Enjang.com

Situs Informasi dan Teknologi

Menu

Usia keemasan balita, bagaimana menghadapinya?

21 Mei 2015 | Health

Mungkin kita sering terperangah akan pesatnya perkembangan buah hati balita kita. Belum lagi ternyata mereka dapat melakukan sesuatu yang kita pikir belum dapat mereka lakukan, misalnya menghafalkan lagu-lagu berbahasa asing hanya dengan menonton beberapa kali dari televisi, menirukan omongan orang-orang di sekitarnya dan sebagainya. Memang kebanyakan orang tidak mengenali dan memahami kemampuan luar biasa yang ada pada anak.

Usia di bawah lima tahun atau yang sering disebut balita, adalah usia yang paling kritis atau paling menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. Hal itu karena perkembangan intelegensi anak hampir seluruhnya terjadi pada usia di bawah lima tahun. Itulah makanya anak-anak di usia tersebut memiliki rasa ingin tahu yang luar biasa dan kemampuan untuk menyerap informasi yang sangat tinggi.

Kesalahan orang tua menghakimi anak balita
Kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam menanggapi keingintahuan yang besar itu adalah menghakimi tindakan anak tersebut sebagai kenakalan dan umumnya menyalahkan si anak karena tingkah lalu mereka tidak seperti yang diinginkan.

Hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pemahaman terhadap perkembangan jiwa anak. Padahal pada kenyataannya, umumnya orang tua dan guru hanya dapat mengajarkan sedikit hal kepada anak-anak karena mereka tidak menyangka pesatnya perkembangan intelegensi anak tersebut.

Karena keterbatasan pengetahuan dan kemampuan orang tua dan guru itulah tidak jarang potensi luar biasa yang ada pada setiap anak tersia-siakan.

Hal itu disayangkan sekali, karena anak-anak usia balita memiliki miliaran sel saraf otak yang sedang berkembang dan kemampuan yang dahsyat serta daya ingatan (memori) yang kuat. Oleh karena itu, pendidikan yang menanamkan nilai-nilai luhur kemanusiaan (pengembangan intelegensi, karakter, kreativitas, moral, dan kasih sayang universal) sangat lah perlu diajarkan kepada anak-anak usia dini.

Didiklah anak sejak dini
Pendidikan prasekolah dan taman kanak-kanak sebaiknya jangan diabaikan. Bahkan pendidikan bayi yang baru lahir atau sejak masih dalam kandungan sudah saatnya dikembangkan. Dedikasi tulus dari guru-guru dan dukungan orang tua sepenuhnya akan menjamin keberhasilan pendidikan anak di kemudian hari.

Ibarat batang pohon yang makin tua makin sulit untuk dibengkokkan, sehingga untuk membentuk apapun sebaiknya dilakukan sejak umur masih muda. Oleh karena itu, didik dan bentuklah kepribadian anak-anak kita dengan baik sejak usia dini.

Demikian informasi online mengenai Usia keemasan balita, semoga menambah wawasan kita bersama dalam mendidik anak agar nantinya menjadi anak yang berbudi luhur.

Related For Usia keemasan balita, bagaimana menghadapinya?