantor sedangkan ibu ke pasar.
– Setiap hari saya pergi ke sekolah naik sepeda.
– Presiden akan mengadakan perjalanan ke luar negeri.

Seperti halnya ke, di juga mempunyai kedudukan ganda. Sebagai awalan dan sebagai kata depan. Ketentuan penulisannya sama dengan yang berlaku pada ke. Yaitu sebagai awalan ditulis serangkai, dan sebagai kata depan ditulis terpisah.
Miusalnya :
– Disiraminya tanaman yang tumbuh di sekeliling rumah.
– Bermalamlah di sini saja hari sudah malam.
– Buku-bukunya disimpan di atas lemari.

Dalam praktek sehari-hari masih banyak kesalahan dibuat orang. Baik penulisan ke maupun di. Untuk menghindarkan diri dari kesalahan ingatlah petunjuk di bawah ini :

1. Bila di membentuk kata kerja maka penulisannya diserangkaikan, karena berfungsi sebagai awalan. Misalnya : ditulis, dipukul, dimakan.

2. Bila di menyatakan tempat maka penulisannya harus dipisahkan, karena berfungsi sebagai kata depan. Misalnya : di halaman, di atas, di bawah, di luar, di kamar.

Penulisan partikel lah, kah, tah, pun
Tentang penulisan partikel ini Pedoman EYD Bab III.H.No.1 menyebutkan bahwa :
1. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya :
– Apakah yang tersirat dalam surat ini?
– Bacalah buku itu baik-baik.
– Jakarta adalah ibu kota Republik Indonesia.
– Siapakah gerangan dia?

2. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluninya.
Misalnya :
– Apa pun yang dimakannya, ia tetap kurus.
– Hendak pulang pun sudah tak ada kendaraan.
– Jangankan dua kali, satu kali pun engkau belum pernah datang ke rumahku.
– Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi.

Kelompok kata berikut yang sudah dianggap pada benar, ditulis serangkai : adapun, andaipun, ataupun, bagaimanapun, biarpun, kalaupun, kendatipun, maupun, meskipun, sekalipun, sungguhpun, walaupun.
Misalnya :
– Adapun sebab-sebabnya belum diketahui.
– Bagaimanapun juga akan dicobanya menyelesaikan tugas itu,
– dll.

tags:

Related For Penulisan ku mu nya ke di lah kah tak pun