Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Pertumbuhan bahasa Indonesia sejak zaman Jepang

16 Februari 2014 | Sastra

Pertumbuhan bahasa Indonesia sejak zaman Jepang. Ketika Jepang menguasai tanah air kita tahun 1942, segera dikeluarkan larangan pemakaian bahasa Belanda. Tidak hanya bahasa Belanda yang dilarang, tetapi juga segala hal yang berbau Belanda. Jepang terkenal dengan sikapnya yang anti Belanda.

Pelarangan terhadap penggunaan Bahasa Belanda ini membawa dampak positif terhadapa perkembangan bahasa Indonesia. Seluruh lapisan masyarakat membiasakan diri memakai bahasa Indonesia. Baik dalam komunikasi resmi maupun pergaulan sehari-hari.

Dalam hal perkembangan dan pengembangan bahasa Indonesia, peranan sastrawan sangat besar. Di tangan Chairil Anwar bahasa Indonesia dapat dijadikan sarana penulisan puisi yang indah dan menarik. Di tangan Idrus bahasa Indonesia mampu menjadi bahasa sastra yang mengagumkan. Ambillah contoh novel Idrus yang sangat  terkenal, berjudul Surabaya.

Ketika negara diproklamasikan menjadi Republik Indonesia, bahasa Indonesia diangkat lagi derajatnya menjadi bahasa resmi, bahasa negara Republik Indonesia, seperti tercantum dalam pasal Undang-Undang Dasar 1945.

Setelah Indonesia merdeka kita mempunyai banyak kesempatan untuk lebih memperhatikan dan mengendalikan perkembangan bahasa kita. Pada tahun 1947 diresmikan pembaharuan atau revisi terhada Ejaan van Ophuysen.

Revisi ini melahirkan ketentuan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. Banyak peraturan Ejaan van Ophuysen diubah, disederhanakan, dan disesuaikan dengan kebutuhan. Beberapa perubahan yang dimaksud antara lain dapat kita lihat perbandingan di bawah ini :

Ejaan van Ophuysen Ejaan Republik
boekoe
satoe
loeas
tiroe
toeroen
ra’yat
ma’moer
dll
buku
satu
luas
tiru
turun
rakyat
makmur
……

Pada tahun 1948 pemerintah mendirikan sebuah lembaga yang bertugas menangani permasalahan kebahasaan. Lembaga itu bernama Balai Bahasa, yang dikemudian hari kita kenal menjadi Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa atau yang lebih populer dengan sebutan Pusat Bahasa.

Kongres Bahasa II di Medan tahun 1945 menghasilkan beberapa keputusan, antara lain berupa usul kepada pemerintah agar dilakukan penyempurnaan lagi terhadap Ejaan Republik untuk disesuaikan dengan perkembangan zaman dan agar ejaan lebih bersifat internasional.

Kebijakan pemerintah dalam mengelola pertumbuhan dan perkembangan Bahasa Indonesia tertuang dalam Politik Bahasa Nasional. Tugas ini dibebankan kepada Pusat Bahasa yang bidang garapannya meliputi sebagai berikut :
1. bidang penelitian bahasa dan sastra Indonesia dan daerah.
2. bidang penelitian pengajaran bahasa dan sastra Indonesia dan daerah.
3. bidang pengendalian.

Berbagai kegiatan dilakukan mulai siaran penerangan melalui media massa cetak dan media elektronik, sampai pada temu bahasa dalam bentuk diskusi, seminar, simposium dan kongres.

Pusat Bahasa telah berhasil melakukan pembakuan dibidang ejaan dan peristilahan. Kini yang masih sedang dirintis, ialah pembakuan tata bahasa. Sedangkan pembakuan dibidang lafal bunyi atau bahasa kiranya merupakan bidang yang paling sulit untuk dibakukan.

Bahasa Indonesia kini telah menjadi bahasa nasional dalam arti sesungguhnya. Bahkan kita berharap akan berkembang terus menjadi salah satu bahasa internasional. Apakah ini sekedar harapan yang kosong. Kiranya tidak. Sekarang ini paling tidak bahasa Indonesia telah menjadi bahasa yang digunakan oleh banyak negara yang tergabung dalam ASEAN.

tags:

Related For Pertumbuhan bahasa Indonesia sejak zaman Jepang