Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Rehabilitasi Mastektomi

14 September 2016 | Health

Rehabilitasi Mastektomi –¬†Lanjutan artikel kesehatan¬†Cara menghadapi kanker payudara. Jika pada akhirnya mastektomi merupakan satu-satunya cara yang harus ditempuh, sebaiknya harus bagaimana? Mengingat operasi ini akan berdampak psikologis sepanjang sisa hidup si penderita, persiapan mental sangat diperlukan. Apalagi masalah mental ini sangat bervariasi tergantung dari kepribadian pasien, usia, status perkawinan serta nilai payudara itu bagi yang bersangkutan.

Pada umumnya bagi wanita di atas usia 60 tahun, konsekuensi psikologis ini tidak begitu menjadi masalah dibandingkan dengan penderita yang lebih muda. Rehabilitasi penderita terbagi atas 3 tahap yakni sebelum operasi, semasa operasi dan setelah operasi.

Sebelum menjalani mastektomi, penderita sebaiknya harus sudah yakin benar bahwa operasi ini adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan jiwanya. Memang pada tahap kesadaran ini biasanya timbul rasa takut, dan khawatir menjadi wanita tidak sempurna. Di sini peranan dokter tidak hanya sebagai pelaku pengobatan medis, melainkan juga dituntut untuk membesarkan jiwa si penderita.

Persiapan operasi bedah mastektomi

Sementara menunggu saat operasi, pasien perlu mendapat-latihan-latihan sebagai berikut:

1. Pernapasan: yakni latihan napas dalam (inspirasi dan ekspirasi dalam). Ini berguna untuk menghadap ekspansi torak. Latihan berikutnya, sambil kedua tangan memegang perut, pasien menarik napas dalam dan menghembuskan sekuat-kuatnya. Kemudian mengeluarkan napas sambil kedua tangan menekan diafragma (sekat rongga badan ke atas).

2. Batuk: latihan ini untuk berjaga-jaga jikalau habis operasi sampai batuk. Tangan yang sehat memegang daerah luka operasi.

3. Gerak otot isometrik (tanpa gerakan sendi). Latihan otot lengan bawah dengan mengepalkan tangan kuat-kuat. Latihan otot lengan bawah, dengan melakukan fleksi lengan bawah sisi masektomi dengan diberi tahanan.

4. Pencegahan edema (penimbunan cairan yang berlebihan dalam jaringan) lengan: sebelum operasi lengan sisi mastektomi mulai dipijat.

  • Latihan otot sendi bahu
  • Mengukur lingkar lengan atas, bawah, dan volume lengan.
  • Penawaran perlu tidaknya pemakaian protese payudara setelah masektomi.

Peran dokter saat dilakukan pembedahan mastektomi tentu saja sangat besar. Pemasangan saluran untuk mencegah pengumpulan darah dan serum yang berlebihan serta penggunaan antibiotik sangat berguna untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Setelah operasi

Setelah operasi selesai, pasien sangat membutuhkan penyesuaian psikologis. Di sini peran suami atau orang yang paling dekat dengan sang pasien sangat penting. Alangkah baiknya jika pasien didampingi seorang psikolog atau seseorang yang sudah pernah melakukan mastektomi untuk ikut menguatkan jiwanya.

Pada hari-hari pertama segera dapat dilakukan latihan pernapasan. Untuk latihan sendi bahu sebaiknya ditunda sampai kira-kira satu minggu. Kekakuan sendi bahu biasanya dibantu dengan fisioterapi secara intensif atau adakalanya diberikan suntikan hydrocortison intraartikuler.

Setelah luka sembuh, dapat dilakukan hydroterapi dengan memasukkan seluruh lengan sisi yang dimastektomi ke dalam pusaran air. Kemudian bisa disusul dengan aerobik ringan.

Latihan secara berkelompok khususnya dengan penderita yang hampir seumur disarankan aga dapat membangkitkan rasa saling menolong antar penderita.

Pemasangan protese baik yang bersifat sementara atau permanen oleh dokter bedah plastik penting untuk mengembalikan rasa percaya diri. Di Indonesia pun bisa dibeli BH dengan protese sementara yang cukup baik kualitasnya. Sedangkan protese permanen masih jarang dilakukan di Indonesia.

Selanjutnya: Yang perlu diwaspadai hubugannya dengan kanker payudara

Related For Rehabilitasi Mastektomi