Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Sesaji pada upacara adat mitoni

19 Juli 2013 | Culture

Sesaji pada upacara adat mitoni. Sesaji sangat penting didalam setiap  upacara tradisonal. Sebenarnya maksud dan tujuan sesaji adalah seperti sebuah doa. Kalau doa diucapkan dengan kata-kata, sedangkan sesaji diungkapkan melalui sesaji yang berupa berbagai bunga, dedaunan dan hasil bumi yang lain.

Tujuan sesaji adalah : Mengagungkan asma Gusti, Tuhan dan merupakan permohonan tulus kepada Gusti supaya memberikan berkah dan perlindungan. Mengingat dan menghormati para pinisepuh, supaya mendapat tempat tentram dialam keabadian.

Supaya upacara berjalan lancar dan sukses, tidak diganggu oleh apapun, termasuk orang-orang dan mahluk-mahluk halus jahat.
Sesaji untuk mitoni terdiri dari :
1. Sehelai tikar tua dan dedaunan untuk siraman.
2. Seekor ayam jago yang sehat, hidup, melambangkan keluarga akan hidup baik ditengah masyarakat.
3. Tujuh macam nasi tumpeng, antara lain :

– Tumpeng megana ( dengan sayuran mengelilingi nasi) , artinya menumbuhkan kehidupan.
– Tumpeng robyong, melambangkan keselamatan dan dicintai semua orang.
– Tumpeng urubung damar, sinar lampu, sinar kehidupan yang berguna dan berwibawa.
– Tumpeng gundul

4. Tujuh macam sambal, artinya hidup menjadi semangat, aktif dan kreatif.
5. Sambal rujak, supaya segar, cerah hidupnya.
6. Dlingo-blenge, untuk menghindarkan pengaruh roh-roh jahat
7. Kue-kue manis terbuat dari kacang. Artinya hidup ini manis.
8. Lauk pauk dari sayuran, artinya anak-anak menjadi sehat.
9. Tujuh buah ketupat diisi abon, artinya sudah ada jalan buat keluarnya bayi, tinggal tunggu saatnya.
10. Telur kura-kura ditaruh diatas tumpeng
11. Penganan srabi dan klepon.
12. Telur kura-kura ditaruh diatas tumpeng megana. Kura-kura itu kuat dan peka instinknya.
13. Bubur merah putih, berarti selalu ingat dan hormat kepada orang tua dan pinisepuh.
14. Berbagai macam buah-buahan, untuk kesehatan dan kebugaran.
15. Berbagai macam nasi seperti : nasi gurih, nasi punar, nasi kebuli dll.
16. Boneka laki-laki dan boneka perempuan. Maksudnya yang lahir pria atau wanita sama saja.
17. Gayung yang dibuat dari kelapa. Kelapa utuh dipecah menjadi dua, dibawahnya diberi lubang.
18. Sisi atas dipasangi tangkai untuk pegangan.Maksudnya supaya bisa berguna seperti pohon kelapa yang semua bagiannya bermanfaat baik buahnya, daunnya, lidinya, batangnya dsb.

Jualan rujak dan dawet
Keseluruhan upacara siraman, diakhiri oleh kedua calon orang tua yang berbahagia dengan berjualan rujak dan dawet. Alat pembayarannya adalah kreweng, pecahan genteng. Rujak menggambarkan  kehidupan yang antusias. Dawet yang dijual namanya dawet plencing. Dawet itu minuman sehat, plencing artinya pergi tanpa pamit, Jadi dawet plencing dilambangkan kehidupan yang sehat dan selamat.

Related For Sesaji pada upacara adat mitoni