Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Pertimbangan membuat komunitas online

2 April 2012 | Blogger

Pertimbangan membuat komunitas online. Anda tidak perlu menjadi pakar atau spesialis di bidang tertentu untuk membuat komunitas online. Siapa saja bisa membuat komunitas online sesuai dengan keinginan dan bidangnya masing. Komunitas online merupakan tempat berbagi informasi di mana anda bisa menyumbangkan kemampuan anda untuk membuat  suatu komunitas yang solid.

Sedikit tips bagaimana membuat komunitas online yang solid:

  1. Percayalah dengan input dari member. Buatlah suasana yang nyaman di mana user bisa bebas mencurahkan pemikirannya ke anggota lain.
  2. Buatlah agar komunitas mempu berubah sesuai dengan perubahan proses dan konsep yang mungkin berlaku di tengah jalan.
  3. Buatlah sistem yang memungkinkan anggota untuk dikenali dan berikan penghargaan sesuai kontribusinya.

Komunitas online di Indonesia sangat beragam, mulai dari profesional, penggemar kuliner, sampai para pekerja IT. Pekerja IT memang wajar jika memiliki dunia online, sebab internet merupakan dunia yang akrab bagi mereka. Di Indonesia ternyata banyak juga komunitas online yang bidangnya sangat jauh dari dunia teknologi informasi dan komunikasi, misalnya dunia kewirausahaan, penulisan, pembelajaran san sebagainya.

Berikut beberapa contoh komunitas online di Indonesia.

1. Komunitas “Tangan di Atas” (TDA)

Komunitas online ini dimulai dari diskusi milis hingga akhirnya memiliki portal sendiri (http://www.tangandiatas.com/). Yang membuat komunitas ini unik adalah keanggotaannya yang sangat longgar. Dahulu tidak ada organisasi resmi di balik TDA. Akhirnya, setelah di rasa perlu dibuatlah organisasi yang secara resmi mewakili TDA.

Keunikan kedua dari TDA adalah sifatnya yang lokal dengan munculnya komunitas TDA di masing-masing kota. Yang membuat TDA cepat menyebar adalah sifat keanggotaannya yang longgar tanpa harus ada surat ijin atau birokrasi yang rumit. TDA dengan cakupan lokal tampak lebih aktif dan merakyat karena adanya kedekatan lokasi, sehingga interaksi menjadi lebih kaya karena anggota tidak hanya dapat bertemu secara online, tetapi juga secara offline.

Di TDA ini teknologi yang digunakan antara lain:

– Website komunitas.

– Milis.

– Chat (Yahoo Messenger) untuk PM (private message)

– Pertemuan offline yang biasa disebut KOPDA (Kopi Darat).

2. Komunitas Programmer

Kebanyakan komunitas di Indonesia  adalah komunitas yang berkaitan dengan dunia IT, karena memang dunia internet merupakan dunia yang akrab di kalangan para pekerja Teknologi Informasi.

Di antara banyaknya komunitas online untuk orang IT, yang tampak paling dominan adalah komunitas yang didasarkan pada kesamaan minat atau tempat share masalah-masalah pemrograman. Ada banyak alasan mengapa para praktisi atau pemrograman cenderung berkumpul dalam satu komunitas, antara lain:

a. Dunia pemrograman merupakan dunia yang banyak masalah. Artinya, pemrograman pada umumnya adalah kegiatan yang rentan dengan kesalahan, baik ketika sedang menuliskan kode, mengompilasi, atau ketika belajar. Oleh karena itu adanya komunitas online di dunia pemrograman mempermudah para programmer saling berkonsultasi memecahkan masalah yang sedang dihadapinya.

b. Dunia pemrograman selalu berkembang sehingga orang yang sangat menguasai dunia pemrograman pun harus selalu belajar untuk tetap memiliki skill yang tajam. Karena itu komunitas online dijadikan media untuk belajar bersama.

Karena jumlah programmer yang banyak dan jumlah bahasa pemrograman yang juga beragam, banyak sekali jumlah komunitas programmer di Indonesia. Untuk bahasa pemrograman Java saja ada Java User Group Indonesia (JUGI) dan Netbeans Indonesia.

Untuk bahas pemrograman lain, seperti pengguna teknologi NET juga memiliki komunitas sendiri, misal .NET Indonesia yang mengakomodasi pemrograman di platform .NET Framework.

3. Komunitas pengguna sofware

Komunitas yang juga lumayan eksis adalah yang didasarkan persamaan penggunaan sofware. Hal ini terutama dijumpai pada pengguna open source yang dikenal memiliki kefanatikan dan militansi yang tinggi, seperti Linux dengan berbagai macam variannya.

Sifat dari sofware open source yang berangkat dari komunitas dan gratis membuat banyak orang bergerak untuk membuat komunitas secara ikhlas untuk saling berbagi ilmu. Anda akan menjumpai banyak penggemar Linux yang saling berinteraksi dalam bentuk komunitas, misalnya distro Ubuntu yang memiliki jumlah komunitas paling banyak, bahkan hingga level lokal.

Karena tidak ada pemegang merk di Indonesia, semua orang bisa membuat komunitas Linux tanpa harus ijin sebelumnya. Sebagai contoh anda dapat menjumpai komunitas Linux di www.ubuntulinux.or.id dan www.ubuntu-semarang.org/blog.

4. Komunitas Internet Marketer

Komunitas lain yang menarik perhatian adalah komunitas pencari uang via internet atau lazim disebut sebagai “internet marketer”. Adanya beberapa orang yang telah sukses mendapatkan uang via internet marketing mendorong mereka untuk menyalurkan pengetahuannya dengan cara membuat portal komunitas.

Dua situs komunitas internet marketer yang terkenal adalah Adsense-ID (www.adsense-id.com) dan AdSense Surabaya (www.adsense.sby.com) yang beranggotakan para pekerja AdSense (yang terakhir ini dimotori antara lain oleh Cosa Aranda) serta Asia Brain yang didirikan oleh Anne Ahira.

Selain contoh-contoh komunitas online di Indonesia masih banyak. Dengan berbagai pertimbangan seperti manfaat positif komunitas online, internet sebagai sumber dan sarana pendidikan maupun potensi internet dalam dunia pendidikan, apapun latar belakang maupun pekerjaan anda  tak ada jeleknya jika anda membuat sebuah komunitas online yang bermanfaat. Untuk cara membuat komunitas online anda bisa membaca artikel Membuat komunitas online gratis di blogspot.

Semoga bermanfaat.

Related For Pertimbangan membuat komunitas online