Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Unsur intrinsik tema dan perwatakan novel Belenggu

14 Februari 2014 | Sastra

Unsur intrinsik tema dan perwatakan novel Belenggu. Sebelumnya telah kita pelajari apa yang dimaksud unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik fiksi antara lain terdiri atas tema, alur, penokohan, latar, sudut pandangan, gaya dan sebagainya. Pada posting kali ini kita akan coba menelaah unsur instrinsik novel Angkatan Pujangga Baru, khususnya unsur tema dan perwatakan. Sedangkan untuk novelnya kita ambil “Belenggu”.

Buku Belenggu dipuji sebagai sebuah novel psikologi karangan Armijn Pane yang berhasil.
1. Tema
Sebuah novel sastra menyodorkan persoalan kemanusiaan kepada pembaca. Tidak sekedar menyampaikan cerita. Persoalan kemanusiaan disodorkan lewat penggambaran-penggambaran pengalaman berupa rentetan kejadian. Persoalan kemanusiaan adalah persoalan kita.

Kita akan merasa tertarik membaca sebuah novel sastra jikalau kita dapat melibatkan diri di dalamnya. Jika kita berhasil mengidentifikasikan diri dalam cerita, karena kita merasa bahwa apa yang dipersoalkan dalam cerita adalah persoalan kita.

Novel Belenggu membuat kita merasa demikian itu. Kita dapat merasakan bahwa tema cerita adalah persoalan yang kita hadapi sebagai manusia dalam kehidupan ini. Persoalannya menyangkut diri Sukartono dalam hubungannya dengan Sumartini, sebagai suami istri yang tidak cocok, dan tidak harmonis.

Sebagai seorang dokter, Sukartono terlalu berjiwa sosial sehingga oleh Sumartini istrinya dianggap kurang memperhatikannya. Tetapi pada hakikatnya Sumartini yang biasa dipanggil Tini, adalah seorang perempuan yang mengejar persamaan hak, sehingga kaum laki-laki termasuk suaminya dianggap musuh. Inilah sebenarnya pangkal ketidak harmonisan kehidupan keluarga Sukartono.

Dalam situasi dan kondisi konflik yang dialami suami istri Tono, nama panggilan akrab Sukartono, dan Tini ini muncullah Rohayah sebagai pihak ketiga. Munculnya Rohayah ke dalam kehidupan Tono menyebabkan hubungan suami sitri yang sudah retak bertambah parah.

Demikianlah konflik demi konflik, persoalan demi persoalan bermunculan dalam kehidupan Tono, Tini dan Yah (nama panggilan Rohayah).

Demikian persoalan yang dikemukakan dan hendak digarap oleh armijn Pane. Ia berhasil mengangkat dan mengungkap persoalan manusia pada umumnya dalam sebuah novel, dengan menyatakannya dalam bentuk hubungan suami istri Tono dan Tini, dan Yah yang muncul sebagai pihak ketiga. Inilah tema Novel Belenggu karya Armijn Pane yang terkenal itu.

2. Perwatakan
Belenggu dikategorikan sebagai novel psikologi. Artinya bukan tingkah laku seseorang yang dilukiskannya, melainkan pikirannya, semangatnya. Tidak banyak gerak-gerik lahiriah dilukiskan, tetapi segi kejiwaannya.

Bagaimana Armijn Pane melukiskan watak para tokoh dalam novel Belenggu ini?

Persoalan yang disodorkan dalam buku ini cukup berat. Keadaan masyarakat yang dilukiskan Armijn (buku Belenggu terbit tahun 1940) melalui bukunya adalah keadaan masyarakat Indonesia yang sedang mengalami semacam pancaroba menuju masyarakat modern. Dan ini membawa orang bertingkah serba ragu.

Sukartono dilukiskan sebagai seorang dokter berpendidikan barat, tetapi ragu-ragu. Hidup menganut cita-cita modern, tetapi tidak berdaya melaksanakan cita-citanya dalam kehidupan nyata. Sehingga terombang-ambing antara dua kutub dunia barat dan dunia timur.

Tini tipe seorang perempuan yang mengejar persamaan antara perempuan dengan laki-laki. Tini sombong dan angkuh. Tetapi sikap ini sebenarnya sekedar menutupi kerapuhan hatinya. Hakikatnya Tini lemah. Dia sering menangis bila dia duduk sendirian memikirkan suaminya. Tetapi bila berhadapan dengan Tono dia berubah seakan seekor harimau.

Inilah lukisan watak Tini yang seperti halnya Tono juga serba ragu. Lalu bagaimana dengan watak Yah?

Yah berpendidikan barat. Dia menjadi korban kawin paksa. Dia berhasil melepaskan diri dari paksaan itu. Dia jatuh dalam kehinaan karena salah langkah, Dia menjadi seorang bunga raya. Tetapi dilukiskan sebagai seorang perempuan yang tinggi derajat batinnya.

Dua hal yang sangat kontras. Sikapnya yang serba ragu juga tampak pada saat dia pergi meninggalkan Tono, padahal waktu itu Tono membutuhkannya setelah dia ditinggalkan istrinya.

Dari garis besar tema dan perwatakan ketiga tokoh tersebut, saya yakin anda penasaran untuk membaca cerita lengkapnya. Begitulah jika penulis novel sanggup membuat sebuah novel yang bagus, tak mengherankan jika itu terkenal.

tags:

Related For Unsur intrinsik tema dan perwatakan novel Belenggu