Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Tentang kalimat aktif dan kalimat pasif

2 Desember 2014 | Sastra

Tentang kalimat aktif dan kalimat pasif. Berdasarkan peranan subjeknya atau sifat hubungan subjek dan predikat, kalimat verbal dapat dibagi menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif.

A. Kalimat aktif, perhatikan contoh di bawah ini :
1. Ibu Gubernur akan membuka pameran itu.
2. Mereka harus mengerjakan tugas ini.
3. Bapak memperbaiki sebuah televisi.
4. Adik sedang berbelanja di pasar.
5. Kereta api berjalan cepat.
Kelima contoh di atas merupakan kalimat aktif. unsur ibu gubernur, mereka, bapak, adik, dan kereta api dalam kalimat di atas berfungsi sebagai subjek.

Unsur-unsur tersebut merupakan kata benda yang menyatakan pelaku perbuatan. Unsur akan membuka, harus mengerjakan, berjalan merupakan kata kerja yang berfungsi sebagai predikat yang menunjuk suatu kegiatan.

Sedangkan unsur pemeran itu, tugas ini, dan sebuah televisi, merupakan kata benda yang berfungsi sebagai objek kalimat. Kalimat keempat dan kelima tidak mempunyai objek.

Pada kalimat kesatu, kedua, dan ketiga predikatnya berupa kata kerja yang berimbuhan me-, me-kan, memper-i. Predikat kalimat nomor 4 dan 5 berupa kata kerja yang berimbuhan ber.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ciri-ciri kalimat aktif adalah sebagai berikut :
1. subjek berupa kata benda dan menyatakan sebagai pelaku perbuatan.
2. predikat berupa kata kerja yang berimbuhan me-, me-kan, me-i, memper-kan, memper-i, dan ber-.
3. predikat dapat pula berupa kata kerja aus.
Kalimat aktif dapat dibedakan lagi menjadi dua macam, yaitu kalimat transitif dan kalimat intransitif.

1. Kalimat transitif
Kalimat transitif adalah kalimat aktif yang predikatnya diikuti objek. Predikatnya berupa kata kerja yang berawalan me- dan segala alomorfnya dan gabungan perfiks me-i, me-kan, memper-i, dan memper-kan.
Contoh :
– Ayah membaca koran.
– Lina memasukkan pakaian ke dalam almari.
– Adi membului anak panah
– Pahlawan telah mempertaruhkan jiwa raganya demi negara.
– Ia memperbaharui surat izin usahanya.

2. Kalimat intransitif
Kalimat intransitif adalah kalimat aktif yang predikatnya tidak diikuti objek. Predikat kalimat intransitif berupa kata berawalan ber- dan beberapa yang berawalan me-.
Contoh :
– Mobil besar itu menepi.
– Ida belajar giat.
– Angin bertiup dengan kencang.
– Mereka sedang tidur nyenyak.

B. Kalimat Pasif
Perhatikan contoh kalimat pasif berikut ini :
– Pameran itu akan dibuka Ibu Gubernur.
– Tugas ini harus dikerjakan mereka.
– Sebuah televisi diperbaiki Bapak.
– Ia kedinginan.
– Ibu terbangun ketika itu.
– Hal itu telah saya katakan kepadanya.

Unsur-unsur yang dicetak miring dalam kalimat di atas merupakan predikat. Sedangkan unsur pameran itu, tugas ini, sebuah televisi, ia, ibu, dan hal itu berfungsi sebagai subjek yang dikenai tindakan atau perbuatan oleh predikat.

Ciri-ciri kalimat pasif
Kalimat pasif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
1. subjek dikenai tindakan/perbuatan yang dinyatakan predikat.
2. predikat berupa kata kerja yang berimbuhan : di-, di-kan, diper-i, ter, ter-kan, ke-an atau kata kerja bentuk persona.

Kalimat pasif dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kalimat pasif tindakan dan kalimat pasif keadaan. Kalimat pasif keadaan adalah kalimat pasif yang predikatnya kata kerja berimbuhan ke-an. Selain kalimat pasif berpredikat itu, maka termasuk kalimat pasif tindakan.
Contoh :
1. Penjahat itu ketakutan sekali. (pasif keadaan)
2. Kemarin ia kehujanan di jalan. (pasif keadaan)
3. Ibu kesiangan bangun. (pasif keadaan)

Ketidaktepatan pemakaian kalimat bentuk aktif dan pasif
Kita sering menjumpai pemakaian kata kerja atau struktur yang salah dalam kalimat aktif atau kalimat pasif, sebagai contoh :
1. Pemerintah umumkan bahwa harga bensin naik. (aktif, salah)
2. Surat itu sudah dikirimkan oleh saya kemarin (pasif, salah)
3. Berita itu kami belum dengan. (pasif, salah)

Ketiga kalimat di atas tidak benar. Kata keterangan belum tidak boleh disisipkan di antara kata ganti dengan kata kerja dalam bentuk pasif. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut :
1a. Pemerintah mengumumkan bahwa harga bensin tidak naik. (aktif, benar)
1b. Diumumkan oleh pemerintah bahwa harga bensin tidak naik. (pasif, benar)
1c. Oleh pemerintah diumumkan bahwa harga bensin tidak naik. (pasif, benar)
2a. Surat itu sudah saya kirimkan kemarin. (pasif, benar)
2b. Saya sudah mengirimkan surat itu kemarin (aktif, benar)
3a. Berita itu belum kami dengar. (pasif, benar)
3b. Kami belum mendengar berita itu. (aktif, benar).

Contoh lain :
1. Saya sudah baca pengumuman ini. (salah)
2. Sudah saya baca pengumuman ini. (pasif, benar)
3. Saya sudah membaca pengumuman ini. (aktif, benar)

Kalimat aktif yang mempunyai objek dapat diubah menjadi kalimat pasif dan biasanya tidak mengubah makna. Contoh :
1. Mereka harus memperbaiki rumah itu. (aktif)
2. Rumah itu harus diperbaiki (oleh) mereka. (pasif)
3. Rumah itu harus mereka perbaiki. (pasif)

Tetapi, ada kalanya perubahan kalimat aktif menjadi pasif dapat mengubah maknanya. Perhatikan kalimat aktif di bawah ini :
1. Tony ingin memanggil Tuti. (aktif)
2. Tuti ingin dipanggil Tony. (pasif, tetap maknanya lain)

Pada kalimat pasif di atas makna semula berubah sama sekali. Orang yang memanggil adalah Tony. Dengan diubahnya menjadi pasif, maka yang ingin dipanggil bukan lagi Tony, tetapi Tuti.

Perubahan makna seperti itu terjadi karena adanya kata ingin dalam kalimat, sehingga rasa itu melekat kepada subjek Tony dan bukan predikat memanggil.

Kalimat aktif yang tidak berobjek dan kalimat aktif yang berpelengkap, tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif. Contoh kalimat yang tidak dapat dipasifkan atau dirubah menjadi pasif:

1. Kapal itu sudah menepi dengan selamat.
2. Ayah saya belajar bahasa Inggris.

Related For Tentang kalimat aktif dan kalimat pasif