Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Penyebab dan jenis gangguan kelainan tulang belakang

11 Mei 2015 | Health

Seperti halnya organ tubuh lain, tulang pada tubuh kita dapat juga mengalami gangguan dan kelainan dalam pertumbuhannya. Adanya gangguan dan kelainan pada tulang belakang dapat disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya kebiasaan sikap duduk yang salah, faktor keturunan, penyakit, dan kecelakaan. Berikut Enjangcom akan memberikan informasi penjelasan selengkapnya mengenai Penyebab dan jenis gangguan kelainan tulang belakang tersebut :

1. Kebiasaan sikap duduk yang salah
Kebanyakan sejak kecil orang jarang memperhatikan cara duduk yang benar. Hal ini dapat diamati saat anak-anak sekolah menerima pelajaran dari gurunya. Ada yang membaca dengan membungkuk, ada yang menulis seraya memiringkan badan ke kiri atau ke kanan, dan ada juga yang duduk dengan membungkukkan badan ke belakang

Cara duduk seperti itu jika berlangsung lama dapat membentuk tulang belakang menjadi bengkok. Padahal cara duduk yang benar adalah dengan posisi badan tegak, tidak membengkokkan badan ke suatu arah. Di bawah ini merupakan gambar contoh duduk yang benar dan yang salah :

Penyebab dan jenis gangguan kelainan tulang belakang

Jenis kelainan tulang belakang
Secara umum, kelainan tulang belakang dibedakan sebagai berikut :
a. Skoliosis, yaitu kelainan pada tulang punggung yang bengkok ke kanan atau ke kiri.
b. Kifosis, yaitu kelainan pada bagian tulang punggung yang bentuknya bengkok belakang (bongkok).
c. Lordosis, yaitu kelainan pada tulang punggung yang bentuknya bengkok ke depan.

2. Faktor keturunan
Kelainan bentuk tulang punggung yang dialami oleh orang tua dapat menurun kepada anaknya, mengingat gen (pembawa sifat keturunan) yang berasal dari orang tua akan diturunkan kepada anaknya. Apabila gen yang diturunkan oleh orang tua tersebut bersifat dominan, maka keturunannya juga akan mengalami kelainan tulang punggung.

3. Penyakit
Kelainan atau gangguan tulang juga dapat disebabkan oleh infeksi kuman penyakit. Kelainan tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Polio, disebabkan oleh virus polio. Penyakit ini dapat menyebabkan penderita menjadi lumpuh. Salah satu tindakan pencegahan terhadap penyakit polio adalah dengan pemberian imunisasi polio pada saat bayi.
b. Sifilis, menyebabkan penderita tidak bertenaga atau mengalami layu semu. Kuman penyakit tersebut biasanya berasal dari orang tua penderita yang tertular pada saat dalam kandungan.
c. Artritis, yaitu peradangan pada sendi. Artritis terbagi dua, yaitu :
– Artritis Eksudatif, terjadinya peradangan atau iritasi pada persendian yang dapat menyebabkan sendi infeksi dan bernanah.

– Artritis Sika, yaitu radang pada persendian yang dapat menyebabkan sendi menjadi kering karena kehabisan cairan sinovial.

4. Kecelakaan

Tulang kita sangat kuat, tetapi dapat patah bila mendapat tekanan yang terlalu keras. Tulang patah disebut fraktur. Tulang orang tua lebih rapuh dan mudah patah, terutama mereka yang menderita osteoporosis. Kecelakaan pada tulang dapat menyebabkan tulang tersebut patah, retak, atau memar. Jika tulang yang mengalami kecelakaan tersebut tidak ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan kelainan pada tulang, misalnya menjadi bengkok.

Perawatan yang baik untuk patah tulang adalah dengan mengistirahatkan tulang yang patah. Kedua bagian tulang diletakkan pada posisi yang benar dan disatukan kembali seperti semula. Kadang-kadang ujung sendi dua tulang dapat keluar dari posisinya. Peristiwa seperti itu dikenal dengan dislokasi. Dislokasi sering terjadi pada bahu, jari, lutut, dan siku. Kelainan pada otot dapat berupa terkilir (keseleo), yaitu ligamen atau pengikat sendi menjadi memar, sakit akibat tertarik secara paksa.

5. Makanan
Kesehatan tulang bergantung pada persediaan kalsium dan fosfat yang memadai. Tambahan kalsium, fosfor, mineral, dan vitamin dapat diperoleh dari makanan yang dimakan sehari-hari. Anak-anak yang tidak mendapat makanan secara benar atau jarang berjemur sinar matahari, tulangnya akan tetap lunak dan membengkok bila mendapat tekanan.

Perkembangan tidak normal itu disebut rakitis. Dalam pertumbuhannya, tulang juga membutuhkan mineral dan vitamin. Misalnya kaki bentuk X atau O. Bentuk kaki seperti itu merupakan akibat tubuh kekurangan zat kapur (kalsium) dan vitamin D, sehingga pertumbuhan kaki menjadi terganggu. Orang tua terutama wanita, sering menderita penipisan dan perapuhan tulang yang disebut osteoporosis. Keadaan ini diakibatkan karena hilangnya kalsium pada tulang.Demikian informasi online yang dapat kami sampaikan mengenai Penyebab dan jenis gangguan kelainan tulang belakang, semoga menjadi manfaat positif bagi kesehatan tulang anda.

Related For Penyebab dan jenis gangguan kelainan tulang belakang